Waktu Posting : 05-10-2014 05:22 | Dibaca : 2903x
15-10-2018 04:02
Kanker adalah penyakit yang sangat mematikan karena sulit disembuhkan. Terlebih saat kanker tersebut sudah pada stadium akhir atau stadium 4 yang membuat penderitanya kehilangan semangat hidup. Ada banyak faktor penyebab kanker seperti pola makan tidak sehat, berat badan berlebih (obesitas), kurang nutrisi, terlalu sering merokok, konsumsi minuman beralkohol hingga kurangnya aktivitas fisik. Banyak sekali jenis kanker yang dapat menyerang tubuh. Namun ada beberapa jenis kanker yang rentan diderita oleh kaum wanita. Berikut jenis kanker yang rentan diderita wanita : 1. Kanker serviks Knaker serviks atau kanker leher rahim rentan menyerang negara berkembang seperti Indonesia. Namun kanker ini juga mengancam para wanita di dunia. Menurut data World Health Organization (WHO), kanker serviks merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak menyerang wnaita di Indonesia dan menjadi peringkat keempat di dunia. Menurut data, sebanyak 10,3% wnaita di Indonesia meninggal akibat terserang kanker serviks. 2. Kanker paru-paru Di tahun 2014, kasus kanker paru-paru terjadisebanyak 9,3% dan sebanyak 9,1% penderitanya meninggal dunia. Kanker paru-paru ini terjadi akibat sel-sel jaringan paru-paru tumbuh di luar dan membentuk tumor yang menyebabkan tubuh tidak berfungsi dengan baik sehingga kualitas hidup menurun drastis. 3. Kanker payudara Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Kanker payudara ini akibat munculnya sel-sel kanker di jaringan payudara yang meliputi kelenjar susu, lemak, saluran payudara dan jaringan ikat. Penyebab kanker payudara yaitu kelainan genetik, hormon dan gaya hidup yang buruk. Dari 49,9% kasus kanker payudara di tahun 2014, angka kematiannya mencapai 21,4%. 4. Kanker usus besar Di tahun 2014, sebanyak 11,7% kasus baru kanker usus besar muncul. Penyebab kanker ini diantaranya riwayat kesehatan keluarga memiliki polip di rektum atau usus besar dan memiliki radang usus. Risiko kanker usus besar akan semakin meningkat saat wanita memiliki berat badan berlebih akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung lemak yang tinggi terutama lemak hewani. 5. Kanker ovarium Di tahun 2014 kasus kanker ovarium meningkat sebanyak 10,23%. Biasanya jenis kanker ini menyerang wanita berusia diatas 55 tahun. Namunkanker ini juga tak menutup kemungkinan dapat menyerang remaja dan anak-anak. Gejala kanker ovarium antara lain perut kembung, berat badan turun drastis, siklus haid tidak teratur dan panggul terasa tidak nyaman.
29-05-2014 03:43
Nanang sudah setahun ini mengidap amandel. Hampir setiap bulan amandelnya kumat. Menurut dokternya, sudah derajat tiga dan belum perlu dioperasi. Namun setiap kali serangan amandelnya datang, Nanang mesti minum antibiotika. Kalau tidak, amandelnya meradang hebat, bernanah dan tak sembuh-sembuh. Linggar juga begitu. Bahkan ia sudah sering sekali sampai tak bisa bernapas kalau sedang serangan. Tapi Linggar tak mau dioperasi. Ia takut, dan lebih suka memilih minum kapsul antibiotika saja. Nanang dan Linggar memang sudah sejak kecil minum obat antibiotika, obat untuk memusnahkan kuman penyakit. Namun menurut pengakuan ibunya, obat antibiotikanya sering tidak pernah dihabiskan. Selain minumnya kurang teratur, begitu terasa membaik, ia langsung menyetop sendiri minum antibiotikanya. Padahal dokternya memberinya sampai 5 hari. Ia minum cuma 2 sampai 3 hari saja. Tapi apakah karena minum antibiotika yang tak habis, dapat menimbulkan amandel? Oh, tidak. Bukan karena antibiotika yang tak dihabiskan amandel muncul, tapi karena kelenjar pertahanan tubuh di rongga mulut itu yang kalah perang melawan bibit penyakit. Dan kebiasaan minum antibiotika yang setengah-setengah itu dapat membuat kuman penyebabnya menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotika tersebut. Dan kalau kumannya sudah kebal begitu, ia akan menyerang ulang penderita, dengan demikian penyakit akan menahun. Amandelnya sering terserang, dan tak sembuh jika diberikan jenis antibiotika yang sama. Perlu dicari jenis antibiotika yang lain. Baca juga : Inilah Herbal Penangkal Bau Mulut Terlalu Bebas Berantibiotika Obat antibiotika tergolong obat daftar G. Artinya hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Namun di kota-kota besar, toko-toko obat menjualnya tanpa resep dokter, dan digunakan secara bebas, bahkan tanpa aturan yang benar. Mudah dipahami, akibat dari pemakaian antibiotika yang tidak tertib ini, maka populasi berjenis-jenis kuman menjadi bertambah merajalela. Ia bukan saja menurunkan generasi yang kebal terhadap beberapa jenis antibiotika yang digunasalahkan, tapi juga semakin sukar menciptakan jenis antibiotika baru untuk memusnahkan generasi kuman yang baru. Banyak kuman sudah resisten sehingga pemakaian antibiotika semakin terbatas untuknya. Kita perlu melakukan uji kebal (resistensi tes) untuk memilih jenis antibiotika mana yang cocok untuk kuman yang sedang diidap seorang penderita penyakit infeksi. Dengan demikian tembakan kita lebih terarah. Sekarang sedikit-sedikit orang membeli kapsul sendiri, lalu meminumnya dengan aturan sendiri, dan tak tahu kapan obat harus dihentikan. Pemakaian antibiotika yang berkepanjangan juga bukan tanpa efek sampingan. Organ hati, ginjal dan darah adalah bagian dari tubuh kita yang paling sering dipengaruhinya. Sejak penisilin ditemukan, generasi kuman sudah semakin beraneka dan antibiotika pun kian bermunculan untuk membasminya. Masing-masing mempunyai peluru sendiri untuk menembak bagian kuman yang mana, dan tidak setiap antibiotika mampu membunuh semua kuman yang pernah kita kenal. Ada jenis yang bisa menyeluruh, ada yang hanya untuk beberapa jenis saja. Tetrasiklin tidak untuk anak kurang dari 10 tahun Sekarang terdapat banyak anak-anak yang mengeluh karena gigi-geliginya berwarna tidak seperti mutiara. Kuning keruh keabuan, bukan karena malas menggosok gigi, tapi karena memang mutu giginya yang buruk akibat pemakaian antibiotika dari golongan tetrasiklin (tetracycline). Jenis antibiotika ini berpengaruh terhadap pembentukan gigi-geligi sejak janin. Jadi memang tidak boleh diberikan bagi anak-anak, sekurang-kurangnya sampai anak mencapai usia 8 tahun. Baca juga : Atasi Jerawat Membandel Dengan Bahan Alami Celakanya, karena setelah gigi (benihnya) terbentuk buruk, tidak ada cara untuk memutihkannya, dengan mengasah atau mengikisnya sekalipun, kecuali melapisinya dengan mantel gigi pada seluruh permukaan gigi, terutama yang tampak dari luar. Obat jenis ini pun paling sering digunakan karena amat umum dan cukup tua selain golongan kloramfenikol (chloramphenicol). Di puskesmas, poliklinik, di balai pengobatan, tetrasiklin banyak digunakan, dan kini saatnya kita perlu pandai memilih jenis antibiotika mana yang boleh dan mana yang tidak. Bisa Suntikan Untuk jenis tertentu, antibiotika hanya dapat diberikan melalui suntikan. Antibiotika streptomisin (streptomycine) untuk penderita penyakit TBC atau Lepra, diberikan hanya lewat suntikan. Biasanya, penderita lebih tertib karena harus mengunjungi dokternya, dibanding yang harus diminum sendiri. Jika ada satu orang yang tidak tertib menggunakan antibiotika, berarti akan tumbuh jutaan kuman yang sedang dibasmi yang mewariskan generasi baru yang kebal terhadap antibiotika tersebut. Dapat dihitung, berapa banyak jenis kuman yang melahirkan generasi baru yang kian kebal terhadap antibiotika yang ada, harus menjadikan kita semakin takut. Iya, kan?!
10-07-2015 22:21
Menjaga kesehatan penting Kesehatan mungkin sudah menjadi barang berharga untuk beberapa orang. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh yang mulai tidak menyehatkan dan menderita berbagai macam penyakit. Mau tak mau mereka harus rela mengkonsumsi berbagai macam obat-obatan, mulai dari tradisional hingga kimiawi. Salah satunya adalah tahitian noni yang memiliki fungsi dan manfaat terbaik untuk kesehatan. Harga noni juice yang cukup terjangkau pun menjadi salah satu alasan Anda untuk mengkonsumsinya. Fungsi utama dari produk kesehatan ini sendiri adalah untuk mengembalikan fungsi sel yang telah rusak atau terganggu. Dengan begini, tentunya semua fungsi organ tubuh pun akan kembali seperti sedia kala. Anda pun tak perlu lagi mengkonsumsi obat-obatan kimiawi yang memiliki efek samping tak menyehatkan. Apalagi obat kimiawi hanya bersifat sementara, dimana rasa sakit akan kembali lagi setelah injeksi obat tersebut berlalu beberapa waktu. Baca juga : Terapi Akupuntur  Manfaat noni juice Untuk Anda yang masih mempertanyakan dan bingung dengan manfaat noni juice, berikut beberapa khasiat yang akan Anda rasakan setelah membayar harga noni juice tersebut di kesehatan.tips. •   Kardiovaskular dan sistem peredaran darah Minuman bioaktif satu ini memang terbuat dari ekstrak buah noni yang memiliki kandungan scopoletin. Senyawa ini diketahui mampu menurunkan tekanan darah tinggi bagi para penderita hipertensi. Caranya dengan melebarkan pembulurh darah yang sudah menciut akibat penyakit tersebut. Tak hanya itu, buah noni pun diketahui menstimulasi tubuh dalam memproduksi nitrat oksida. Ternyata nitrat oksida membantu melemaskan serta melebarkan pembuluh darah yang terdapat di dalam tubuh. Dengan begini, tekanan yang terjadi pada arteri dan jantung pun berkurang. Baca juga : Cara Jitu Mengontrol Kolesterol  •   Sistem imun atau kekebalan tubuh Mengkonsumsi secara rutin noni juice ternyata mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Pasalnya buah noni sendiri diketahui adalah suplemen makanan yang sangat berkhasiat bila ditambahkan dalam gaya hidup sehat Anda. Kemampuan produk kesehatan ini yang diklaim bisa menstimulasi tubuh untuk bekerjanya sistem kekebalan tubuh. Meminum secara rutin noni juice akan membantu tubuh melawan serangan virus, bakteri dan kuman yang berasal dari luar tubuh. Jadi, cukup sepadan bukan dengan harga noni juice yang ditawarkan kepada Anda?