Waktu Posting : 05-06-2014 13:39 | Dibaca : 3259x
25-04-2014 03:15
Terlalu Dini Minum Obat Medis Hipertensi Bisa Picu Stroke - Seakan sudah dilumrahkan awam kalau setiap tekanan darah atas atau sistolik di atas 120 dan tekanan bawah distolik di atas 80 serta merta dianggap sudah darah tinggi (hipertensi). Tak soal kapan diukur, bagaimana mengukurnya, dan dalam kondisi apa orang diukur. Kita tahu tekanan darah berfluktuasi dari waktu ke waktu, bahkan dari jam ke jam. Emosi, kondisi bergiat, efek hormonal dan faktor stres ikut mempengaruhi tekanan darah. Vonis bahwa seseorang hipertensi tidak dihasilkan oleh keputusan selewat sambil lalu. Sekali seseorang divonis hipertensi, mungkin harus berurusan dengan terus minum obat. Sikap seperti itu tidaklah bijak. Karena bila keputusan itu ternyata tidak tepat, orang merugi karena harus minum obat untuk sesuatu yang belum perlu. Baca juga : Obat Hipertensi dari Jus Buah-buahan Sejatinya, tekanan darah diukur pada saat baru bangun tidur pagi hari. Belum melakukan apa-apa, misal belum mengomel pada pembantu, belum merasa jengkel, dan belum juga bergiat fisik, di saat itulah tekanan darah langsung diukur. Tekanan darah saat itu mencerminkan kondisi semurninya tekanan darah. Tentu akan menjadi berbeda hasilnya bila diukur sudah melakukan aktivitas. Seseorang baru dipastikan hipertensi bila diukur tiga kali berturut-turut selang waktu beberapa hari dengan alat yang sama memberikan hasil yang sama-sama lebih tinggi dari normal. Hanya dari pemeriksaan tensi satu kali saja, dan hanya karena melihat lebih tinggi dari 120/80 mmHg, lalu langsung memastikan kalau itu hipertensi, bisa jadi belum tentu diagnosis yang betul. Optimalnya tekanan darah itu kurang atau sama dengan 120/80 mmHg. Menurut WHO International Society of Hypertension, tensi 130/85 mmHg masih tergolong normal dan 139/89 mmHg tergolong normal atas (high normal). Seseorang baru dikategorikan hipertensi (ringan) setelah tensinya 140/90 mmHg. Tentu dengan catatan, pengukuran dilakukan dengan kondisi seperti sudah disebut di atas dan alat tensimeternya sudah ditera normal. Baca juga : Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi Jadi kalau kondisi pengukuran tidak menghasilkan nilai tensi yang sesungguhnya dan tensinya belum berkategori hipertensi, tak bijak kalau terlalu cepat langsung diintervensi dengan obat. Mengapa? Bila tensi ternyata bukan yang sesungguhnya langsung diberi obat, bisa jadi tensi darah malah jadi anjlok. Kita tahu, tubuh punya mekanisme otoregulasi tekanan darah. Waspadai bila tak ada riwayat darah tidak pernah tinggi mendadak jadi tinggi. Perlu lebih kritis untuk bertanya ulang kalau dokter masih memberi resep, apa obat memang sudah diperlukan. Bila suatu saat tensi meninggi, ada sistem tubuh yang mengatur untuk menurunkannya. Sebaliknya, kalau tensi menurun, tubuh akan menaikkannya. Biarkan dulu mekanisme itu berjalan tanpa perlu diintervensi dengan obat. Kelewat cepat memberi obat, berarti mengacaukan mekanisme otomatisasi tubuh melakukan keseimbangan tekanan darah (homeostasis). Bisa jadi, malah bisa anjlok akibatnya. Kejadian anjloknya tensi darah akibat kelewat cepat atau mungkin kelewat tinggi pemberian dosis obat darah tinggi, bukan peristiwa yang jarang. Acap oleh ulah pasien sendiri yang memutuskan minum obat begitu merasa tekanan darah yang diukurnya sendiri di rumah meningkat, bisa-bisa fatal akibatnya. Baca juga : Tak Semua Obat Medis Cocok Untuk Hipertensi Tekanan darah yang mendadak anjlok buruk akibatnya pada otak dan jantung, selain ginjal. Pasokan darah ke organ-organ tubuh penting itu mendadak berkurang. Kita tahu otak paling rentan terhadap kekurangan pasokan oksigen yang dibawa oleh darah. Kasus stroke berisiko terjadi kalau tensi darah mendadak anjlok. Stroke bisa terjadi lantaran tensi darah kelewat tinggi, bisa juga bila kelewat rendah.
23-10-2014 23:49
Pembicaraan sekitar awet muda terasa bakal senantiasa ramai dimana berbagai wanita tengah berkumpul. Terlebih bila diantara anggota peer grup itu, ada satu atau dua orang yang tampak awet muda dibanding rekan-rekan seusianya. Manusia itu tak terlepas dari proses penuaan. Ada dua pemicu kenapa penuaan pada kulit dapat berlangsung yakni penuaan dari dalam serta penuaan dari luar. Penuaan dari dalam ialah penuaan kulit yang sesuai sama berjalannya saat atau umur. Sedang penuaan dari luar ialah penuaan yang bisa tampak di daerah yang kerap terpapar oleh sinar matahari, umpamanya daerah muka, leher serta lengan bawah. Baca juga : 5 Cara Dapatkan Jantung Sehat Untuk penuaan dari luar, dampak terbesarnya dari paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari jadi pemicu paling utama penuaan kulit, aekitar 60-80 %. Kerap terpapar sinar matahari segera bakal bikin seorang cepat keriput lantaran ada perusakan yang lebih cepat pada susunan penunjang kulit, yakni kolagen serta elastin. Kolagen rusak lantaran terdegradasi hingga susunan kulitnya tak bagus lagi. Sesaat elastin bila terserang sinar matahari bakal menebal hingga komponen kulit jadi tak elastic lagi hingga tampak kendur serta muncul kerutan. Kecuali itu, kerap terpapar sinar matahari mengakibatkan munculnya vlek hitam. Sinyal Penuaan. Umumnya penuaan mulai terlihat tampak pada umur 30 tahunan. Pada umur itu pemebentukan jaringan elastin serta kolagen mulai tak seimbang. Tetapi, sesungguhnya sinyal tanda penuaan tak cuma dihadapi oleh mereka yang berumur diatas kepala tiga. Mereka yang berumur 20 tahunan juga rawan alami penuaan awal bila tak lakukan perawatan serta lakukan pola hidup tak benar. Bila kulit tak dirawat, jadi kulit bakal tampak cepat tua walau umur masih tetap muda. Pasalnya, tiap-tiap 28 hari sekali, beberapa sel kulit alami pergantian atau peremajaan diri. Beberapa sel kulit yang awal mulanya berupa bulat bakal naik ke permukaan serta beralih bentuk jadi gepeng, saat sebelum pada akhirnya mati serta jadi sisi dari susunan kulit ari. Baca juga : Lindungi Kulit Dari Pengaruh Buruknya Cuaca Dengan 6 Cara Ini Dengan cara umum, tersebut sinyal tanda penuaan kulit yang kerap dihadapi : 1. Kulit kering. Kulit kering berlangsung disebabkan menyusutnya jumlah, manfaat serta kegiatan kelenjar keringat. 2. Kulit lebih kasar serta bersisik. Kulit jadi kasar serta bersisik lantaran susunan minyak yang ada di kulit jadi menyusut dari mulanya. 3. Kulit berkerut. Munculnya kerutan ini berlangsung lantaran menyusutnya serat kolagen dalam kulit, dan menyusutnya jaringan lemak di susunan bawah kulit. Biasanya kerutan muncul pada daerah ekspresi seperti daerah pojok bibir, pojok mata serta dahi. 4. Munculnya bercak-bercak pigmen yang tak rata pada ruang kulit. Pemicunya lantaran terjadinya pengurangan jumlah sel pembuat pigmen (melanosit) yang menyebabkan manfaat sel itu alami penurunan, hingga berlangsung penumpukan pigmen melanin yang tak teratur di susunan kulit. Sinyal tanda ini bakal makin kentara demikian umur diatas 40 th., kulit makin kendur serta berkerut. Makin tua, sinyal tanda penuaan makin terlihat, seperti kerutan halus, keriput, kulit kusam serta hiperpigmentasi (vlek) yang tak dapat dihindari.
30-05-2014 02:04
Penyakit Legionnaires ialah sebuah peradangan paru-paru yang terjadi dikarenakan oleh kuman dari rumpun legionella, umumnya peristiwa legionnaires yang dilaporkan di NSW dikarenakan oleh legionella pneumophila. Di NSW setiap tahunnya ada kira-kira 70 peristiwa legionnaires yang dilaporkan, legionella pneumophila umumnya ditemukan didalam sumber air, sedang kuman lain serumpun yakni legionella longbeachae biasanya ditemukan didalam tanah serta ramuan tanah pot. Di Indonesia penyakit ini lebih dikenal dengan nama penyakit paru-paru basah. Penyakit paru-pau basah umumnya mengakibatkan demam, gerah serta batuk yang kadang kering atau berdahak. Ada orang yang menderita yang memperoleh nyeri otot, sakit kepala, raih, kurang nafsu makan serta menceret. Orang dapat jadi sangat sakit lantaran radang paru-paru umumnya dapat pulih, namun ada kalanya merenggut nyawa. Baca juga : Obat Kanker Hati dari Tanaman Herbal Penyakit paru-pau basah paling kerap menimpa manusia 1/2 usia ke atas, terlebih yang merokok atau menanggung derita penyakit paru-paru menahun. Begitu pula beberapa orang yang system ketahanannya (imunitas) tertekan oleh obat atau penyakit seperti kanker, kegagalan ginjal, kencing manis atau AIDS. Obat paru-paru basah Ultra Mangosteen ialah minuman tradisional alami dengan komposisi herbal yang datang dari alam yang di proses dengan tekhnologi yang paling depan serta terjaga keaslian ekstrak manggis serta daun sirsak tiada menyingkirkan sedikitpun kandungan alami yang ada pada manggis serta daun sirsak. Daun sirsak pada obat paru-paru basah mempunyai kandungan zat antikanker yang sudah dapat dibuktikan 10 ribu kali lebih efisien dalam melawan kanker dibanding kemoterapi dan dapat menyingkirkan tonjolan, tumor, mioma, kista serta mengobati luka terhitung luka diabetes serta luka pada organ dalam tubuh. Baca juga : 5 Langkah Cepat Dalam Merubah Tubuh Anda Menjadi Sexy Kulit manggis pada obat paru-paru basah mempunyai kandungan zat xanthone yang disebut super antioksidan tinggi untuk mengobati beragam infeksi pada organ dalam tubuh serta mengobati beragam tipe penyakit yang dikarenakan oleh mikroorganisme beresiko (jamur, bakteri, virus, protozoa, parasit) seperti penyakit paru paru basah, tbc, amandel, peradangan, wasir, melakukan perbaikan rusaknya organ dalam tubuh, dan dapat turunkan kandungan asam urat berlebihan, kolesterol tinggi, serta desakan darah tinggi. Kandungan bunga rosella hitam yang ada pada obat legionnaires bermanfaat untuk menetralisir keasaman hingga baik untuk kesehatan lambung serta madu murni semacam bahan pengawet alaminya Kandungan vitamin dalam obat paru-paru basah Ultra Mangosteen salah satunya B1, B2 serta C, dan Kalsium, sodium, serta zat besi. Manggis mempunyai kandungan gartanin, epictechin, flavonoid, garsinon, spingomyolinase, mangostin, dan tentu saja xanthone. Selain itu, kulit manggis pun mampu membunuh penyakit dan memperbaiki sel yang telah rusak serta melindungi sel-sel di dalam tubuh karena di dalam kulit manggis terkandung xanthone yang tinggi, yakni 234,97 mg/ml.