Obesitas Bisa Merusak Kesehatan Dan Penampilan

Additional Image

Waktu Posting : 18-06-2014 14:29 | Dibaca : 2318x

Obesitas kerapkali dikira sebuah situasi sesaat yang dapat diatasi selama beberapa bulan  dengan melakukan diet yang ketat. Ini ialah asumsi yang salah. Tiap-tiap orang memanglah membutuhkan beberapa lemak tubuh untuk menyimpan tenaga, penyekat panas, penyerap guncangan serta yang lain. Tetapi dalam jumlah berlebihan, timbunan lemak malah bakal merugikan metabolisme tubuh.

Ada tiga langkah penghitungan untuk memastikan klasifikasi berat tubuh Anda. Pertama ialah penghitungan simpel untuk tahu berat tubuh ideal yakni tinggi tubuh dikurangi 100, jumlahnya dikali satu kilogram.

Yang ke-2 ialah mengkalkulasi lingkar pinggang. Batas lingkar pinggang normal untuk wanita ialah lebih kecil dari 80 cm serta lebih kecil dari 90 cm untuk pria. Lemak yang ada di daerah perut lebih beresiko lantaran bakal masuk ke dalam metabolisme badan. Misalnya, bila lemak menutupi hati, tugas hati bakal terganggu serta lama-lama bakal rusak.
 
Baca juga : Inilah 3 Pilar Agar Tubuh Ideal

Yang ketiga ialah penghitungan Indeks Massa Badan (IMT), yakni pengukuran yang memperbandingkan berat tubuh serta tinggi tubuh. Rumus matematika IMT ialah berat tubuh (kilogram) dibagi dengan tinggi tubuh (mtr.) pangkat dua. Menurut ukuran yang diputuskan Tubuh Kesehatan Dunia (WHO) untuk daerah Asia Pasifik, idealnya orang mempunyai IMT pada 18,5 – 22,9.

Bahaya laten yang mengancam
Penumpukan lemak pada penderita obesitas bisa menambah kemungkinan terjadinya Beberapa penyakit menahun seperti tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, radang tulang dan sendi, tekanan darah tinggi, masalah hormonal, stroke, penyakit kantung empedu, jantung, kanker, masalah pernapasan dan masalah kardiovaskular.

Diabetes jenis 2, misalnya, berlangsung lantaran glukosa yang ada didalam darah tak bisa masuk ke dalam sel yang tertutup lemak. Mengakibatkan, kandungan gula dalam darah tinggi. Tetapi lantaran sel tak memperoleh konsumsi yang harusnya, maka bakal timbul rasa lapar. Waktu kita kembali makan, siklus yang sama bakal terulang. Hal semacam ini selalu menambah kandungan gula dalam darah yang selanjutnya mengakibatkan diabetes jenis 2.

Sesaat itu, komplikasi obesitas yang paling kerap dikeluhkan ialah radang tulang serta sendi. Obesitas bisa mengakibatkan beragam persoalan ortopedik seperti nyeri punggung bawah serta memperburuk osteoartritis, terlebih di sendi lutut serta pergelangan kaki. Hal semacam ini disebabkan trauma mekanis pada persendian disebabkan kelebihan berat tubuh.
 
Baca juga : Efek Gila Kerja dan Cara Mengatasinya

Obesitas dapat juga menyebabkan masalah pernafasan lantaran penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma serta didalam dinding dada menghimpit paru-paru. Hal semacam ini bisa menyebabkan kesusahan bernapas walau penderita cuma beraktivitas mudah. Masalah pernapasan ini dapat juga berlangsung waktu tidur hingga mengakibatkan terhentinya pernafasan untuk tempo sesaat (apnea).

Menanggung derita obesitas dapat juga menambah kemungkinan rusaknya otak Anda. Bersamaan dengan pertambahan umur, otak Anda bakal alami penyusutan (atrofi). Tetapi menanggung derita obesitas nyatanya bisa mempercepat prosesnya. Hal semacam ini sudah pasti kabar buruk lantaran atrofi otak disebut-sebut seperti satu diantara pemicu demensia.

Sebuah riset atas 6.500 orang yang dikerjakan di California Utara, Amerika Serikat menunjukkan bahwasanya orang yang kelebihan berat tubuh di daerah perut di umur 40-an lebih memiliki resiko penyakit sukasia di umur 70-an. Apa yang mengakibatkan sistem penyusutan otak lebih cepat pada penderita obesitas belum di ketahui dengan cara pasti. Tetapi, obesitas di ketahui mengakibatkan beragam penyakit satu diantaranya tidur apnea yang mengakibatkan pasokan oksigen ke otak berhenti sepanjang sebagian detik. Hal semacam ini bisa mengakibatkan rusaknya otak. Jaringan lemak juga menyebabkan persoalan. Sel lemak keluarkan hormon leptin yang diprediksikan bertindak dalam perubahan Alzheimer.

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Jangan Biarkan Asam Urat Menjerat Anda

02-05-2014 08:32

Jangan Biarkan Asam Urat Menjerat Anda  - Tokoh-tokoh terkenal seperti Benjamin Franklin, Ratu Anne, Leonardo da Vinci, pernah mengidap asam urat. Asam urat atau gout bisa menyebabkan kesulitan lain, yakni batu ginjal, perkapuran sendi tulang, tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal ginjal, bahkan penyakit jantung koroner (PJK). Asam urat (uric acid) adalah senyawa alkaloida turunan purin (xanthine). Senyawa ini ditemukan pertama kalinya oleh ahli farmasi dan kimia asal Swedia yang hidup antara tahun 1742-1786, Carl Wilhelm Scheele, pada tahun 1776. Asam urat merupakan kristal putih, tidak berbau dan berasa. Ia bisa mengalami dekomposisi atau perubahan komposisi dengan pemanasan menjadi asam sianida (HCN). Asam urat sangat sulit larut dalam air, gliserin, dan alkali. Setiap makhluk hidup bisa menghasilkan asam urat lewat proses metabolisme dalam inti sel tubuhnya. Dalam bahasa medis, penyakit asam urat disebut juga gout yang termasuk ke dalam sejenis rematik. Rematik sendiri adalah penyakit yang menyerang sendi (pertemuan tulang) dan jaringan sekitarnya. Jadi asam urat adalah salah satu jenis penyakit rematik.   Baca juga : Gejala dan Pengobatan Secara Herbal Untuk Penyakit Rematik Selain berlangsung alamiah, makanan dan minuman yang dapat merangsang pembentukan asam urat. merupakan faktor luar yang menyebabkan meningkatnya asam urat dalam darah. Asam urat terjadi karena penumpukan kristal asam urat (monosodium urat) yang masuk ke dalam rongga sendi. Ditambah lagi bila kondisi metabolisme tubuh kurang normal dan ginjal kurang berfungsi. Dalam hal ini kadar asam urat akan semakin meningkat. Asam urat ini akan tertumpuk menjadi sampah (lemak jenuh). Pada tahap kadar asam urat darah mencapai 9-10 mg%, kristalisasi bisa terjadi. Timbunan kristal atau tophi ini inilah yang bisa menyebabkan reaksi radang bila tercetus oleh trauma, misalnya benturan, stres dan suhu dingin. Daun telinga, bagian samping mangkok sendi lutut, bagian punggung lengan dan siku tangan merupakan tempat munculnya tophi. Secara kasat mata tophi ini tampak berbentuk seperti benjolan kecil dengan warna kepucatan.Tophi akan semakin membesar dan bisa mengakibatkan sendi mengalami kerusakan serta borok jika tidak terkontrolnya kadar asam urat darah.   Baca juga :  Waspadai Batuk Tapi Jangan Takut Agar tidak menjadi tophi, penderita asam urat mesti terus memantau penyakitnya. Untuk menghilangkan radang, biasanya dokter akan memberi obat antiradang (NSAID = Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs) atau  coichicines yang dikenal lebih dari 1500 tahun dapat mengobati peradangan. Obat ini akan menunjukkan hasilnya dalam dua hari.Selain obat yang dikeluarkan dokter, saat ini telah tersedia obat herbal yang bisa mengatasi masalah asam urat, terutama jus herbal yang berbahan dasar dari mengkudu, kulit manggis, daun sirsak dan buah naga. Sendi-sendi yang jarang digerakkan juga menjadi sarang yang nyaman bagi asam urat. Ibarat engsel pintu yang tidak pernah dimainkan, akan karatan. Karat semakin penuh bila engselnya tak pernah digerakkan. Sebab itu, jangan biarkan kadar asam urat darah lebih dari 7 mg%. Semakin banyaknya timbunan kristal urat atau tophi dapat menyebabkan struktur sendi mengalami kehancuran. Selain itu struktur jaringan yang berada di bawah kulit pun ikut mengalami kerusakan. Hal ini terjadi jika Anda sudah mengalami asam urat pada tahap yang kronis, bahkan gagal ginjal bukan tidak mustahil terjadi. Kalau sudah mengalami gagal ginjal, kondisi semakin repot karena harus mencuci darah paling tidak dua kali seminggu. Selain biaya tinggi, hidup penderita gagal ginjal tergantung cuci darah. Sekali absen bukan tidak mungkin hidupnya berakhir.  

Featured Image
Jangan Terlalu Sering Pegang Payudara dan Vagina Pacar

15-07-2016 23:17

Perempuan harus menunjukkan sikap tidak suka bila pacar sampai berani memegang payudara apalagi bagian vagina. Terlalu sering memegang payudara, jelas Dr Boyke, bisa merangsang terjadinya kanker payudara. "Bila terlalu kencang pegangnya, bisa menimbulkan trauma," kata Boyke. Baca juga : Penyakit Akibat Telat Makan Sementara kalau mereka sampai berani memegang vagina pasangannya, bisa menimbulkan keputihan karena jari belum tentu bersih. Tak jarang sampai terjadinya infeksi, dan berisiko sulit punya anak. "Kalau jari sampai masuk bisa merobek selaput darah. Belum berhubungan seks sudah sobek, bayangkan saja. Bahkan ada sampai yang berdarah," kata Dr Boyke. "Di sinilah perempuan harus berani tegas mengatakan 'tidak'," kata Dr Boyke. Baca juga : Pikir Dulu Sebelum Pasang Tato Dr Boyke menyarankan agar perempuan menggunakan celana panjang jeans agar tangan pasangannya tidak ke mana-mana. "Kalau cuma pegang tangan, peluk sayang, itu merupakan ungkapan dari bahasa cinta. Kalau lebih dari itu, perempuan yang harus tegas. Bilang saja geli atau jujur bilang tidak suka," Dr Boyke menekankan. 

Featured Image
Pola Hidup Menyantap Makanan Cepat Saji dan Hubunganya Dengan Kesehatan

24-04-2014 02:38

Pertumbuhan teknologi saat ini yang sangat pesat dan berubahnya pola hidup  masyarakat ke arah kehidupan yang segalanya menjadi praktis, banyak menimbulkan kasus-kasus baru dalam ilmu kesehatan. Dimana pola hidup praktis saat ini sudah semakin meluas ke hamper sisi kehidupan masyarakat, dan yang paling dominan adalah pola hidup praktis yang berhubungan dengan gaya hidup yaitu seperti Konsumsi Makanan.  Banyak kita dapatkan saat ini berbagai macam olahan makanan yang beredar luas di masyarakat yang dikemas secara praktis sehingga mudah dan cepat untuk disajikan, bukan hanya itu kini bumbu bumbu penunjang untuk membuat makanan olahan pun banyak tersedia dalam bentuk yang mudah disajikan sebaga ibahan pendukung dalam membuat makanan. Olahan-olahan makanan cepat saji yang sudah ada saat ini, bagi sebagian pihak yang kurang memperhatikan kesehatan justru sangat membantu mereka, yaitu Gaya Hidup. Gaya hidup yang diartikan oleh sebagian orang modern inilah yang menyebabkan banyak dari sebagian masyarakat lebih tertarik mengkonsumsi makanan ataupun olahan makanan yang cepat saji, karena yang menjadi dasar mereka mengkonsumsi makanan cepat saji adalah karena mereka nilai lebih cepat dan praktis dalam menghidangkan serta mengkonsumsinya. Seperti yang kita ketahui bersama olahan makanan siap saji adalah semua jenis makanan / olahan yang disimpan atau disediakan dalam bentuk makanan atau olahan yang dikemas sedemikian rupa dan praktis, sangat mudah disajikan dan dihidangkan, serta dalam proses penyajianya menggunakan cara ataupun proses yang lebih sederhana tidak membutuhkan alat bantu tertentu dalam membuatnya serta tidak memakan waktu yang lama. Baca juga :  Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Obat Herbal Tentunya dengan semakin beredarnya olahan makanan cepat saji berserta beragam bentuk kemudahan dalam menyajikannya, banyak ditemukan pula dampak-dampak negatif yang semakin bermunculan terkait dengan bahaya yang ditemukan karena mengkonsumsi makanan cepat saji. Banyak ilmuwan dibidang penelitian kesehatan yang telah membuktikan bahwa berbahayanya banyak mengkonsumsi makanan dan olahan pangan cepat saji. Karena berdasarkan riset yang mereka lakukan, telah banyak menghasilkan fakta dan bukti yang otentik bahwa olahan ataupun makanan cepat saji sangat berperan sebagai pemicu munculnya berbagai macam penyakit di tubuh orang yang mengkonsumsinya. Bukanhal yang aneh, segala sesuatu yang praktis tentunya akan mempunyai resiko tinggi dibandingkan dengan yang alami. Jika kita kembali kemasa lalu, dimana pada saat ingin membuat makanan hanya bisa di dapat tentu dengan bersusah payah baik di mulai dari mengumpulkan terlebih dahulu bahan baku, membutuhkan waktu yang lama dalam proses pengolahanya namun di sisi lain tidak ada efek negatifnya dan sangat minim sekali menyebabkan timbulnya penyakit. Seiring dengan semakin berkembangnya hal ini, telah banyak dilakukan penelitian terkait dengan dampak dari mengkonsumsi makanan cepat saji. Berdasarkan banyaknya informasiakan hal tersebut, berikut beberapa kasus yang disebabkan efek dari mengkonsumsi makanan cepat saji yang sudah banyak diteliti oleh para ilmuwan di dunia diantaranya sebagai berikut: “ Di tahun 2011 ada sebuah riset yang telah dipublikasikan dan dicetak dalam Nutrition Research and Practice (NRP), yang berisi tentang hubungan antara olahan pangan dengan penyakit. Dalam hasi lriset tersebut di simpulkan, ternyata adanya zat aditif dalam olahan makanan cepat saji yang dapat memacu terjadinya alergi terhadap beberapa anak dengan kondisi tertentu, selain itu juga selain adanya kandungan zat aditif, kandungan lemak yang dalam olahan makanan cepat saji juga menjadi factor utama yang menyebabkan seseorang mengidap penyakit asma ” Baca juga : Khasiat dan Manfaat Sirsak “ Di Amerika Serikat berdasarkan data yang ada saat ini, juga telah dinyatakan dan diakui bersama oleh para penduduknya bahwa banyaknya kasus-kasus obesitas (kelebihan berat badan) yang melanda Negeri Paman Sam tersebut adalah mayoritas di sebabkan oleh konsumsi masyarakat Amerika yang cukup besar terhadap olahan makanan cepat saji. Dan selain itu juga berdasarkan data hasil riset terbaru yang dilakukan di Amerika Serikat akhir-akhir ini seperti yang telah di kutip dalam salah satu jurnal kesehatan di Amerika Serikat yaitu Thorak,  disimpulkan bahwa salah satu pemicu sering terjadinya kasus penyakit eksim dan asma di masyarakat Amerika Serikat adalah tidak lain disebabkan oleh tingginya tingkat konsumsi penduduk Amerika Serikat terhadap makanan olahan cepat saji, data dan kesimpulan ini didapatkan berdasarkan riset yang dilakukan dengan cara memberikan kuesioner kepada koresponden yang dipilih secara random (acak) terhadap 15 jenis olahan makanan yang sering dan gemar di konsumsi oleh masyarakat Amerika Serikat, dimana dari data yang didapat bahwa makin banyak dan berkembangnya kasus-kasus penyakit asam dan eksim yang dipilih dari 2  golongan usia masyarakat Amerika Serikat yaitu kelompok usia dewasa dan anak-anak remaja ialah di sebabkan karena banyak mengkonsumsi cepat saji. Dalam riset yang dilakukan dalam studi tersebut didapatkan kesimpulan dan juga fakta bahwa konsumsi olahan makanan cepat saji yang dikonsumsi dalam waktu satu minggu, di dapatkan hasil bahwa dalam waktu satu minggu tersebut olahan makanan cepat saji mampu menjadi penyebab gejala asma hingga 39% dari warga Amerika Serikat, dan berdasarkan data yang didapat juga bahwa 27% dari jumlah warga di Amerika Serikat dengan categori level anak-anak remaja jumlah korban yang terkena penyakit asma cukup meningkat di level anak-anak “ “ Dalam sebuah media berita yang dirilis pada rubric bidang kesehatan berdasarkan data ilmiah yang hasilkan oleh seorang peneliti dari University of Minnesota School of Public Health, Minneapolis dr Andrew Odegaard, beliau menyatakan bahwa semua orang yang mengkonsumsi olahan dan makanan siap saji yang kebarat-baratan berpotensi terserang penyakit diabetes golongan kedua. Hal ini disebabkan ialah karena tidak adanya aturan-aturan yang berlaku terhadap penggunaan trans-fatty acid yaitu zat aktif yang tidak pernah diatur dalam undang-undang di negara-negara Asia. Disana disebutkan bahwa komposisi lemak yang ada dalam makanan cepat saji sangat berpotensi terhadap timbulnya penyakit diabetes bagi kalangan remaja “ Itulah beberapa contoh kasus dan juga fakta yang di dapat terkait dengan dampak dari mengkonsumsi makanan cepat saji, meskipun demikian dengan banyaknya data-data hasil riset yang ditemukan terhadap dampak negative dari mengkonsumsi makanan cepat saji di lain sisi masih banyak juga kita temukan sebagian masyarakat di negeri kita ini yang meremehkan tuntunan pola hidup sehat, menurut mereka hal itu harus di lakukan agar bisa di katakana mempunyai pola hidup modern. Tentu, pola pandang yang sempit jika kita harus mengakuinya. Karena di jaman yang serba teknologi dan berkembang ini menjaga pola hidup sehat perlu di lakukan untuk mengimbangi kegiatan dan aktifitas sehari-hari, di mana dengan semakin berkembangnya pola hidup yang semakin modern dan juga teknologi yang semakin canggih tentunya akan juga memberikan dampak negative terhadap keberlangsungan hidup. Di mana akan banyak penyakit yang mungkin muncul karena tidak menjaga dengan baik pola hidup sehat sebagai dampak dari perkembangan jaman dan teknologi saat ini. Jadi jika kita ingin hidup sehat marilah kita jaga pola hidup, semaksimal mungkin hindari olahan makanan yang tersedia praktis (cepat saji) agar bisa hidup sehat.

...