Waktu Posting : 02-07-2014 00:33 | Dibaca : 2513x
07-05-2014 05:30
Kolesterol Tinggi Membahayakan Kesehatan - Sesuatu yang baik itu sesuai takaran. Anggapan itu tentu ada benarnya. Jika takaran kurang akan merepotkan. Pun sebaliknya, jika takaran melebihi batas bisa mencelakai diri sendiri. Begitu pula dengan jumlah kolesterol dalam tubuh, kolesterol yang melebihi batas normal bisa membahayakan. Kondisi dimana kadar kolesterol meningkat dinamai hiperkolesterolemia. Kondisi ini bermula saat jumlah LDL dalam darah meningkat pesat. Jumlah LDL yang meningkat tentu membuat kinerja HDL dalam menawar kelebihan kolesterol di pembuluh darah menjadi tidak maksimal. Akibatnya, timbunan kolesterol akan membentuk plak dalam pembuluh darah. Kondisi ini dinamai atherosklerosis. Atherosklerosis bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit. Baca juga : Cara Alami dan Obat Herbal untuk Mengatasi Keputihan Penyempitan pembuluh darah dibarengi laju darah yang tersumbat sebab gumpalan kolesterol bisa menutupi sebagian pembuluh darah. Aliran darah dan oksigen pun menjadi terganggu. Akibatnya timbul gejala-gejala kekurangan oksigen dalam tubuh seperti sakit kepala dan pegal. Gejala-gejala tersebut belum tentu menandai meningkatnya kadar kolesterol. Bisa jadi itu hanya sakit kepala atau pegal-pegal biasa. Untuk itu, jika suatu saat tiba-tiba Anda merasa pusing, segera periksakan ke dokter. Jangan biarkan gumpalan kolesterol tertimbun lama dalam pembuluh darah sebab bisa menyebabkan Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke. Dua penyakit berbahaya yang rentan menyebabkan kematian. Kolesterol memang telah dicap negatif karena beragam akibat negatif yang ditimbulkannya. Namun demikian, tak selamanya kolesterol berefek negatif bagi tubuh. Dalam menjalankan fungsinya kolesterol juga memiliki fungsi yang dibutuhkan tubuh diantaranya membantu proses pembentukan empedu, membantu produksi vitamin D, membantu melapisi sistem saraf tubuh, dll. Baca juga : Beberapa Pilihan Obat Herbal Mata Minus Setelah mengetahui bahaya yang ditimbulkan, ada baiknya mengenal faktor risiko apa saja yang menyebabkan kolesterol tinggi. Lantas, apa sajakah itu? Simaklah penjelasan berikut. Keturunan. Seseorang terkena kolesterol tinggi bisa disebabkan karena adanya faktor keturunan. Anda juga bisa terkena kolesterol tinggi jika memiliki riwayat keluarga terkena hal yang sama. Mengkonsumsi makanan berlemak tinggi secara berlebihan. Faktor makanan, tak bisa dielakkan lagi, merupakan salah satu faktor penyebab naiknya kolesterol yang cukup berpengaruh. Sebagian besar lemak kadar tinggi berasal dari makanan. Misalnya saja otak babi dan otak sapi, jeroan sapi dan jeroan santan, dan sebagainya. Untuk itu, waspadalah terhadap jenis makanan ini. Kegemukan (obesitas). Jumlah lemak yang terlalu banyak rentan menyebabkan pelbagai penyakit, termasuk kolesterol tinggi. Sekali lagi, waspadalah bagi yang memiliki tubuh gemuk. Kadar gula tinggi. Kolesterol tinggi bisa juga disebabkan kadar gula tinggi (diabetes). Bagi penderita diabetes melitus (kencing manis), tak jarang juga memiliki kadar kolesterol tinggi, bahkan bisa terkena serangan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Umur. Dengan bertambahnya umur, makin tinggi pula risiko terkena penyakit, termasuk kolesterol tinggi. Namun, tidak hanya orang tua saja yang perlu waspada. Apalagi saat ini telah terjadi pergeseran, orang muda juga bisa terkena kolesterol tinggi. Ini bisa disebabkan gaya hidup tak sehat seperti merokok dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. Merokok. Sebatang rokok mengandung zat-zat yang bisa mengakibatkan bertambahnya plak-plak lemak dalam pembuluh darah. Dengan demikian, peluang meningkatnya kadar kolesterol tinggi sebesar lima kali dialami oleh perokok. Kurang aktivitas fisik. Aktivitas gerak yang kurang bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Pada saat bergerak, kalori dan lemak dalam tubuh ikut terbakar. Itu artinya, jika aktivitas gerak kurang, kalori dan lemak hanya akan menumpuk dan mengganggu pembuluh darah.
06-07-2024 17:04
Rahim merupakan bagian dari organ reproduksi dari wanita. Fungsi utamanya sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya janin sebelum dilahirkan. Sayangnya, sel-sel kanker yang muncul pada organ ini bisa membuat seorang wanita kehilangan rahimnya. Faktor Risiko dan Penyebab Kanker Rahim Meski penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang mungkin bisa meningkatkan risiko wanita terkena penyakit ini, yaitu: Berat badan berlebih atau obesitas Berusia 50 tahun ke atas Menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun Menderita diabetes Riwayat kanker rahim di keluarga Pernah menjalani terapi radiasi pada panggul Menderita tumor ovarium atau sindromovarium polikistik Konsumsi obat hormone estrogen tanpa progesteron atau obat tertentu, seperti tamoxifen untuk mengobati kanker payudara Faktor-faktor risiko di atas tidaklah mutlak karena ada juga wanita yang masuk dalam daftar tersebut tetapi tidak menderita kanker rahim. Ada pula wanita yang terjangkit kanker rahim, tetapi tidak memiliki faktor risiko di atas. Tanda-Tanda Kanker Rahim Penting bagimu untuk mengenali tanda-tanda awal kanker rahim agar penyakit ini dapat terdeteksi sedini mungkin. Berikut ini adalah beberapa gejala yang merupakan tanda awal kanker rahim, yaitu: 1. Perdarahan abnormal Tanda awal ciri-ciri kanker rahim yang paling sering dialami oleh wanita adalah pendarahan vagina yang tidak normal atau berkepanjangan. Contohnya, pendarahan setelah menopause. di antara siklus menstruasi, dan perdarahan setelah berhubungan seks. 2. Keputihan berbau Keputihan yang normal umumnya berwarna jernih, tidak berbau, dan jumlahnya tidak berlebihan. Munculnya keputihan yang berwarna merah muda atau cokelat, mengandung darah, atau disertai bau busuk bisa menjadi pertanda adanya masalah atau gangguan pada sistem reproduksi termasuk kanker rahim. 3. Nyeri saat berhubungan seksual Tanda kanker rahim berikutnya adalah munculnya rasa sakit saat berhubungan seksual. Biasanya nyeri ini akan diikuti dengan perdarahan setelah berhubungan seksual. 4. Nyeri panggul Nyeri panggul juga bisa menjadi gejala kanker rahim. Nyeri panggul yang termasuk tanda kanker rahim biasanya disertai dengan rasa sakit pada perut bagian bawah pusar. Nyeri yang dirasakan bisa muncul terus-menerus atau dan hilang-timbul. 5. Nyeri saat buang air kecil Meski ini jarang terjadi, nyeri saat buang air kecil juga bisa menjadi tanda kanker rahim. Rasa nyeri ini bisa muncul akibat pertumbuhan sel kanker yang menekan kandung kemih dan saluran kemih. Selain gejala-gejala di atas, hal lain yang bisa menjadi tanda kanker rahim adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan secara tiba-tiba, rasa lelah yang tidak diketahui penyebabnya, nyeri punggung, hingga nyeri kaki. Jika kamu mengalami tanda kanker rahim yang dipaparkan di atas, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa tes, termasuk Pap smear untuk memastikannya. Apabila dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya pertumbuhan sel kanker pada rahim, dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan stadium kanker rahim dan kondisimu secara umum. https://pafipccibinong.org/
22-05-2014 13:55
Pernahkah Anda menemui seseorang dengan leher bagian bawah yang membesar sekepalan tangan orang dewasa atau bahkan lebih? Di Indonesia, penyakit tersebut biasa disebut dengan penyakit gondok. Apakah sebenarnya penyakit gondok dan adakah pengobatan herbal alami yang bisa menyembuhkannya secara maksimal? Berikut akan kita bahas lebih lanjut mengenai gondok. Dalam tubuh manusia ada sebuah kelenjar yang letaknya di bawah leher atau di dalam kerongkongan yang bentuknya seperti kupu-kupu jika di belah. Kelenjar ini bernama kelenjar gondok. Pada ukuran normal dan sehat kelenjar ini tidak bermasalah, tidak terasa dan tidak menimbulkan rasa sakit serta tidak membesar. Tetapi pada keadaan tertentu yang jelas tidak normal kelenjar ini bisa membesar bahkan melebihi kepalan tangan manusia dewasa. Kebanyakan mereka yang mengalami pembesaran kelenjar gondok ini karena minimnya asupan gizi yang mengandung yoduim. Yodium biasa kita dapatkan dari garam laut. Pada manusia yang sehat saja kelenjar gondok yang membesar dan dibiarkan dapat mengakibatkan pasien meninggal. Dan keadaan ini juga sering terjadi tanpa disadari oleh para ibu hamil. Mereka kekurangan yodium yang akibatnya bisa membuat bayi yang dikandung terlahir cacat mental, tuna rungu bahkan meninggal dalam kandungan. Masihkah kita akan menganggap penyakit gondok sebagai suatu penyakit yang bisa disepelekan? Tentu saja tidak. Adapun, sebelum membesar dan tampak jelas dari luar, penyakit gondok memiliki beberapa gejala diantaranya adalah berkurangnya selera makan yang diakibatnya dari terganggungnya kelenjar teroid yang ada di tenggorokan. Ketika kelenjar teroid terganggu maka yang terjadi adalah tenggorokan terasa sakit karena sulit dipakai untuk menelan makanan. Baca juga : Kiat Hidup Sehat Suhu tubuh menjadi panas tetapi hanya pada malam hari saja. Mulut terasa kaku dan sulit untuk digerakkan pada saat mengunyah makanan. Telinga terasa berbunyi seperti dengungan. Jika Anda mengalami beberapa gejala diatas cobalah periksa bagian tenggorokan atau leher Anda. Jika muncul benjolan kecil disana yang terasa saat diraba segera kedokter. Benjolan kecil itu lama kelamaan akan membesar dan itulah yang disebut dengan gondok. Penyakit gondok sangat mungkin dicegah dengan mencukupi kebutuhan yodium. Selalu gunakan garam laut murni saat memasak adalah salah satu cara termudah sehingga kelenjar teroid kita bisa bekerja dengan baik. Informasi yang juga sangat penting adalah penyakit ini tidak hanya menyerang manusia dewasa, saat ini bahkan sudah ditemukan banyak anak-anak yang juga terserang sakit gondok. Pada anak-anak, gejala yang ditunjukkan kurang lebih sama. Ini lebih disebabkan karena kelenjar teroidnya yang tidak maksimal. Segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Abaikan saja jika ada orang yang menganggap gondok akan sembuh sendiri tanpa pengobatan lebih lanjut. Disaat Anda ke dokter tentu saja akan menjalani serangkaian pemeriksaan dan pastinya akan diberikan obat untuk membantu penyembuhan. jika gondok segera ditangani maka bisa sembuh tanpa perlu operasi. Tetapi ada juga pengobatan alami yang bisa membantu penyembuhan gondok. Anda bisa mengkonsumsi ramuan herbal ini untuk mendukung kesembuhan Anda. Pengobatannya adalah dengan daun simbar menjangan yang digiling sampai halus dengan ditambahkan garam yodium juga sedikit air. Oleskan daun dan bahan yang sudah di haluskan lalu balurkan ke bagian kelenjar yang membesar sebanyak 2x setiap harinya. Ramuan herbal lainnya yang juga bisa menyembuhkan gondok adalah daun belimbing wuluh, daun tarup, beberapa suing bawang merah, dan juga sedikit cuka. Pastikan semua daun sudah Anda cuci dengan bersih lalu remas hingga keluar airnya dan campurkan dengan cuka. Air ini gunakan untuk mengompres bagian yang bengkak setiap hari. Baca juga : Asam Urat Tak Kenal Umur Ada beberapa jenis gondok yang memang cukup berbahaya. Jika keadaan gondok sudah sampai membuat bola mata Anda kelihatan sampai akan keluar maka ini sudah dalam fase yang gawat. Sebaiknya untuk pemeriksaan tidak perlu menunggu parah. Pengobatan herbal tetap bisa dilanjutkan diimbangi dengan pengobatan dokter. Anda bisa mengkonsultasikannya lebih dahulu. Selain pengobatan, jaga asupan makanan Anda. Garam beryodium memang dibutuhkan tetapi tidak serta merta dalam porsi yang berlebihan karena bisa mengganggu kinerja ginjal Anda.