Waktu Posting : 11-06-2014 19:07 | Dibaca : 2869x
06-07-2024 17:04
Rahim merupakan bagian dari organ reproduksi dari wanita. Fungsi utamanya sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya janin sebelum dilahirkan. Sayangnya, sel-sel kanker yang muncul pada organ ini bisa membuat seorang wanita kehilangan rahimnya. Faktor Risiko dan Penyebab Kanker Rahim Meski penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang mungkin bisa meningkatkan risiko wanita terkena penyakit ini, yaitu: Berat badan berlebih atau obesitas Berusia 50 tahun ke atas Menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun Menderita diabetes Riwayat kanker rahim di keluarga Pernah menjalani terapi radiasi pada panggul Menderita tumor ovarium atau sindromovarium polikistik Konsumsi obat hormone estrogen tanpa progesteron atau obat tertentu, seperti tamoxifen untuk mengobati kanker payudara Faktor-faktor risiko di atas tidaklah mutlak karena ada juga wanita yang masuk dalam daftar tersebut tetapi tidak menderita kanker rahim. Ada pula wanita yang terjangkit kanker rahim, tetapi tidak memiliki faktor risiko di atas. Tanda-Tanda Kanker Rahim Penting bagimu untuk mengenali tanda-tanda awal kanker rahim agar penyakit ini dapat terdeteksi sedini mungkin. Berikut ini adalah beberapa gejala yang merupakan tanda awal kanker rahim, yaitu: 1. Perdarahan abnormal Tanda awal ciri-ciri kanker rahim yang paling sering dialami oleh wanita adalah pendarahan vagina yang tidak normal atau berkepanjangan. Contohnya, pendarahan setelah menopause. di antara siklus menstruasi, dan perdarahan setelah berhubungan seks. 2. Keputihan berbau Keputihan yang normal umumnya berwarna jernih, tidak berbau, dan jumlahnya tidak berlebihan. Munculnya keputihan yang berwarna merah muda atau cokelat, mengandung darah, atau disertai bau busuk bisa menjadi pertanda adanya masalah atau gangguan pada sistem reproduksi termasuk kanker rahim. 3. Nyeri saat berhubungan seksual Tanda kanker rahim berikutnya adalah munculnya rasa sakit saat berhubungan seksual. Biasanya nyeri ini akan diikuti dengan perdarahan setelah berhubungan seksual. 4. Nyeri panggul Nyeri panggul juga bisa menjadi gejala kanker rahim. Nyeri panggul yang termasuk tanda kanker rahim biasanya disertai dengan rasa sakit pada perut bagian bawah pusar. Nyeri yang dirasakan bisa muncul terus-menerus atau dan hilang-timbul. 5. Nyeri saat buang air kecil Meski ini jarang terjadi, nyeri saat buang air kecil juga bisa menjadi tanda kanker rahim. Rasa nyeri ini bisa muncul akibat pertumbuhan sel kanker yang menekan kandung kemih dan saluran kemih. Selain gejala-gejala di atas, hal lain yang bisa menjadi tanda kanker rahim adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan secara tiba-tiba, rasa lelah yang tidak diketahui penyebabnya, nyeri punggung, hingga nyeri kaki. Jika kamu mengalami tanda kanker rahim yang dipaparkan di atas, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa tes, termasuk Pap smear untuk memastikannya. Apabila dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya pertumbuhan sel kanker pada rahim, dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan stadium kanker rahim dan kondisimu secara umum. https://pafipccibinong.org/
25-04-2014 20:50
Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi (Hipertensi) - Tidak semua kasus darah tinggi atau hipertensi terelakkan. Bila itu menjadi bagian dari hidup Anda, bagaimana bisa tetap sehat berdampingan dengan kondisi itu? Mungkin tak bisa ditumpas, tetapi darah tinggi bisa dijinakkan. Caranya? Prinsipnya seberapa bisa tekanan darah dipertahankan pada nilai yang optimal. Terlebih pada mereka yang berisiko, seperti ada keturunan darah tinggi. Demikian pula bila mengidap pula kencing manis (diabetes melitus), lemak darah abnormal (kolesterol, trigliserida), dan ada riwayat gangguan jantung. Darah tinggi bergabung dengan keadaan tersebut bersifat memperburuk. Bukan saja tidak bijak kelewat cepat minum obat medis, seberapa bisa tidak perlu minum obat dulu. Kalau tanpa minum obat tensi darah masih bisa ditekan normal, obat jangan dipilih dulu. Obat baru diminum apabila dengan cara-cara tanpa obat, tensi masih berada di atas normal. Sedapat mungkin tensinya optimal. Apa sajakah cara-cara tanpa obat itu? Baca juga : Mengenal, Mencegah dan Mengobati Penyakit Kanker Pertama, bila berat badan lebih dari berat idealnya, turunkan dulu sampai ideal. Berat badan ideal diukur dengan BM (Body Mass Index), yakni berat badan (Kg) dibagi tinggi badan (M) pangkat dua. Bila indeksnya 23-25, berarti ideal. Di atas 25 kegemukan, di bawah 23 mungkin kurus. Seraya dengan menurunkan berat badan sampai ideal, perlu diet rendah garam. Bukan tawar sama sekali, melainkan membatasi saja. Tanpa sadar, konsumsi garam dari menu harian kita rata-rata lebih tinggi tiga kali lipat dari yang tubuh butuhkan. Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi) orang dengan kultur modern sering disebabkan oleh kelebihan sodium (natrium) dalam darah, khususnya pada tubuh yang salt sensitive. Hipertensi masyarakat di pedesaan yang hidupnya lebih papa, juga sering gara-gara menu hariannya yang serba asin (ikan asin, kecap asin). Baca juga : Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi (Hipertensi) Selain itu, perlu rutin bergerak badan (olahraga). Tak perlu olahraga atau senam khusus, dengan memilih rutin jalan kaki cepat ( brisk walking), dengan laju 100 M/menit, atau 6 Km/jam, selama 40-45 menit, lima kali seminggu, tensi darah diharapkan terbantu untuk turun. Berat badan menjadi ideal, diet rendah garam, dan gerak badan teratur, mendukung upaya penurunan tensi darah. Selebihnya cukup kalium (dari buah-buahan) dan kalsium. Kalium dan kalsium membantu mengendurkan tensi darah juga. Lain dari itu, jiwa juga perlu tenang, tidak stres, dan hidup tidak tergesa-gesa. Perlu ada waktu untuk bersilaturahmi, ada orang yang mau mendengar isi hati, berekreasi, dan perlu hidup lebih santai. Orang yang tak ada riwayat darah tinggi, tensinya bisa mendadak melonjak kalau pikirannya lagi gundah. Pada kasus demikian, langsung memberinya obat pun tidak arif karena tahu sejatinya dia bukan kasus darah tinggi sejati. Baca juga : Fakta Hubungan Perokok Dengan Kejadian Hipertensi Demikian pula orang yang takut kepada dokter (white coat hypertension). Begitu ketemu dokter, darahnya langsung tinggi. Namun, tak demikian kalau mengukurnya sendiri di rumah. Kasus demikian harus bijak ditanggapi. Memberinya obat berarti mencelakakan lantaran begitu keluar dari kamar praktik dokter, tensinya sudah normal lagi. Pemberian obat di sini hanya menambah anjlok tensi darahnya. Untuk mengganti obat medis bisa dicoba beberapa obat herbal yang terbuat dari bahan alami berkhasiat yang secara ilmiah sudah terbukti. Sebut saja mengkudu, buah naga, kulit manggis, daun sirsak, seledri, mentimun, belimbing, dan bawang putih. Kalau bisa pilih yang sudah buatan farmasi dan berizin Depkes karena pasti berbeda khasiatnya bila dikonsumsi langsung dari bahan mentahnya. Jus Ultra Noni tentu lebih berkhasiat dari sekian buah mengkudu yang Anda blender atau peras sendiri. Tak cukup makan mentahnya sebab butuh proses dengan teknologi tinggi untuk menyaripatikan zat berkhasiat yang ada dalam mengkudu.
14-06-2014 15:30
Bicara diet, banyak cara yang dijagokan adalah langkah manjur untuk bikin badan sehat. Persoalannya, sebagian cara terdengar menyiksa serta – kadang-kadang - mengada-ada. Kenapa tak coba satu langkah yang sederhana, seperti jurus diet satu hari tersebut. 1 Tuliskan Tulis seluruhnya yang Anda makan serta minum dalam sehari. Anda dapat pakai catatan kecil ataupun aplikasi telephone selular. Yang pasti, dengan mencatat, Anda bakal lebih waspada dengan apa yang Anda makan, juga seberapa banyak Anda konsumsinya. Baca juga : Cara Merekonstruksi Selaput Dara Dengan Hymenoplasty 2 Jadilah penyuka sarapan Daripada melupakan sarapan, konsumsilah suatu hal selekasnya setalah Anda bangun untuk mengakhiri rasa lapar Anda. Tak, Anda tak butuh mempersiapkan sarapan besar. Anda dapat mengakali dengan makanan yang lebih ringkas – kalau Anda tergesa-gesa berangkat kerja. Umpamanya, buah serta bar daya, atau telur serta sereal. Menu-menu seperti ini dapat menghidupkan metabolisme serta isi badan dengan daya. 3 Mengonsumsi pelangi Ya, dalam sehari diet Anda, coba konsumsi makanan serta minuman dari tiap-tiap warna pelangi. Ini dapat terhitung buah-buahan, salad, sayuran, sup, sampai gandum serta kacang-kacangan. Baca juga : Waspada, Batu Kandung Empedu Incar Siapa Saja 4 Jauhi jeda panjang Terlampau banyak jeda saat pada satu saat makan dengan yang lain bikin Anda terlampau lapar atau konsumsi makanan yang kurang sehat. Tricknya ialah, siapkan senantiasa makanan ringan sehat seperti kacang-kacangan, buah, juga susu rendah kalori. Dengan menyiapkan makanan ringan di jeda saat makan, Anda dapat pikirkan dengan tambah baik masalah menu makan besar Anda setelah itu. 5 Kurangi sedikit Masaklah dalam porsi yang lebih sedikit saat Anda dirumah, serta pesanlah porsi yang lebih kecil saat Anda di restoran. Tidaklah jadi persoalan untuk sedikit kekurangan kalori dari nasi, lantaran Anda dapat menggantinya dengan makanan lain yang kaya nutrisi