Waktu Posting : 06-07-2024 17:04 | Dibaca : 401x
Rahim merupakan bagian dari organ reproduksi dari wanita. Fungsi utamanya sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya janin sebelum dilahirkan. Sayangnya, sel-sel kanker yang muncul pada organ ini bisa membuat seorang wanita kehilangan rahimnya.
Faktor Risiko dan Penyebab Kanker Rahim
Meski penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang mungkin bisa meningkatkan risiko wanita terkena penyakit ini, yaitu:
Faktor-faktor risiko di atas tidaklah mutlak karena ada juga wanita yang masuk dalam daftar tersebut tetapi tidak menderita kanker rahim. Ada pula wanita yang terjangkit kanker rahim, tetapi tidak memiliki faktor risiko di atas.
Tanda-Tanda Kanker Rahim
Penting bagimu untuk mengenali tanda-tanda awal kanker rahim agar penyakit ini dapat terdeteksi sedini mungkin. Berikut ini adalah beberapa gejala yang merupakan tanda awal kanker rahim, yaitu:
1. Perdarahan abnormal
Tanda awal ciri-ciri kanker rahim yang paling sering dialami oleh wanita adalah pendarahan vagina yang tidak normal atau berkepanjangan. Contohnya, pendarahan setelah menopause. di antara siklus menstruasi, dan perdarahan setelah berhubungan seks.
2. Keputihan berbau
Keputihan yang normal umumnya berwarna jernih, tidak berbau, dan jumlahnya tidak berlebihan. Munculnya keputihan yang berwarna merah muda atau cokelat, mengandung darah, atau disertai bau busuk bisa menjadi pertanda adanya masalah atau gangguan pada sistem reproduksi termasuk kanker rahim.
3. Nyeri saat berhubungan seksual
Tanda kanker rahim berikutnya adalah munculnya rasa sakit saat berhubungan seksual. Biasanya nyeri ini akan diikuti dengan perdarahan setelah berhubungan seksual.
4. Nyeri panggul
Nyeri panggul juga bisa menjadi gejala kanker rahim. Nyeri panggul yang termasuk tanda kanker rahim biasanya disertai dengan rasa sakit pada perut bagian bawah pusar. Nyeri yang dirasakan bisa muncul terus-menerus atau dan hilang-timbul.
5. Nyeri saat buang air kecil
Meski ini jarang terjadi, nyeri saat buang air kecil juga bisa menjadi tanda kanker rahim. Rasa nyeri ini bisa muncul akibat pertumbuhan sel kanker yang menekan kandung kemih dan saluran kemih.
Selain gejala-gejala di atas, hal lain yang bisa menjadi tanda kanker rahim adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan secara tiba-tiba, rasa lelah yang tidak diketahui penyebabnya, nyeri punggung, hingga nyeri kaki.
Jika kamu mengalami tanda kanker rahim yang dipaparkan di atas, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa tes, termasuk Pap smear untuk memastikannya.
Apabila dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya pertumbuhan sel kanker pada rahim, dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan stadium kanker rahim dan kondisimu secara umum.
27-05-2014 01:55
Tak cuma mengistirahatkan otot, waktu tidur badan mengalami perbaikan serta detoksifikasi (keluarkan toksin). Selain itu, peluang bagi sistem kekebalan badan guna menghasilkan hormon-hormon imunitas (imunitas badan) terjadi dan diberikan pada saat kita sedang menjalani tidur. Oleh karena itu, untuk mempercepat dan memperlancar kemampuan kerja badan dalam sistem regenerasi, sebaiknya pada waktu tidur Anda memakai baju longgar atau melepaskan baju saat tidur. Bila Anda menentukan tidur dengan terus menggunakan bra, maka gunakanlah bra yang tak terlampau ketat serta tak kaku. Tipe bra memanglah pilihan pribadi, tetapi menentukan ukuran serta tipe yang salah dapat menyebabkan efek buruk. Di bawah ini terdapat banyak hal yang berlangsung bila wanita tidur memakai bra : 1. Tonjolan Kista serta tonjolan-tonjolan non-kanker bisa dibentuk dalam tiap-tiap sisi dari badan Anda, Dr John McDougall menulis dalam The McDougall Program untuk Jantung Sehat memperlihatkan bahwasanya menggunakan bra ketat waktu tidur mengakibatkan peradangan. Ini sangat mungkin timbulnya tonjolan. Baca juga : Mengenal Limpa Bengkak dan Cara Pengobatannya 2. Ancaman kanker Menggunakan bra waktu tidur mengakibatkan kanker payudara tetap jadi tema perbincangan, ada studi yang tidak sama berkenaan hal semacam ini. Ada yang menyebutkan penggunaan bra ketat waktu tidur ialah penyebab kanker payudara. 3. Berkeringat Memakai bra yang ketat waktu tidur, terlebih di musim panas, bakal menjadikan Anda berkeringat semakin banyak dari umumnya. Biasanya bra elegan ialah pemicu dalam masalah ini, bra yang lebih aman serta sehat ialah yang terbuat dari katun atau bahan sintetis seperti polyester atau linen. 4. Edema Bila Anda memakai bra ketat dengan cara terus-terusan, maka bisa mengakibatkan penyumbatan limfatik. Ini tergolong edema atau akumulasi cairan di payudara. 5. Gelisah Menggunakan bra yang ketat waktu tidur juga menjadikan gelisah pada malam hari disebabkan iritasi yang muncul, ini bakal mengakibatkan ketidaknyamanan sepanjang tidur serta selanjutnya bakal memberi pengaruh pada kesehatan Anda dengan cara menyeluruh. Baca juga : Ultra Mangosteen, Obat Penyakit Kanker Payudara Tradisional 6. Iritasi kulit Bra ketat bakal mengakibatkan iritasi kulit, ada baiknya memakai bra yang tidak memiliki kawat. Sport bra dikira semacam pilihan yang baik untuk digunakan saat malam hari, bra ini bakal memberikan support yang dibutuhkan untuk payudara Anda, tidak menyebabkan dampak bagi kesehatan. 7. Tidur terganggu Tiada kesangsian bahwasanya tidur yang baik mempunyai jalinan lanjut dengan tingkat kenyamanan di ruang tidur, bila Anda menggunakan bra ketat, Anda bakal terasa kurang nyaman hingga hal semacam ini mengganggu tidur Anda. 8. Pigmentasi Pemakaian bra dengan cara terus-terusan, terlebih yang ketat, bakal mengakibatkan persoalan berkenaan pigmentasi. Untuk menjauhi dampak kesehatan ini, manfaatkanlah bra yang lembut serta longgar. 9. Kurangi aliran darah Memakai bra waktu tidur bisa mengakibatkan rintangan bagii aliran darah, daripada menggunakan bra yang ketat atau jenis push-up waktu digunakan tidur, ada baiknya menggunakan sport bra yang tambah nyaman.
16-04-2015 08:39
Obat kimia kolesterol umumnya akan diberikan kepada pasien dengan kadar tertentu sesuai petunjuk medis, yang dalam hal ini adalah seorang dokter. Dosis tertentu diberikan oleh seorang dokter kepada seorang pasien dengan alasan agar sang pasien segera mendapatkan kesembuhan dari obat kimia kolesterol yang dikonsumsi tanpa harus menderita efek samping akibat penggunaan obat tersebut secara terus menerus. Jika anda termasuk orang yang mempercayai penggunaan obat kimia kolesterol dalam upaya penyembuhan diri dari kolesterol, maka ada baiknya anda mengetahui senyawa kimia apa saja yang umum terkandung dalam obat kimia kolesterolsehingga nantinya anda dapat menentukan apakah anda ingin tetap menggunakan obat medis atau menggunakan suplemen kesehatan lainnya. Baca juga : Kulit Manggis dan Daun Sirsak Ampuh Lawan Ambeien  Senyawa hydrocodone Di benua Amerika dan Eropa sudah banyak dokter yang meresepkan obat kimia kolesterol dengan kandungan senyawa hydrocodone di dalamnya, biasanya akan dikombinasikan dengan senyawa acetaminophen. Kedua senyawa tersebut bekerja dengan menghambat kinerja hormon glukagon dan hormon lain yang berhubungan dengan pengaturan kolesterol. Senyawa tersebut juga menghambat asetil co A pada metabolisme kolesterol sehingga endapan kolesterol yang terkandung dalam pembuluh darah akan semakin terkikis. Senyawa hydrocone mudah terlrut dalam darah, namun dalam penggunaan jangka panjang bukan tidak mungkin senywa ini akan mengurangi kadar oksigen dalam darah sehingga orang yang mengkonsumsi obat ini terus menerus akan lebih cepat lelah atau mengantuk.   Baca juga : Manfaat Obat Kuat Pria Tahan Lama Bercinta Senyawa lisinopril Banyak dokter yang menyarankan obat dengan kandungan senyawa lisinopril untuk menurunkan tekanan darah termasuk kadar kolesterol darah. Senyawa ini juga memacu pembentukan hormon tiroid yang berperan dalam metabolisme lemak dalam tubuh. Metabolisme lemak dalam tubuh yang berlangsung baik akan meningkatkan pembentukan energi dan meningkatkan stamina. Namun konsumsi berlebih obat ini akan menimbulkan efek samping yang beraneka ragam berupa daya konsentrasi menurun atau mudah mengantuk. Jika anda tidak ingin menderita efek samping dari obat kimia kolesterol yang anda konsumsi dari dokter, anda dapat mencoba mengkonsumsi dragonnoni dengan memesan terlebih dahulu melalui www.dragonnoni.com sebagai pengganti obat kimia kolesterol.
15-10-2014 01:03
Obesitas oleh orang awam diidentikan sebagai kelebihan berat badan atau kegemukan. Namun secara medis, Obesitas didefinisikan memiliki kelebihan lemak di dalam tubuh. Obesitas meningkatkan risiko penyakit lain, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Dokter menggunakan BMI (body mass index) yang di dasarkan pada berat badan dan tinggi badan untuk menentukan apakah anda mengidap obesitas. Obesitas ekstrim atau obesitas parah dikeal dengan istilah obesitas morbid. Merupakan sebuah kondisi dimana seseorang memiliki BMI di atas 40 atau lebih. Bila Anda masuk dalam kategori obesitas morbid, Anda terancam mengalami gangguan jantung yang serius. Baca juga : 3 Langkah untuk Mencegah Kanker Payudara Rumus untuk menghitung BMI (Body Mass Index) BMI = Berat Badan / (Tinggi Badan * Tinggi Badan) Keterangan : -Satuan Berat Badan adalah Kilogram (kg) -Satuan Tinggi Badan adalah Meter (m) Contoh cara untuk menghitung BMI (Body Mass Index) Berat badan anda adalah 51 kg dan Tinggi Badan anda adalah 1,59 (159 cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau BMI anda ? Baca juga : Kenali 4 Gejala Limfoma Berikut ini BMI = 51 kg / (1,59 x 1,59) BMI = 20 → Normal Untuk menentukan berapa nilai BMI (Body Mass Index) anda, silahkan menggunakan kalkulator BMI. Kemudian bandingkan hasilnya dengan data pada tabel di bawah ini: BMI Status berat badan Dibawah 18,5 Kurang 18,5 – 24,9 Normal 25,5 – 29,5 Kelebihan 30,0 dan lebih tinggi Obesitas