DragonNoni Sebagai Obat Herbal Penurun Kolesterol

Additional Image

Waktu Posting : 22-03-2015 23:30 | Dibaca : 2599x

Obat herbal penurun kolesterol yang sudah terbukti memiliki banyak efek positif untuk tubuh adalah dragon noni. Suplemen kesehatan yang satu ini terjamin aman dikonsumsi dalam jangka panjang oleh berbagai kalangan usia orang dewasa. Ketika anda mengkonsumsi sirup dragon noni secara teratur sebagai obat herbal penurun kolesterol, anda akan dapat merasakan manfaatnya secara signifikan setidaknya 2 minggu setelah mengkonsumsinya. Ada berbagai alasan mengapa dragon noni diklaim dan dipercaya sebagai obat herbal penurun kolesterol yang aman tanpa efek berbahaya bagi tubuh anda.

Baca juga : Khasiat Jus Mengkudu untuk Mengobati Berbagai Jenis Penyakit  

Tidak berbahaya bagi saluran pencernaan

Ketika anda mengkonsumsi dragon noni sebagai obat herbal penurun kolesterol di minggu pertama pengobatan, anda tidak akan mengalami permasalahan sampingan terkait dengan sistem pencernaan anda seperti gangguan maag, diare, peradangan usus atau semacamnya. Kandungan mineral, antioksidan, vitamin, glikosida, terpenoid dan berbagai senyawa lainnya justru akan semakin menguatkan sel-sel otot saluran pencernaan anda. Sehingga zat-zat makanan yang terdapat dalam makanan yang anda konsumsi akan terserap 2 kali lebih cepat dan menjalankan fungsinya terkait dengan metabolisme tubuh tanpa gangguan.

Baca juga : Berbagai Gejala Diabetes Melitus Tipe 2  

Tidak berbahaya bagi jantung

Ketika anda mengkonsumsi dragon noni sebagai obat herbal penurun kolesterol, suplemen ini tidak akan mengakibatkan efek samping yang berbahaya pada jantung. Dengan mengkonsumsi setidaknya 2 sloki sekali minum, anda dapat membantu memperkuat kondisi otot jantung anda. Kandungan eugenol, nitrit oksida, scopoletin dan damnachantal dalam dragon noni akan membantu jantung anda memompa oksigen ke seluruh tubuh terutama ke otak menjadi dua kali lipat lebih baik. Ritme jantung juga akan disesuaikan dengan aktivitas yang anda lakukan ketika anda mengkonsumsi suplemen ini, sehingga anda akan terhindar dari gejala penyakit hipertensi ataupun stroke. Masih ada beberapa organ yang akan ditolong kinerjanya ketika anda mengkonsumsi dragon noni ini seperti pankreas, hati, ginjal, dan lambung. Jika anda ingin memelihara kesehatan organ tubuh anda maka segeralah mengalihkan pola hidup anda ke pola hidup sehat dibantu dengan konsumsi dragon noni yang dapat anda pesan di www.obatherbal.id. Semoga informasi diatas menambah pengetahuan anda tentang obat herbal penurun kolesterol.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Yuk Mengenal Hepatitis A

12-06-2014 21:14

Sudah barang tentu Anda kerap mendengar tentang penyakit ini bukan? Penyakit yang di mana dikarenakan oleh virus yang bisa menginfeksi organ hati. Virus hepatitis A merupakan satu diantara dari beberapa tipe virus hepatitis yang bisa mengakibatkan peradangan yang lalu memberi pengaruh pada kapabilitas hati penderitanya untuk berperan dengan normal. Orang dengan hepatitis A mempunyai tanda-tanda yang beragam. Biasanya pasien penyakit ini bakal rasakan beberapa gejala seperti terasa tak sehat, hilang nafsu makan, gampang capek, nyeri pada perut serta terasa tak nyaman pada area seputar hati mendekati tulang rusuk sisi bawah, urin berwarna gelap, jadi nyeri pada pada sendi serta otot, demam, kulit serta mata menguning, timbul mual serta muntah.   Baca juga : Mengenal Yoga dan Manfaatnya untuk Kesehatan Penyakit hepatitis A bisa menyerang siapapun serta tak melihat umur dan jenis kelamin. Kejadian hepatitis A juga kerap ditemukan pada bayi, anak-anak, orang dewasa serta orang tua. Penyakit ini bisa menyebar dari satu orang ke orang yang lain lewat makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh virus Hepatitis A. Lain juga dengan virus Hepatitis B serta C, penyakit ini dapat juga menyebar lewat jalinan seksual atau lewat kontak dengan darah seperti sama-sama sharing dalam pemakaian jarum, atau waktu melahirkan. Ini nyaris tak sempat berlangsung pada perkara Hepatitis A. Apabila Anda merasakan beberapa gejala seperti di atas, biasanya dokter bakal meminta Anda untuk melakukan tes darah. Tes darah ini bermanfaat untuk mengendalikan fungsi hati serta memperhatikan apakah badan Anda mempunyai antibody pada virus hepatitis A didalam darah. Ada dua tipe antibody yakni IgM, yang berperan untuk memberikan apakah waktu ini Anda tengah terinfeksi penyakit ini atau tak serta IgG, antibodi ini bakal memberikan apakah Anda sempat terinfeksi pada awalnya ataukah tidak.   Baca juga : Cara Tepat Merawat Gigi Berkawat Kecuali tes fisik oleh dokter, untuk meyakinkan diagnosa biasanya pasien juga disarankan untuk melakukan rangkaian prosedur kontrol Liver Fuction Test, seperti AST atau SGPT, Bilirubin, serta IgM anti HAV. Untuk penyembuhan penyakit ini, biasanya dokter cuma fokus pada beberapa cara untuk menangani tanda-tanda yang timbul biasanya, seperti : • Memperbanyak istirahat Umumnya pasien hepatitis A kerapkali terasa capek serta terasa tenaganya menyusut untuk melaksanakan pekerjaan keseharian mereka. Perbanyak istirahat lantaran Anda barangkali saja terasa capek serta sakit sepanjang sebagian waktu. • Dapatkan langkah menangani mual Mual bisa bikin Anda susah untuk makan. Dapatkan langkah untuk bikin makanan lebih menarik. Makan makanan kecil seharian seringkali dengan porsi lebih kecil di banding tiga kali makan besar. Bila Anda alami kesusahan makan kalori yang cukup, jauhi makanan rendah kalori serta menentukan makanan berkalori tinggi. Umpamanya, minum juice buah atau susu, serta bukan hanya air. • Biarlah hati beristirahat Liver Anda barangkali alami penurunan fungsi kerjanya dalam metabolisme obat serta alkohol bisa memperberat hal itu. Senantiasa tanyakan obat-obatan dengan dokter Anda, lantaran barangkali saja dokter merekomendasikan menghentikan atau merubah beberapa obat Anda. Hentikan minum alkohol waktu Anda alami sinyal tanda atau tanda-tanda hepatitis A.

Featured Image
Cara Cek Kesehatan Menurut Indikator Darah Sewaktu Menstruasi

17-07-2022 21:04

Macan macam darah wanita  sejatinya tidak hanya merah terang saja namun setiap wanita bisa memiliki warna darah haid yang berbeda-beda. Hal tersebut bisa menjadi indikator kondisi kesehatan kamu. Setiap menstruasi, kamu mungkin akan melihat darah berwarna merah tua, merah terang, cokelat tua, hingga orange. Sebagian besar warna darah haid itu memang bisa dibilang normal. Tapi, warna lain bisa saja menjadi “alarm” agar kamu memeriksakan diri ke dokter. Menurut American Academy of Obstetricians and Gynecologists, darah menstruasi dapat digunakan sebagai tanda kesehatan yang vital.  Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui arti dari tiap warna darah haid. Berikut macam-macam warna darah haid yang bisa kamu temukan. Merah Tua Ketika kamu terbangun pada pagi hari dan melihat darah menstruasi berwarna merah gelap, jangan khawatir. Hal ini terjadi karena darah tersebut tersimpan cukup lama di uterus, sehingga teroksidasi. Hal tersebut tidaklah berbahaya. Selain itu, warna merah gelap juga dapat menjadi tanda bahwa menstruasi kamu di bulan itu akan selesai. Hal ini seiring dengan berkurangnya jumlah darah yang keluar.   Merah Terang   Warna merah terang dalam darah menstruasi umumnya terjadi pada hari-hari awal. Artinya, darah tersebut masih segar dan mengalir dengan cepat. Warna merah terang ini dapat bertahan selama periode menstruasi atau dapat berubah warna menjadi lebih gelap ketika menstruasi akan selesai. Hal tersebut diiringi jumlah darah yang semakin berkurang. Akan tetapi, warna merah terang juga dapat menjadi tanda adanya infeksi tertentu, seperti klamidia atau gonore. Kedua jenis infeksi tersebut dapat menyebabkan perdarahan di tengah siklus menstruasi. Misalnya saja, flek atau perdarahan di luar jadwal haid kamu.   Merah Muda   Penyebab warna haid berubah menjadi warna merah muda salah satunya akibat siklus haid lebih singkat atau jumlah darah lebih sedikit. Rendahnya tingkat hormon estrogen dalam tubuh juga dapat menyebabkan warna darah menjadi merah muda. Selain itu, faktor-faktor seperti stres dan perubahan fisik yang drastis juga dapat membuat warna darah menstruasi menjadi merah muda.   Orange   Jika darah menstruasi berwarna jingga, tak perlu khawatir. Hal ini terjadi karena percampuran darah menstruasi warna merah dengan cairan jernih di mulut rahim. Warna orange bisa terjadi di awal menstruasi. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa warna ini menjadi tanda adanya infeksi menular seksual di daerah vagina atau mulut rahim.   Cokelat Tua   Biasanya, warna darah menstruasi cokelat tua menandakan bahwa menstruasi akan segera dimulai atau segera berakhir. Darah bercampur dengan cairan lendir vagina, sehingga berwarna coklat tua. Oleh karena itu, kamu tidak perlu panik ketika mengalaminya. Warna darah haid coklat tua juga bisa menandakan awal kehamilan atau disebut perdarahan implantasi. Darah cokelat tua ini bisa keluar lebih awal dari jadwal haid atau di sekitar jadwal haid.   Hitam   Walaupun mungkin tampak agak mengerikan, darah haid berwarna hitam umumnya menandakan darah butuh waktu lama untuk keluar. Darah yang tersimpan dalam rahim akan mengalami oksidasi, sehingga perlahan-lahan berubah warna dari merah menjadi merah tua, kecokelatan, kemudian hitam. Akan tetapi, waspadalah jika darah berwarna hitam disertai keluhan, seperti bau busuk, demam, kesulitan BAK, gatal, atau bengkak pada area sekitar vagina. Bisa jadi, hal tersebut menandakan adanya sumbatan pada saluran reproduksi tersebut.   Abu-abu   Warna abu-abu pada darah menstruasi merupakan warna yang harus kamu waspadai. Warna tersebut rupanya dapat menjadi pertanda adanya infeksi, seperti vaginosis baktrealis.  Apalagi kalau warna darah menstruasi itu muncul bersamaan dengan gejala tertentu, misalnya demam, gatal, serta bau amis pada cairan vagina. Sebaiknya, kamu langsung memeriksakan kesehatan ke dokter untuk mengetahui dan menanggulangi risiko infeksi. Selain warna darah haid, banyak karakteristik lain yang bisa dijadikan patokan untuk mengecek kesehatan wanita, seperti frekuensi, durasi, volume darah, dan gumpalan yang terbentuk saat haid.  Setiap wanita harus mengetahui bagaimana warna darah haid yang normal dan mana yang berbahaya. Jika menemukan ada yang berbeda, kamu bisa langsung mencari tahu penyebabnya dengan memeriksakan diri ke dokter ahli.

Featured Image
Pencegahan dan Pengobatan HIV/AIDS

28-04-2014 21:50

Pencegahan dan Pengobatan HIV/AIDS  - Respon internasional terhadap penyakit HIV/AIDS ini cukup besar yang dibuktikan dengan program penurunan penyakit seksual ini dalam bentuk program kesehatan WHO yaitu MDG’S 2015 (Millenium Development Government’s 2015). Program ini secara langsung ditujukan untuk mengurangi kesakitan serta kematian akibat penyakit HIV/AIDS. Selain itu, juga diberikan pengarahan terhadap orang – orang disekitar penderita untuk tidak menjauhi serta mengucilkan penderita penyakit HIV/AIDS karena penyakit ini tidak mampu menular hanya dengan sentuhan fisik biasa. Pengarahan yang dilakukan ini tentunya menjadi poin penting para petugas kesehatan untuk mampu memberitahukan kepada masyarakat tentang penyebab penyakit HIV/AIDS, cara penularan penyakit HIV/AIDS, pencegahan penyakit HIV/AIDS serta melakukan pengobatan penyakit HIV/AIDS. Selengkapnya mengenai penyakit HIV/AIDS ini mungkin dapat anda lihat dalam ulasan berikut ini, yaitu : Baca juga : Rahasia Sembuhkan Marasmus Anak   Apa itu penyakit HIV/AIDS?        Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit yang terjadi akibat hubungan seksual yang tidak sehat. HIV merupakan jenis virus yang menyebabkan penyakit seksual satu ini. Sedangkan untuk penyakit yang diderita oleh kalangan ODHA( orang dengan HIV/AIDS) ini dinamakan dengan AIDS ( Acquired Immune deficiency Syndrome).  Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa HIV merupakan jenis virusnya sedangkan penyakit seksual ini dinamakan dengan AIDS. Mungkin kedua pengertian ini banyak disalah artikan oleh masyarakat sehingga dengan artikel ini anda dapat memahami dengan mudah mengenai kedua kata ini yang sebenarnya memiliki definisi yang berbeda. Apa penyebab penyakit seksual ini? Penyakit seksual yang mematikan serta tidak dapat disembuhkan ini disebabkan oleh beberapa perilaku yang tidak sehat. Diantara beberapa perilaku yang tidak sehat ini diantaranya yaitu sebagai berikut ini : 1.      Melakukan hubungan seksual yang berganti – ganti pasangan tanpa menggunakan alat pengaman seperti kondom. 2.      Melakukan hubungan seksual yang menyimpang melalui oral maupun anus. 3.      Melakukan injeksi jarum suntik secara bergantian. Hal ini sebenarnya banyak dialami para ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS ) yang melakukan konsumsi narkoba suntik. Oleh sebab itu, anda perlu berhati – hati terhadap penggunaan jarum suntik dengan memastikan terlebih dahulu sterilitas jarum suntik.  Bagaimana cara penularan penyakit ini? Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit yang biasa dikenal dengan penyakit menular seksual yang memiliki masa inkubasi paling lama. Masa inkubasi dalam rentang yang lama ini dikaitkan dengan sistem kerja virus yang memang menyerang sel CD4 yang berperan penting dalam ketahanan atau kekebalam tubuh individu, sehingga apabila virus ini sudah masuk dalam tubuh anda maka anda akan mudah terserang beberapa bibit penyakit lainnya. Untuk itu, anda perlu melakukan pencegahan penularan virus ini. Sebelum melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS maka anda perlu mengetahui terlebih dahulu cara penularan virus ini. HIV bisa menular melalui : Baca juga : Tips Mengatasi Asam Urat dengan Aman dan Nyaman   a.       Cairan seksual Dalam berhubungan intim sebaiknya anda tidak melakukannya dengan banyak orang karena kesehatan organ reproduksi seseorang itu tidak bisa dipastikan secara langsung.  Jika anda melakukan hubungan seksual dengan ODHA tanpa alat pengaman maka secara langsung cairan seksual tersebut menular pada anda. b.      Injeksi narkoba suntikan Cairan suntikan yang digunakan secara bergantian ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit HIV/AIDS dikarenakan HIV bisa menular melalui darah sehingga ketika anda melakukan injeksi secara langsung dan bergantian maka tentunya anda akan berisiko untuk tertular penyakit satu ini. c.       Melalui cairan darah Cairan darah ODHA merupakan perantara yang pasti menyebabkan terjadi penyakit HIV/AIDS. Untuk itu, anda yang sedang ingin melakukan transfuse darah perlu berhati – hati dalam menggunakan darah orang lain tersebut. Bagaimanakah cara pencegahan penyakit HIV/AIDS? Untuk mencegah terjadinya angka kesakitan penyakit HIV/AIDS yang meningkat maka anda perlu melakukan beberapa langkah pencegahan diantaranya yaitu 1.      Pastikan anda dan pasangan anda hanya melakukan hubungan seksual dengan satu orang saja atau tidak berganti – ganti pasangan. 2.      Melakukan hubungan seksual yang wajar dengan menghindari seksual melalui oral maupun anus. 3.      Melakukan injeksi suntikan yang steril dan tidak berganti – ganti. 4.      Mendekatkan diri kepada sang khalik untuk mempertebal iman. 5.      Melakukan transfuse darah yang memang sudah di screening dari HIV. Bagaimana cara pengobatan penyakit HIV/AIDS? 1.      Dengan melakukan VCT atau tes HIV/AIDS secara dini 2.      Melakukan konsumsi ARV untuk mengembalikan efektivitas trombosit anda 3.      Melakukan hubungan seksual yang aman dengan memakai kondom 4.      Tidak melakukan injeksi suntikan secara bergantian dengan orang lain 5.      Melakukan pengobatan serta konsultasi tentang penyakit HIV/AIDS yang teratur dengan petugas kesehatan

...