Waktu Posting : 03-06-2014 07:22 | Dibaca : 5165x
15-08-2025 07:09
Militer seringkali dipandang sebagai institusi yang identik dengan kedisiplinan tinggi, ketegasan, bahkan kekakuan. Namun di tengah pandangan tersebut, muncul sosok yang mampu menghadirkan sisi lain dari kepemimpinan militer Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman. Semasa menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), ia memperlihatkan bahwa menjadi seorang jenderal tak hanya soal komando dan strategi, tapi juga soal rasa kemanusiaan, kepedulian, dan keberanian dalam merangkul rakyat.Menjadi Prajurit dan Pemimpin yang MembumiJenderal Dudung berasal dari latar belakang keluarga sederhana dan religius. Ia lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1988 dan meniti karier dari bawah dengan berbagai penugasan di lapangan. Perjalanan panjang itu membentuk kepribadiannya sebagai pemimpin yang paham realitas prajurit, serta dekat dengan kehidupan rakyat kecil.Kedekatannya dengan masyarakat terlihat dari sikapnya yang sering turun langsung ke lapangan, berdialog dengan warga, dan merespons keluhan prajurit maupun masyarakat tanpa sekat. Dalam banyak kesempatan, ia selalu menekankan bahwa TNI bukan hanya pelindung negara, tapi juga pelindung rakyat.TNI harus hadir untuk rakyat, bukan hanya saat perang, tapi juga saat rakyat membutuhkan perlindungan, bantuan, dan perhatian, ungkapnya.Kepemimpinan Tegas, Tapi Tidak KakuKetegasan Jenderal Dudung bukanlah bentuk otoriterisme, tetapi implementasi disiplin yang adil dan rasional. Ia dikenal sebagai sosok yang berani mengambil keputusan sulit, termasuk ketika menjabat sebagai Pangdam Jaya dan memerintahkan penurunan baliho ormas yang dianggap mengganggu ketertiban umum. Tindakan itu menunjukkan bahwa ia tidak gentar menghadapi tekanan demi menjaga wibawa negara dan hukum.Namun di balik semua ketegasan itu, Dudung tetap menunjukkan sikap yang penuh empati. Ia tidak ragu memeluk prajurit yang mengalami masalah, mendengarkan curahan hati anak-anak muda, bahkan bersikap terbuka kepada tokoh-tokoh masyarakat dan agama.Sentuhan Religius dalam KepemimpinanSebagai keturunan dari Sunan Gunung Jati, salah satu tokoh Wali Songo yang menyebarkan Islam dengan pendekatan damai dan kultural, nilai-nilai spiritualitas sangat membentuk cara berpikir Jenderal Dudung. Ia memandang agama sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan perdamaian, bukan sebagai alat untuk mengintimidasi atau membelah masyarakat.Beragama jangan keras. Inti dari semua agama adalah cinta kasih dan perbuatan baik, katanya.Ia aktif membina kehidupan rohani prajurit dan mendorong keberagaman agama di tubuh TNI agar tetap harmonis. Bagi Dudung, iman dan kebangsaan harus berjalan beriringan. Ia konsisten menolak paham radikal dan intoleran, yang kerap menyusup ke berbagai elemen masyarakat.Membangun Citra Baru TNI yang Lebih HumanisKiprah Jenderal Dudung dalam membangun TNI yang humanis dan terbuka mencerminkan arah baru militer Indonesia tidak lagi hanya sebagai kekuatan tempur, tetapi sebagai bagian dari rakyat yang siap mengayomi. Selama masa kepemimpinannya, ia memperkuat program kemanusiaan seperti:Penanganan bencana alamBakti sosial di wilayah terpencilKeterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur desaPembinaan ideologi dan karakter bangsa di kalangan generasi mudaSemua ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan Dudung tidak semata-mata berorientasi pada kekuatan fisik militer, tetapi juga kekuatan moral dan sosial.Warisan Nilai Seorang JenderalJenderal Dudung Abdurachman telah membuktikan bahwa seorang pemimpin militer dapat menjalankan peran sebagai pelindung negara, sekaligus sebagai pengayom rakyat. Kepemimpinannya yang tegas, religius, dan humanis menjadi inspirasi bagi generasi penerus TNI dan masyarakat luas.Dalam dunia yang sering kali diliputi oleh polarisasi dan konflik identitas, pendekatan Dudung menunjukkan bahwa pemimpin tidak harus kaku untuk dihormati, dan bahwa kekuatan justru lahir dari kepedulian.Warisan keteladanan ini diharapkan menjadi cermin bagi pemimpin Indonesia ke depan bahwa keberanian sejati bukan hanya ada di medan perang, tapi juga di medan pengabdian kepada kemanusiaan.
05-05-2014 00:01
Pentingnya Memahami Kulit Dan Fungsinya - Kulit adalah bagian terluar dari tubuh manusia yang memiliki fungsi untuk melindungi organ-organ tubuh bagian dalam, mengatur suhu tubuh (thermoregulator), sebagai indra peraba, dan sebagainya. Selain itu, kulit memberikan pengaruh besar terhadap kecantikan. Demikian pentingnya fungsi kulit hingga perlu diberikan perhatian khusus agar terhindar dari kerusakan. Selain akibat benda tajam dan benturan, kulit juga dapat rusak akibat lingkungan alam seperti sinar matahari. Selain sebagai selimut tubuh dan sebagai pelindung alat-alat tubuh yang ada di bawahnya, kulit juga memiliki fungsi-fungsi penting yang lain, mencegah badan menjadi kering, menyaring bahan-bahan yang tak diperlukan badan, mengatur panas badan, melindungi badan dari ancaman luar, dan memberi peringatan awal pada sistem saraf akan adanya bahaya-bahaya dari luar. Dalam pemilihan dan penggunaan kosmetik ada faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan agar kulit tampil cantik, sehat, dan aman. Faktor-faktor tersebut adalah lingkungan alam, manusianya, dan kosmetiknya. 1. Faktor Lingkungan Alam Lingkungan tropis yang bermatahari terik dan udara panas serta lembab memiliki pengaruh yang berbeda dengan lingkungan subtropis yang kurang sinar mataharinya dan berhawa dingin (4 musim) serta kering, misalnya Amerika, Eropa, baik terhadap kulit maupun terhadap kosmetiknya. Baca juga : Menghindari Sakit Jantung di Waktu Tua Di daerah tropis seperti Indonesia, kulit banyak berminyak dan berkeringat sehingga kosmetik yang kandungan minyaknya tinggi dan lengket mudah menyebabkan timbulnya jerawat. Sebaliknya, di lingkungan subtropis yang dingin dan kering, kulit lebih kering sehingga banyak membutuhkan kosmetik yang kandungan minyaknya tinggi. Sinar matahari dalam jumlah sedikit diperlukan untuk kehidupan manusia, tetapi dalam jangka waktu yang panjang sinar matahari sangat berbahaya dan dapat menginduksi efek buruk antara lain kanker, katarak mata, penuaan dini, kerusakan-kerusakan kulit lain. Hal ini terjadi karena reaksi peroksidan lemak pada permukaan kulit dengan sinar UV (ultra violet) dan oksigen udara yang menghasilkan radikal-radikal oksigen yang bebas dan akan masuk ke dalam kulit serta merusak sel-sel kulit dan menimbulkan rantai-rantai radikal di tubuh dan kerusakan-kerusakan sel yang lain. Oleh karena itu diperlukan perlindungan kulit terhadap sinar matahari. Perlindungan untuk kulit orang Indonesia akan berbeda dengan perlindungan kulit untuk orang Eropa dan Amerika. Udara yang panas dan matahari yang terik juga dapat merusak kosmetik sehingga ketika dipakai dapat menimbulkan berbagai kelainan pada kulit. 2. Faktor Manusia Perbedaan ras kulit, tipe kulit, kepekaan kulit dan pandangan hidup tentang kulit yang dianggap cantik (esthetic behavior) serta pengetahuan akan seluk-beluk kosmetik dan cara pemakaiannya yang benar sangat berpengaruh terhadap hasil pemakaian kosmetik pada kulit. Kulit ras Kaukasia (Eropa) yang putih mengandug sedikit pigmen melanin, kecil-kecil, dan mudah pecah (pheomelanin) menyebabkan kulitnya sulit menjadi cokelat (tanning). Sementara kulit rasa Asia dan Negro yang banyakmengandung pigmen melanin, ukurannya besar-besar dan sulit pecah (eumelanin) sehingga kulit yang sudah coklet ini mudah menjadi lebih cokelat. Baca juga : Mengolah Bahan Alam untuk Menyembuhkan Asam Urat Perbedaan tipe kulit membutuhkan kosmeik yang juga berbeda. Kulit orang Eropa yang kering membutuhkan banyak pelembab, sedangkan kulit orang Asia/Indonesia yang berminyak di iklim tropis yang lembab panas tidak membutuhkan kosmetik yang lengket berminyak karena dapat memicu terjadinya jerawat. 3. Faktor Kosmetik Kosmetik secara universal harus aman, tidak merusak kulit dan tubuh karena kosmetik dipergunakan berulang-ulang dalam jangka panjang dipergunakan oleh semua umur dari bayi hingga usia lanjut dan dipergunakan di seluruh tubuh setiap hari. Salah memakai kosmetik atau memakai kosmetik yang tidak tepat guna dan secara berlebih-lebihan dapat menimbulkan kerusakan kulit. Saat ini ribuan macam kosmetik ditawarkan di pasaran dengan berbagai cara sehingga menimbulkan keinginan orang untuk memakainya. Akan tetapi, tidak jarang berlawanan dengan maksud semula memakai kosmetik untuk mempercantik diri, yang didapat malah sebaliknya, kulit menjadi rusak seperti noda hitam, kulit merah seperti udang rebus dan lain-lain karena kosmetik itu.
24-03-2015 22:42
Artikel ini akan menerangkan kepada Anda serangkaian fakta dan informasi yang berhubungan dengan penyakit ginjal, terutama obat ginjal yang berguna untuk mengobati penyakit ginjal menahun yang sedang diderita. Secara umum, ginjal dikenal sebagai organ dalam yang berfungsi menyaring semua zat tidak berguna yang tidak diperlukan oleh tubuh. Zat yang tidak diperlukan tubuh biasanya dibentuk dari sisa metabolisme, yang kemudian dikeluarkan dalam bentuk cairan/urine. Dengan kata lain, bisa dibilang bahwa ginjal adalah mesin alamiah yang sangat berguna bagi tubuh. Organ tersebut menyaring zat yang berlebihan, menyerap elektrolit tertentu, menjaga kesimbangan jumlah asam basa, serta yang paling penting: membentuk hormon yang membantu mematangkan sel darah merah. Baca juga : Kelebihan Penggunaan Obat Alami untuk Diabetes Di titik itu, penyakit ginjal muncul ketika organ tersebut tidak mampu mengerjakan tugasnya dengan cara sebagaimana mestinya. Tanda-tanda penyakit ginjal biasanya disertai dengan pembengkakan pergelangan tangan dan kaki, kelelahan, nafsu makan yang berkurang, kurangnya nafsu makan, hemogoblin yang menurun drastis, serta sulit buang air kecil. Gagal ginjal kronis adalah salah satu jenis penyakit ginjal yang sangat berbahaya dan mematikan. Pada tahap tersebut, ginjal tidak mampu berfungsi dengan baik, dan penderita memerlukan cuci darah rutin untuk membersihkan berbagai jenis sampah yang tidak mampu dibuang oleh ginjal. Baca juga : Obat-obat Tradisional Asam Urat Ada banyak tipe obat ginjal yang harus Anda ketahui, dan berikut beberapa di antaranya: § Daun kumis kucing memiliki manfaat yang besar bagi penderita penyakit ginjal. Daun jenis itu bermanfaat untuk melarutkan oksalat, fosfat, dan asam urat dari dalam tubuh. Sebagaimana diketahui, tiga jenis asam tersebut biasanya berasal dari ginjal, dan karenanya daun kumis kucing bisa digunakan untuk mengobati infeksi ginjal kronis maupun akut. § Selain daun kumis kucing, ekstrak daun sirsak dan kulit manggis juga bisa membantu Anda menyembuhkan penyakit ginjal akut. Ekstrak tersebut biasanya dijual dalam bentuk pil/kapsul, dan bisa diperoleh dengan mudah. Demikianlah dua jenis obat ginjal dari golongan herbal yang bisa Anda peroleh dengan mudah dan hadir tanpa efek samping yang berbahaya bagi tubuh.