Waktu Posting : 23-10-2014 22:02 | Dibaca : 2970x
03-07-2014 11:21
Untuk umat muslim yang mempunyai penyakit khusus, kehadiran bulan Ramadan kerap membawa kecemasan spesifik. Pertanyaan-pertanyaan seperti : apakah saya dapat berpuasa, bagaimana bila penyakit saya kambuh waktu berpuasa, atau bagaimana dengan penyembuhan saya adalah sederet pertanyaan yang kerap nampak. Dengan cara spesial untuk pasien Asma, pasien umumnya cemas apakah dapat menunaikan beribadah puasa dengan baik serta kerapkali bingung tentang pemakaian obat semprot pelega napas (inhaler). Baca juga : Cara Mengatasi Jerawat di Usia Dewasa Supaya kaum pasien asma dapat menjalani puasa dengan baik, di bawah ialah beberapa hal yang penting dicermati : Kunjungilah dokter Anda untuk memperoleh kontrol kesehatan terlebih dulu 1 bln. sampai 1 minggu sebelum saat Anda mulai berpuasa. Dokter bakal lakukan wawancara medis serta kontrol fisik untuk tahu apakah derajat asma yang Anda alami termonitor dengan baik serta memastikan penyembuhan yang sesuai sama. Bila Anda memakai inhaler, serta tak hendak memakainya pada waktu berpuasa. Pakailah inhaler pada waktu sahur serta berbuka untuk tetap mengontrol asma Anda. Anda baiknya tetap senantiasa membawa dan inhaler Anda. Bila Anda terkena serangan asma pada waktu berpuasa, cepatlah memakai inhaler Anda. Dehidrasi dapat bikin saluran pernapasan jadi kering hingga dapat menyebabkan terjadinya asma. Karenanya, Anda butuh mencukupi keperluan cairan yang cukup pada waktu sahur serta berbuka. Jauhi kegiatan dibawah terik cahaya matahari atau di ruang ber-AC yang terlampau dingin serta kering lantaran dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Bila Anda alami perburukan tanda-tanda asma sepanjang berpuasa, cepatlah menghubungi dokter untuk memperoleh penyesuaian terapi. Tanyakan pula dengan Ustadz Anda tentang pemakaian inhaler pada waktu berpuasa. Baca juga : Cara Menjaga Kesehatan Mulut Selama Berpuasa
21-06-2018 01:36
Pada abad 21 ini orang lebih suka makan di luar karena lebih praktis da nada banyak pilihan menu yang menarik. Indonesia sendiri sedang trend dengan bisnis kuliner yang kekinian. Misalnya saja martabak aneka topping, atau kue cubit yang memiliki banyak rasa.Semakin banyak makanan yang baru juga tidak menutup kemungkinan banyaknya racun atau kolesterol dan gula yang tinggi. Untuk itu banyak muncul penyakit dikarenakan makanan yang disantap. Apalagi terkadang penjual memakai bahan yang dilarang untuk kesehatan, sehingga membahayakan kesehatan dari pembeli. Untuk mengobati penyakit yang sudah terlanjur ada, maka penderita bisa memakai obat herbal yang memiliki efek samping lebih sedikit jika dibandingkan dengan obat biasa. Obat herbal sendiri adalah obat yang dibuat dari 100% tumbuh-tumbuhan dari alam. Obat herbal tidak memakai bahan tambahan lain seperti hewan atau zat kimia. Ada dua jenis obat herbal, yaitu tradisional dan non-tradisional. Tradisional adalah jenis obat yang sudah sering dipakai sebagai obat herbal dan sudah terkenal seperti jamu. Sementara non-tradisional adalah jenis obat yang sebelumnya belum pernah diketahui manfaatnya, akan tetapi memiliki khasiat yang cukup bagus bagi tubuh. Nah, ada beberapa tumbuhan yang sering dijadikan sebagai obat herbal. Berikut ini daftarnya: · Belimbing Siapa yang tidak tahu buah yang sangat segar dimakan ini. Ternyata buah yang memiliki nama latin Averhhoa Carambola ini memiliki cukup banyak khasiat. Misalnya saja untuk mengatasi kolesterol yang tinggi. Hal ini karena belimbing tinggi akan gizi yang bisa menjaga ketahanan tubuh. · Lidah buaya Lidah buaya atau yang biasa disebut sebagai aloe vera kini cukup populer semenjak produk kosmetik yang berasal dari Korea Selatan memakainya sebagai bahan utama untuk mencerahkan dan menjaga kelembapan kulit. Akan tetapi tidak hanya itu, lidah buaya juga bisa digunakan sebagai obat kanker. Caranya tinggal dijadikan minuman, namun harus berhati-hati karena lidah buaya mengandung getah yang cukup gatal. Itu tadi artikel mengenai beberapa tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai obat herbal.
05-05-2014 00:01
Pentingnya Memahami Kulit Dan Fungsinya - Kulit adalah bagian terluar dari tubuh manusia yang memiliki fungsi untuk melindungi organ-organ tubuh bagian dalam, mengatur suhu tubuh (thermoregulator), sebagai indra peraba, dan sebagainya. Selain itu, kulit memberikan pengaruh besar terhadap kecantikan. Demikian pentingnya fungsi kulit hingga perlu diberikan perhatian khusus agar terhindar dari kerusakan. Selain akibat benda tajam dan benturan, kulit juga dapat rusak akibat lingkungan alam seperti sinar matahari. Selain sebagai selimut tubuh dan sebagai pelindung alat-alat tubuh yang ada di bawahnya, kulit juga memiliki fungsi-fungsi penting yang lain, mencegah badan menjadi kering, menyaring bahan-bahan yang tak diperlukan badan, mengatur panas badan, melindungi badan dari ancaman luar, dan memberi peringatan awal pada sistem saraf akan adanya bahaya-bahaya dari luar. Dalam pemilihan dan penggunaan kosmetik ada faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan agar kulit tampil cantik, sehat, dan aman. Faktor-faktor tersebut adalah lingkungan alam, manusianya, dan kosmetiknya. 1. Faktor Lingkungan Alam Lingkungan tropis yang bermatahari terik dan udara panas serta lembab memiliki pengaruh yang berbeda dengan lingkungan subtropis yang kurang sinar mataharinya dan berhawa dingin (4 musim) serta kering, misalnya Amerika, Eropa, baik terhadap kulit maupun terhadap kosmetiknya. Baca juga : Menghindari Sakit Jantung di Waktu Tua Di daerah tropis seperti Indonesia, kulit banyak berminyak dan berkeringat sehingga kosmetik yang kandungan minyaknya tinggi dan lengket mudah menyebabkan timbulnya jerawat. Sebaliknya, di lingkungan subtropis yang dingin dan kering, kulit lebih kering sehingga banyak membutuhkan kosmetik yang kandungan minyaknya tinggi. Sinar matahari dalam jumlah sedikit diperlukan untuk kehidupan manusia, tetapi dalam jangka waktu yang panjang sinar matahari sangat berbahaya dan dapat menginduksi efek buruk antara lain kanker, katarak mata, penuaan dini, kerusakan-kerusakan kulit lain. Hal ini terjadi karena reaksi peroksidan lemak pada permukaan kulit dengan sinar UV (ultra violet) dan oksigen udara yang menghasilkan radikal-radikal oksigen yang bebas dan akan masuk ke dalam kulit serta merusak sel-sel kulit dan menimbulkan rantai-rantai radikal di tubuh dan kerusakan-kerusakan sel yang lain. Oleh karena itu diperlukan perlindungan kulit terhadap sinar matahari. Perlindungan untuk kulit orang Indonesia akan berbeda dengan perlindungan kulit untuk orang Eropa dan Amerika. Udara yang panas dan matahari yang terik juga dapat merusak kosmetik sehingga ketika dipakai dapat menimbulkan berbagai kelainan pada kulit. 2. Faktor Manusia Perbedaan ras kulit, tipe kulit, kepekaan kulit dan pandangan hidup tentang kulit yang dianggap cantik (esthetic behavior) serta pengetahuan akan seluk-beluk kosmetik dan cara pemakaiannya yang benar sangat berpengaruh terhadap hasil pemakaian kosmetik pada kulit. Kulit ras Kaukasia (Eropa) yang putih mengandug sedikit pigmen melanin, kecil-kecil, dan mudah pecah (pheomelanin) menyebabkan kulitnya sulit menjadi cokelat (tanning). Sementara kulit rasa Asia dan Negro yang banyakmengandung pigmen melanin, ukurannya besar-besar dan sulit pecah (eumelanin) sehingga kulit yang sudah coklet ini mudah menjadi lebih cokelat. Baca juga : Mengolah Bahan Alam untuk Menyembuhkan Asam Urat Perbedaan tipe kulit membutuhkan kosmeik yang juga berbeda. Kulit orang Eropa yang kering membutuhkan banyak pelembab, sedangkan kulit orang Asia/Indonesia yang berminyak di iklim tropis yang lembab panas tidak membutuhkan kosmetik yang lengket berminyak karena dapat memicu terjadinya jerawat. 3. Faktor Kosmetik Kosmetik secara universal harus aman, tidak merusak kulit dan tubuh karena kosmetik dipergunakan berulang-ulang dalam jangka panjang dipergunakan oleh semua umur dari bayi hingga usia lanjut dan dipergunakan di seluruh tubuh setiap hari. Salah memakai kosmetik atau memakai kosmetik yang tidak tepat guna dan secara berlebih-lebihan dapat menimbulkan kerusakan kulit. Saat ini ribuan macam kosmetik ditawarkan di pasaran dengan berbagai cara sehingga menimbulkan keinginan orang untuk memakainya. Akan tetapi, tidak jarang berlawanan dengan maksud semula memakai kosmetik untuk mempercantik diri, yang didapat malah sebaliknya, kulit menjadi rusak seperti noda hitam, kulit merah seperti udang rebus dan lain-lain karena kosmetik itu.