Waktu Posting : 08-12-2022 05:37 | Dibaca : 594x
11-06-2014 10:45
Penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah penyakit yang diam-diam membahayakan. Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah satu diantara persoalan yang datang dari pembuluh darah. Terdapatnya hipertensi, menambah resiko penyakit jantung, penyakit ginjal, stroke, serta problem yang lain. Hipertensi juga lazim dimaksud silent killer lantaran penyakit itu kadang-kadang tak menyebabkan tanda-tanda sekalipun. Yang Anda dapat kerjakan adalah dengan cara teratur memeriksakan tekanan darah Anda ke dokter atau pusat medis paling dekat. Kecuali itu Anda dapat juga melakukan diet hipertensi, yakni semakin banyak makan makanan yang kaya dengan kalium, kalsium, magnesium dan protein rendah lemak, biji-bijian, buah-buahan serta sayuran. Di bawah ini sebagian makanan yang baik untuk mengendalikan tekanan darah Anda. Baca juga : Gaya Hidup Buruk yang Berakibat Obesitas Sayuran Hijau Kembang kol, brokoli, asparagus, kacang hijau, serta sayuran hijau yang lain ialah sebagian jenis makanan yang bisa menurunkan kenaikan asam lambung Anda. Kecuali itu, sayuran hijau juga direferensikan untuk beberapa orang yang tengah melakukan diet di saat asam lambung kambuh. Buah Berry Satu diantara riset yang dinyatakan oleh The American Journal of Clinical Nutrition menyampaikan bahwasanya konsumsi jenis buah berry ini bisa, mencegah terjadinya hipertensi serta akan menolong menurunkan tekanan darah yang tinggi. Sebagian jenis berry seperti blueberry, raspberry, serta strawberry benar-benar baik untuk diet hipertensi Anda. Kentang Kentang adalah sayuran yang juga kaya dengan kandungan kalium serta magnesium, ke-2 kandungan itu benar-benar berguna dalam menurunkan tekanan darah Anda. Kecuali itu, kentang juga tinggi dengan serat yang dibutuhkan dalam diet sehat dengan cara menyeluruh. Anda dapat merasakan kentang yang dimasak lewat cara dipanggang dengan ditambahkan yogurt untuk memberikan rasa. Baca juga : Kenali Penyebab Maag Akut Umbi-Umbian Kelompok peneliti dari Queen Mary University of London temukan umbi-umbian bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Kelompok peneliti itu menyimpulkan bahwasanya nitrat yang terdapat dalam umbi-lah yang menurunkan tekanan darah pasien. Umbi-umbian yang dibakar atau dikonsumsi dalam wujud sari buah (jus) bisa jadi alternatif. Oatmeal Anda bisa memilih oatmeal semacam satu diantara menu sarapan Anda waktu asam lambung tengah meningkat. Hal itu disebabkan oatmeal bisa kurangi kenaikan asam pada lambung Anda. Pisang Pisang adalah satu diantara buah yang baik untuk memberikan potasium dalam diet hipertensi yang Anda lakoni. Kecuali bisa dikonsumsi dengan cara segera, pisang dapat juga dipadukan berbarengan sereal atau oatmeal semacam sarapan Anda.
28-08-2018 15:00
Pada masa kanak-kanak merupakan masa yang rentan terhadap penyakit. Salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak yaitu demam tinggi bahkan hingga mengalami kejang-kejang. Demam kejang kerap kali terjadi pada usia 6 bulan hingga 6 tahun apalagi jika orangtua memiliki riwayat kejang demam saat mereka masih kecil. Anak yang mengalami kejang demam akan membuat orang tua khawatir, oleh karena itu untuk mengantisipasi kejadian kejang demam pada anak lebih baik ketahui langkah yang tepat mengatasi penyakit tersebut. Kejang demam merupakan kejang yang terjadi saat bayi atau anak mengalami demam yang disebabkan bukan dari infeksi sistem saraf pusat. Kejang yang terjadi pada anak harus mendapat perhatian khusus karena kejang dapat terjadi berulang kali yang sangat membahayakan keselamatan anak. Saat anak sering mengalami kejang maka dapat merusak sel-sel otak pada anak. Ada beberapa jenis kejang demam yang perlu diketahui berdasarkan lama dan seberapa sering terjadi, antara lain : 1. Kejang demam sederhana Jenis ini merupakan kejang pada seluruh tubuh yang berlangsung kurang dari 10 menit dan tidak terjadi lagi dalam kurun waktu 24 jam. 2. Kejang demam kompleks Jenis ini merupakan kejang lokal atau tidak terjadi pada seluruh tubuh yang biasa terjadi pada area lengan dan tungkai kaki. Kejang kompleks berlangsung sekitar 10 menit dan terjadi secara berulang lebih dari 1 kali dalam kurun waktu 24 jam. Untuk memastikan apakah anak mengalami kejang demam dapat mengeceknya seperti berikut ini : Jika posisi lengan anak tertekuk pada siku maka cobalah secara perlahan untuk meluruskannya, jika lengan mudah diluruskan maka anak tidak mengalami kejang. Jika posisi lengan anak lurus maka cobalah untuk menekuknya secara perlahan, jika lengan mudah ditekuk maka anak tidak mengalami kejang. Namun jika lengan dulit untuk diluruskan atau ditekuk maka kemungkinan besar anak mengalami kejang. Cara menghadapi saat anak kejang demam : 1. Jangan panik, tenangkan diri saat anak mengalami kejang demam. 2. Jika dalam posisi tidur telentang, maka miringkan tubuh anak. 3. Jika di rumah ada obat untuk pereda kejang maka segera berikan untuk pertolongan pertama. Obat ini biasanya dimasukan melalui dubur. 4. Jangan berikan minuman apapun saat anak sedang kejang karena dapat menyebabkan cairan masuk ke paru-paru. 5. Bawalah segera ke dokter maupun tempat pelayanan kesehatan terdekat agar segera mendapat penanganan yang tepat.
03-06-2014 10:32
Mengendarai sepeda motor tanpa perlindungan seperti jaket, helm, dan masker, sama dengan berlari tanpa pakaian di udara terbuka. Dalam keadaan seperti itu, udara yang merupakan campuran debu dan bakteri akan terisap. Hal itu yang dapat mengakibatkan infeksi. Bersepeda motor sangat lekat dengan penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan karena udara campuran debu dan bakteri tadi akan masuk langsung ke paru-paru. Infeksi paling ringan yang diderita berupa flu dan pilek. Namun, jika dibiarkan, akan memperburuk infeksi. Anda akan merasa sesak. Tidur pun terpaksa miring ke kiri atau ke kanan. Itu disebabkan adanya cairan dalam rongga selaput paru. Kondisi ini berbeda dengan penyakit paru-paru basah. Jika sebelumnya juga mengidap penyakit menahun seperti brokhitis atau tuberkulosis. kondisi akan semakin buruk. Sesak kian terasa. Bisa menekan jantung atau paru-paru, tergantung dimana letak cairan itu berada. Terkadang disertai batuk. Namun, ada juga yang tidak dibarengi batuk. Baca juga : Cara Mudah dan Aman Mengendalikan Diabetes Yang paling parah, cairan akan merendam organ tubuh seperti jantung dan paru-paru. Saat itu, penderita harus segera ditangani oleh ahli medis. Namun, bila Anda rajin berkendara sepeda motor dan merasa sesak napas, segeralah periksakan diri Anda. Untuk mengetahui penyebab sesak, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani rontgen. Jika memang itu disebabkan adanya cairan di rongga selaput paru-paru, pengobatan pertama akan diberikan obat yang biasa meredakan sesak. Akan tetapi, jika kondisi memburuk, dokter akan melakukan tindakan menyedot cairan itu. Tindakan itu dapat mencegah cairan merendam organ dalam Anda. Tentunya hal seperti itu tidak ingin menimpa Anda, bukan? Oleh karena itu, jagalah tubuh Anda lebih dahulu. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati. Berlari sambil telanjang di jalanan adalah hal yang memalukan. Mari berpikir yang sama saat Anda mengendarai sepeda motor. Tak sulit bagi Anda untuk menyiapkan perlindungan bagi tubuh Anda saat berkendaraan menggunakan sepeda motor. Baca juga : Tiga Ramuan Pendongkrak Kekebalan Tubuh Anda Inilah tips aman dan sehat saat berkendara sepeda motor 1. Masker Selalu gunakan masker saat mengendarai sepeda motor walaupun Anda sebaagi penumpang. Masker dapat mengurangi masuknya udara kotor yang terdiri atas debu dan bakteri masuk ke saluran pernapasan Anda sehingga risiko infeksi bisa dikurangi. 2. Helm Full Face Helm jenis ini dapat melindungi Anda dari tiupan angin kencang. Jika angin kencang terlalu sering mengenai wajah Anda saat mengendarai sepeda motor, risiko terganggunya urat saraf pada wajah cukup besar. Selain itu, helm full face ini juga berfungsi mencegah kerusakan pada kulit wajah Anda karena terpapar debu. 3. Jaket Pemakaian jaket juga terbilang cukup penting. Siang atau malam, angin akan terasa dingin saat Anda mengendarai sepeda motor. Kenakan jaket berbahan kulit atau plastik yang dapat menahan angin ke tubuh Anda. 4. Gunakan Sepatu Meski terkesan sepele, sepatu akan melindungi kaki saat berkendara. Kaki adalah bagian pertama yang akan terkena saat terjadi kecelakaan. Sepatu yang kokoh akan melindungi kaki dari kemungkinan terburuk.