Waktu Posting : 30-05-2014 02:04 | Dibaca : 2676x
21-06-2018 01:36
Pada abad 21 ini orang lebih suka makan di luar karena lebih praktis da nada banyak pilihan menu yang menarik. Indonesia sendiri sedang trend dengan bisnis kuliner yang kekinian. Misalnya saja martabak aneka topping, atau kue cubit yang memiliki banyak rasa.Semakin banyak makanan yang baru juga tidak menutup kemungkinan banyaknya racun atau kolesterol dan gula yang tinggi. Untuk itu banyak muncul penyakit dikarenakan makanan yang disantap. Apalagi terkadang penjual memakai bahan yang dilarang untuk kesehatan, sehingga membahayakan kesehatan dari pembeli. Untuk mengobati penyakit yang sudah terlanjur ada, maka penderita bisa memakai obat herbal yang memiliki efek samping lebih sedikit jika dibandingkan dengan obat biasa. Obat herbal sendiri adalah obat yang dibuat dari 100% tumbuh-tumbuhan dari alam. Obat herbal tidak memakai bahan tambahan lain seperti hewan atau zat kimia. Ada dua jenis obat herbal, yaitu tradisional dan non-tradisional. Tradisional adalah jenis obat yang sudah sering dipakai sebagai obat herbal dan sudah terkenal seperti jamu. Sementara non-tradisional adalah jenis obat yang sebelumnya belum pernah diketahui manfaatnya, akan tetapi memiliki khasiat yang cukup bagus bagi tubuh. Nah, ada beberapa tumbuhan yang sering dijadikan sebagai obat herbal. Berikut ini daftarnya: · Belimbing Siapa yang tidak tahu buah yang sangat segar dimakan ini. Ternyata buah yang memiliki nama latin Averhhoa Carambola ini memiliki cukup banyak khasiat. Misalnya saja untuk mengatasi kolesterol yang tinggi. Hal ini karena belimbing tinggi akan gizi yang bisa menjaga ketahanan tubuh. · Lidah buaya Lidah buaya atau yang biasa disebut sebagai aloe vera kini cukup populer semenjak produk kosmetik yang berasal dari Korea Selatan memakainya sebagai bahan utama untuk mencerahkan dan menjaga kelembapan kulit. Akan tetapi tidak hanya itu, lidah buaya juga bisa digunakan sebagai obat kanker. Caranya tinggal dijadikan minuman, namun harus berhati-hati karena lidah buaya mengandung getah yang cukup gatal. Itu tadi artikel mengenai beberapa tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai obat herbal.
25-09-2017 00:17
Faktor-faktor Penyebab Penyakit Jantung - Penyakit jantung dapat diderita oleh siapa saja, tidak memandang usia maupum jenis kelamin, dari anak yang masih balita hingga yang sudah lanjut usia dapat terkena penyakit yang satu ini, baik itu laki-laki maupun perempuan semuanya memiliki peluang untuk terkena penyakit jantung. tidaklah heran jika penyakit jantung menduduki peringkat teratas penyakit yang mematikan di dunia. Oleh sebab itu anda perlu menjaga kesehatan jantung yang dimulai dari diri sendiri. Penyakit jantung secara teoritis disebabkan karena tidak lancarnya aliran darah ke jantung. Hal ini membuat kerja jantung jadi terhambat. Walaupun penyakit jantung merupakan jenis penyakit yang berbahaya, namun ternyata masih banyak orang yang belum mengetahui ataupun menyadari berbagai faktor penyebab penyakit jantung itu sendiri. Secara umum, faktor penyebab penyakit jantung adalah faktor genetik dan juga gaya hidup yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok dan juga terjadinya kegemukan, namun ternyata selain faktor tersebut masih ada faktor penyebab penyakit jantung yang tersembunyi yang dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung . Dengan mengetahui faktor-faktor apa saja penyebab penyakit jantung, maka kita dapat melakukan pencegahan penyakit jantung secara dini, sehingga meminimalisir terjadinya serangan jantung. Faktor-faktor penyebab penyakit jantung adalah : 1. Faktor Keturunan Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan, terdapat data yang menunjukkan bahwa jika terdapat riwayat gangguan jantung dalam keluarga baik dari keluarga wanita atau keluarga pria, keturunan mereka lebih cenderung mempunyai masalah yang serupa yaitu penyakit jantung. 2. Faktor Penyakit Diabetes Para penderita penyakit diabetes dapat mengalami penyakit jantung akibat adanya komplikasi. Para penderita diabetes harus memperhatikan kesehatan karena dapat berdampak sebagai faktor penyebab penyakit jantung. 3. Faktor Gaya Hidup dan Kurang Olah Raga Orang-orang yang kurang olah raga memiliki resiko serangan jantung yang lebih tinggi. Melakukan olah raga secara teratur dapat meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa dan dapat menurunkan kadar kolesterol serta menurunkan tekanan darah. 4. Faktor Kegemukan atau obesitas Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidak normalan jumlah lemak dalam tubuh. Menghindari atau mengobati obesitas (kegemukan) adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes kemudian akan meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Hati-hati dengan berat badan karena dengan berat badan yang berlebihan akan mudah terkena resiko penyakit jantung. 5. Faktor Stres Kondisi stres dapat menyebabkan penyempitan arteri, kondisi dimana adanya penyempitan pada arteri yang dapat menurunkan tingkat aliran darah. Stres berat dapat menyebabkan pecahnya dinding arteri yang memicu serangan jantung. Itulah beberapa faktor penyebab penyakit jantung yang bisa dijadikan bahan referensi dan juga informasi yang bisa digunakan untuk melakukan pencegahan serangan jantung secara dini. Untuk bisa mencegah penyakit jantung, maka kita harus benar-benar memperhatikan faktor penyebab penyakit jantung tersebut.
17-06-2014 21:05
Umumnya, beberapa sel tubuh dengan cara alami direproduksi cuma saat diperlukan. Tetapi kadang-kadang beberapa sel itu selalu jadi tambah banyak tiada dapat dikontrol hingga terbentuk jaringan padat yang dimaksud juga dengan tumor, bila beberapa sel yang jadi tambah banyak ialah sel normal, itu tak beresiko. namun bila yang jadi tambah banyak ialah sel yang abnormal, tersebut yang menyebabkan timbulnya kanker. Kanker payudara umpamanya. Sesuai sama dengan namanya, kanker ini bermula di jaringan payudara serta dapat menyebar ke seputar payudara juga ke organ tubuh yang lain. Penyebaran ini dimaksud juga dengan metastasis, Tak cuma berlangsung pada wanita, kanker payudara dapat juga tentang pria. Belum di ketahui dengan pasti apa yang mengakibatkan kanker, namun beberapa aspek dapat menambah resiko seorang terkena kanker, umpamanya : 1. Usia Pada wanita, resiko seorang terkena kanker payudara meningkat waktu usianya mulai empat puluh th. serta mulai umur enam puluh th. pada pria. 2. Genetik Resiko meningkat bila ada kerabat dekat yang sempat alami kanker payudara. Baca juga : Kiat Merawat Telinga Agar Tetap Sehat 3. Pola makan yang tak sehat serta alami obesitas. 4. Merokok serta kerap konsumsi alkohol. 5. Malas olahraga. Di bawah ini beberapa gejala kanker payudara pada pria : 1. Tonjolan di payudara Sinyal awal dari penyakit kanker payudara pada pria ialah munculnya tonjolan di seputar payudara mereka, meskipun bila diraba tak menyebabkan rasa sakit, tetapi jika Anda temukan tonjolan tak lumrah ini maka baiknya Anda selekasnya memeriksakannya ke dokter 2. Puting berdarah Sinyal penyakit kanker payudara yang lain ialah keluarnya cairan berbentuk darah atau cairan berwarna putih dari puting susu, butuh Anda kenali, bahwasanya jika keluar cairan seperti ini dari puting susu, maka itu bermakna kanker payudara itu telah kronis. Baca juga : Cara Pengobatan untuk Adnexitis 3. Rasa capek serta lemah Sama sesuai penyakit kanker yang lain, gejala kanker payudara juga terhitung rasa lemah serta capek pada tubuh. Hal semacam ini dikarenakan lantaran perubahan sel kanker dapat mengganggu manfaat tubuh hingga mengakibatkan capek, lemah, serta juga dehidrasi. 4. Kehilangan berat tubuh serta nafsu makan Oleh lantaran sel kanker dapat mengganggu manfaat tubuh, maka penyerapan nutrisi didalam tubuh juga tak berjalan optimal. Anda juga bisa kehilangan nafsu makan. Mengakibatkan berat tubuh tubuh Anda juga turun. 5. Masalah manfaat tubuh Beberapa sel kanker payudara terhitung tipe sel kanker yang paling agresif menyerang tubuh, mengakibatkan manfaat tubuh Anda juga bisa terganggu serta mengakibatkan beragam jenis persoalan kesehatan yang lain. Juga bisa menyerang kesehatan prostat serta hati pada pria. Terlebih pada pria, kurangnya kewaspadaan bakal bahaya kanker payudara kerapkali bikin penyakit baru terdeteksi sesudah cukup kronis. Untuk mencegah kanker payudara, dianjurkan untuk lakukan kontrol teratur dengan memeriksa diri sendiri (self-exams). Rabalah payudara untuk tahu kemungkinan ada tonjolan, atau kerjakan kontrol dengan mammograms saat Anda masuk umur empat puluh th., terlebih bila keluarga Anda mempunyai kisah kanker payudara. Kontrol dengan 3D Sonomamogram dinilai lebih akurat serta aman lantaran tak memakai radiasi.