Waktu Posting : 06-04-2016 07:16 | Dibaca : 2038x
24-07-2017 06:38
Stres Oksidatif dapat timbul karena banyak hal, mulai dari pola makan tidak sehat, polusi hingga kebiasaan merokok. Jika terjadi stress oksidatif dalam tubuh, anda dapat terkena berbagai gangguan kesehatan. Salah satu yang paling mengancam adalah serangan jantung. Salah satu cara untuk mengurangi stress oksidatif ini adalah dengan menjaga asupan makana. Beberapa makanan diyakini dapat memperbaiki kondisi tersebut, seperti : 1. Buah-buahan segar Buah-buahan seperti kiwi, beri, anggur, dan apel banyak memiliki antioksidan. Artinya, mengonsumsi buah-buahan ini dapat menekan oksidasi dalam tubuh, dan dengan demikian menurunkan tingkat stres oksidatif. Ingat, buah-buahan segar ini lebih bermanfaat jika dikonsumsi utuh tanpa dijus atau proses lain. 2. Sayur-sayuran berwarna hijau Sayuran hijau memiliki kadar antioksidan yang tinggi, yang membuatnya dapat melindungi sel-sel tubuh Anda. Manfaat antioksidan akan lebih terasa bila diolah dengan benar. Jangan biarkan kadarnya menurun akibat cara memasak yang salah, misalnya digoreng atau dimasak terlalu lama. 3. Ikan laut Sarden dan tuna mengandung banyak asam lemak omega-3. Asam lemak ini memiliki efek antioksidan yang baik untuk menekan stres oksidatif. Selain itu, minyak ikan juga bagus untuk meningkatkan kadar kolesterol ‘baik' dalam tubuh. Sebaiknya konsumsi sebanyak dua atau tiga kali seminggu. 4. Gandum Gandum dan beras merah diketahui kaya akan asam folat, selenium, dan zink. Zat tersebut bermanfaat karena memiliki aktivitas antioksidan. Jika memungkinkan, pilihlah gandum atau beras merah ini sebagai sumber karbohidrat. 5. Kacang-kacangan Kacang-kacangan menyimpan segudang nutrisi, seperti selenium, folat, lemak, protein, kalsium, dan zink dalam kadar yang bervariasi. Bersama dengan buah-buahan segar, kacang-kacangan juga mengandung plant stanol esters yang bermanfaat menurunkan kadar kolesterol ‘jahat' dalam tubuh. Makanan sehat adalah obat terbaik bagi tubuh Anda. Oleh karena itu, lawanlah stres oksidatif ini dengan makanan-makanan yang bergizi. Perhatikan juga metode pengolahan makanan tersebut agar manfaat yang diperoleh dapat maksimal.
07-08-2017 14:24
Gairah Seks Istri Menurun, Warning buat Para Suami - Salah satu faktor yang menyebabkan keharmonisan dalam rumah tangga adalah kepuasan diantara suami dan istri dalam melakukan hubungan seks. Secara psikologis, hubungan seks yang dilakukan dengan perasaan kasih dan sayang akan menimbulkan ketenangan jiwa baik bagi suami maupun istri. Kepuasan seks terkadang tidak bisa diperoleh saat gairah suami maupun istri mengalami penurunan. Beberapa kasus yang terjadi, gairah seks yang menurun lebih banyak dialami istri setelah sekian lama melakukan hubungan dengan pasangannya. Gairah seks yang menurun yang dialami seorang istri bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain : Saat kondisi istri sedang mengandung atau melahirkan anak. Dalam kondisi tersebut, penurunan gairah seks pada istri bisa menurun drastis. Secara psikologis, istri lebih fokus memikirkan kondisi anak dalam kandungannya daripada melayani gairah seks suami dan memaksakan diri melakukan hubungan intim. Istri jarang mengalami kepuasan saat berhubungan seks. Daya tahan wanita dalam mendapatkan orgasme, biasanya lebih tahan lama dibandingkan pria. Tak heran jika banyak pria mengkonsumsi obat kuat agar memliki daya tahan yang lebih lama saat berhubungan seks. Dalam kondisi yang sering tidak mendapatkan kepuasan, seorang istri biasanya mengalami penurunan gairah seksnya. Istri mengalami kelelahan setelah pulang kerja atau melakukan aktifitas sehari-hari dirumah. Pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, mengurus anak dan segudang aktifitas lainnya, membuat kondisi fisik istri terkadang menurun saat suami mengajak melakukan hubungan seks. Seorang suami yang baik akan sangat mengerti dan tidak memaksakan diri untuk mengajak istrinya berhubungan seks karena kepuasan tidak akan diperoleh dalam melakukan hubungan seks. Wanita yang mengalami gejala menapouse, pada kondisi seperti ini, seorang istri dipastikan mengalami penurunan gairah seks. Pada kondisi ini, saat berhubungan seks, kepuasan dan kenikmatan tidak bisa didapatkan istri bahkan bisa menimbulkan rasa sakit pada bagian intimnya. Merasa bosan dengan permainan seks suami karena tidak ada variasi dalam berhubungan seks. Ini yang harus diwaspadai seorang suami di saat istri mulai ogah-ogahan dan malas melayani suami dalam urusan ranjang. Bisa karena bosan dengan gaya permainan dalam berhubungan seks atau karena suami tidak dapat memberikan kepuasan yang berlebih pada istri. Penurunan gairah seks pada istri, harus menjadi perhatian seorang suami, karena tidak bisa dipandang sepele. Perselingkuhan bisa menjadi akibat yang menyakitkan ketika suami tidak bisa memberikan kepuasan atau kenikmatan pada istri. Suami harus memberikan pengertian kepada istrinya agar lebih terbuka saat mengalami penurunan gairah seksnya. Untuk bisa memberikan kepuasan yang berlebih pada istri, seorang suami hendaknya berusaha menjaga kesehatan tubuhnya dengan banyak berolah raga atau mengkonsumsi obat kuat yang bisa membantu daya tahan suami saat berhubungan seks. Jadi saat istri mengalami gejala penurunan gairah seks, warning buat para suami jangan sampai terlambat untuk mengetahui penyebab penurunan gairah seks yang terjadi pada istri. Tindakan yang cepat dan tepat dari suami, salah satunya dengan lebih memperhatikan kepuasan istri dan tidak hanya mementingkan kepuasan diri sendiri bisa membuat hubungan seks kedua pasangan menjadi lebih bergairah kembali. Konsumsi obat kuat dari bahan herbal disarankan agar daya tahan suami bisa berlebih dan dapat memberikan kepuasan istri. Keharmonisan rumah tangga pun bisa dijaga dengan hubungan seks yang sehat dan saling pengertian diantara kedua pasangan
28-04-2014 13:18
Fakta Hubungan Perokok Dengan Kejadian Hipertensi - Hipertensi merupakan bagian dari gangguan organ jantung yang disebabkan oleh perilaku individu yang kurang menjaga kesehatan. Menurut teori Blum mengatakan bahwa “tingkat kesehatan individu dipengaruhi oleh keempat faktor penyebab, diantaranya yaitu perilaku, kesehatan lingkungan, genetik serta pelayanan kesehatan”. Dari keempat faktor yang mempengaruhi tingkat kesehatan individu ini ternyata juga dapat diaplikasikan dalam prognosis suatu penyakit hipertensi. Aplikasi dari keempat faktor tersebut jika dihubungkan dengan kejadian penyakit hipertensi adalah sebagai berikut: A. dari segi Perilaku Status individu sebagai perokok aktif dapat mempengaruhi kesehatan organ jantungnya. Penyempitan pembuluh darah jantung akibat kandungan karsinogenik dari rokok ini dapat menyebabkan kerja otot jantung semakin cepat dari biasanya. Jika lama kelamaan tidak segera mendapat penanganan maka akan menyebabkan gangguan aliran darah dalam tubuh. Darah yang mengalir cepat menuju organ otak kemudian mengendap disana tentunya akan menyebabkan kelumpuhan atau stroke yang tentunya berakibat fatal sekali bagi produktivitas diri anda. Untuk itu, faktor perilaku ini memang mengambil peranan penting dalam kejadian penyakit tertentu khususnya yaitu hipertensi. Jika terjadi gangguan penyakit sudah pasti status atau tingkat kesehatan anda sedang mengalami penurunan fungsinya. Selain faktor pengaruh dari perilaku individu terhadap status kesehatannya yang ditinjau dari segi perokok, ternyata juga terdapat tindakan lainnya yang dapat mempengaruhi kejadian penyakit hipertensi dari pengaruh faktor perilakunya. Salah satu tindakan yang berisiko terhadap status kesehatan individu ini yaitu kebiasan individu yang suka mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi (protein hewani lebih utama daripada protein nabati), kebiasaan individu yang kurang berolahraga, kebiasaan individu yang suka mengonsumsi minuman keras atau pun terlalu sering mengonsumsi minuman bersoda serta faktor perilaku lainnya. Untuk itu, jika anda memang benar – benar menginginkan tubuh yang sehat maka sebaiknya anda perlu melakukan tindakan preventif lebih dini sebelumnya serangan penyakit menyerang anda. Baca juga : Apa Itu Demam Berdarah B. dari segi genetik Penyakit hipertensi adalah gangguan klinis yang termasuk dalam penyakit tidak menular sehingga perkembangan penyakit ini hanya dapat didasarkan atas pengaruh faktor genetik. Menurut beberapa ilmuwan medis, kejadian penyakit hipertensi memang menjadi bagian dari pengaruh susunan gen dalam DNA nya. Oleh sebab itu penyakit hipertensi ini juga disebut sebagai penyakit herediter atau penyakit turunan. C. dari segi lingkungan Lingkungan menjadi bagian dari faktor eksternal individu yang mempengaruhi terjadinya gangguan penyakit hipertensi. Kondisi lingkungan yang mendukung peningkatan prevalensi penyakit hipertensi salah satunya yaitu adanya asap rokok dari para perokok aktif. Anda yang berada disekitar perokok aktif ternyata juga berisiko terganggu dengan penyakit hipertensi ini meskipun anda bukan pelaku utamanya. Untuk itu, sebenarnya perlu adanya kawasan tanpa rokok yang memberikan kemudahan serta tempat sehat untuk orang lain atau para perokok pasif. Dalam hal ini tentunya butuh kesadaran serta dukungan yang kuat terhadap para perokok aktif untuk bisa menempatkan dirinya sehingga tidak merugikan orang lain disekirtarnya apalagi para orang tersayang didekatnya. D. dari segi layanan kesehatan Stastus kesehatan individu tidak lepas kaitannya dengan penyedia layanan kesehatan. Ketersediaan layanan kesehatan serta akses layanan kesehatan yang terjangkau ini yang memungkinkan individu untuk memperoleh status kesehatan yang memadai. Namun, sudah sesuaikah penyedia layanan kita? Inilah yang wajib dipertanyakan untuk saat ini. Anda selaku masyarakat / penyedia layanan kesehatan sampai dengan para aparat pemerintahan alangkah baiknya saling tergabung menciatakan komitmen untuk menuju negara yang kuat dan sehat tentunya dengan menyelenggarakan layanan kesehan yang memadai serta berkualitas. Pada intinya, ingin sehat? Jadilah para pengguna serta para pelaksana layanan kesehatan yang peka dan professional. Baca juga : Mengenal, Mencegah dan Mengobati Penyakit Kanker Namun, meskipun keempat faktor tersebut saling mendukung terjadinya penyakit hipertensi ternyata faktor dari segi perilakulah yang mempengaruhi paling kuat terhadap terjadinya kejadian penyakit hipertensi. Terutama para perokok aktif maupun perokok pasif yang memiliki intesitas tinggi untuk terpapar asap rokok ini. Dari segi perilaku sebenarnya juga muncul faktor lain yang mempengaruhi terjadinya gangguan penyakit tekanan darah tinggi ini diantaranya yaitu seseorang yang mempunyai pola konsumsi tidak sehat dengan banyak mengonsumsi kolesterol ataupu lemak trans. Untuk itu, anda yang memiliki kebiasaan perilaku diatas alangkah baiknya anda perlu membatasi perilaku tersebut agar terhindar dari bahaya gangguan penyakit hipertensi.