Menangani Bintitan Pada Kelopak Mata Anda Dengan Tepat

Additional Image

Waktu Posting : 03-06-2014 00:45 | Dibaca : 3996x

Sudah dua hari ini seorang remaja wanita merasakan nyeri di kelopak mata atas kanan. Setelah dia becermin, ternyata tampak adanya benjolandi kelopak matanya tersebut. Akhirnya dia berobat ke dokter dan dikatakan sedang menderita bintitan lalu diberikan pengobatan. Menurut mitos, dikatakan timbulnya bintitan ini karena dosa akibat sering "mengintip", apakah benar mitos itu?

Bintitan, bintilan, turuwisen, timbil, atau dalam bahasa Inggris disebut stye, merupakan suatu keadaan peradangan akut pada kelenjar di sekitar kelopak mata dan biasanya terasa nyeri. Selain itu ada juga yang disebut dengan chalazia, yaitu peradangan kronis pada kelenjar kelopak mata tidak terasa nyeri dan bersifat kronis.

Secara fungsinya, kelenjar yang terdapat di kelopak mata ini memproduksi minyak yang berfungsi sebagai pelumas bagi kulit, juga sebagai pelengkap komposisi air mata.  Pada keadaan saat terjadi kurangnya higienitas, gangguan nutrisi dan keadaan lain yang menyebabkan tersumbatnya pengeluaran minyak ini, akan menyebabkan terakumulasinya minyak tersebut di dalam kelenjar. Pada beberapa kasus, sumbatan ini dapat disertai infeksi. Pada wanita-wanita muda yang sering menggunakan make up karena sering kelupaan membersihkan make up tersebut dapat menyebabkan timbulnya sumbatan pada saluran kelenjar tersebut. Berdasarkan pengalaman penulis, biasanya penderita dengan bintitan ini didapatkan riwayat sering mengkonsumsi makanan yang tinggi kadar lemak atau proteinnya, seperti konsumsi telur dan seafood.

Baca juga : Asupan Nutrisi Ini Khusus untuk Pekerja Lembur 

Gejala

Gejala yang dirasakan oleh penderita biasanya berupa adanya benjolan, berwarna kemerahan di kelopak mata, ketidaknyamanan (baik itu yang terasa nyeri maupun tidak dan kadang disertai iritasi), perasaan gatal, belekan, dan sensitif terhadap sinar. Pada beberapa kasus, bahkan dapat timbul benjolan kelopak mata yang besar, sangat nyeri sampai mengganggu penglihatan dan kegiatan sehari-hari. Hal yang terakhir biasanya sering disebut keadaan selulitis. Bahkan tidak jarang ditemukan tumor ganas kelopak mata yang tampilannya menyerupai bintitan.

Biasanya bintitan dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari, tetapi ada juga yang membutuhkan penanganan khusus. Pada keadaan awal, yang dapat dilakukan adalah memberikan kompres hangat pada kelopak mata yang terkena bintitan. Maksud dari pengompresan hangat ini agar isi dari kelenjar maupun dinding dari saluran kelenjar tersebut menjadi lebih lunak dan mempermudah pengeluaran minyak yang terkumpul di dalam kelenjar.

Apabila keadaan berlanjut disertai rasa nyeri dan lebih bengkak pada kelopak mata, disarankan agar berobat ke dokter umum atau dokter spesialis mata untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lanjut. Biasanya dokter akan memberikan pengobatan dengan memberikan obat radang dan atau pemberian antibiotika. Tidak jarang seorang dokter spesialis mata akan menyarankan supaya melakukan pembedahan kecil untuk mengeluarkan isi dari kelanjar yang terkena bintitan. Apabila setelah kompres hangat atau pemberian obat bintitan tersebut tidak mengalami perbaikan.

Jangan berusaha mengeluarkan isi dari bintitan ini dengan cara menekan-nekan dengan tangan sendiri, seperti menekan-nekan jerawat karena akan menyebabkan keadaan yang lebih berat dengan timbulnya infeksi sekunder. Pada pendiri dengan bintitan yang kronis, biasanya dokter akan menyarankan tindakan pengeluaran isi dari bintilannya.

Baca juga : Obat Alami Demam Berdarah

Pencegahan

Hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya bintilan ini adalah dengan selalu menjaga higienitas dari kelopak mata, dengan cara seringnya mencuci muka setelah melakukan aktivitas luar yang kotor. Selain itu, yang harus dibudayakan adalah selalu melakukan pencucian tangan yang benar, baik itu sebelum maupun setelah melakukan tindakan yang menggunakan tangan. Seperti tertulis di atas, penulis juga menyarankan kepada wanita yang sering menggunakan make up di sekitar kelopak mata untuk tidak lupa membersihkan make up tersebut dengan air bersih atau pembersih make up lainnya sebelum tidur.

Pada beberapa orang dengan kecenderungan kelopak mata sering berminyak berlebihan, ditandai adanya ketombe di bulu matanya, lebih disarankan agar melakukan lid hygiene. Cara yang paling mudah melakukan lid hygiene ini yaitu menggunakan segelas air bersih hangat yang telah ditambahkan sampo bayi 2 sampai 3 tetes. Lakukan pembersihan kelopak mata ini setelah sehabis mandi dengan menggunakan cottonbuds di ujung-ujung kelopak matanya.

Satu hal yang perlu diingat bahwa mencegah suatu penyakit tetap lebih baik daripada mengobati penyakit itu sendiri. Konsultasikan semua kelainan mata pada dokter atau dokter spesialis mata yang ada di sekitar Anda. Jangan pernah membeli obat mata yang seharusnya dengan resep dokter secara bebas karena akan menimbulkan bahaya bagi mata.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Kanker Otak Stadium 4: Penyebab, Gejala, Hingga Penyembuhannya

02-07-2024 12:23

Kanker otak stadium 4 (Glioblastoma Multiforme) adalah kanker yang tumbuh cepat dan agresif di otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini menyerang jaringan otak terdekat. Tetapi pada umumnya tidak menyebar ke organ yang jauh.  GBM adalah kanker otak yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu enam bulan atau kurang jika tidak ditangani, oleh karena itu, sangat penting untuk segera mencari perawatan ke dokter spesialis neuro-onkologi dan bedah saraf. Kanker otak stadium 4 tidak dapat disembuhkan Glioblastoma tetap merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Rata-rata penderitanya memiliki harapan  hidup rata-rata 15 bulan. Hanya 5,5% pasien bertahan lima tahun setelah diagnosis.   GBM terdiri dari subtipe primer dan sekunder yang berevolusi melalui jalur genetik yang berbeda, yang memengaruhi pasien pada usia yang berbeda dengan hasil yang berbeda. GBM dapat terjadi pada semua usia. Namun cenderung lebih sering terjadi pada kelompok usia paruh baya tua dan lebih sering terjadi pada pria. Tidak ada obat untuk GBM, perawatan mungkin memperlambat pertumbuhan kanker dan mengurangi gejala. https://pafikotasimpangtigaredelong.org/    Gejala kanker otak stadium 4 Gejala  bisa bervariasi tergantung pada lokasi kanker di otak,  tetapi gejala yang  mungkin terjadi adalah berikut ini :  Sakit kepala terus-menerus Penglihatan ganda/kabur Muntah Kehilangan selera makan Perubahan suasana hati dan kepribadian Perubahan kemampuan berpikir dan belajar Kejang  Penurunan kemampuan  berbicara secara bertahap. Diagnosis kanker otak stadium 4 Ada beberapa jenis tes dan prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis GBM, antara lain :   1.  Tes Neurologis Jenis tes ini memeriksa penglihatan, pendengaran, keseimbangan, koordinasi, kekuatan, dan refleks. Tes ini dapat  memberi petunjuk tentang bagian otak yang terkena GBM.   2. Tes Pencitraan   Tes pencitraan dapat membantu menemukan lokasi dan ukuran GBM. MRI sering digunakan untuk mendiagnosis penyakit ini. Tes pencitraan lain mungkin termasuk CT Scan dan Positron Emission Tomography (PET).   3. Mengambil sampel jaringan untuk pengujian   Biopsi adalah prosedur untuk mengambil sampel jaringan untuk pengujian. Cara pengambilannya dilakukan menggunakan jarum sebelum operasi atau selama operasi untuk mengangkat GBM. Sampel dikirim ke laboratorium untuk pengujian. Tes dapat mengetahui apakah sel-sel itu kanker atau apakah itu sel GBM.   Tes khusus sel kanker dapat memberi tim dokter pasien lebih banyak informasi tentang GMB dan prognosis pasien. Tim menggunakan informasi ini untuk membuat rencana perawatan. Prosedur Pengobatan kanker otak stadium 4 Kanker otak stadium 4 memang tak bisa disembuhkan namun dengan pengobatan bisa memperlambat dan memperpanjang harapan hidup.  Perawatan andalan untuk GBM adalah operasi atau pembedahan, diikuti dengan radiasi dan kemoterapi. Tujuan utama pembedahan adalah mengangkat kanker sebanyak mungkin tanpa melukai jaringan otak normal di sekitarnya. 1. Pembedahan Pembedahan dilakukan untuk mengurangi jumlah jaringan kanker padat di dalam otak, membuang sel-sel di pusat kanker yang mungkin resisten terhadap radiasi dan/atau kemoterapi tahap awal. Di samping itu juga mengurangi tekanan pada otak.  2. Terapi radiasi Setelah operasi dan luka sembuh, terapi radiasi bisa dimulai. Tujuan dari terapi radiasi adalah untuk secara selektif membunuh sisa sel kanker yang telah menyusup ke jaringan otak normal di dalamnya.   Dalam terapi radiasi sinar eksternal standar, beberapa sesi ‘fraksi’ dosis standar radiasi dikirim ke lokasi kanker.. Sayangnya, setiap perawatan menyebabkan kerusakan pada jaringan sehat dan normal di sekitarnya. Namun pada saat pemberian terapi selanjutnya, sel sehat telah berhasil memperbaiki diri sementara sel kanker tidak.   Proses ini diulang untuk total 10 sampai 30 kali perawatan, biasanya diberikan sekali sehari, lima kali seminggu, tergantung jenis tumornya. Penggunaan terapi radiasi memberi sebagian besar pasien hasil yang lebih baik dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih lama dibandingkan dengan operasi saja atau perawatan suportif terbaik.   Pasien yang menjalani kemoterapi diberikan obat khusus yang dirancang untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi dengan obat temozolomide adalah standar pengobatan GBM saat ini. Obat ini umumnya diberikan setiap hari selama terapi radiasi dan kemudian selama enam siklus setelah radiasi selama fase perawatan. Prognosis   Glioblastoma adalah kanker agresif yang sulit diobati. Perawatan dilakukan untuk meringankan gejala dan membantu pasien tetap nyaman serta memperpanjang hidup pengidapnya.

Featured Image
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan

03-05-2014 14:19

Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan  - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari.   Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar.   Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes.   Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang  menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.

Featured Image
7 Penyakit Akibat Ciuman

15-07-2016 04:25

Ciuman adalah ritual manusia untuk menujukan kasih sayang dan perhatiannya terhadap pasangannya. tapi dibalik rutinitas itu kenali beberapa penyakit menular yang disebarkan melalui ciuman. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ciuman yang sehat dapat membawa banyak manfaat untuk tubuh. Namun bila dilakukan dalam kondisi tertentu, ciuman antar pasangan justru dapat menjadi media penularan penyakit. Baca juga : Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Komedo Meski banyak menawarkan manfaat kesehatan, namun ciuman juga dapat menjadi media penularan sejumlah virus dan bakteri penyebab penyakit. Virus dan bakteri dalam air liur atau darah dari satu orang dapat menyebar ke orang lain dengan berciuman. Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman 1. Herpes Virus yang dianggap bagian dari keluarga herpes termasuk Epstein-Barr, varicella-zoster (penyebab cacar air) dan herpes simplex (menyebabkan cold sores). Herpes simplex virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan virus saat Ciuman. Herpes paling mudah menyebar ke orang lain ketika lesi terbentuk atau telah meletus. Virus ini bisa 'menumpahkan' (menyebar ke orang lain) dari lokasi leci bahkan ketika herpes itu telah sembuh. Sedangkan cacar air mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung, tetesan liur atau penyebaran udara.   2. Mono Sebenarnya penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebut Epstein-Barr virus, seperti dikutip dari Wikipedia, virus ini adalah salah satu tipe virus herpes. Namanya cukup unik, Infectious mononucleosis atau EBV infectious mononucleosis, Pfeiffer's disease, Filatov's disease atau bekennya disebut mono. Penyakit ini pertama kali dijabarkan oleh Sprunt dan Evans di sebuah bulletin yang disebarkan di Johns Hopkins Hospitals tahun 1920. Gejala yang muncul akibat penyebaran virus ini adalah sakit tenggorokan, demam, gelisah, rasa tidak nyaman di badan, peradangan, mual-mual hingga kehilangan nafsu makan. Penyakit ini juga mempengaruhi beberapa bagian tubuh dan memicu terbentuknya penyakit lain, seperti radang tenggorokan hingga hepatitis. Infeksi menyebar melalui pertukaran air liur, dan melewati masa inkubasi selama kurang lebih 4-7 minggu. Umumnya, gejala akan dirasakan selama 2-3 minggu dan bertahan selama beberapa bulan lamanya.penyakit ini bisa diobati dan sembuh, hanya saja umumnya menyerang seseorang dalam waktu yang cukup lama. Cenderung saat terserang virus orang akan berburu antibiotik sebagai pengobatan dini. Dalam kasus ini, antibiotik tidak dapat membantu meredakan serangan virus.   3. Glandular fever atau kissing disease Glandular fever adalah istilah umum untuk infeksi virus yang disebut infeksi mononukleosis, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Virus ini menyebar melalui air liur dan infeksi terjadi melalui kontak.   4. Flu dan pilek Pilek ditularkan melalui kontak langsung dengan virus. Anda bisa terinfeksi flu dari tetesan liur atau dari kontak langsung dengan sekresi (cairan dan lendir) dari hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi.   5. Hepatitis B Ciuman juga dapat menularkan virus ini, meskipun darah memiliki tingkat virus lebih tinggi ketimbang air liur. Infeksi dapat terjadi ketika darah dan air liur yang terinfeksi bersentuhan langsung dengan aliran darah orang lain atau selaput lendir. Seseorang lebih mungkin terinfeksi saat berciuman jika mereka berdua memiliki luka terbuka di atau di sekitar mulut.   6. Kutil Kutil di dalam mulut dapat menyebar melalui ciuman, terutama jika sebelumnya ada daerah yang mengalami trauma atau luka.   7. Penyakit Meningokokus Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang meliputi meningitis, radang selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, dan septikemia. Bakteri ini dapat ditularkan baik melalui kontak langsung atau melalui tetesan liur.   Baca juga : 20 Cara Berciuman, Biar Ahli dalam Berciuman Nah, itulah Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman dan Jadi pastikan anda terhindar dari penyakit akibat ciuman tersebut serta yang perlu dilakukan sebelum ciuman adalah periksa kesehatan mulut pasangan anda, jangan gonta ganti pasangan, tetap mengkonsumsi makanan sehat dan yang terpenting adalah gunakan hati anda untuk melakukan ciuman jangan asal serobot.

...