Waktu Posting : 03-10-2014 21:05 | Dibaca : 2459x
02-10-2021 10:14
Kebersihan adalah hal utama yang perlu diperhatikan khususunya di dalam rumah. Namun bagaimana apabila ada lalat yang berkerumun di dalam rumah? Tentu sangat mengganggu bukan? Bukan hanya tidak enak dilihat, tapi lalat juga dapat menyebarkan penyakit. Mengusir lalat bukanlah hal yang susah kok guys, ada 7 tips mengusir lalat yang mengganggu di dalam rumah yang akan kami bagikan di sini. Lalat yang datang ke dalam rumah dapat membawa kuman dan bakteri seperti salmonella dan e-coli yang akan menyebabkan penyakit seperti maag, sepsis bahkan keracunan pada darah. Tentu hal itu sangat berbahaya bagi Anda dan keluarga. Karena sudah tau seberapa buruknya lalat bagi kesehatan Anda, maka dari itu cobalah menggunakan tips mengusir lalat berikut ini. Cara-cara di bawah ini telah digunakan oleh banyak orang karena mampu mengusir lalat yang mengganggu di dalam rumah. Usir Lalat dengan Garam Garam telah dipercaya sejak dulu ampuh untuk mengusir lalat, bahkan ada banyak orang yang mencampurnya dengan kunyit bubuk. Jika Anda menaburkan garam di setiap sudut rumah yang banyak lalatnya, dijamin lalat-lalat akan pergi dari rumah Anda. Mengusir Lalat dengan Sereh Tanaman yang juga kerap dijadikan sebagai bahan pelengkap masakan ini ternyata bisa mengusir lalat loh. Aromanya khasnya yang tajam tidak hanya mampu mengusir lalat tapi juga dapat mengusir nyamuk. Anda bisa menemukan lilin aromaterapi beraroma sereh yang dijual di pasaran. Cukup membakarnya kemudian meletakkannya di beberapa sudut rumah, maka lalat akan pergi. Â Menggunakan Kemangi Sama halnya dengan sereh, kemangi yang juga memiliki aroma khas mampu mengusir lalat. Memang benar, lalat adalah hewan yang tidak menyukasi aroma tajam, makanya kemangi bisa Anda gunakan untuk mengusirnya. Bahkan kemangi juga bermanfaat untuk membunuh bakteri dan virus sehingga rumah Anda akan tetap sehat. Letakkan kemangi di setiap sudut rumah, dan dapatkan rumah yang aman tanpa lalat. Minyak Kayu Putih Minyak penghangat badan ini ternyata bisa juga digunakan sebagai tips mengusir lalat loh guys. Kamu bisa menyemprotkan sedikit minyak kayu putih di area yang dihinggapi lalat, atau bisa juga dengan meletakkan botol minyak kayu putih dengan tutup yang terbuka. Lilin Cara ini sudah dikenal banyak orang mampu mengusir lalat. Kita seringkali melihat di meja makan sebuah restoran terdapat lilin yang menyala. Itu bukan sekedar untuk menambah nuansa romantis saja, tapi juga bertujuan mengusir lalat yang akan mengganggu. Tapi pastikan Anda meletakkannya di tempat yang aman yah, jangan sampai membakar benda di sekitarnya. Daun Pandan Daun Pengharum makanan ini juga bisa Anda gunakan untuk mengusir lalat yang mengganggu. Daun hijau berbentuk panjang ini memiliki aroma yang sangat dibenci oleh lalat. Anda bisa meletakkan beberapa daun pandan yang sudah diiris tipis di sekitaran rumah agar lalat pergi dan tidak kembali lagi. Mengusir Lalat dengan Cengkeh Cengkeh yang juga merupakan bumbu dapur juga memiliki aroma tajam yang tidak disukai lalat. Cara mengusir lalat dengan cengkeh juga sangat mudah, hanya dengan merendam beberapa biji cengkeh di dalam wadah berisi air. Setelah itu simpan rendaman cengkeh tersebut di beberapa tempat yang dihinggapi lalat. Itulah beberapa tips mengusir lalat yang bisa kami berikan. Selain cara-cara di atas, sebaiknya Anda selalu menjaga kebersihan rumah seperti membuang sampah jauh dari rumah Anda. Semoga bermanfaat
08-07-2014 07:16
Tips Kesehatan - Sehatkan Pencernaan Demi Halau Kanker Lambung . Hobi mengkonsumsi makanan yang diolah secara pengasapan termasuk kurang baik. Begitu pula hobi mengkonsumsi asinan. Memang lezat dan sedap namun dibalik itu membawa risiko kanker lambung. Apalagi di keluarga Anda ada yang pernah menderita kanker lambung, maka perlu Anda waspada terhadap diri sendiri. Sebab kanker lambung termasuk kanker yang terjadi karena keturunan atau genetik. Baca juga : Hipertensi Merusak Organ Tubuh Secara Diam-diam Kanker lambung juga diakibatkan karena infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri bernama Helicobacter pylori. Bakteri tersebut biasa hidup di dalam tubuh Anda. Daerah lapisan lendir adalah tempat tinggal si bakteri penyebab infeksi yang mengarah kanker lambung. Jika Anda mengalami gejala pernicious anemia maka perlu berhati-hati. Ketika tubuh Anda sulit mencerna sumber mikro vitamin B12 maka akan terjadi pengurangan jumlah sel eritrosit yang berbahaya bagi kesehatan. Radang lambung yang diakibatkan senyawa nikotin yang sudah menumpuk dan menjalar hingga di daerah lambung juga menjadi pemicu kanker lambung. Baca juga : Mengenal Untuk Menghindari Kanker Usus Sebelum menyesal di kemudian hari karena penyakit kanker lambung, sehatkan pencernaan Anda. setiap hari. Beli dan konsumsi buah yang dapat melancarkan pencernaan. Buah pisang, pepaya, apel, adalah beraroma buah kaya serat, vitamin, dan mineral. Begitu juga dengan sayur seperti bayam, sawi, wortel. Walaupun secara umum semua buah dan sayur adalah baik bagi pencernaan. Seimbangkan dengan mengkonsumsi susu segar. Lambung sehat maka mengkonsumsi makanan dan minuman akan terasa nyaman. Kesimpulannya, harus rutin tiap hari buang air besar.
07-09-2014 23:46
Kanker serviks, atau yang dikenal juga dengan kanker mulut atau leher rahim, adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di dunia, termasuk di Indonesia. WHO pun mencatat bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian teratas pada wanita. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh dan menyebar tanpa terkontrol. Serviks adalah bagian bawah rahim (leher rahim) yang membuka dan terhubung ke kemaluan wanita. Penyebab Kanker Serviks Umumnya–lebih dari 99,5%–kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. Virus ini sangat mudah menyebar, baik melalui sentuhan, perpindahan cairan, atau menyentuh tempat yang telah terjangkit dengan virus ini. Namun yang paling umum adalah ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus HPV. Ada banyak jenis virus HPV, dan tidak semuanya menyebabkan kanker serviks. Kebanyakan orang dewasa telah atau pernah terinfeksi virus HPV, namun infeksi virus ini bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi terkadang infeksi virus ini bisa menyebabkan kutil pada daerah kelamin atau menyebabkan terjadinya ke kanker serviks. Baca juga : Kantung Mata, Penyebab dan Cara Mengatasinya Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Itulah mengapa sangat penting bagi wanita melakukan tes PAP smear secara reguler untuk mendeteksi ketidaknormalan pada leher rahim sebelum mereka berubah menjadi kanker. Pada tes ini berlangsung, dokter akan mengorek sampel kecil dari sel-sel di permukaan leher rahim untuk melihat perubahan sel. Jika tes PAP menunjukkan perubahan yang abnormal, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berupa kanker atau dapat menyebabkan kanker di leher rahim. Gejala Kanker Serviks Perubahan abnormal pada sel serviks jarang menimbulkan gejala. Jika perubahan tersebut berkembang menjadi kanker, gejala yang timbul bisa berupa: Pendarahan tak normal pada vagina, misalnya di antara periode menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause. Merasa sakit ketika berhubungan intim atau ketika buang air kecil. Nyeri di perut bagian bawah atau panggul. Keputihan yang tidak normal, misalnya berlebih atau bercampur darah. Perubahan signifikan yang tak dapat dijelaskan pada siklus menstruasi. Pada tahapan yang lebih lanjut, gejala yang mungkin timbul antara lain: Anemia karena pendarahan berlebih pada kemaluan. Sakit berkelanjutan pada panggul, punggung dan juga kaki. Masalah urinasi/buang air kecil. Berat badan turun drastis. Baca juga : 10 Kebiasaan Yang Bisa Turunkan Berat Badan Melakukan screening dan tes sejak dini sangat berperan untuk mencegah kanker serviks. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi kasus kanker serviks yang invasif, yaitu sebesar 50% atau lebih. Penanganan Kanker Serviks Perawatan dan penanganan kanker serviks meliputi operasi pada kanker serviks stadium awal, dan kemoterapi serta radioterapi pada stadium yang lebih lanjut. Tergantung pada seberapa jauh kanker telah berkembang, penderita mungkin akan satu atau lebih penanganan (kombinasi). Jika dilakukan hysterectomy (operasi pengangkatan rahim) pada penderita, maka penderita tak bisa lagi memiliki anak. Namun hysterectomy tidak selalu dibutuhkan, khususnya jika kanker ditemukan masih pada tahap sangat awal.