Waktu Posting : 28-08-2018 15:00 | Dibaca : 1319x
Pada masa kanak-kanak merupakan masa yang rentan terhadap penyakit. Salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak yaitu demam tinggi bahkan hingga mengalami kejang-kejang. Demam kejang kerap kali terjadi pada usia 6 bulan hingga 6 tahun apalagi jika orangtua memiliki riwayat kejang demam saat mereka masih kecil. Anak yang mengalami kejang demam akan membuat orang tua khawatir, oleh karena itu untuk mengantisipasi kejadian kejang demam pada anak lebih baik ketahui langkah yang tepat mengatasi penyakit tersebut.
Kejang demam merupakan kejang yang terjadi saat bayi atau anak mengalami demam yang disebabkan bukan dari infeksi sistem saraf pusat. Kejang yang terjadi pada anak harus mendapat perhatian khusus karena kejang dapat terjadi berulang kali yang sangat membahayakan keselamatan anak. Saat anak sering mengalami kejang maka dapat merusak sel-sel otak pada anak.
Ada beberapa jenis kejang demam yang perlu diketahui berdasarkan lama dan seberapa sering terjadi, antara lain :
1. Kejang demam sederhana
Jenis ini merupakan kejang pada seluruh tubuh yang berlangsung kurang dari 10 menit dan tidak terjadi lagi dalam kurun waktu 24 jam.
2. Kejang demam kompleks
Jenis ini merupakan kejang lokal atau tidak terjadi pada seluruh tubuh yang biasa terjadi pada area lengan dan tungkai kaki. Kejang kompleks berlangsung sekitar 10 menit dan terjadi secara berulang lebih dari 1 kali dalam kurun waktu 24 jam.
Untuk memastikan apakah anak mengalami kejang demam dapat mengeceknya seperti berikut ini :
10-09-2014 17:34
Mata ialah sisi panca indra yang amat vital serta memiliki peran yang amat utama. Pikirkan kalau mata anda telah tak berperan lagi serta alami permasalahan. Anda tak bisa lakukan kegiatan dengan baik lagi. Semua kegiatan bakal terganggu. Melindungi keindahan mata memanglah amat utama lantaran mata bakal dipandang segera jika kita bicara pada orang lain. Mata yang indah bakal pancarkan keindahan sendiri untuk pemiliknya. Untuk menjaganya anda mesti memerhatikan berbagai hal salah satunya : 1. Janis Makanan Melindungi konsumsi makanan terlebih makanan yang memiliki kandungan vitamin A yang utama untuk kesehatan mata. Baca juga : Kiat Hamil Dengan Cepat Tanpa Obat 2. Memerhatikan Kaca Mata Untuk anda yang melakukan aktivitas di luar ruang baiknya pakai kacamata untuk hindari cahaya matahari segera yang bisa mengakibatkan kerusakan kesehatan mata anda. Begitupun dengan paparan debu yang bakal masuk ke mata bakal terlepas karenanya ada kacamata. 3. Pemakaian Lensa Kontak Untuk Pemakai kontak lensa, baiknya menggantinya dengan kacamata sesudah melakukan aktivitas serta batasi saat penggunaan supaya tak terlampau lama. Karena otot-otot mata bisa beristirahat untuk kembali relaks serta fresh sesudah penggunaan satu hari penuh. Sekian perihal bila memakai kacamata, istirahatkanlah terlebih dulu sepanjang berbagai menit. Saat mata merasa capek, bukalah kacamata Anda lalu kerjakan senam mata dengan jalan memutarkan bola mata sembari memejamkan mata. Dapat pula dengan memejamkan mata sekuat tenaga lalu kedipkan berbagai kali hingga membuahkan air mata. Hal semacam ini sering dikerjakan untuk menangani mata yang merasa capek atau iritasi, sekalian bikin mata kembali relaks. 4. Tangkal keriput di seputar mata Kulit yang tidak tebal di seputar ruang mata memanglah amat riskan pada terjadinya keriput. Untuk menghindarnya bisa dipakai buatan yang bisa tingkatkan kolagen. Untuk yang mempunyai kulit peka bisa dipakai buatan yang memiliki bahan basic tumbuhan, seperti Kinetin. Baca juga : Kiat Sukses Dalam Menjalani Diet 5. Jagalah kelembapan ruang seputar mata Tentukan serta pakai cream yang memiliki kandungan pelembab seperti glycerin, Sodium Hialuronate, serta vitamin E untuk melembabkan ruang seputar mata. 6. Peroleh bulu mata yang lentik serta seksi Baiknya tentukan maskara yang di desain bisa menyajikan kesan panjang pada bulu mata. Baiknya maskara pula dipakai sejumlah 2 kali, yang ke-2 untuk sisi atas luar. Tetapi bila mata sisi bawah aslinya agak gelap baiknya tak dipakai maskara di bagian ini. Karena malah bakal lebih memperlihatkan ada lingkaran hitam dibawah mata. Nah, tersebut berbagai langkah gampang melindungi keindahan mata supaya anda selalu tampak cantik dengan mata indah serta menawan.
31-05-2014 01:02
Dari hasil penelitian dan situasi konkret masyarakat Indonesia terungkap, kesadaran memelihara kesehatan gigi-mulut di berbagai tingkatan usia masih sangat rendah. Dibutuhkan edukasi terus-menerus agar masyarakat lebih memperhatikan kesehatan mulut dan giginya. Minimnya perhatian terhadap kesehatan mulut harus diwaspadai. Pasalnya, mulut merupakan cerminan tubuh. Secara keseluruhan, kondisi kesehatan mulut dan gigi yang buruk menunjukkan ancaman terhadap kesehatan seluruh tubuh. Ada bukti kuat mengenai hubungan antara kesehatan gigi dengan organ tubuh, terutama jantung. Infeksi yang berawal dari gusi sangat mungkin menyebar ke organ tubuh lainnya. Parahnya, selama ini banyak orang merasa gigi merupakan bagian yang berbeda dari tubuh. Sejatinya, ada pembuluh darah menuju ke gigi dan juga ke seluruh bagian tubuh. Baca juga :Atasi Kram dan Nyeri Otot dengan Suplemen Herbal Selain masalah gigi dan gusi, gangguan kesehatan mulut yang sering terjadi adalah sariawan atau seriawan. Rata-rata satu dari lima orang rutin terserang gangguan sariawan. Bukan hanya merepotkan dan mengganggu saat makan, minum, maupun sikat gigi, sariawan dapat menjadi masalah serius. Meski begitu, karena dianggap hanya gangguan biasa, sariawan sering disepelekan. Di dunia kedokteran, sariawan disebut stomatitis afiosa rekuren. Luka kecil ini bisa bersarang di sekitar pipi, lidah, langit-langit, gusi, bibir, bahkan sampai di belakang tenggorokan. Meski demikian, sariawan tidak menular dengan cara apapun pada orang lain. Dalam satu keluarga ada satu kecenderungan untuk sama-sama punya kebiasaan menderita sariawan. Jika Anda sering sariawan, 90 persen kemungkinan anak Anda rentan menderita sariawan. Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab utama sariawan. Namun, ada beberapa hal yang diduga kuat menjadi pemicunya. Di antaranya berhubungan dengan kebiasaan makan seseorang dan terganggunya daya tahan tubuh. Pola makan harian kita cenderung kurang vitamin B12 dan zat besi sehingga timbul sariawan. Mereka yang alergi makanan juga rentan menderita sariawan. Baca juga : Obat Herbal Ampuh Untuk Mengobati Epilepsi Luka di mulut yang disebabkan bibir atau lidah tergigit atau kebiasaan menyikat gigi terlalu keras sehingga melukai gusi, juga bisa menjadi pemicu. Kondisi kejiwaan, terutama stres, potensial sebagai pemicu sariawan. Sariawan sering menimpa remaja dan orang dewasa yang berusia sekitar 20-an. Perempuan lebih rentan terhadap sariawan ketimbang pria. Banyak wanita mengalami sariawan pada hari-hari awal datang bulan. Sebenarnya sariawan bisa sembuh dengan sendirinya jika faktor pemicu dapat dikendalikan. Saat ini beberapa obat dapat digunakan untuk mempercepat proses penyembuhannya, baik obat tetes, kapsul, tablet, atau suntikan seperti nistatin, ketokonasol, flukonasol, itrakonasol, dan amfoterisin-B. Sebagai pencegahan sekaligus membantu penyembuhan sariawan, obat kumur sangat berguna. Selain mengatasi peradangan, obat kumur bisa membantu menghilangkan bau mulut. Upaya menjaga kesehatan mulut untuk meredam datangnya penyakit, memang tepat. Meningkatkan kesadaran akan kesehatan mulut dan kepedulian untuk merawatnya sejak dini menjadi kunci utamanya.
11-06-2014 14:28
Pada beberapa kejadian, para pria lebih rawan terkena beberapa persoalan kesehatan. Beberapa misal penyakitnya yakni penyakit jantung, impotensi, keganasan pada paru-paru, AIDS atau HIV. Beberapa penyakit itu memanglah dapat menyerang siapapun, baik wanita ataupun pria. Tetapi, beberapa persoalan kesehatan di bawah ini ialah yang kerap menyerang pria, salah satunya : Kesehatan Jantung Penyakit jantung dapat nampak dengan beragam jalan. Gejalanya dapat berlainan pada tiap-tiap orang. Tetapi dari tanda-tanda itu, bisa mengakibatkan persoalan yang serius. Komplikasi yang serius juga dapat berlangsung bila penyakit ini tak secepatnya dideteksi secara mendalam, satu diantaranya ialah stroke. Darah tinggi ialah pemicu utama dari stroke serta penyakit jantung. Oleh karenanya, Anda dianjurkan untuk teratur melaksanakan kontrol darah tinggi anda. Penyakit Pernafasan/Paru-Paru Beragam penyakit pernafasan amat memungkinkan menyerang pria. Berbagai macam penyakit paru-paru dapat berlangsung pada pria lantaran sekelompok besar pria adalah seseorang perokok. Batuk jadi satu diantara tanda-tanda awal yang paling kerap nampak. Seiring waktu berjalan, tanda-tanda batuk itu bisa dikarenakan oleh penyakit yang lebih serius lagi serta dapat mengancam jiwa pasien. Batuk yang dapat jadi dikarenakan oleh penyakit membahayakan salah satunya seperti kanker paru-paru, emfisema, atau beberapa penyakit pernafasan yang lain. Menurut American Lung Association, tiap-tiap tahunnya banyak pria yang terdiagnosis terkena kanker paru-paru lantaran mempunyai kisah merokok di saat lalunya. Meskipun kanker paru-paru dapat berlangsung lantaran beberapa aspek, tetapi merokok terus jadi satu diantara pemicu utama terjadinya kanker paru-paru. Baca juga : Benarkah Seks Baik untuk Kesehatan? Penyakit Disebabkan Alkohol Pada masa moderen seperti saat ini, konsumsi alkohol memanglah tak cuma dikerjakan beberapa Pria, Wanita juga mempunyai rutinitas ini. Tetapi, beberapa penyakit yang nampak disebabkan konsumsi alkohol terlalu berlebih dalam periode waktu yang lama benar-benar berisiko pada pria. Misalnya saja seperti resiko keganasan pada mulut, tenggorokan, kerongkongan, hati, serta usus besar. Kecuali itu, alkohol dapat juga menggangu tugas organ dalam menghasilkan hormon pada pria hingga bisa menyebabkan impotensi serta infertilitas. Penyakit Organ Hati Hati untuk manusia berperan semacam organ yang merubah makanan jadi tenaga, serta bersihkan badan dari zat-zat beracun yang bakal menyerang badan dari darah. Pada organ hati, ada organ kecil yang bernama empedu. Organ itu keluarkan satu zat untuk memecah lemak. Nah, beberapa penyakit organ hati yang paling kerap berlangsung pada pria ialah sirosis, hepatitis, sumbatan pada saluran empedu, atau kanker hati serta beberapa penyakit hati yang lain. Menurut American Cancer Society, alkohol serta tembakau bisa menambah resiko Anda terkena penyakit pada organ hati. Diabetes Penyakit yang lain yang rawan menyerang pria ialah diabetes. Bila seseorang pria menderita diabetes maka pria itu bakal mendapatkan resiko yang semakin besar menderita impotensi serta kandungan testoteron yang rendah. Hal itu bisa mengakibatkan penambahan depresi atau kekhawatiran yang terlalu berlebih. Tetapi, hal itu tak menyerang seluruh pria yang terkena diabetes. Namun apabila tak diobati, diabetes bisa mengakibatkan rusaknya saraf, ginjal, jantung, stroke, persoalan penglihatan sampai kebutaan. Untuk mencegah hal itu, Anda dapat mengawali dengan pola makan yang sehat serta teratur olahraga. Baca juga : Anda Botak? Cegah Dengan 3 Hal Ini Influenza serta Pneumonia Influenza serta infeksi kuman pneumokokus ialah dua hal yang paling berisiko pada kesehatan pada beberapa pria. Seseorang pria yang alami persoalan dengan system kekebalan badannya bakal rawan pada penyakit seperti, diabetes, tidak berhasil jantung kongestif, anemia, AIDS, atau kanker. Oleh karenanya dianjurkan untuk beberapa pria memperoleh vaksinasi, lantaran pada pria yang di vaksin bakal menurunkan resiko sampai 70% dari penyakit influenza atau pneumonia. Kanker Kulit Menurut Skin Cancer Foundation, pria diatas 50 thn ada pada resiko paling tinggi untuk terkena kanker kulit 2 x lipat dibanding wanita. Hal semacam ini karena pria seringkali terkena paparan cahaya matahari dibanding wanita. The Center for Disease Control and Prevention mereferensikan untuk memakai pakaian lengan panjang serta celana panjang, topi, kacamata hitam, serta tabir surya saat tengah ada diluar rumah. Hal semacam ini untuk menurunkan resiko terkena kanker kulit dengan hindari paparan cahaya matahari dengan cara segera. HIV atau AIDS Awal mulanya, barangkali beberapa pria tak mengerti ada penyakit ini, lantaran tanda-tanda awal HIV serupa sekali dengan tanda-tanda flu. Infeksi ini paling banyak berkembang di kalangan gay, biseksual, serta homo.