Waktu Posting : 10-06-2014 09:01 | Dibaca : 3365x
31-05-2014 17:57
Epilepsi bukanlah suatu penyakit yang baru di dengar di kalangan masyarakat Indonesia. Tetapi, stigma yang ada adalah jika keluarga atau anak kita terkena epilepsi maka terkesan menjadi aib. Sebenarnya apakah penyakit epilepsi yang sering disertai dengan kejang-kejang hingga berbuih pada mulut ini? Benarkah kita harus menyingkirkan keluarga yang terkena penyakit epilepsi? Di Indonesia sendiri masyarakat mengenal epilepsi dengan nama penyakit ayan. Epilepsi itu sendiri sebenarnya adalah gangguan yang terjadi pada syaraf manusia sehingga membuat reaksi-reaksi tertentu ketika kambuh. Epilepsi tidak terjadi sepanjang waktu. Hanya waktu-waktu tertentu saja. Biasanya disaat seseorang itu tiba-tiba merasa kaget. Beberapa tanda ketika epilepsi kambuh seperti kejang-kejang hingga jatuh bahkan mulut berbuih, pingsan mendadak, melamun, dll. Baca juga :Tips Merawat Kulit Wajah agar Sehat dan Kencang Ada banyak dugaan kenapa epilepsi bisa terjadi yang memang menyerang syaraf diantaranya karena kanker otak, tumor otak, pernah terbentur keras di kepala sehingga trauma, adanya bagian syaraf atau otak yang mengalami rusak pada saat dilahirkan karena mungkin tidak lancar. Banyak yang mengatakan jika epilepsi adalah penyakit keturunan tetapi bahkan mereka yang tidak memiliki keturunan epilepsi pun bisa tiba-tiba mengalaminya. Karena itu jika Anda tiba-tiba kejang segera periksakan lebih lanjut apakah itu merupakan gejala epilepsi atau bukan. Berikut kami berikan beberapa hal yang ternyata bisa menyebabkan epilepsi yang diakui dalam dunia medis diantaranya adalah pernah mengalami demam dengan suhu sangat tinggi, adanya histori penyakit pada masa kecil seperti campak, bakteri, gondongan. Keturunan epilepsi garis sedarah, trauma kelahiran pada otak, para wanita dengan resiko tinggi seperti darah tinggi, kehamilan beresiko, dll. Epilepsi bahkan tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa saja tetapi juga pada anak-anak dan remaja. Apabila buah hati Anda menunjukkan gejala susah konsentrasi dan fokus pada pelajaran atau suatu hal, kejang-kejang bahkan pingsan mendadak segera bawa ke rumah sakit. Disana Anda akan diberikan pil atau obat yang digunakan untuk meminimlisir epilepsi yang sering tiba-tiba kambuh. Jika Anda sudah diberikan obat maka minumlah secara disiplin. Kelalaian bahkan menyebabkan fungsi obat tidak bekerja dengan baik dan menjadikan epilepsi susah dikendalikan. Ketika epilepsi kambuh maka Anda tetaplah tenang karena kepanikan akan menambah keruh suasana. Sebagai informasi, penyakit epilepsi ternyata sudah bisa di terapi. Dan jika Anda ingin kesembuhan atau pencegahan lebih baik lagi Anda bisa konsumsi ramuan herbal alami. Ramuan herbal bisa dikombinasikan dengan pil anti epilepsi dari dokter. Anda bisa mengkonsultasikannya untuk jeda waktu pemakaian. Baca juga : Jaga Kesehatan Mulut untuk Redam Penyakit Untuk ramuan herbal bagi penyakit epilepsi Anda bisa menggunakan daun peganggan. Daun peganggan terkenal manjur untuk mengobati dan mengendalikan epilepsi dengan baik. Daun peganggan memiliki senyawa yang bernama bacoside A yang bisa membuat penderita epilepsi merasa tenang serta membuat pembuluh darah yang kaku dan tegang menjadi relax. Bagaimana cara mengolahnya? Siapkan segenggam peganggan lalu cuci hingga benar-benar bersih. Siapkan gula aren dan campurkan daun peganggan yang sudah dicuci bersih tadi. Setelah itu haluskan atau blender hingga benar-benar halus. Setelah itu jus daun peganggan Anda campur dengan segelas air hangat. Satu sendok makan untuk segelas air hangat lalu minum hanya airnya saja tidak dengan ampasnya. Gunakan ramuan ini setiap hari sebanyak 1x dan jangan diminum oleh Anda yang sedang menyususi atau hamil. Adapun Anda yang memiliki riwayat diabetes harap konsultasi terlebih dulu dengan dokter sehingga tidak salah minum. Daun ini dipercaya bisa meningkatkan gula dalam darah. Efek samping konsumsi daun peganggan adalah infertilitas dan jika terkena kulit akan memberikan sensasi yang panas. Maka berhati-hatilah. Ramuan herbal lainnya untuk penderita epilepsi adalah dengan minum jus anggur merah. Selain anggur, wortel juga sangat baik untuk pasien epilepsi. Jus buah dan sayuran tersebut harus Anda minum setiap hari sebanyak 500 cc sekali minum. Konsumsi sebanyak 3x dalam sehari dan lakukan selama kurang lebih 3-4 bulan untuk hasil yang maksimal. Selain menyegarkan, jus juga sangat sehat. Akan tetapi jangan tambahkan gula atau susu dalam jus Anda.
25-06-2018 12:56
Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki banyak tumbuhan. Bahkan tanaman Indonesia sering digunakan untuk jamu bagi produk Jepang. Penggunaan tanaman milik Negara lain untuk dijadikan produk tentu saja harus memiliki izin karena menjadi hak milik Indonesia. Indonesia sendiri juga tidak berbeda dengan Jepang yang memakai tanaman untuk obat herbal. Indonesia juga memakainya untuk obat herbal. Obat herbal sendiri adalah obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau bisa juga berasal dari berbagai macam campuran ekstrak tumbuhan. Mulai dari akar, buah, biji batang bahkan bunga. Obat herbal dibagi menjadi dua jenis. Jenis yang pertama adalah jenis obat herbal tradisional, obat herbal tradisional merupakan jenis obat herbal yang sudah terkenal sejak turun temurun, misalnya jamu. Sementara itu jenis yang kedua adalah obat herbal non-tradisional, obat herbal jenis ini adalah jenis yang belum pernah dikenal sebagai obat herbal turun temurun, namun memiliki potensi untuk menyembuhkan atau mengobati atau memiliki manfaat bagi tubuh. Hal misalnya ditemukan paa daun kelor. Saat ini juga sudah banyak bermunculan obat herbal yang dijual bebas dikarenakan semakin banyak orang juga yang memakainya sebagai alternatif dari obat biasa. Beberapa manfaat lain yang bisa didapat dari obat herbal adalah: Mengurangi resiko efek samping Seperti yang sudah diketahui banyak orang. Obat biasa meski dibuat dari tanaman juga akan tetapi mengandung bahan kimia, sehingga berpotensi menyebabkan berbagai efek samping. Sementara itu, obat herbal lebih minim resiko terkena efek sampingnya sehingga lebih banyak orang yang memilih obat herbal. Lebih hemat biaya Manfaat lainnya adalah karena harganya cenderung lebih murah dibandingkan dengan obat tradisional, maka otomatis jumlah pengeluaran oleh pasien juga lebih sedikit dibandingkan saat membeli obat tradisional. Tidak perlu menggunakan resep Obat herbal cenderung memiliki dosis ringan dan biasanya dipakai pada masa penyembuhan. Oleh karena itu pembeliannya tidak perlu menggunakan resep dari dokter, meskipun ada juga dokter herbal seperti yang ada di Korea Selatan. Itu tadi beberapa manfaat pemakaian obat herbal. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
17-08-2014 10:09
Marah sesungguhnya adalah satu diantara bentuk emosi manusia yang biasanya dilukiskan terlalu berlebih serta sampai saat ini masih susah dimengerti. Kenapa susah dimengerti? Pertama, lantaran marah umumnya tak direncanakan serta adalah emosi yang spontan. Ke dua, perasaan yang pada awal mulanya lemah serta tidak berdaya, beralih jadi kuat serta terkontrol sesudah marah. Ke tiga, marah dikarenakan oleh aspek yang berbeda. Dapat dikarenakan lantaran satu aspek spesifik saja atau mungkin paduan dari berbagai aspek. Berbagai keadaan yang dapat menyebabkan reaksi marah ialah lantaran perasaan frustrasi serta stres. Tak ada keselarasan pada harapan serta fakta. Aspek kelelahan biasanya bakal lebih gampang menyebabkan reaksi marah. Berbagai jenis reaksi marah : Marah yang berteriak-teriak, mengutuk, dan di dukung oleh body language yang memperlihatkan frustrasi atau mungkin tergesa-gesa. Duduk di kursi, tak berkata sepatah kata pun serta cuma melihat orang sekeliling yang ada. Cuma marah pada beberapa orang yang dicintainya saja. Melampiaskan marah dengan jalan melupakan sebagai kemarahannya, umpamanya dengan membaca koran, dengarkan musik dan lain-lain. Bila di tanya, ia bakal menjawab : “ Saya tak tahu! Saya lupa! Saya lelah! ” Menyalahkan kebanyakan orang atas seluruh persoalan yang terjadi Dua Jenis Style Marah (Gaya Marah) Pada umumnya ada dua jenis style marah ; yang dipendam serta dilukiskan. Menurut Hankins & Hankins, memendam rasa marah ialah tak sehat. Demikian juga apabila mengekspresikannya terlalu berlebih. Marah yang dilampiaskan memanglah dapat bikin individu terasa tambah baik, tetapi untuk sesaat saja, lantaran sesudah itu senantiasa ada konsekwensi negatifnya. Sebaliknya, makin banyak kekesalan/uneg-uneg yang dipendam, makin kemungkinan besar ‘meledak’ nya amarah setiap waktu. Kemarahan yang dieskpresikan dengan cara kaku (senantiasa dipendam saja atau mungkin dieskpresikan saja) nyatanya dapat membahayakan kesehatan. Beberapa orang yang kerap melampiaskan kemarahannya dengan cara terbuka maupun memendamnya mempunyai resiko yang sama pada kesehatan jantungnya. Peneliti beberapa waktu terakhir mendapatkan bahwasanya pria tengah baya yang kaku dalam mengekspresikan amarahnya mempunyai kandungan kolestrol yang lebih tinggi dalam darahnya di banding mereka yang lebih fleksibel dalam mengekspresikan perasaan marahnya. Nyatanya cholesterol ini terhitung tipe yang ‘merusak’ (LDL cholesterol) serta terkait dengan meningkatnya kemungkinan sakit jantung. Sampai kini, orang terlampau repot memperdebatkan style marah yang lebih sehat, dipendam atau mungkin dilampiaskan. Menurut Engebretson, asisten profesor psikiatri serta psikologi State University, Ohio, AS. “Kesehatan Anda bisa terganggu bila Anda senantiasa melampiaskan atau mungkin memendam amarah Anda. Langkah paling baik ialah mempraktekkan style marah yang fleksibel, yang disebut gabungan dari keduanya. Engebretson melibatkan 116 orang pilot umur kira-kira 42 thn. Pada kaum pilot lalu dikerjakan tes cholesterol dan isi daftar pertanyaan untuk mengukur style marah, rasa permusuhan serta tingkat kecemasannya. Dalam penelitiannya, golongan individu yang suka memperlihatkan kemarahannya biasanya kerap kehilangan kendali serta mengucapkan kalimat yang menyakitkan. Sebaliknya, mereka yang memendam amarahnya, lantaran rasa ‘panasnya’ telah mendidih didalam, kerap jadi lebih marah dari yang semestinya. Mereka yang fleksibel ini mengerti bahwasanya melampiaskan marah adalah hal yang lumrah untuk berbagai kondisi, tetapi tak untuk kondisi yang lain. Mereka barangkali bakal memperlihatkan kemarahannya didepan keluarga saja, tetapi tak ditempat kerja. Kuncinya ialah memperhatikan tiap-tiap sikonnya. Engebretson mendapatkan bahwasanya mereka yang fleksibel, yang seringkali memendam marah dari pada melampiaskannya nyatanya mempunyai kandungan kolestrol yang terendah. Kaitan pada style marah dengan tingkat kolestrol ini jadi lebih kuat pada beberapa orang yang tentunya sudah mempunyai cholesterol tinggi pada awal mulanya. Riset ini pula memperhitungkan aspek lain, yakni permusuhan serta kekhawatiran yang pula beresiko negatif pada cholesterol. Memanglah benar bahwasanya kolestrol, yang dapat menambah resiko serangan jantung semakin banyak di pengaruhi oleh aspek kepribadian seorang, seperti tingkat kekhawatiran serta rasa permusuhan. Tetapi harus diingat juga bahwasanya kolestrol pun di pengaruhi oleh bagaimana seseorang individu itu mengatur rasa permusuhan serta kemarahan dalam diri pribadinya yang diwujudkan dalam style marahnya. Belajar Marah yang Sehat Lantaran tingkah laku marah adalah hasil evaluasi, yakni terbentuk dari hasil mengamati style marah orang-tua kita, maka tiap-tiap orang memiliki potensi untuk pelajari serta berlatih lakukan style marah yang sehat. Yakni, dengan jalan menggabungkan dua style marah itu dengan cara seimbang. Kuncinya ialah pandai-pandai membaca kondisi kapan amarah layak untuk dilampiaskan atau mungkin dipendam. Sudah pasti reaksi-reaksi marah condong susah dikendalikan. Kemarahan yang kecil bisa berikan motivasi Anda untuk bertindak yang positif. Kemarahan yang terlalu berlebih bakal membawa Anda ke ‘panggung pertarungan’. Harga dari satu kemarahan yang tak teratasi bakal menghindari Anda dari beberapa orang yang Anda cintai dan dapat membahayakan posisi Anda ditempat kerja. Bila telah demikian, masihkah Anda tidak ingin belajar bagaimana marah yang sehat itu?