Tidur Siang Bikin Gemuk

Additional Image

Waktu Posting : 05-06-2014 19:43 | Dibaca : 3289x

Tidur siang bikin gemuk sering kali menjadi omongan banyak orang terutama kalangan wanita. Namun, benarkan jika tidur siang itu bisa membuat tubuh menjadi gemuk?, sehingga banyak orang yang takut untuk tidur siang karena dianggap sebagai pemicu kenaikan berat badan. Anggapan tersebut terkait dengan kebiasaan seseorang yang tidur usai makan siang. Pasalnya, ada mitos kalori yang dimasukkan setelah makan siang akan menumpuk menjadi lemak jika dibawa tidur siang. Namun, ternyata hingga saat ini peneliti belum menemukan hubungan kegemukan dengan tidur siang. Sehingga jelasnya kebiasaan tidur siang yang lama memang akan membuat tubuh tidak bergerak dengan demikian kalori, yang dibakar menjadi lebih sedikit dan lemak di dalam tubuh semakin menumpuk. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam mengatasi tidur siang bikin gemuk adalah membatasi durasi waktu lebih pendek untuk tidur siang kurang lebih hanya 30 menit saja ketika anda tidak ingin gemuk karena tidur siang.

  Baca juga : Manfaat Minyak Wortel Untuk Kesehatan dan Kecantikan

Tidur siang yang terlalu lama atau lebih dari 30 menit akibatnya justru membuat tubuh merasa mengantuk terus sepanjang hari. Tidur siang bikin gemuk itu benar tetapi ketika seseorang setelah makan kemudian langsung tidur karena proses pembakaran lemak tidak terjadi dan kalorinya tidak terpakai justru lemak tertimbun di dalam tubuh. Tidur siang juga bisa dilakukan untuk mengganti waktu tidur pada malam hari ketika seseorang harus lembur kerja. Tidur siang juga bukan berarti memperbanyak waktu tidur yang penting jumlah keseluruhan tidur dalam satu hari masih dalam batas wajar yaitu 6 hingga 7 jam dalam sehari untuk orang dewasa. Tidur siang dianjurkan untuk anak – anak karena masa pertumbuhannya membutuhkan nutrisi baik supaya mampu berkembang secara baik sesuai dengan umurnya. Ketika anda memiliki tubuh gemuk sebaiknya menghindari tidur siang dalam durasi lama. Karena jumlah kalori dari makanan yang dikonsumsi jika tidak terpakai justru tersimpan dan membuatnya menjadi lebih gemuk. Sehingga ketika berkeinginan untuk tidur siang sebaiknya lakukan sebelum makan untuk mencegah terjadinya penimbunan lemak. Diusia yang sudah tua juga dianjurkan untuk tidur siang untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Menyimpan kalori diusia tubuh yang sudah tua itu lebih baik karena mampu membuat tubuh tetap kuat sehingga mampu melakukan beberapa aktifitas ringan.

  Baca juga : Mengenal Manfaat Kesehatan Blueberry dari Antiaging Hingga Kanker

Tidur siang dalam waktu singkat akan membantu menjaga kadar hormon stress ataupun kortisol, sehingga pikiran akan menjadi lebih segar setelah bangun. Dengan tingkat stress yang rendah justru lebih baik untuk mencegah kenaikan berat badan. Ternyata tidur siang yang tepat juga akan membuat sistem pencernaan mendapatkan suplai darah dalam jumlah cukup dibandingkan pada saat beraktivitas. Tetapi sebaiknya jika tidur siang dilakukan langsung usai makan siang justru akan menimbulkan penyakit gangguan pencernaan termasuk refluks  asam lambung. Sedangkan bagi penderita refluks asam lambung, tidur siang langsung setelah makan makan siang akan membuat kondisinya semakin lebih buruk. Posisi tubuh horisontal pada saat berbaring membuat asam lambung mudah berbalik ke arah mulut, yang akhirnya akan memicu terjadinya nyeri pada bagian dada ataupun pangkal tenggorokan. Tidak hanya itu bagi orang – orang yang pekerjaannya menuntut kewaspadaan ekstra tinggi juga tidak disarankan untuk tidur siang setelah makan. Tidur siang hari dengan kondisi perut kenyang dapat mengurangi tingkat kewaspadaan setelah terjaga. Tidur siang bikin gemuk itu memang benar tetapi ketika tidur setelah makan namun, jika tidur dalam waktu singkat dan sebelum makan mampu membuat fikiran lebih fresh ketika bangun.

 


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Rahasia Sembuhkan Marasmus Anak

28-04-2014 20:22

Marasmus pada anak – anak tidak lagi menjadi jenis penyakit yang hanya menyerang pada berbagai kalangan anak ekonomi rendah saja. Pasalnya, peran orang tua yang mampu menyajikan makanan sehat dengan jumlah gizi yang cukup juga menjadi poin penting didalamnya. Jenis makanan sehat tidak hanya dinilai dari nominal makanannya saja namun juga dipengaruhi oleh nilai gizi yang berada didalamnya. Asupan makanan itu sendiri harus seimbang antara nilai karbohidrat, protein, vitamin serta lemak yang tentunya menjadi nutrisi yang baik bagi tubuh anak anda. Untuk lebih jelasnya mengenai beberapa rahasia menyembuhkan Marasmus pada anak, anda dapat mengetahuinya dalam ulasan berikut ini : Pengetian Marasmus adalah gangguan kesehatan anak yang disebabkan oleh asupan gizi yang buruk atau kurang. Kejadian penyakit ini tidak hanya dikaitkan dengan kondisi ekonomi keluarga yang rendah namun juga didukung oleh pengetahuan gizi yang cukup oleh orang tuanya, infeksi penyakit atau kelainan fisik anak serta lingkungan yang tidak memungkinkan untuk anak mendapatkan konsumsi makanan yang memang memadai. Untuk itu, peran orang tua serta para promoter kesehatan dibutuhkan agar terbentuk rasa kerja sama yang kuat dalam mengurangi kejadian penyakit akibat gizi kurang atau Marasmus ini. Gejala Marasmus Bagi anda para orang tua perlu memantau perkembangan tubuh anak anda, terutama ketika anda berusia sekitar 0 – 2 tahun. Dalam rentang usia yang seperti ini biasanya anak – anak mudah untuk terserang penyakit Marasmus ini. Diantara gejala klinis yang tampak pada penyakit Marasmus ini antara lain yaitu : a.       Tulang rusuknya akan terlihat lebih jelas b.      Dinding perut akan mengalami hipotonus dan kulit yang longgar c.       Hilangnya lemak sub kutan dengan anggota gerak yang akan terlihat jelas d.      Wajah anak akan terlihat lebih kering, berkeriput serta tampak lebih tua e.       Berat badan anak akan turun menjadi 60% berat badan anak normal pada seusianya f.       Penahan sistem panas anak akan hilang sehingga suhu tubuh anak cenderung dingin Patofisiologi Marasmus Marasmus merupakan jenis kelainan sindrom yang terjadi akibat berbagai faktor / multi faktor. Diantara berbagai faktor tersebut antara lain yaitu : -       Tubuh anak – anak sendiri (host) -       Penyebab (agent) -       Lingkungan sekitarnya (environment) Ketiga faktor inilah yang berperan penting terhadap kejadian penyakit Marasmus. Tubuh anak ini menjadi faktor internal yang memperparah kejadian penyakit Marasmus, seperti halnya kelainan fungsional maupun anatomi tubuh anak yang memang mampu mengakibatkan penyakit Marasmus semakin parah. Faktor kedua yaitu penyebab penyakit yang menjadikan anak untuk menderita gangguan gizi buruk ini. Penyebab atau agent penyakit ini multifaktor seperti yang sudah dijelaskan dalam ulasan diatas. Kemudian faktor terakhir yang menjadikan anak untuk menderita penyakit ini yaitu lingkungan sekitarnya. Lingkungan sekitar yang masih belum memiliki akses pelayanan terkait pengetahuan gizi makanan tentunya menyebabkan kejadian Marasmus juga semakin parah. Pencegahan Marasmus Penyakit Marasmus membutuhkan tindakan pencegahan yang tepat untuk mengurangi dampak buruk dari penyakit ini. Berbagai tindakan tersebut membutuhkan peran orang tua yang optimal seperti halnya : a.       Pemberian ASI eksklusif terutama pada usia anak 0 – 2 tahun. ASI ( air susu ibu ) merupakan nutrisi yang tepat untuk kesehatan anak. Dengan pemberian ASI yang cukup ini tentunya akan membentuk kekebalan tubuh yang kuat terutama saat ASI pertama yang masih mengandung kolostrum. b.      Meningkatkan kebersihan lingkungan dan personal hygiene Tindakan pencegahan yang kedua ini ditujukan untuk mengurangi paparan zat infeksius terhadap kesehatan tubuh anak, khususnya pengaruh untuk penyakit Marasmus ini. c.       Pemberian imunisasi Kegiatan posyandu yang memberikan imunisasi bagi anak – anak perlu anda kunjungi. Pasalnya, dengan pemberian imunisasi ini mampu memberikan kekebalan tubuh anak anak terhadap beberapa agent penyakit. Selain itu, pada kegiatan posyandu juga dilakukan penimbangan berat badan anak anda sehingga anda akan mengetahui secara pasti pertumbuhan anak anda. d.      Mengikuti penyuluhan atau resep untuk mengolah makanan yang sehat bagi anak. Makanan anak memang berbeda dengan makanan yang anda konsumsi biasanya. Kecukupan nilai gizi serta rasa makanan tersebut sebaiknya harus memadai. Pengobatan Marasmus Marasmus merupakan kelainan gizi pada anak yang dapat anda sembuhkan dengan beberapa langkah berikut ini, yaitu : 1.      Cegah atau atasi Marasmus dengan diet tinggi karbohidrat dan protein agar terhindar dari hipoglikemia 2.      Berikan konsumsi air / mineral yang cukup agar anak tidak mengalami dehidrasi 3.      Mulailah memberikan makanan dengan jumlah gizi yang cukup 4.      Jangan lupa untuk melakukan penimbangan anak secara teratur untuk mengetahui berat badan anak setelah menderita Marasmus

Featured Image
Pemicu Maag

29-05-2014 09:50

Assalamualaikum :) Mba dr lely ,,, hihi maaf lagi pen nyobain konsul via web :p Mba memang nya kalau di bawah usia 6 bln ( yg seharusnya hanya mengkonsumsi asi ), trus diberikan asupan makanan selain asi dan bahkan makanan orang dewasa, apakah akan menyebabkan penyakit2 lambung dan semacamnya pada usia dewasa? Kok banyak yg bilang gt ya ... atau cuma mitos? hehe Jazakillah mba dr lely. Wassalamualaikum warahmatullah

Featured Image
Mengenali Gagal Jantung Kongestif Dan Penanganannya

10-03-2016 16:35

Gagal jantung kongestif atau Congestive heart failure (CHF) adalah kegagalan jantung dalam memompa supply darah yang diperlukan badan. Hal tersebut berlangsung lantaran kelainan pada otot-otot jantung hingga tak dapat bekerja dengan cara normal.  Sampai kini, gagal jantung di gambarkan semacam keadaan jantung seorang yang berhenti bekerja, dalam soal ini ialah berhenti berdetak. Walau sebenarnya, gagal jantung bermakna ketakmampuan jantung dalam memompa darah atau ketakmampuan jantung mencukupi kuota darah normal yang diperlukan badan.    Baca juga : Kiat Sehat untuk Pria Agar Tetap Segar Bugar   Terjadinya Gagal Jantung Kongestif  Jantung mempunyai empat ruangan yang mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Gagal jantung kongestif ada type samping kiri, kanan, serta kombinasi. Pada pasien gagal jantung kongestif samping kiri, ruangan bawah kiri atau ventrikel kiri dari jantung tak berperan dengan baik. Sisi ini semestinya mengalirkan darah yang maksimal ke semua badan lewat pembuluh darah arteri.  Lantaran tugas bilik kiri tak berlangsung dengan cara maksimal, jadi terjadi penambahan desakan pada serambi kiri serta pembuluh darah di sekelilingnya. Keadaan ini membuat penimbunan cairan di paru-paru (edema). Setelah itu penimbunan cairan pula bisa terbentuk di organ perut serta kaki. Kondisi ini lalu mengganggu kemampuan kerja ginjal hingga badan memiliki kandungan konsentrasi air serta garam semakin banyak dari yang diperlukan.  Pada berbagai masalah, penyakit ini dapat pula bukanlah karena kegagalan ruangan bawah sisi kiri dari jantung dalam memompa darah. Ketakmampuan ventrikel kiri jantung dalam lakukan relaksasi pula terkadang jadi pemicunya. Lantaran tak dapat lakukan relaksasi, jadi terjadi penimbunan darah waktu jantung lakukan desakan balik.  Seperti Apa Gejala yang Nampak?  Ada berbagai gejala yang tunjukkan kalau seorang menderita gagal jantung kongestif. Walau pada step awal gejalanya mungkin saja tak bakal beresiko pada keadaan kesehatan pada umumnya, tetapi bersamaan memburuknya keadaan yang terkena, jadi gejalanya semakin riil.  Sekurang-kurangnya ada tiga bagian gejala yang dapat diliat pada seseorang pengidap gagal jantung kongestif. Yang pertama ialah gejala step awal. Pada step ini, pasien alami :  Pembengkakan kaki serta pergelangan kaki.  Gampang capek.  Kenaikan berat badan yang penting.  Semakin kerap hendak buang air kecil, terlebih waktu malam hari.  Bila keadaan pasien selalu lebih buruk, nampak berbagai gejala seperti berikut ini.  Denyut jantung tak teratur.  Paru-paru sesak hingga mengakibatkan batuk.  Napas berbunyi.  Sesak napas lantaran paru-paru dipenuhi cairan.  Setelah itu, bila pasien alami gejala seperti berikut ini, jadi gagal jantung kongestif dapat disebutkan telah meraih keadaan kronis.  Menjalarnya rasa nyeri di dada lewat badan sisi atas, keadaan ini dapat pula mengisyaratkan ada serangan jantung.  Kulit jadi kebiru-biruan lantaran paru-paru alami kekurangan oksigen.  Tarikan napas yang pendek serta cepat.  Alami pingsan.    Bahaya Apa yang Dihadapi Pasien Gagal Jantung Kongestif?  Seorang yang alami gagal jantung kongestif butuh berwaspada pada keselamatan hidupnya. Pasien mesti selekasnya melakukan penyembuhan atau dia bakal dihadapkan pada berbagai resiko masalah kesehatan yang lain, diantaranya :  Aritmia  Aritmia atau masalah irama jantung bisa terkena oleh pasien gagal jantung kongestif. Satu diantaranya akibat terjadinya fibrilasi atrium dimana serambi jantung berdetak cepat serta tak teratur. Fibrilasi atrium ini bisa menerpa sekitaran sepertiga pasien yang menanggung derita gagal jantung kritis. Bila pasien gagal jantung kongestif lalu menanggung derita aritmia, jadi pasien bakal berisiko tinggi terserang stroke. Dia pula rawan alami penyakit komplikasi, yakni tromboemboli.  Kegagalan organ badan lain  Satu diantara organ yang dapat alami kegagalan manfaat ialah ginjal. Hal semacam ini berlangsung lantaran pada pasien gagal jantung kongestif, aliran darah ke ginjal bakal menyusut. Bila tanpa ada antisipasi atau penyembuhan, hal semacam ini bakal berbuntut pada rusaknya organ ginjal atau gagal ginjal.    Baca juga : 4 Jenis Olah Raga Ini Ampuh Bakar Kalori dalam Tubuh   Kematian mendadak  Resiko kematian mendadak pada pasien gagal jantung tipe apa pun amat tinggi. Bahkan juga, kematian mendadak pada pasien gagal jantung dapat berlangsung setiap saat, temasuk waktu tidur. Ada prediksi yang mengaitkan aritmia bilik jatung. Tetapi sampai sekarang ini penyebabnya kematian mendadak pada pasien jantung kerapkali masihlah susah ditetapkan terlebih bila hal itu berlangsung diluar lingkungan rumah sakit.  Keseluruhannya, penyakit gagal jantung kritis, termasuk juga gagal jantung kongestif, adalah penyumbang angka kematian yang cukup tinggi. Sekitaran 2-3 dari 10 orang yang mengalami gagal jantung tingkat awal sampai menengah berujung kematian setiap tahunnya. Sedangkan mereka yang mengalami gagal jantung pada tingkat kronis, lebih kurang setengahnya tak terselamatkan.

...