Waktu Posting : 07-06-2014 03:08 | Dibaca : 2841x
29-01-2026 16:15
Kebutuhan akan pendampingan akademik, pembinaan karakter, dan kesehatan mental terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini membuat jurusan bimbingan konseling menjadi salah satu pilihan studi yang semakin relevan dan dibutuhkan. Bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah bimbingan konseling di Bandung dengan biaya ringan namun tetap berkualitas, Universitas Masoem hadir sebagai solusi ideal.Dengan biaya kuliah hanya Rp5 juta per semester, Universitas Masoem memberikan kesempatan luas bagi generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa beban finansial berlebihan. Tidak hanya itu, kampus ini juga dikenal dengan pendekatan pendidikannya yang unik melalui slogan Sambil Kuliah Jadi Pengusaha.Bimbingan Konseling, Jurusan yang Fokus pada Pengembangan ManusiaJurusan bimbingan konseling adalah program studi yang mempelajari cara membantu individu memahami diri, mengatasi masalah, dan merencanakan masa depan secara lebih terarah. Mahasiswa prodi bimbingan konseling dibekali ilmu psikologi, teknik konseling, asesmen perilaku, serta keterampilan komunikasi yang efektif.Ilmu bimbingan konseling tidak hanya dibutuhkan di sekolah, tetapi juga di berbagai sektor kehidupan. Dalam dunia yang penuh tekanan dan persaingan, kehadiran konselor menjadi sangat penting untuk membantu individu tetap seimbang secara emosional dan mental.Kuliah Bimbingan Konseling di Bandung dengan Biaya 5 Juta per SemesterSalah satu alasan utama memilih Universitas Masoem adalah kebijakan biaya kuliahnya yang terjangkau. Untuk mengikuti kuliah bimbingan konseling di Bandung, mahasiswa cukup membayar Rp5 juta per semester, biaya yang relatif ekonomis dibandingkan banyak perguruan tinggi lainnya.Meskipun biayanya ringan, kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas. Universitas Masoem didukung oleh dosen berpengalaman di bidang bimbingan konseling, kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, serta fasilitas kampus yang menunjang proses belajar mengajar.Prodi Bimbingan Konseling dengan Konsep Mandiri dan Berjiwa UsahaKeunggulan prodi bimbingan konseling Universitas Masoem tidak hanya terletak pada materi akademiknya, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa. Melalui konsep Sambil Kuliah Jadi Pengusaha, mahasiswa didorong untuk berpikir kreatif, mandiri, dan berani mengambil peluang.Mahasiswa bimbingan konseling diperkenalkan pada dasar-dasar kewirausahaan serta peluang usaha yang relevan dengan dunia pendidikan dan layanan konseling. Pendekatan ini membuat lulusan tidak hanya siap menjadi tenaga profesional, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri.Prospek Kerja Lulusan Bimbingan Konseling yang LuasLulusan jurusan bimbingan konseling memiliki prospek kerja yang cukup luas dan berkelanjutan. Beberapa bidang karier yang dapat ditempuh antara lain:Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah menengahKonselor pendidikan dan konselor remajaPendamping siswa dan mahasiswaStaf pengembangan sumber daya manusia (HRD)Fasilitator pelatihan dan pembinaan karakterPelaku usaha jasa konseling dan layanan edukasiDengan bekal akademik, praktik lapangan, serta wawasan kewirausahaan, lulusan bimbingan konseling Universitas Masoem memiliki daya saing yang baik di dunia kerja.Pengalaman Magang di Perusahaan Masoem GroupUniversitas Masoem memberikan nilai tambah nyata melalui program magang yang terintegrasi. Mahasiswa bimbingan konseling berkesempatan menjalani magang di berbagai unit usaha yang berada di bawah naungan Masoem Group.Melalui program magang ini, mahasiswa dapat menerapkan teori bimbingan konseling secara langsung, memahami etika kerja profesional, serta mengasah keterampilan interpersonal. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum memasuki dunia kerja setelah lulus.Testimoni Alumni Bimbingan Konseling Universitas MasoemBanyak alumni prodi bimbingan konseling Universitas Masoem yang merasakan manfaat dari sistem pendidikan yang diterapkan.Kuliah bimbingan konseling di Universitas Masoem membuat saya lebih siap menghadapi dunia kerja. Ilmu yang didapat sangat relevan dan aplikatif. Alumni Bimbingan KonselingPengalaman magang di Masoem Group sangat membantu saya memahami dunia profesional. Saya merasa lebih percaya diri setelah lulus. Lulusan Bimbingan KonselingTentukan Pilihan Masa Depan Bersama Bimbingan KonselingJika Anda sedang mencari kuliah bimbingan konseling di Bandung dengan biaya terjangkau, kurikulum yang aplikatif, serta dukungan kewirausahaan dan magang, Universitas Masoem adalah pilihan yang tepat.Dengan biaya Rp5 juta per semester, jurusan bimbingan konseling di Universitas Masoem membuka jalan menuju masa depan yang cerah sebagai konselor profesional, pendidik, dan individu mandiri yang siap bersaing di era modern.
05-06-2014 14:42
Diet berhasil tanpa olahraga dapat dilakukan dan seringkali menjadi pilihan banyak kalangan. Menguruskan badan tanpa olahraga dilakukan untuk membuat tampilan anda lebih percaya diri dengan tubuh ramping. Memiliki postur tubuh ramping dan molek adalah salah satu keinginan setiap wanita. Sehingga wanita yang memiliki tubuh gemuk cenderung merasa minder dan ingin menguruskan postur tubuhnya apalagi wanita gadis. Seiring dengan perkembangan zaman banyak sekali obat penurun berat badan yang bisa dikonsumsi namun harus diwaspadai akan efek sampingnya. Mereka yang malas berolahraga lebih memilih untuk menggunakan obat pelangsing tapi sebenarnya cara tersebut salah. Tanpa melakukan olahraga pun menguruskan badan bisa dilakukan secara alami dengan mengatur pola makan dalam sehari – sehari. Sehingga tanpa melakukan olahraga mereka bisa memiliki postur yang ramping dan siset. Ketika malas berolahraga anda perlu mengetahui cara menguruskan badan tanpa olahraga dengan mengatur pola makan yang lebih sehat dengan mengkonsumsi sayur dan mengurangi konsumsi makanan berlemak. Pasalnya makanan berlemak menjadi pemicu utama yang membuat tubuh menjadi gemuk dan seringkali terlihat bergelambir terutama pada bagian perut, dengan demikian akan menyebabkan suatu penyakit karena obesitas. Berikut ini adalah cara – cara yang bisa dilakukan untuk melakukan diet berhasil tanpa olahraga. Baca juga : Obat Herbal Tekanan Darah Tinggi 1. Kurangi Porsi Makan. Untuk mengurangi porsi makan baik pada pagi siang ataupun malam gunakan piring kecil yang hanya cukup untuk sedikit nasi dan lauk yang rendah lemak, sehingga jika biasanya mengkonsumsi daging sebaiknya mengganti dengan sayuran hijau. Cara ini dapat dilakukan dengan tujuan supaya jumlah lemak di dalam tubuh berkurang melalui proses metabolisme tubuh dan sebaiknya lakukan setiap hari agar tubuh terlatih dengan baik. 2. Konsumsi Makanan Beragam Warna. Cara ini dilakukan supaya merasa cepat kenyang saat makan. Misalnya dengan sayur sop dilengkapi dengan buncis berwarna hijau dengan wortel berwarna oranye serta gubis berwarna putih dan kentang . Dengan olahan menu makanan dari sayur yang mengandung antioxidant ini, akan membantu proses pembakaran lemak di dalam tubuh secara baik. 3. Atur Pola Makan Dalam Waktu Tepat. Harus bisa mengatur pola makan yang mampu membuat kondisi tubuh gemuk menjadi ramping secara perlahan. Untuk mendapatkan postur tubuh yang ramping makanlah pada pagi hari di jam 8 kemudian siang pada jam 12 dan untuk makan ke-3 sebaiknya jam 6 sore dengan porsi lebih sedikit karena kebutuhan kalori pada malam hari lebih sedikit dimana tubuh hanya butuh waktu untuk beristirahat. Baca juga : Menurunkan Kolesterol 4. Hindari Makan Di atas Jam 8 Malam. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penimbunan lemak karena kalori pada malam hari tidak dibutuhkan terlalu banyak sehingga anda harus bisa membatasi nafsu makan mulai jam 7 malam. Jika terasa lapar pada malam hari diatas jam 7 sebaiknya menganjal dengan cemilan sehat yaitu berupa buah ataupun hanya minuman berantioxidant tinggi seperti teh ataupun jus buah dicampur dengan sayur yang memiliki kandungan serat tinggi. Merampingkan badan tanpa harus berolahraga yang alami dan membuat postur tubuh menjadi langsing juga sehat. Beberapa cara yang dijelaskan diatas bisa dilakukan untuk memiliki postur tubuh ramping tanpa melakukan olahraga berat. Cara diatas harus dilakukan dengan didasari niat tanpa ada keterpaksaan. Karena hal ini akan berjalan secara baik dan tubuh ramping secara perlahan jika dilakukannya secara telaten. Postur tubuh yang semula gemuk akan berubah menjadi ramping dengan prose cukup lama tidak bisa berlangsung secara instant ketika melakukan diet berhasil tanpa olahraga.
22-07-2016 09:33
Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes: 1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari. 2. Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah. Baca juga : Akhlaq Suami Terhadap Istri 3. Suka ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar. 4. Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari. 5. Malas beraktivitas fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Baca Juga: 5 Obat Efektif Untuk Osteoarthritis Solusi: Bersepeda ke kantor. 6. Sering stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. 7. Kecanduan rokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi. 8. Menggunakan pil kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun. Baca juga : Cara Tahan Lama Tanpa Obat Kuat (Ejakulasi Dini) 9. Takut kulit jadi hitam Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. 10. Keranjingan soda Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula