Waktu Posting : 27-12-2017 02:02 | Dibaca : 1607x
24-07-2017 06:38
Stres Oksidatif dapat timbul karena banyak hal, mulai dari pola makan tidak sehat, polusi hingga kebiasaan merokok. Jika terjadi stress oksidatif dalam tubuh, anda dapat terkena berbagai gangguan kesehatan. Salah satu yang paling mengancam adalah serangan jantung. Salah satu cara untuk mengurangi stress oksidatif ini adalah dengan menjaga asupan makana. Beberapa makanan diyakini dapat memperbaiki kondisi tersebut, seperti : 1. Buah-buahan segar Buah-buahan seperti kiwi, beri, anggur, dan apel banyak memiliki antioksidan. Artinya, mengonsumsi buah-buahan ini dapat menekan oksidasi dalam tubuh, dan dengan demikian menurunkan tingkat stres oksidatif. Ingat, buah-buahan segar ini lebih bermanfaat jika dikonsumsi utuh tanpa dijus atau proses lain. 2. Sayur-sayuran berwarna hijau Sayuran hijau memiliki kadar antioksidan yang tinggi, yang membuatnya dapat melindungi sel-sel tubuh Anda. Manfaat antioksidan akan lebih terasa bila diolah dengan benar. Jangan biarkan kadarnya menurun akibat cara memasak yang salah, misalnya digoreng atau dimasak terlalu lama. 3. Ikan laut Sarden dan tuna mengandung banyak asam lemak omega-3. Asam lemak ini memiliki efek antioksidan yang baik untuk menekan stres oksidatif. Selain itu, minyak ikan juga bagus untuk meningkatkan kadar kolesterol ‘baik' dalam tubuh. Sebaiknya konsumsi sebanyak dua atau tiga kali seminggu. 4. Gandum Gandum dan beras merah diketahui kaya akan asam folat, selenium, dan zink. Zat tersebut bermanfaat karena memiliki aktivitas antioksidan. Jika memungkinkan, pilihlah gandum atau beras merah ini sebagai sumber karbohidrat. 5. Kacang-kacangan Kacang-kacangan menyimpan segudang nutrisi, seperti selenium, folat, lemak, protein, kalsium, dan zink dalam kadar yang bervariasi. Bersama dengan buah-buahan segar, kacang-kacangan juga mengandung plant stanol esters yang bermanfaat menurunkan kadar kolesterol ‘jahat' dalam tubuh. Makanan sehat adalah obat terbaik bagi tubuh Anda. Oleh karena itu, lawanlah stres oksidatif ini dengan makanan-makanan yang bergizi. Perhatikan juga metode pengolahan makanan tersebut agar manfaat yang diperoleh dapat maksimal.
23-03-2016 03:29
Cara Mengembalikan Kualitas Hidup Dengan Terapi Stroke - Untuk Anda yang mempunyai rekan atau keluarga yang menderita stroke, secepatnya dorong mereka untuk melakukan therapy stroke. Latihan yang dikerjakan dalam therapy stroke dapat menolong mereka melakukan kebiasaan tiap hari dengan cara mandiri. Stroke adalah keadaan serius yang berlangsung saat pembuluh darah pecah atau aliran darah ke sisi otak terhambat oleh darah yang membeku. Mereka yang pernah diserang stroke kerapkali alami penurunan kekuatan bicara, mengingat, bergerak, serta lain sebagainya. Kembalikan kekuatan tubuh sesudah diserang stroke adalah proses panjang yang memerlukan kesabaran, usaha keras, serta prinsip. Ada pasien yang cepat sehat tetapi ada juga yang memerlukan saat bertahun-tahun. Baca juga : 2 Penyebab Vagina Bau dan Cara Merawat Kebersihannya Kapan baiknya mengawali therapy stroke? Dua puluh empat sampai 48 jam sesudah stroke berlangsung ialah saat yang di rasa jitu untuk selekasnya mengawali therapy stroke. Dalam periode itu, penyedia service kesehatan bakal menolong pasien therapy stroke bergerak ditempat tidur. Manfaatnya untuk menguatkan anggota badan pasien. Aktivitas ini diinginkan bisa menolong pasien stroke menjaga sendiri serta dapat belajar mandiri kembali. Tetapi, therapy stroke kerapkali diawali sesuai sama ketetapan atau instruksi dokter. Pastinya dengan memperhitungkan stabilitas medis serta kekuatan pasien. Rehabilitasi atau therapy stroke tak bisa mengobati rusaknya yang dikarenakan oleh stroke. Untungnya, otak manusia dapat menyesuaikan dengan cepat serta baik. Seiring waktu berjalan, sisi otak yang tidak sama bisa menggantikan peran sisi otak lain. Beberapa sel otak spesifik juga bisa sehat dari rusaknya sesaat. Therapy stroke Rehabilitasi atau therapy stroke mempunyai tujuan untuk menolong pasien stroke pelajari kembali kekuatan atau ketrampilan yang hilang serta tingkatkan kualitas hidup mereka. Hilang atau menyusutnya kekuatan yang terkena oleh pasien stroke mungkin tidak sama. Therapy stroke yang dikerjakan juga telah tentu tak sama serta mesti sesuai sama saran dari dokter atau terapis. Tersebut ialah contoh “latihan” yang dapat dikerjakan oleh pasien therapy stroke supaya dapat tingkatkan kekuatan memori. Memori Banyak atau sekurang-kurangnya memori yang hilang sesudah stroke bergantung pada umur, tingkat keparahan stroke, letak terjadinya stroke, serta support yang didapatkan dari keluarga serta rekan-rekan. Ingatan yang hilang pada pasien stroke bisa didapat kembali dengan berbagai jalan sebagai berikut : Merangsang otak dengan permainan mengasah otak. Tempelkan tulisan ditempat spesifik, contohya “sikat gigi” di kamar mandi. Melatih ingatan dengan akronim yakni singkatan yang bisa jadi jembatan keledai untuk berbagai kata atau kalimat berima sama. Menempatkan benda-benda ditempat yang telah tentu bakal Anda saksikan. Misalnya, menempatkan baju yang bakal dipakai untuk keesokan hari ditempat tidur. Mengulangi info yang didapat berkali-kali, atau memakai alat Bergerak sekerap mungkin saja. Konsumsi makanan yang berguna untuk otak seperti asam lemak omega-3. Bicara dengan keluarga serta rekan. Berjumpa orang lain dengan penderitaan yang sama. Catat beberapa hal apa sajakah yang perlu dikerjakan. Gerakan Ganti posisi tidur atau duduk untuk melakukan perbaikan postur serta keseimbangan oleh terapis, supaya oto serta sendi tak kaku. Berlatih menggerakkan tangan serta kaki (tanpa ada serta/atau mungkin dengan pertolongan benda-benda), pastinya dengan pertolongan terapis atau dokter. Bila telah tunjukkan penambahan, terapis dapat memohon pasien therapy stroke untuk bergerak-gerak ditempat tidur, geser dari tempat tidur ke kursi, mengulangi posisi duduk serta berdiri. Baca juga : 8 Cara Mengatasi Sakit Kepala Sebelah Kiri Komunikasi Pertama, terapis bakal menolong pasien bisa menelan. Umpamanya dengan memohon pasien menelan 50 ml air. Lalu terapis bakal menilainya kekuatan umum pasien untuk berkomunikasi. Umpamanya, dengan mengetes seberapa baik pasien mengerti kata atau kalimat, seberapa susah pasien mengekspresikan diri, dan sebagainya. Tehnik yang terapis pakai untuk menolong kesusahan komunikasi pasien stroke bergantung pada seberapa besar permasalahan yang dihadapi. Bila pasien susah mengerti makna kalimat, dia mungkin saja bakal disuruh untuk mencocokkan kata dengan gambar, mengurutkan kata sesuai sama arti, serta memastikan kalimat yang mempunyai arti yang sama. Bila kesusahan temukan kata yang hendak disebutkan, pasien disuruh untuk berlatih menamakan benda-benda, berlatih kalimat berima, atau mengulangi kalimat yang terapis ujarkan. Melatih kemampuan otot mulut, berikan arahan mengatakan satu kata atau huruf. Berlatih kekuatan merangkai kalimat. Berlatih kekuatan membaca serta menulis. Durasi therapy stroke amat tergantung pada tingkat keparahan serta komplikasi stroke. Bila hendak menggerakkan therapy stroke, dianjurkan supaya pasien serta keluarga mendiskusikannya terlebih dulu dengan dokter serta terapis yang berwenang.
31-07-2025 12:58
Pertumbuhan dan perkembangan adalah dua proses penting dalam kehidupan manusia, terutama pada masa anak-anak. Pertumbuhan merujuk pada perubahan fisik seperti bertambahnya tinggi dan berat badan, sementara perkembangan mencakup aspek mental, emosional, sosial, dan motorik. Kedua proses ini berjalan bersamaan dan saling memengaruhi. Namun, keduanya sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.Artikel ini akan membahas secara menyeluruh faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, serta bagaimana setiap aspek tersebut saling berkaitan dalam membentuk individu yang sehat dan seimbang.1. Faktor InternalFaktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak dan tidak dapat sepenuhnya dikendalikan oleh lingkungan. Faktor ini biasanya bersifat biologis dan menentukan potensi dasar anak dalam tumbuh dan berkembang.a. Genetik (Keturunan)Gen yang diwarisi dari orang tua menentukan potensi tinggi badan, warna kulit, bentuk tubuh, bahkan kecenderungan terhadap kondisi kesehatan tertentu.Genetik juga berpengaruh terhadap kemampuan intelektual dan temperamen dasar anak.b. HormonHormon pertumbuhan (Growth Hormone), hormon tiroid, dan hormon seks memainkan peran penting dalam mengatur proses pertumbuhan fisik.Ketidakseimbangan hormon, seperti hipotiroidisme atau defisiensi hormon pertumbuhan, dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan.c. Kondisi KesehatanAnak-anak yang menderita penyakit kronis, gangguan metabolisme, atau infeksi berulang dapat mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan.Kesehatan sistem saraf juga sangat menentukan perkembangan motorik halus, bicara, dan kemampuan kognitif.2. Faktor EksternalFaktor eksternal adalah faktor lingkungan yang memengaruhi bagaimana potensi anak dikembangkan. Faktor ini sangat bisa diintervensi oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.a. NutrisiNutrisi yang cukup dan seimbang merupakan faktor paling dasar dalam menunjang pertumbuhan fisik.Kekurangan zat gizi seperti protein, zat besi, yodium, dan vitamin A dapat menyebabkan stunting, penurunan daya tahan tubuh, serta gangguan konsentrasi.b. Lingkungan FisikLingkungan yang bersih, aman, dan sehat mendukung anak tumbuh optimal tanpa terganggu oleh polusi atau penyakit.Paparan bahan berbahaya (seperti logam berat atau pestisida) dapat mengganggu perkembangan otak anak.c. Pola AsuhPola asuh yang penuh kasih sayang dan konsisten membentuk keamanan emosional dan kepercayaan diri anak.Sebaliknya, pola asuh otoriter, permisif tanpa batas, atau pola asuh penuh kekerasan bisa menghambat perkembangan sosial dan emosional.d. StimulasiAnak membutuhkan rangsangan yang sesuai usia, seperti bermain, membaca, mendengar musik, dan interaksi verbal.Stimulasi yang tepat akan mempercepat kemampuan bahasa, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.e. Sosialisasi dan InteraksiAnak-anak belajar nilai, norma, dan keterampilan sosial dari interaksi dengan keluarga, teman sebaya, dan masyarakat.Kurangnya sosialisasi bisa menyebabkan kesulitan adaptasi sosial dan keterlambatan dalam perkembangan emosional.3. Interaksi Faktor Internal dan EksternalPenting untuk dipahami bahwa pertumbuhan dan perkembangan adalah hasil interaksi kompleks antara faktor bawaan dan lingkungan. Misalnya, anak yang secara genetik memiliki potensi tinggi badan tetap membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk mencapainya. Begitu pula, anak dengan bakat kecerdasan tinggi membutuhkan pola asuh dan stimulasi yang mendukung agar potensi itu berkembang optimal.Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi maupun anak adalah langkah awal yang penting dalam mendukung anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Para orang tua, guru, dan masyarakat perlu berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung baik secara fisik, emosional, maupun sosial untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan terbaik dalam kehidupannya.Ingatlah: potensi anak adalah anugerah, tetapi bagaimana potensi itu berkembang adalah tanggung jawab bersama.