Waktu Posting : 31-08-2014 20:36 | Dibaca : 2696x
02-07-2014 08:07
Kesemutan, atau kebas, ialah “gejala” yang nyaris sempat dihadapi oleh seluruh orang. Umumnya kesemutan menyerang jika kita terlampau lama diam, atau ada dalam satu posisi spesifik, umpamanya duduk sembari melipat kaki untuk saat yang lama, atau tangan terhimpit tubuh pada waktu tidur. Bila telah kesemutan, umumnya lama-lama jadi kebal, atau juga ngilu, tetapi bakal berangsur-angsur hilang bila kita mulai menggerak-gerakkan sisi badan yang kesemutan itu. Lantaran sifatnya easy-come-easy-go, maka kita condong berasumsi kesemutan ialah hal “biasa”, walau sebenarnya kesemutan malah mungkin saja tandanya ada beberapa hal yang tak umum. Lho kok bisa? Kesemutan biasanya memanglah gampang hilang waktu sisi badan yang kesemutan dikibas-kibaskan atau digerakkan perlahan-lahan. Tetapi ada juga kesemutan yang tak hilang sendiri. Jika seorang alami kesemutan di satu sisi badan, lalu menjalar ke sisi badan lain di sekelilingnya, serta lalu memperburuk beberapa fungsi badan yang lain, mungkin saja itu ialah manifestasi tumor dibagian depan otak. Suatu penyakit sangat serius dengan tanda-tanda awal remeh. Pada intinya kesemutan merupakan satu tanda-tanda manifestasi dari masalah sistem saraf sensorik disebabkan rangsang listrik di sistem itu tak tersalur dengan cara penuh dengan karena beberapa macam. Yang paling simpel, umpamanya, jalan darah tertutup disebabkan satu sisi badan spesifik ditekuk terlampau lama. Pada orang peka, tidur miring terlampau lama saja bisa mengakibatkan kesemutan. Pula duduk dengan siku ditekuk. Baca juga : Kesemutan, Jangan Anda Anggap Sepele Sistem saraf sensorik memiliki prosedur kerja baku. Stimulus berbentuk sentuhan, desakan, rasa sakit, serta suhu panas atau dingin di terima oleh reseptor di kulit, yang lalu diantar ke saraf pinggir, lalu masuk ke dalam susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang. Disini stimulus diteruskan ke atas hingga ke thalamus (pusat penyebaran utama impuls-impuls sensoris). Dari sini stimulus diantar ke kulit otak (cerebral cortex). Baru pada waktu inilah apa yang dirasakan tadi disadari oleh si individu. Bila ada masalah dalam jalur sensori baku tadi, timbullah kesemutan. Kesemutan yang tak dibarengi beberapa gejala lain umumnya mengisyaratkan ada masalah pada reseptor di kulit atau pada cabang-cabang saraf pinggir. Tetapi kita harus lebih waspada bila ada tanda-tanda lain diluar kesemutan, seperti dihadapi Tanto. Tidak cuma kelumpuhan, kesemutan dapat pula dibarengi masalah penglihatan, pendengaran, paduan keduanya, atau yang lain. Bila ada tumor di otak kecuali tanda-tanda kesemutan atau tidak tipis tadi, ada pula sakit kepala, muntah-muntah, serta kelumpuhan kecil. Kesemutan semacam sisi dari tanda-tanda penyakit sesungguhnya step paling awal dari satu proses kehilangan rasa. Bila step paraesthesia (kesemutan) telah terlampaui, pasien meningkat pada hypaesthesia (baal) hingga pada akhirnya alami anaesthesia (hilang rasa sekalipun). Maka apabila kesemutan tidak hilang cuma dengan dikibaskan, apabila semula cuma jadi di dua jari lalu di seluruhnya jari, lalu merambat ke tangan ; apabila semula cuma berlangsung sekali-sekali tetapi saat ini nyaris setiap hari, atau apabila kesemutannya sudah meningkat jadi baal, itu waktunya kita pergi ke dokter. Kesemutan dapat merupakan tanda-tanda penyakit serius, namun dapat pula cuma disebabkan sambilan. Orang yang terlampau banyak berbaring atau kurang gerak, tak tahu lantaran sakit, lemah, atau obesitas, dapat pula menanggung derita kesemutan disebabkan bagian-bagian spesifik badannya terus-menerus tertekan. Juga penciutan otot dapat pula berlangsung. Masalah yang diberi nama neuropathy desakan ini kerap didapati pada pasien TBC kronik serta stroke yang lumpuh samping serta kurang memperoleh perawatan fisioterapi. Arti neuropati sendiri terkait dengan semua jenis penyakit, radang atau rusaknya yang menimpa saraf pinggir. Baca juga : Tips Puasa Bagi Penderita Maag Pada pasien jantung, kesemutan tidak hanya nampak disebabkan neuropati desakan, tetapi bisa pula timbul lantaran komplikasi jantung dengan sarafnya. Yang berlangsung umpamanya, si pasien melakukan operasi pemasangan klep jantung. Waktu pemasangan, ada bekuan darah melekat, yang lalu terbawa aliran darah ke atas, hingga berlangsung embolic cerebral. Apabila sumbatan di otak itu kebetulan tentang daerah yang mengatur sistem sensorik, si pasien bakal rasakan kesemutan samping. Apabila daerah yang mengatur sistem motorik pula terkena, kesemutan pula dibarengi kelumpuhan. Pada pasien stroke yang berlangsung pula serupa. Apabila yang diserang sistem motorik, ia lumpuh. Tetapi, apabila yang diserang sistem sensorik, yang ia rasakan cuma kesemutan atau baal samping. Namanya sensoric stroke. Bagaimana dengan anak-anak? Apabila satu kali Buyung mengeluh, " Ujung-ujung jariku seperti dirambati banyak semut, lalu terakhir 'semut-semut' itu seperti merambat ke atas, " kemungkinan besar kesemutan anak ini disebabkan kekurangan vitamin. Umumnya ini terkena anak-anak yang agak besar. Kesemutan pada anak-anak tidak sering berlangsung, lantaran jaringan sarafnya tetap fleksibel serta anak-anak umumnya lebih aktif bergerak. Semacam efek sambilan obat, kesemutan bisa pula timbul, umpamanya apabila konsumsi INH (obat TBC) atau furadatin (obat infeksi). Di samping itu, kesemutan pula bisa dikarenakan oleh aspek imunologi. Poly neuroradiculopathy tentang akar-akar saraf yang masuk atau meninggalkan tulang belakang serta berlangsung lantaran ada zat-zat spesifik didalam badan yang tak bisa ditolerir oleh badan. Pada orang dewasa, terkadang kesemutan itu didahului oleh flu berat. Kesemutan itu makin menghebat, naik dari ujung jari menjalar hingga ke pusar. Gejalanya berkembang jadi rasa tidak tipis. Lalu pasien sulit jalan. Ini tanda-tanda radang sumsum tulang belakang, yang berlangsung lantaran serangan virus, umumnya cytomegalovirus. Apabila berlangsung infeksi di tulang belakang, dapat dari pusar ke bawah tidak bisa digerakkan. Pasien tidak bisa mengontrol buang air kecil. Buang air besar juga susah. Penyakit ini diberi nama myelitis (radang sumsum tulang belakang). Bergantung pada rusaknyanya, penyakit ini bisa sembuh keseluruhan, bisa juga hanya pulih beberapa, namun ada pula yang hingga lumpuh. Maka hadapi pasien kesemutan, dokter senantiasa bakal menyelidiki sisi badan yang alami kesemutan, luasnya, tempat awal kesemutan, serta perubahan kesemutan itu dari awal. Seluruhnya info ini bakal tunjukkan pemicu persoalan. Mungkin pada saraf pinggir, pada otot, sumsum tulang belakang, atau juga otak.
05-06-2014 15:54
Meski MERS baru dikenal tidak melebihi satu semester yang lalu lantaran berhasil bikin khawatir masyarakat di tanah air, tetapi sesungguhnya penyakit ini pertama kali dilaporkan telah dari September 2012 silam. Meski sekian, tidak sempat ada kata terlambat untuk menangani terjangkitnya virus MERS. Sesuai sama nama, Middle East Respiratory Syndrome atau MERS, merupakan penyakit yang berkembang di lokasi Timur Tengah. Pemicunya ialah inveksi virus yang tetap terhitung dalam kelompok Korona (MERS-CoV). Satu misal lain dari kelompok virus Korona ini ialah virus pemicu SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang pernah mewabah didunia pada masa 2000-an awal. Memanglah, SARS di ketahui lebih punya potensi menulari manusia daripada SARS. Baca juga : Hati-hati Dehidrasi Ringan Bisa Ancam Produktivitas Nyaris satu tahun yang lalu, tepatnya 17 Juli 2013 pada pertemuan IHR Emergency Committee, Tubuh Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwasanya MERS-CoV merupakan kondisi serius serta butuh perhatian besar, tetapi belum berlangsung sesuatu yang darurat pada kesehatan orang-orang. Sedang status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) bakal diberikan, bila virus itu meluas ke negara-negara lain. Faktanya, dari dilaporkan tentang kemunculan virus itu pada kisaran September 2012 hingga 1 Agustus 2013, seluruhnya masalah tetap terkait dengan negara-negara di Jazirah Arab, baik dengan cara segera ataupun tak segera. Grup umur yang rawan terinfeksi virus ini ialah lanjut usia (berumur diatas 65), anak-anak, ibu hamil, beberapa orang dengan penyakit kronis (seperti diabetes mellitus serta penyakit jantung/pembuluh darah), dan mereka yang mempunyai system kekebalan badan rendah. Tentang keadaan didalam negeri, MERS jadi perhatian utama orang-orang dari musim haji tempo hari. Juga, dua orang dari 13 propinsi yang sudah melaporkan masalah suspek virus itu di ketahui tidak terselamatkan, meski sampai saat ini belum dapat di pastikan seutuhnya tentang kaitan MERS semacam pemicu utama kematian itu. Profesor Mulia Soeroso yang mengatasi pasien wafat di Medan menyebutkan, " Kita tak dapat meyakinkan dia terkena MERS atau tak, lantaran keluarga tak mengizinkan dikerjakan swap. Namun menurut gejalanya, mengarah kesana, " seperti diambil dari detik. com. Baca juga : Dada Terasa Deg-degan Seirama dengan hal tadi, launching yang dikeluarkan oleh STANMED CENTER – klinik yang bermarkas di lokasi Kebayoran Baru, Jakarta Selatan – mencantumkan juga bahwasanya beberapa gejala MERS yang kerap didapati ialah terjadinya masalah saluran napas akut yang mencakup demam, batuk serta sesak atau dada jadi berat. Beberapa gejala itu umum juga dibarengi dengan beberapa gejala saluran pencernaan, terhitung diare. Maka, jika Anda merasakan beberapa gejala itu, serta pastinya dilengkapi juga dengan kisah melancong ke negara-negara Timur Tengah dalam kurun 1-14 hari – saat inkubasi MERS-CoV ialah 2-14 hari – atau sekurang-kurangnya berhubungan dengan seseorang yang sakit serta di ketahui bahwasanya 14 hari pada mulanya lakukan perjalanan kesana, maka harus selekasnya memeriksakan keadaan itu ke puskesmas, rumah sakit, ataupun unit-unit service kesehatan lain
22-09-2017 00:50
Diabetes adalah salah satu jenis penyakit mematikan yang sulit untuk disembuhkan. Diabetes dapat terjadi ketika kadar gula darah dalam tubuh sangat tinggi. Penyebab diabetes ini yaitu karena pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin yang sangat bermanfaat untuk mengendalikan kadar gula dalam darah sehingga kadar gula tersebut semakin menumpuk. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin, yaitu : Pola makan yang salah dan tidak sehat Pola makan tidak sehat merupakan penyebab diabetes paling umum. Mengkonsumsi makanan yang manis, berlemak dan berminyak sangat berpotensi menyebabkan obesitas karena lemak menumpuk dalam tubuh. Penumpukan lemak ini akan membuat metabolisme tubuh tidak bekerja dengan benar termasuk mengganggu kinerja pankreas dalam memproduksi hormon insulin. Faktor genetik Diabetes juga bisa saja merupakan penyakit turunan dimana orang tersebut memiliki keluarga yang terkena diabetes. Selain itu menurut penelitian mengatakan jika orang ras Asia lebih rentan terkena diabetes dibanding dengan ras lainnya. Faktor usia Diabetes akan lebih rentan terjadi pada seseorang yang sudah beranjak tua. Hal ini terjadi akibat frekuensi aktivitas fisik orang tersbeut sudah mulai berkurang serta olah raga pun semakin jarang. Hal ini akan menyebabkan obesitas dan mengganggu sistem kinerja pankreas. Obat Herbal Diabetes yang ampuh yaitu : Daun Mangga Daun mangga mengandung senyawa tanin yang mampu mengobati diabetes dalam fase awal. Daun mangga juga mengandung senyawa tarakserol -3 beta dan etil asetat yang mampu mempertahankan jumlah produksi hormon insulin sehingga kadar gula dalam darah akan terkontrol. Kumis Kucing Kumis kucing mengandung senyawa minyak atsiri, myoinotisol serta saponin yang mampu mengaktifkan sel beta pankreas sehingga mampu membuat pankreas tetap sehat dan memproduksi insulin. Senyawa sapofonin, kalium dan sinensetin dalam kumis kucing juga mampu berperan sebagi anti-inflamasi untuk proses penyembuhan luka dan peradangan yang tidak kunjung sembuh. Daun Sirsak Obat herbal diabetes lainnya yaitu dengan menggunakan daun sirsak karena mengandung fruktosa, Vitamin A, kalsium dan protein yang semuanya mengandung nutrisi untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Mengkudu Mengkudu sangat ampuh digunakan sebagai obat herbal diabetes. Walaupun rasanya yang kurangenak dan aromanya yang menyengat namun buah mengkudu memiliki manfaat yang luar biasa untuk menyembuhkan diabetes. Kandungan proxeroni dalam buah mengkudu mampu menurunkan kadar gula dalam darah.