Cara Mengatasi Inkontenesia Urine dan Jenisnya

Additional Image

Waktu Posting : 12-09-2022 11:58 | Dibaca : 730x

 

Inkontinensia urine adalah  suatu kondisi yang sering dialami oleh para geriatri (lansia). Penuaan merupakan proses yang tidak dapat dihindari. Menjaga kesehatan tubuh merupakan hal yang harus kita perhatikan sedini mungkin, sebelum mencapai umur lanjut yang cenderung lebih rentan terhadap penyakit, seperti terkena penyakit inkontinensia urine.

 

Inkontinensia Urine

Inkontinensia urine merupakan kondisi ketidakmampuan seseorang dalam menampung banyak urine. Urine dapat keluar melalui saluran kemih tanpa dikendalikan secara sadar atau justru mengalami kesulitan saat mengeluarkan urine.

Banyak lansia menganggap bahwa inkontinensia urine merupakan bagian dari proses penuaan alami, sehingga sebagian besar dari mereka tidak mengunjungi rumah sakit. Sesungguhnya, terdapat beberapa kondisi dimana inkontinensia urine bukan disebabkan oleh proses penuaan, yakni disebabkan oleh penyakit tertentu.

Obesitas, diabetes, infeksi, maupun kelainan mental tertentu dapat menyebabkan terjadinya gangguan tersebut. Diperlukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui dengan pasti penyebab dari terjadinya inkontinensia urine.

Berikut ini adalah 4 jenis inkontinensia urine yang umum ditemukan yaitu :

1. Stress Incontinence – Mengompol ketika sudah penuh

Kandung kemih berfungsi untuk menampung urine hingga penuh. Penderita stress incontinencre memiliki otot pengatur proses berkemih yang lemah. Sehingga ketika sudah terisi penuh dan memberikan tekanan pada otot tersebut, urine dapat keluar. Proses ini dapat terjadi saat batuk, bersin, tertawa, maupun mengangkat beban berat. Kelainan ini dapat disebabkan oleh penuaan, kehamila, dan operasi.

2. Urge Incontinence – Ingin berkemih secara berkala

Sering memiliki keinginan untuk bekemih secara tiba-tba dan terjadi pada interval yang singkat (kurang dari 30 menit). Kandung kemih belum terisi penuh, namun penderita urge incontinence ingin segera ke toilet. Hal ini terjadi karena adanya kontraksi dinding pembuluh darah yang tidak teratur sehingga menekan urine yang ditampung.

Kemudian penderita merasakan keinginan untuk berkemih secara tibat-tiba dan mengeluarkan volume urine yang sedikit. Kelainan ini dapat disebabkan oleh infeksi, ketidakstabilan otot dinding pembuluh darah, dan tumor.

3. Overflow Incontinence – Mengeluarkan urine sedikit dan tiba-tiba

Penderita overflow incontinence justru memiliki hambatan dalam mengeluarkan urine. Urine pada kandung kemih akan menumpuk dan hanya dapat keluar saat tekenannya sangat tinggi. Urine yang dapat keluar pun hanya sedikit, namun terjadi secara tiba-tiba. Jenis ini lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Kelainan ini dapat disebabkan oleh batu kandung kemih, perbesaran prostat, tumor, atau kerusakan saraf.

4. Mixed incontinence – Lebih dari satu jenis inkontinensia urine

Penderita mengalami lebih dari satu jenis inkontinensia urin, seperti adanya stress incontinence dan urge incontinence secara bersamaan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis faktor, salah satunya penderita mengalami kandung kemih yang overaktif ditambah dengan adanya kelainan saat penutupan saluran kandung kemih.

Penyebab Inkontinensia Urine  di antaranya adalah :

·         Usia (kelemahan otot dasar panggul)

·         Kehamilan dan persalinan

·         Kegemukan (obesitas)

·         Hormon, Menopause

·         Diabetes Melitus (DM), Stroke

·         Operasi pengangkatan rahim

·         Infeksi saluran kemih (ISK)

·         Penyakit paru-paru / Batuk kronik

Tidak selalu mudah untuk mencegah inkontinensia urine, namun ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya inkontinensia. Inilah pola hidup sehat yang harus dijalankan:

 

Dapatkan Berat Badan yang Sehat

    Obesitas bisa meningkatkan risiko inkontinensia urine. Kamu bisa menurunkan risikonya dengan menjaga berat badan yang sehat melalui olahraga teratur dan makan sehat. Gunakan kalkulator berat badan sehat untuk melihat apakah berat badan sesuai dengan tinggi badan kamu.

 

Perhatikan Kebiasaan Minum

       Tergantung pada masalah kandung kemih yang kamu alami, dokter biasanya memberikan saran tentang jumlah cairan yang harus diminum. Jika kamu mengalami inkontinensia urine, kurangi alkohol dan minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, dan minuman bersoda. Minuman ini bisa menyebabkan ginjal menghasilkan lebih banyak urine dan mengiritasi kandung kemih.

 

Jika kamu harus sering buang air kecil di malam hari (nokturia), cobalah minum lebih sedikit pada jam-jam sebelum tidur. Namun, pastikan tetap cukup minum di siang hari.  Setiap orang disarankan minum 6 hingga 8 gelas cairan sehari (tidak lebih), kecuali jika dokter menyarankan lebih. Banyak orang dengan inkontinensia urine menghindari minum cairan, karena mereka merasa hal itu menyebabkan masalah. Namun, membatasi asupan cairan membuat inkontinensia urine menjadi lebih buruk, karena mengurangi kapasitas kandung kemih.

 

Rutin Latihan Dasar Panggul

    Hamil dan melahirkan bisa melemahkan otot-otot yang mengontrol aliran urine dari kandung kemih. Jika kamu hamil, memperkuat otot dasar panggul bisa mencegah inkontinensia urine.

 

 

Berhenti Merokok

    Jika kamu merokok, maka risiko inkontinensia urine lebih tinggi. Hal ini karena batuk membuat otot dasar panggul jadi tegang. Jadi, menghentikan kebiasaan merokok dapat menjadi cara mencegah inkontinensia urine.

 

Lakukan Olahraga yang Tepat

   Olahraga sit-up berdampak tinggi memberikan tekanan pada otot dasar panggul dan bisa meningkatkan kebocoran urine. Untuk memperkuat dasar panggul dan meredakan gejala, gantilah olahraga berdampak tinggi, seperti jogging dan aerobik, dengan latihan kekuatan seperti pilates. Olahraga pilates juga mampu memperkuat otot inti, yang bermanfaat untuk mencegah inkontinensia urine.

 

Hindari Mengangkat Beban

    Mengangkat beban membuat otot dasar panggul tegang, jadi hindari kapanpun kamu bisa. Saat memang harus mengangkat sesuatu, seperti menggendong anak atau membawa tas belanjaan, kencangkan otot dasar panggul sebelum dan selama mengangkat.

 

Konsumsi Makanan yang Tepat

    Hindari makanan pedas dan asam, seperti kari dan buah jeruk, karena dapat mengiritasi kandung kemih dan memperburuk kebocoran dan gejala inkontinensia lainnya.

 

  Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai pola hidup sehat yang bisa mencegah inkontinensia urine. Jika kamu mengalami inkontinensia urine yang tidak bisa ditangani sendiri, segera bicarakan pada dokter.

 


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
10 Kebiasaan Penyebab Diabetes

22-07-2016 09:33

Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes: 1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari. 2. Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah. Baca juga :  Akhlaq Suami Terhadap Istri 3. Suka ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar. 4. Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari. 5. Malas beraktivitas fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Baca Juga:  5 Obat Efektif Untuk Osteoarthritis Solusi: Bersepeda ke kantor. 6. Sering stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. 7. Kecanduan rokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi. 8. Menggunakan pil kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun. Baca juga : Cara Tahan Lama Tanpa Obat Kuat (Ejakulasi Dini)   9. Takut kulit jadi hitam Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. 10. Keranjingan soda Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula

Featured Image
Tips Mengatasi Asam Urat dengan Aman dan Nyaman

28-04-2014 08:49

 Tips Mengatasi Asam Urat dengan Aman dan Nyaman  - Memiliki kondisi tubuh yang prima dan fit adalah idaman setiap orang. Tidak ada satupun manusia yang menginginkan memiliki tubuh yang sakit-sakitan dan rapuh. Manusia bekerja setiap hari mengumpulkan uang demi tercapainya tubuh yang fit dan sempurna bukan untuk membayar biaya rumah sakit.  Akan tetapi terkadang manusia lupa sehingga gaya hidupnya menjadi tidak terkontrol dan menjadikan tubuh mereka memakan terlalu banyak lemak dan menimbun kolesterol jahat yang lama kelamaan akan menyebabkan penyakit parah yang mematikan. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat dengan tidak terkontrolnya konsumsi makanan dan minuman adalah asam urat. Asam urat disebabkan oleh makanan yang tinggi akan asam urat seperti kerang, udang, cumi, remis, daging merah, santan dan lainnya. Bisa dikatakan, asam urat adalah penyakit yang sudah menjadi mayoritas terserang oleh banyak manusia Indonesia. Dahulu, rata-rata mereka yang berusia menengah sampai lanjut usia yang paling banyak terkena asam urat tetapi saat ini bahkan anak muda dan remaja sudah banyak yang terkena asam urat. Biasanya asam urat di obati dengan macam obat kimia tetapi saat ini untuk rasa aman dan nyaman Anda bisa mengkonsumsi obat-obatan herbal. Baca juga : Berbagai Pilihan Obat Herbal Darah Tinggi Di Sekitar Kita Adapun ciri dari penyakit asam urat yang memang menimbulkan rasa tidak nyaman adalah bagian persendian Anda terasa sangat nyeri atau linu, biasanya rasa nyeri itu datang pada saat pagi hari disaat Anda baru bangun tidur atau malam hari menjelang tidur. Rasa nyeri pada persendian itu datang tidak hanya sekali tetapi berulang kali.pada saat asam urat Anda sudah cukup dalam level parah maka rasa sakit itu akan sakit sekali bahkan pada saat Anda akan bergerak. Rata-rata mereka yang mengalami asam urat akan mengalami penyakit lainnya juga yaitu darah tinggi, obesitas, diabetes. Karena itu biasakan dan budayakan hidup sehat selalu. Jika penyakit asam urat tidak diobati biasanya bisa menyebabkan penyakit gagal ginjal yang fatal. Cara alami dan menyenangkan bebas dari asam urat adalah konsumsi buah alpokat sesering mungkin. Selain itu jus buah sirsak dan apel juga sangat baik menurunkan kadar asam urat Anda. Bagi Anda pecinta belimbing, jangan sungkan untuk mengkonsumsi nya sebanyak mungkin karena ini juga obat asam urat herbal yang alami. Bagi Anda yang menyukai ramuan herbal tradisional, maka sambiloto, kayu manis, temulawak, daun kumis kucing, daun meniran sangat baik dikonsumsi bagi para penderita asam urat. Ramuan herbal tersebut bisa Anda konsumsi dengan direbus secara bersamaan lalu airnya diminum setelah dingin secara teratur atau Anda membeli yang sudah di ekstrak dan langsung minum. Cukup mudah bukan? Biaya yang dikeluarkan juga akan lebih ringan dari biaya pengobatan kimia dan tentu saja efek sampingnya tidak ada. Konsumsi ramuan herbal tersebut selama setiap hari secara teratur lalu setelah satu bulan coba Anda cek kadar asam urat Anda di laboratorium. Hanya saja pengobatan seperti apapun tidak akan ada gunanya jika Anda tidak merubah gaya hidup dan pola makan. Baca juga : Pencegahan dan Pengobatan HIV/AIDS   Ada banyak makanan yang menjadi pantangan para penderita asam urat seperti: kacang-kacangan seperti kacang kedelai, kacang polong, kacang tanah lalu segala macam yang berhubungan dengan jeroan daging baik itu sapi, kambing atau jeroan ayam. Semua jenis seafood dan juga ekstrak dari daging seperti abon dan juga dendeng olahan, bebek dan ayam kalkun serta angsa dan daging import juga dilarang,  Untuk pantangan dalam sayurannya adalah daun kol, kangkung, daun pepaya, asparagus, jamur kuping, buncis dan daun singkong. Untuk pantangan buah nya adalah buah kelapa atau degan, durian dan juga nangka. Semua makanan yang menggunakan santan, digoreng, berlemak, makanan yang tinggi protein. Keju, cream, susu kental manis juga harus Anda hindari. Cara lainnya untuk mendukung kesembuhan Anda selain dengan ramuan herbal adalah perbanyak air putih dan istirahat yang cukup. Selain itu Anda juga harus sering olahraga. Tidak harus olahraga yang berat. Olahraga sederhana saja sudah cukup membantu asalkan secara teratur. Jika Anda memiliki berat tubuh berlebih maka pastikan Anda melakukan diet yang sehat. Konsultasikan pada ahli gizi atau dokter Anda mengenai diet sehat bagi penderita asam urat. Hindari minuman manis dan alcohol. Jika rebusan obat diatas terasa pahit bisa Anda tambahkan gula batu atau madu  murni. Ada lagi obat herbal asam urat yang manjur bagi penderita asam urat yaitu buah manggis. Buah manggis disebut sebagai queen of fruit yang memiliki khasiat sebagai pembasmi asam urat hingga kanker. Buah manggis bahkan daun dan kulitnya sangat bermanfaat. Selain mudah di dapatkan, buah manggis membantu dengan signifikan pada pengenceran darah dan menurunkan gula juga asam urat di tubuh Anda. Jangan ragu lagi untuk selalu konsumsi manggis atau kulitnya. Hanya saja bagian kulitnya yang berwarna pink atau merah muda yang Anda rebus. Sedangkan bagian luarnya dibuang. Konsumsi rebusan kulit buah manggis setiap hari dan rasakan perbedaan kualitas tubuh Anda. Anda bisa membeli produk ekstrak kulit buah manggis tetapi akan lebih baik membuatnya sendiri. Kulit buah manggis cukup Anda cuci bersih lalu Anda blender hingga halus lalu Anda saring dan minum airnya. Bisa Anda tambahkan madu sedikit jika Anda tidak suka dengan rasa yang sedikit getir. Campurkan dengan sedikit madu atau gula batu juga akan menambah kenikmatan ramuan herbal ini.

Featured Image
Setelah Alami Keguguran, Perlukah Menjalani Kuret?

31-08-2024 20:14

Keguguran merupakan peristiwa yang umum terjadi pada wanita hamil. Kehamilan dianggap mengalami keguguran jika kehamilan hilang secara spontan sebelum usia kandungan memasuki minggu ke-20.  Setelah mengalami keguguran, tubuh wanita mungkin akan mengeluarkan jaringan janin dengan sendirinya. Namun, kemungkinan wanita juga mengalami “keguguran tidak lengkap”, yaitu ketika perdarahan uterus gagal membersihkan rahim. Terutama pada keguguran yang terlewat, yaitu saat tubuh ibu lalai menyadari bahwa janinnya telah mati, juga mungkin terjadi.  Alasan Kuret Perlu Dilakukan setelah Keguguran Setelah keguguran, wanita biasanya memiliki tiga pilihan. Di antaranya adalah obat untuk menginduksi keguguran, menunggu untuk melihat apakah keguguran akan terjadi dengan sendirinya, atau pelebaran dan kuretase.  Prosedur  kuret  melibatkan pelebaran serviks dan menggunakan alat khusus untuk menghilangkan isi rahim, dan membantu mencegah infeksi dan komplikasi setelah keguguran.  Dilatasi dan kuret merupakan prosedur bedah singkat. Pada prosedur ini, serviks dilatasi dan alat khusus digunakan untuk mengikis lapisan rahim. Kondisi yang Harus Lakukan Prosedur Kuret Setelah mengalami keguguran, mungkin kamu perlu dikuret karena salah satu dari beberapa alasan berikut : Menghapus jaringan di dalam rahim selama atau setelah keguguran atau aborsi untuk menghapus bagian-bagian kecil plasenta setelah melahirkan. Ini juga membantu mencegah infeksi atau pendarahan hebat.  Diagnosis atau obati perdarahan uterus yang abnormal. Kuret dapat membantu mendiagnosis atau mengobati pertumbuhan seperti fibroid, polip, ketidak seimbangan hormon, atau kanker rahim. Sampel jaringan uterus akan dokter lihat di bawah mikroskop untuk memeriksa sel-sel abnormal.  Prosedur kuret hanya membutuhkan waktu 10-15 menit, tetapi kamu perlu tetap di rumah sakit hingga lima jam. Sedangkan waktu pemulihan total dari prosedur kuret adalah sekitar dua minggu. Sebagian besar wanita akan mengalami rasa sakit dan kram pasca operasi yang biasanya berlangsung 3-4 hari, serta bercak yang dapat bertahan hingga dua minggu.  Rasa nyeri setelahnya dapat kamu kelola dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Setelah melakukan kuret, wanita biasanya perlu menghindari hubungan seksual selama beberapa minggu setelah prosedur. Meski begitu, kamu dapat bekerja kembali beberapa hari setelah kuret.  Manfaat Menjalani Kuret setelah Keguguran Berikut ini beberapa manfaat menjalani kuret setelah mengalami keguguran : Mempersingkat proses gejala fisik Kuret merupakan tindakan medis yang bisa kamu jadwalkan, sedangkan keguguran alami dapat berlangsung selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Selain mengurangi gejala fisik seperti pendarahan dan kram, dalam beberapa kasus, seseorang mungkin memilih kuret untuk mengatasi trauma emosional langsung dari keguguran. Meminimalisasi nyeri fisik Kuret dapat kamu lakukan dengan anestesi atau sedasi, dan obat pereda nyeri dapat dokter berikan. Beberapa orang mengalami kram ringan setelah kuret. Namun, biasanya secara fisik dapat kembali ke rutinitas normal dalam satu atau dua hari. Menurunkan risiko tertentu Keguguran yang tidak lengkap memungkinkan terjadinya risiko. Misalnya, sisa-sisa jaringan kehamilan dapat menyebabkan pendarahan dan infeksi yang berkepanjangan. Prosedur kuretase umumnya tergolong aman, tapi seperti halnya operasi apapun, kuret juga memiliki risiko tersendiri. Hanya saja, sebagian besar komplikasi yang mungkin terjadi dapat kamu obati.  Sisa kehamilan tidak terlihat Melihat jaringan sisa kehamilan (seperti sisa-sisa janin) dapat membuat pengalaman keguguran menjadi lebih traumatis. Selama kuret, kamu tidak akan melihat jaringan yang diangkat.  Mengurangi kemungkinan prosedur medis selanjutnya Jika kamu mengalami keguguran dan pendarahan terus berlanjut, jaringan belum sepenuhnya luruh, atau mengalami infeksi. Oleh karenanya, penanganan medis (termasuk kuret) perlu dokter lakukan untuk mencegah komplikasi. Menjalani kuret akan menangani banyak masalah medis di awal, sehingga prosedur medis lebih lanjut dapat kamu cegah.  Untuk menjalani tindakan kuret harus dilakukan Dokter Spesialis Kandungan ObGyn (Sp.OG). Klinik Raden Saleh merupakan Fasilitas layanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan wanita secara spesialistik (dalam bidang kuret). Dengan ditangani langsung oleh dokter spesialis kandungan SpOG. Klinik kuret ini mengutamakan kesejahteraan wanita dengan memberikan perawatan khusus di bidang ginekologi, dengan fokus pada prosedur penting pengangkatan jaringan dari rahim yang dikenal dengan istilah kuret. Terletak di Jln. Raden Saleh Jakarta yang dinamis, klinik kami berdedikasi untuk menawarkan layanan medis ahli Kuret dalam mengutamakan lingkungan yang nyaman dan penuh kasih.

...