Waktu Posting : 30-11-2017 08:47 | Dibaca : 1841x
Insulin merupakan salah satu terapi yang sangat penting dan harus dilakukan untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes. Ada beberapa mitos dan fakta yang tersebar dikalangan masyarakat mengenai insulin.
Mitos 1 : Menggunakan Insulin berarti gagal mengontrol gula darah
Fakta : Menggunakan insulin bukan berarti gagal mengontrol gula dalam darah namun untuk membantu pankreas dalam menyediakan insulin yang dibutuhkan tubuh.
Mitos 2 : Insulin tidak bisa menyembuhkan diabetes
Fakta : Sebenarnya diabetes merupakan penyakit akibat adanya gangguan pada insulin. Insulin merupakan cara terbaik untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah.
Mitos 3 : Insulin dapat meningkatkan berat badan
Fakta : Ya memang benar insulin dapat menyebabkan penderita diabetes mengalami kenaikan berat badan karena insulin dapat membantu tubuh untuk menyerap makanan lebih efisien.
Mitos 4 : Suntik insulin menimbulkan rasa sakit
Fakta : Jarum yang digunakan saat menyuntik insulin berbentuk sangat kecil dan tipis. Banyak orang yang lebih merasa sakit saat pengambilan darah dari pada saat suntik insulin .
Mitos 5 : Insulin menyebabkan komplikasi dan kematian
Fakta : Fakta sebenarnya yaitu insulin justru dapat menurunkan risiko atau mencegah terjadinya komplikasi penyakit jika digunakan sesuai dengan anjuran dokter.
Mitos 6 : Insulin dapat menyebabkan ketagihan
Fakta : Insulin merupakan zat alami yang dibutuhkan tubuh sehingga tidak menyebabkan ketagihan atau kecanduan.
Bagi penderita diabetes sebaiknya perlu diimbangi dengan mengkonsumsi obat herbal yang terbuat dari mengkudu "Ultra Noni" . Mengkudu dapat mengobati diabetes agar kadar gula dalam darah tetap dalam keadaan normal.
09-05-2014 10:46
Jus Kulit Manggis Obat Alami Atasi Aterosklerosis - Penyakit yang terkategori gangguan jantung banyak jenisnya, dan salah satunya adalah aterosklerosis. Tahun 2009, WHO, Badan Kesehatan Dunia, memperkirakan 15 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung setiap tahun. Angka itu sama dengan 30 persen total kematian di dunia. Dan tujuh juta lebih kematian disebabkan Penyakit Jantung Koroner, 500 ribu akibat stroke, dan 691 juta karena hipertensi (tekanan darah tinggi). Aterosklerosis adalah sebuah kondisi terhambatnya pasokan darah ke sel-sel otot karena adanya pengendapan plak berupa buangan sel, lemak, kolesterol, dll sebagai akibat dari dinding arteri yang mengalami penebalan. Di seluruh bagian dari tubuh kita dapat mengalami aterosklerosis. Penyakit Jantung Kororner atau dalam istilah medisnya coronary artery disease atau disebut juga penyakit jantung iskemik adalah penyakit sebagai akibat dari adanya gangguan yang terjadi pada dinding arteri jantung. Baca juga : Sirsak Ampuh Tumpas Asam Urat Aterosklerosis berlangsung menahun dan menimbulkan banyak gangguan. Gangguan itu dimulai dengan retakan di dinding pembuluh darah, terutama karena adanya tekanan kuat pada pembuluh jantung. Di tahap berikutnya, tubuh berusaha memulihkan diri dengan menempatkan lemak ke dalam pembuluh darah untuk menutup retakan itu. Karena proses peretakan dan penutupan itu berlangsung lama, zat-zat lemak itu menutup seluruh pembuluh. Rasa nyeri atau tidak enak di daerah jantung dan dada atau yang dikenal dengan istilah angina pektoris merupakan salah satu gejala dari aterosklerosis. Hal ini terjadi sebagai akibat dari berkurangnya pasokan darah ke otot jantung. Baik ketika sedang melakukan aktivitas fisik maupun santai sekalipun hal itu bisa saja terjadi. Bila berlangsung lama, angina bisa berkembang menjadi infark miokard akut yang berbahaya. Lalu, dengan apa hal itu bisa diatasi? Tentu ada sejumlah cara, namun salah satunya yang tidak memberikan efek samping adalah dengan mengkonsumsi minuman kesehatan jus herbal Ultra Mangosteen yang terbuat dari ekstrak kulit manggis dan daun sirsak. Berdasarkan hasil riset diketahui bahwa oksidasi siklooksigenase-1, LDL-kolesterol, siklooksigenas-2, prostaglandin E2, mampu dihambat oleh xanthone. Zat-zat tersebut merupakan faktor kunci terjadinya inflamasi dan peradangan. Hasil penelitian lain juga membuktikan bahwa mangostin dalam kulit manggis mampu menurunkan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) sehingga diding arteri terhindar dari oksidasi yang dapat menyebabkan aterosklerosis. Penelitian yang dilakukan di Australia juga melaporkan bahwa mangostin yang diisolasi dari kulit manggis mampu menangkal radikal bebas yang akan mengoksidasi LDL dalam darah. Baca juga : Hilangkan Bekas Luka Dari Dalam Dan Dari Luar Saat ini manggis masih dinobatkan sebagai suplemen yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan, baik di dalam maupun luar negeri. Mengkonsumsi obat-obatan herbal (jus herbal) secara bijaksana adalah hal yang harus dan perlu Anda perhatikan. Kesabaran dan kecermatan serta biaya yang tinggi sangat berkaitan dengan pengobatan kanker dan berbagai penyakit lainnya. Langkah-langkah pengobatan yang akan diterapkan jelas apabila Anda berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan medis dan laboratorium secara menyeluruh. Sebaiknya Anda tetap melakukan pemeriksaan laboratorium jika memang benar-benar ingin membuktikan khasiat jus herbal agar Anda bisa mendeteksi perkembangan penyakit tersebut. Agar pengobatan bisa dilakukan secara tepat sasaran, maka lakukanlah berbagai tes. Jika Anda hendak mencoba pengobatan alternatif sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda. Apabila Anda hendak memilih pengobatan alternatif tidaklah perlu ragu lagi, namun bijaklah dalam memilihnya. Pilihlah pengobatan alternatif herbal yang bisa diterima akal sehat dan teruji secara medis. Setidaknya, jika pun belum teruji secara epidemiologis, namun dalam skala laboratorium obat herbal tersebut sudah teruji.
03-05-2014 14:19
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar. Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes. Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.
05-07-2014 19:26
Kanker payudara tetap jadi momok untuk golongan wanita. Tidak mengherankan sebab kanker itu paling umum ditemukan diantara wanita. Kanker payudara merupakan penyakit dengan jumlah kejadian paling banyak, dan jadi satu dari beberapa pembawa kematian penting yang ditimbulkan kanker. Masalah itu lantaran kebanyakan penderita kanker payudara berkunjung untuk berobat pada stadium lanjut. Meski sebetulrnya, jika terdeteksi awal serta secepatnya diterapi, sebenarnya kanker dapat dikalahkan. Karenanya, Anda dapat melaksanakan kontrol payudara sendiri (SADARI) dengan cara teratur pada 7-10 hari sesudah hari pertama menstruasi. Pada saat itu, kepadatan payudara menyusut. Lakukan tiap-tiap satu hingga tiga bulan satu kali. Namun agar jangan SADARI jadi menukar jadwal kontrol payudara fisik oleh dokter serta jadwal mammografi. Baca juga : Ketahuilah, Hipertensi Merusak Organ Tubuh Secara Diam-diam Dibawah ini terdapat beberapa langkah dari Yayasan Kanker Indonesia yang dapat Anda ikuti waktu Anda lakukan SADARI : 1. Berdiri tegak. Perhatikan apabila bentuk dan permukaan kulit payudara mengalami adanya perubahan, pembengkakan serta/atau pergantian pada puting. Janganlah cemas apabila wujud payudara kanan serta kiri tak simetris. 2. Angkat ke-2 lengan ke atas, tekuk siku serta posisikan tangan di belakang kepala. dorong siku ke depan serta perhatikan payudara; serta dorong siku ke belakang serta perhatikan wujud ataupun ukuran payudara. Otot dada Anda dengan sendirinya berkontraksi waktu Anda lakukan gerakan ini. 3. Posisikan ke-2 tangan pada pinggang, miringkanlah pundak Anda ke arah depan agar payudara menggantung, serta dorong ke-2 siku Anda ke arah bagina depan, kemudian kencangkanlah atau kontraksikanlah otot dada Anda. Baca juga : Waspadai, Dehidrasi Ringan Mengancam Produktivitas 4. Angkat lengan kiri ke atas, serta tekuk siku hingga tangan kiri memegang sisi atas punggung. Dengan memakai ujung jari tangan kanan, raba serta tekan ruang payudara, dan perhatikan semua sisi payudara kiri sampai ke ruang ketiak. Laksanakan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran serta gerakan lurus dari arah pinggir payudara ke puting, serta sebaliknya. Ulangilah gerakan yang sama pada payudara kanan Anda. 5. Cubit ke-2 puting. Perhatikan apabila ada cairan yang keluar dari puting. Berkonsultasilah ke dokter kalau hal semacam itu berlangsung. 6. Pada posisi tiduran, tempatkan bantal dibawah pundah kanan. Angkat lengan ke atas. Perhatikan payudara kanan serta kerjakan tiga pola gerakan seperti pada awalnya. Dengan memakai ujung jari-jari, tekan semua sisi payudara sampai ke seputar ketiak. Ulangilah langkah ini pada bagian yang berlawan, untuk mencermati payudara samping kiri.