Waktu Posting : 06-04-2016 07:16 | Dibaca : 2245x
25-09-2017 00:17
Faktor-faktor Penyebab Penyakit Jantung - Penyakit jantung dapat diderita oleh siapa saja, tidak memandang usia maupum jenis kelamin, dari anak yang masih balita hingga yang sudah lanjut usia dapat terkena penyakit yang satu ini, baik itu laki-laki maupun perempuan semuanya memiliki peluang untuk terkena penyakit jantung. tidaklah heran jika penyakit jantung menduduki peringkat teratas penyakit yang mematikan di dunia. Oleh sebab itu anda perlu menjaga kesehatan jantung yang dimulai dari diri sendiri. Penyakit jantung secara teoritis disebabkan karena tidak lancarnya aliran darah ke jantung. Hal ini membuat kerja jantung jadi terhambat. Walaupun penyakit jantung merupakan jenis penyakit yang berbahaya, namun ternyata masih banyak orang yang belum mengetahui ataupun menyadari berbagai faktor penyebab penyakit jantung itu sendiri. Secara umum, faktor penyebab penyakit jantung adalah faktor genetik dan juga gaya hidup yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok dan juga terjadinya kegemukan, namun ternyata selain faktor tersebut masih ada faktor penyebab penyakit jantung yang tersembunyi yang dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung . Dengan mengetahui faktor-faktor apa saja penyebab penyakit jantung, maka kita dapat melakukan pencegahan penyakit jantung secara dini, sehingga meminimalisir terjadinya serangan jantung. Faktor-faktor penyebab penyakit jantung adalah : 1. Faktor Keturunan Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan, terdapat data yang menunjukkan bahwa jika terdapat riwayat gangguan jantung dalam keluarga baik dari keluarga wanita atau keluarga pria, keturunan mereka lebih cenderung mempunyai masalah yang serupa yaitu penyakit jantung. 2. Faktor Penyakit Diabetes Para penderita penyakit diabetes dapat mengalami penyakit jantung akibat adanya komplikasi. Para penderita diabetes harus memperhatikan kesehatan karena dapat berdampak sebagai faktor penyebab penyakit jantung. 3. Faktor Gaya Hidup dan Kurang Olah Raga Orang-orang yang kurang olah raga memiliki resiko serangan jantung yang lebih tinggi. Melakukan olah raga secara teratur dapat meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa dan dapat menurunkan kadar kolesterol serta menurunkan tekanan darah. 4. Faktor Kegemukan atau obesitas Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidak normalan jumlah lemak dalam tubuh. Menghindari atau mengobati obesitas (kegemukan) adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes kemudian akan meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Hati-hati dengan berat badan karena dengan berat badan yang berlebihan akan mudah terkena resiko penyakit jantung. 5. Faktor Stres Kondisi stres dapat menyebabkan penyempitan arteri, kondisi dimana adanya penyempitan pada arteri yang dapat menurunkan tingkat aliran darah. Stres berat dapat menyebabkan pecahnya dinding arteri yang memicu serangan jantung. Itulah beberapa faktor penyebab penyakit jantung yang bisa dijadikan bahan referensi dan juga informasi yang bisa digunakan untuk melakukan pencegahan serangan jantung secara dini. Untuk bisa mencegah penyakit jantung, maka kita harus benar-benar memperhatikan faktor penyebab penyakit jantung tersebut.
23-10-2014 11:36
Buat kebanyakan orang memakai lensa kontak telah jadi rutinitas sehari-hari. Walau demikian bukanlah bermakna bersihkan lensa kontak dapat dikerjakan dengan gampang serta jadi hal yang sepele. Saat bersihkan serta memakai lensa kontak dengan benar baiknya cermati beberapa hal di bawah ini. 1. Membersihkan tangan Saat sebelum memegang lensa kontak bersihkan dahulu tangan Anda. Pakai sabun yang lembut tanpa ada minyak wangi serta penambahan apa pun. Minyak wangi serta penambahan pada sabun umumnya mengakibatkan susunan pada tangan yang dapat menghematasi mata. Baca juga : 5 Nutrisi Penting untuk Merawat Kesehatan Mata 2. Mengeringkan tangan Yakinkan tangan telah kering serta bersih waktu memegang lensa kontak. Sesudah membersihkan tangan bersihkan dengan tissue sampai kering. 3. Cermati kuku tangan Mempunyai kuku tangan yang panjang dapat mengakibatkan kerusakan lensa kontak atau bahkan juga mengakibatkan goresan pada mata. 4. Bersihkan lensa kontak Lensa bakal kotor sesudah dipakai berbagai saat, karenanya rajin-rajinlah membersihkannya. Tempatkan satu pada telapak tangan lalu pakai cairan pembersih untuk membersihkannya. 5. Jauhi air Jangan sempat lensa kontak Anda terserang air, lantaran mikroorganisme yang ada pada air dapat mengontaminasi lensa kontak serta mengakibatkan rusaknya pada mata. Kecuali itu jauhi berenang atau mandi memakai lensa kontak. Baca juga : Bahayanya Kolesterol Tinggi di Usia Muda 6. Bersihkan tempat lensa Bersihkan tempat lensa kontak dengan teratur dengan mencucinya memakai air hangat. Biarlah jadi kering dengan sendirinya apabila butuh ubah tempat lensa dengan teratur. Demikianlah berbagai hal yang perlu dicermati saat melindungi kebersihan lensa kontak. Kecuali itu, janganlah pakai lensa kontak bertukaran dengan orang lain, dan janganlah memakai lensa kontak waktu tidur. Bila Anda alami infeksi mata waktu menggunakan lensa kontak, selekasnya ubah lensa sesudah pulih.
22-05-2016 02:06
Seperti yang kita tahu, pekerja shift malam mempunyai jam kerja yang tidak sama dengan jam kerja sebagian besar orang biasanya. Pekerjaan yang termasuk juga kelompok shift malam diantaranya : perawat, dokter, pilot, petugas keamanan, Apakah bekerja pada waktu kerja yang tidak sama dari umumnya orang mempunyai resiko yang lebih tinggi ? Pada intinya, bila kita terbangun bahkan juga bekerja di luar jam yang lumrah, ritme bilogis pada badan kita pasti bakal terganggu. Pekerjaan shift mengganggu Ritme Sirkadian (Circadian Rhythm) kita, yakni jam didalam badan yang terpaku pada terang serta gelap. Lantaran ritme sirkadian pula merubah fungsi badan, jadi bila ritme ini kacau, keseimbangan badan juga jadi kacau.  Baca juga : Cara Mencegah Cedera Gigi dan Mulut Efek Periode Pendek Efek periode pendek dalam soal ini tidak terus-terusan mesti dihadapi oleh pekerja shift malam. Kita sendiri dapat merasakannya, misalnya, tidur sampai larut malam kerjakan suatu hal, menanti pasangan yang tengah bersalin, dan lain-lain. Kecuali dari kelelahan yang riil dirasa, dampak lain yang dapat terkena diantaranya : Mual, mulas, diare, sembelit atau nyeri ulu hati Resiko cedera atau kecelakaan Insomnia Efek kesehatan periode panjang Efek periode panjang dari bekerja shift malam lebih susah diukur. Namun kaum peneliti temukan jalinan yang mengagetkan pada kaum pekerja shift malam dengan meningkatnya resiko terkena penyakit : Penyakit Kardiovaskuler. Sepanjang berpuluh-puluh th., kaum peneliti sudah sukses tunjukkan jalinan pada bekerja shift malam dengan resiko serangan jantung serta penyakit jantung. Diindikasikan resiko bakal bertambah bersamaan dengan semakin lamanya seorang bekerja shift malam. Diabetes serta Sindrom Metabolisme. Berbagai studi temukan kalau bekerja shift mungkin saja jadi resiko terjangkit Diabetes. Satu diantara studi di Jepang temukan kalau pekerja shift, terlebih yang berdurasi 16 jam, mempunyai resiko 50% lebih tinggi terserang diabetes dari pada pekerja dengan jam kerja umum. Obesitas. Ada berbagai keterikatan pada obesitas serta bekerja shift. Mungkin saja karena pola makan jelek dan kurang berolahraga. Keseimbangan hormon pula dapat jadi pemicunya. Hormon Leptin, yang bertindak utama dalam mengatur nafsu makan serta bikin kita terasa kenyang. Lantaran bekerja dalam shift mungkin saja jadi penyebabnya rendahnya hormon leptin, hal semacam ini bikin kaum pekerja shift jadi gampang lapar serta makan semakin banyak. Permasalahan Kesuburan serta Kehamilan. Penelitian tunjukkan kalau bekerja shift bisa merubah system reproduksi wanita. Satu penelitian pada pramugari yang bekerja waktu hamil tunjukkan kalau kaum pramugari yang hamil serta bekerja shift mempunyai resiko 2 x lipat alami keguguran daripada pramugari hamil yang bekerja non-shift. Kanker. Dua studi yang pernah dikerjakan memperlihatkan kalau bekerja malam hari menambah resiko terserang kanker payudara sebesar 50%. Bekerja shift di pesawat terbang, seperti pilot atau pramugari alami 70% resiko terserang kanker. Baca juga : 7 Cara Ampuh Meningkatkan Kekebalan dalam Tubuh   Bagaimana Menanganinya? Bila Anda bekerja shift, tersebut berbagai hal yang bisa Anda kerjakan : Makan sehat serta olahraga. Lantaran banyak resiko untuk pekerja shift erat hubungannya dengan obesitas serta sindrom metabolisme, ambillah langkah yang tepat misalnya : olahraga teratur, makan sehat serta teratur dan melindungi berat badan sehat. Tidur yang cukup. Umumnya, kaum pekerja shift malam susah tidur di siang hari lantaran paparan pada sinar siang hari bahkan bakal bangunkan badan Anda. Karenanya, pekerja shift malam mesti berupaya lebih keras untuk memperoleh istirahat yang cukup. Yakinkan Anda telah memblok sinar siang hari dengan tutup semuanya jendea di kamar supaya tetaplah gelap, atau dapat tidur dengan pertolongan masker tidur. Gantilah jadwal Anda. Bila sangat mungkin, mintalah supaya Anda dipindah ke jadwal pagi. Namun bila tak, upayakan supaya Anda memohon jadwal yang stabil, serta bukanlah jadwal perputaran. Tanyakan pada dokter. Bila Anda mencemaskan kesehatan Anda, mintalah dokter untuk memantau kesehatan Anda dengan lebih cermat.  Untuk menjaga stamina tubuh, Anda bisa mengatasinya dengan rutin mengkonsumsi Dragon Noni, Ultra Noni dan Ultra Mangosteen.Â