Waktu Posting : 05-06-2014 12:02 | Dibaca : 2523x
07-08-2017 23:29
Kenali Ciri-Ciri Orang yang Terkena Diabetes - Di era modern yang semakin berkembang pesat ini banyak sekali bermunculan berbagai macam penyakit baru yang berbahaya bahkan mematikan. Daya tahan tubuh manusia zaman sekarang pun berbeda dengan manusia zaman dahulu. Saat ini tubuh sangat mudah terserang penyakit. Mengapa orang tua zaman dulu jarang sakit, kondisi tubuhnya lebih sehat dan kuat serta lebih panjang umur? Pertanyaan itu sebenarnya mudah untuk di jawab. Aktifitas, pola makan dan pola hidup kita juga sebenarnya sudah sangat berbeda dengan orang tua zaman dulu. Kita lebih sering berdiam diri sibuk dengan gadget sementara mereka jarang mau berdiam diri dalam waktu yang lama. Kita lebih sering mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet maupun makanan lainnya yang tidak memiliki nutrisi sedangkan mereka lebih sering mengkonsumsi sayuran maupun buah yang ditanam sendiri. Banyak sekali kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh manusia saat ini, terlebih dengan semakin canggihnya teknologi yang membuat kita malas bergerak. Kebiasaan buruk tersebut tidak diimbangi dengan olah raga dan alhasil timbulah berbagai macam penyakit berbahaya yang salah satunya yaitu penyakit diabetes. Penyakit diabetes atau kencing manis dalam tubuh biasanya dipicu karena gula atau karbohidrat yang masuk dalam tubuh tidak dapat dibakar dengan baik sehingga terjadi penumpukan dalam tubuh yang menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat. Diabetes juga disebabkan karena gula atau karbohidrat yang masuk dalam tubuh lebih banyak dari pada yang dibutuhkan oleh tubuh serta tidak diimbangi dengan proses pengeluaran yang benar. Penyakit diabetes harus segera ditangani dan memerlukan pengobatan khusus untuk proses penyembuhannya. Sudah banyak obat diabetes yang mengkalim mampu menyembuhkan penyakit ini. Bagi penderitanya dapat memilih rangkaian jenis pengobatan baik dengan obat herbal, obat kimia, maupun obat alami seperti buah mengkudu untuk menyembuhkan penyakit diabetes. Ada beberapa ciri orang terserang penyakit diabetes, antara lain : 1. Sering Buang Air Kecil . Biasanya pada malam hari penderita diabetes sering terbangun untuk buang air kecil. Hal itu terjadi karena tubuh bereaksi terhadap kadar gula berlebih sehingga dikeluarkan lewat air seni. 2. Mudah Merasa Lapar . Sistem metabolisme pada penderita diabetes akan terhambat sehingga tubuh tidak mudah merasa kenyang. Hal ini terjadi karena adanya penumpukan racun pada tubuh. 3. Terjadi Gangguan Pengelihatan. Gula darah berlebih dapat menyerang saraf pada mata bahkan dapat menimbulkan kebutaan.Gangguan mata akibat diabetes ini merupakan gangguan semacam glukoma. 4. Terus Merasa Haus. Tubuh akan kekurangan cairan akibat terus menerus dikeluarkan melalui buang air kecil sehingga akan selalu merasa haus. 5. Berat Badan Menurun. Semakin tinggi gula darah maka berat badan akan semakin menurun. Hal ini terjadi karena gula yang menumpuk akan bersifat racun dan menghambat penyerapan nutrisi makanan. 6. Selalu Lemas. Sistem metabolisme pada penderita diabetes akan terganggu sehingga pembakaran kalori untuk menghasilkan tenaga pun tidak maksimal. Hal inilah yang membuat tubuh akan selalu merasa lemas.
03-11-2025 22:55
Sampah masih menjadi salah satu persoalan terbesar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di banyak daerah, termasuk di Kabupaten Jember. Volume sampah yang terus meningkat setiap hari menimbulkan tantangan besar, mulai dari penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pencemaran lingkungan, hingga dampak kesehatan bagi masyarakat. Menyadari hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember berkomitmen kuat untuk menuntaskan permasalahan tersebut melalui Gerakan Jember Bebas Sampah 2025, sebuah program besar yang menargetkan terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.Menuju Jember yang Bersih dan HijauGerakan Jember Bebas Sampah 2025 lahir sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan. Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan sampah, tetapi juga menekankan perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.Dinas Lingkungan Hidup Jember menyadari bahwa solusi jangka panjang untuk persoalan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pengumpulan dan pembuangan, tetapi harus dimulai dari pengurangan sampah dari sumbernya. Oleh karena itu, konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) menjadi dasar utama gerakan ini. Masyarakat diajak untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan kembali barang bekas, serta mendaur ulang sampah agar tidak berakhir di TPA.Kepala DLH Jember menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar kampanye, melainkan langkah strategis yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kami ingin membangun budaya baru, di mana setiap orang sadar bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, Jember bisa benar-benar bebas dari sampah pada tahun 2025, ujarnya dalam sebuah kegiatan sosialisasi program.Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis MasyarakatSebagai langkah konkret, DLH Jember memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satu program andalan adalah pembentukan bank sampah di setiap kecamatan dan desa. Melalui bank sampah, masyarakat dapat memilah sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam untuk dijual atau ditukar dengan kebutuhan pokok. Sistem ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.Selain itu, DLH juga mendorong masyarakat untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Dengan pelatihan dan pendampingan teknis, warga diajak memanfaatkan sisa makanan dan dedaunan menjadi pupuk alami yang dapat digunakan untuk pertanian dan penghijauan. Program ini terbukti efektif, terutama di wilayah pedesaan, karena mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPA.Untuk mendukung program ini, DLH Jember juga meluncurkan aplikasi digital pemantauan sampah, yang memudahkan koordinasi antara petugas kebersihan dan masyarakat. Melalui sistem ini, warga dapat melaporkan titik-titik penumpukan sampah, mengatur jadwal pengangkutan, serta memperoleh informasi terkait kegiatan lingkungan di daerah mereka.Kolaborasi dan Edukasi LingkunganKunci keberhasilan Gerakan Jember Bebas Sampah 2025 terletak pada kolaborasi lintas sektor. DLH menggandeng sekolah, komunitas pemuda, organisasi masyarakat, hingga pelaku usaha dalam berbagai program kebersihan dan edukasi lingkungan.Melalui kegiatan seperti Gerakan Jumat Bersih, Lomba Kampung Hijau, dan Edukasi Lingkungan di Sekolah, DLH terus menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam. Siswa dan pemuda didorong menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat peduli lingkungan di sekitarnya. Di sisi lain, sektor swasta juga dilibatkan dalam upaya pengelolaan limbah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terutama dalam penyediaan fasilitas kebersihan dan kegiatan penghijauan.Gerakan ini juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan. DLH rutin melakukan sosialisasi tentang cara memilah sampah, pengurangan plastik, serta dampak negatif pencemaran terhadap kesehatan dan ekosistem. Dengan pendekatan yang intensif dan partisipatif, masyarakat diharapkan tidak hanya sadar, tetapi juga terbiasa menjaga kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup.Harapan Menuju 2025Kini, hasil dari berbagai upaya tersebut mulai terlihat. Beberapa desa dan kelurahan di Jember berhasil menurunkan volume sampah hingga 30% setelah menerapkan sistem pengelolaan mandiri. Jumlah bank sampah meningkat pesat, dan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah semakin tinggi. Lingkungan yang dulunya kumuh mulai berubah menjadi bersih dan asri.Meski masih banyak tantangan yang harus dihadapi seperti keterbatasan fasilitas, perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya disiplin, serta perubahan iklim yang berdampak pada kebersihan lingkungan, DLH Jember tetap optimistis target Jember Bebas Sampah 2025 dapat tercapai.Dengan kerja keras, inovasi, dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, cita-cita untuk mewujudkan Jember yang hijau, bersih, dan sehat bukanlah mimpi. Gerakan ini bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama untuk menjaga bumi dari Jember demi masa depan yang lebih lestari dan generasi yang mencintai lingkungan.
03-05-2014 14:19
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar. Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes. Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.