Buah Berwarna Merah yang Lezat dan Kaya akan Manfaat

Additional Image

Waktu Posting : 11-10-2018 22:40 | Dibaca : 1712x

Buah merupakan makanan yang kaya akan manfaat untuk kesehatan tubuh. Beragam buah memiliki kelezatan dan manfaat masing-masing yang diperlukan oleh tubuh. Buah-buahan dengan warna cerah seperti warna merah sangat menarik hati. Ternyata selain tampilannya yang menarik, buah warna merah memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan juga kecantikan.

Buah-buahan warna merah seperti tomat, semangka dan strawberry menjadi sumber nutrisi yang baik untuk tubuh dan juga mengandung flavonoid, vitamin C, antosianin, resveratol dan nutrisi lain yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Berikut ini buah-buahan berwarna merah yang kaya akan manfaat :

Buah Ceri

Ceri berwarna merah dan memiliki rasa manis saat sudah matang. Ceri memiliki kandungan nutrisi yang penting yaitu antosianin. Manfaat antosianin yaitu sebagai antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari masalah penuaan dini, keriput dan masalah lainnya. Buah ceri kaya akan nutrisi sehingga mampu mencegah berbagai macam penyakit.

Tomat Merah

Buah tomat mengandung likopen yang tinggi yang mampu mencegah agar tubuh terhindar dari penyakit kanker terutama kanker prostat, kanker kerongkongan dan kanker usus besar. Tomat juga mengandung vitamin A dan vitamin C yang baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit.

Semangka

Nutrisi dalam buah semangka sangat baik untuk menstabilkan tekanan darah, menyehatkan jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat pada tubuh. Buah semangka mengandung banyak air sehingga terasa menyegarkan.

Strawberry

Strawberry mengandung potasium, vitamin C, folat dan nutris lain yang mampu mencegah risiko penyakit mematikan. Selain itu, strawberry juga dapat merawat kecantikan dan juga kesehatan kulit.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Bahaya Tidur Tanpa Menggunakan Bantal

09-02-2021 14:01

Sering tidur tanpa menggunakan bantal? Hati-hati ya, karena secara medis ada sejumlah bahaya bila tidur tanpa menggunakan bantal. Tidur tanpa bantal bisa mengancam kesehatan. Karena tidur dengan menggunakan bantal merupakan cara beristirahat yang ideal serta disarankan oleh para medis. Hal tersebut dikatakan oleh Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan dan Bedah Kepala Leher, dr.Arina Ikasari Muhtadi Sp. THT-KI yang dikutip dari laman kompas.com. Lebih lanjut lagi menurutnya bahwa menggunakan bantal ketika tidur merupakan suatu keharusan karena bantal bisa memberikan efek yang positif pada tubuh manusia ketika terlelap. Tidur tanpa menggunakan bantal bisa menyebabkan bahaya terutama pada seseorang dengan kondisi tertentu.   Beberapa bahaya bila tidur tanpa menggunakan bantal di antaranya adalah : Sakit leher dan punggung Dilansir darilaman Medical News Today bahwa beberapa orang yang tidur tanpa menggunakan bantal dengan posisi telentang maupun menyamping bisa menyebabkan sakit leher dan punggung. hal tersbeut karena ada tekanan pada leher bila tidur tanpa bantal. Selain itu juga bisa mengganggu kualitas tidur dan memicu sakit tidak hanya pada leher tetapi juga pada punggung.  Risiko terkena penyakit refluks Bantal  mempunyai berbagai fungsi serta manfaat bagi tubuh dan kesehatan tubuh. Dan salah satu fungsi yang terpenting dari bantal yaitu bisa membantu meninggikan kepala ketika tidur dengan posisi minimal 30 derajat atau seukuran satu bantal. Dr Arina menyebutkan bila orang-orang yang memiliki kebiasaan tidur tanpa bantal jauh lebih berisiko terkena penyakit refluks atau penyakit asam lambung. Ini karena posisi kepala sejajar atau tidak lebih tinggi dari bagian badan ketika tidur. Berbahaya bagi penderita sakit jantung Bantal dianjurkan bagi orang-orang yang menderita sakit jantung atau yang pernah mengalaminya. Dan bahkan sebaiknya orang-orang yang pernah memiliki riwayat jantung sebaiknya menggunakan dua bantal agar jantung lebih mudah bekerja. Oleh karena itu tidur tanpa bantal bisa berbahaya pada kesehatan para penderita penyakit jantung karena membuat jantung bekerja ekstra.   Itulah beberapa bahaya yang bisa terjadi bila tidur tanpa menggunakan bantal sehingga sebaiknya bila anda tidur menggunakan bantal. 

Featured Image
Mengenali Alarm Dari Tubuh yang Kekurangan Vitamin

26-01-2016 20:51

Perhatikan alarm tubuh Tanda kekurangan vitamin biasanya dapat dikenali dari alarm atau peringatan yang dimunculkan oleh tubuh.Kita seringkali mengeluhkan kondisi kesehatan yang makin menurun seiring bertambahnya usia. Kondisi tubuh inipun menurun tatkala kita kekurangan waktu istirahat serta mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. Makanan yang bersifat junk food atau sampah bagi tubuh tidak akan memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral. Pasalnya tubuh kita sendiri membutuhkan zat-zat tersebut untuk tetap bertahan sehat dan bugar. Umumnya peringatan awal ini dimaksudkan untuk memberitahu si empunya tubuh bahwa ia harus mulai berubah. Artinya sang pemilik tubuh sudah harus memperhatikan pola makan dan gaya hidup yang mereka jalani. Apakah makanan yang dikonsumsi sudah memenuhi standar nutrisi dan gizi harian atau malah sebaliknya. Jika terjadi sebaliknya, pastinya tubuh akan terlihat lesu, lemah dan lunglai serta tidak bersemangat menjalani aktivitas harian yang terbilang ringan. Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Terapi Chiropractic Vitamin dan mineral memang tidak bisa dipungkiri sangat dibutuhkan oleh tubuh. Keberadaan kedua zat ini sangat mendukung sistem kerja dan fungsi organ maupun jaringan di dalam tubuh. Sebenarnya taklah begitu sulit untuk menemukan sumber vitamin maupun mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Anda bisa mendapatkannya dari buah-buahan maupun sayur-sayuran yang ada di sekitar kita. Contohnya saja vitamin A yang sangat banyak ditemukan dalam wortel dan vitamin C yang bisa diperoleh dari buah jeruk. 7 tanda kekurangan vitamin Setelah mengetahui kemungkinan alarm yang diberikan tubuh, tak ada salahnya memang jika kita membahas tanda kekurangan vitamin pada tubuh. Setidaknya ada beberapa alarm tubuh yang bisa Anda waspadai, yaitu. 1.   Munculnya sariawan yang mengganggu Pernahkah Anda mendapati sariawan yang muncul tiba-tiba dan sulit ditangani? Bisa jadi ini adalah pertanda bahwa tubuh tengah mengalami penurunan pada sistem daya tahan atau imunitas. Gejala ini tidak muncul sendiri saja, tetapi adapula gejala lain layaknya kulit bersisik dan kering, bibir pecah-pecah serta mulut kering. Tanda-tanda tersebut bisa dikatakan sebagai alarm tubuh yang tengah kekurangan vitamin B2. Guna mengatasinya, Anda bisa mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B2, seperti susu, kacang kedelai, sayur-sayuran dan telur. 2.   Kerap mengalami anemia Anemia atau kekurangan darah seringkali dialami oleh masyarakat modern. Terlebih mereka yang kerap kekurangan waktu istirahat dan mengkonsumsi makanan tidak sehat. Kondisi anemia bisa dibilang sebagai alarm tubuh kekurangan vitamin B12. Tak jarang tubuh pun akan terlihat lebih lunglai, lemas dan lesu serta beberapa penyakit kulit lainnya. Sebagai upaya pencegahan, sebenarnya Anda bisa mencegah anemia dengan banyak mengkonsumsi daging, hati dan telur yang kaya vitamin B12. 3.   Terjadinya gangguan pada kesehatan Tubuh kerapkali memberikan alarm atau peringatan yang seringkali diacuhkan oleh si empunya. Padahal alarm tubuh semacam ini mengingatkan kita untuk memenuhi asupan vitamin tersebut. Salah satu tanda kekurangan vitamin A adalah tubuh yang kerap mengalami rabun senja, infeksi pada saluran pernapasan, katarak, kondisi kulit yang tidak sehat ataupun menurunnya daya tahan tubuh. Kondisi semacam ini bila dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin akan menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius. Agar tak menjadi lebih parah, ada baiknya Anda mengkonsumsi sumber vitamin A, seperti ikan, buah-buahan berwarna merah dan kuning, susu, dan sayur-sayuran hijau. 4.   Kram otot yang terlalu sering Kram otot memang normal dialami tatkala kita berolahraga tanpa pemanasan terlebih dahulu. Sayangnya kram otot yang dimaksud disini cukuplah berbeda, yakni kram otot yang terlalu sering. Bahkan kram otot muncul saat Anda tak melakukan olahraga sekalipun dan tanpa gejala sebelumnya. Gejala kram otot inipun sebenarnya diikuti oleh gejala lain pada tubuh, seperti kulit pecah-pecah dan bersisik serta insomnia atau sulit tidur. Sebagai pencegahan dan penanganan yang tepat, ada baiknya Anda memperbanyak konsumsi vitamin B5. Sumber vitamin B5 ini bisa dijumpai pada susu, daging, kacang hijau, hati dan sayur-sayuran. 5.   Adanya gangguan pada sistem saraf Gejala umum yang ditandai dengan gangguan pada sistem saraf maupun otot serta kemandulan pada kaum adam dan hawa mengartikan bahwa tubuh Anda kekurangan vitamin E. Saat tubuh menunjukkan gejala-gejala demikian, mulailah untuk mencari cara pencegahannya. Dalam beberapa jurnal kesehatan, disebutkan kalau kekurangan vitamin E dapat dipenuhi dengan konsumsi sumber vitamin E alami. Beberapa sumber vitamin E yang bisa Anda konsumsi sehari-hari adalah ayam, ikan, kuning telur, minyak dari tumbuh-tumbuhan, ragi maupun kecambah. 6.   Menderita kejang otot Kekurangan vitamin D bisa dibilang paling mudah dikenali oleh alarm tubuh yang diberikan. Bagi mereka yang peduli dengan kesehatan dan kebugaran tubuh, tentu akan lebih mudah mengenali ciri-cirinya. Gejala yang paling umum dijumpai adalah otot yang lebih mudah mengalami kejang, kelainan yang terjadi pada pertumbuhan tulang dan kerusakan pada gigi. Tanda kekurangan vitamin D ini sebenarnya bisa diatasi dengan cara paling aman dan mudah, yakni mengkonsumsi telur, minyak ikan, susu dan keju. 7.   Gampang mengeluhkan nyeri di tubuh Tubuh memang memiliki caranya tersendiri untuk memperingatkan Anda dalam memenuhi asupan nutrisi serta vitamin. Jika dilanggar, akan ada sanksi atau peringatan yang Anda dapatkan bahkan berlanjut pada gangguan kesehatan yang cukup berat. Satu diantara tandanya adalah nyeri pada bagian tubuh yang mudah sekali dirasakan. Di samping itu, adapula gejala tubuh lainnya seperti infeksi pada luka terbuka serta gusi yang berdarah. Ini mengartikan bahwa tubuh Anda tengah membutuhkan vitamin C dalam jumlah dan dosis yang cukup. Vitamin C sendiri sangat mudah didapatkan dari buah-buahan dan sayuran segar, sepeti jeruk, kiwi, jambu batu, nanas, dan tomat. Baca juga : Hati-hati, Racun Tengah Mengintai Makanan dan Minuman Anda!   Alarm atau peringatan tubuh di atas mungkin kini tengah Anda alami atau sering mengganggu aktivitas Anda. Sayangnya, kebanyakan dari kita memang mengacuhkan atau membiarkan gejala tersebut berlangsung sangat lama. Anda kerapkali menganggapnya sebagai gejala biasa tanpa diikuti oleh penanganan yang serius. Padahal banyak ahli kesehatan yang menyatakan bahwa gejala tersebut wajib diperhatikan dan dicari cara penanganannya sesegera mungkin. Tujuannya tentu tak lain dan tak bukan agar tubuh tidak mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius. Selain merubah pola makan yang lebih sehat, pastikan asupan vitamin dari buah-buahan pun dipenuhi. Tak ada salahnya memperbanyak konsumsi sayur-sayuran daripada makanan cepat saji yang banyak dijajakan di luaran. Selain itu, gantilah makanan kecil atau jajanan tak sehat dengan buah-buahan yang lebih kaya vitamin dan mineral. Melalui artikel ini, diharapkan para pembaca pun mulai memperhatikan kembali kondisi kesehatan mereka. Terlebih memperhatikan asupan vitamin dan mineral yang lebih mudah diperoleh dari buah-buahan maupun sayur-sayuran. Hal ini bisa membantu Anda melindungi dan menjaga kesehatan tubuh serta terhindar dari penyakit berbahaya. Biasakan diri untuk tidak mengkonsumsi makanan tidak sehat, supaya tubuh tidak memberikan tanda kekurangan vitamin.

Featured Image
Apakah LGBT Itu Penyakit Atau Bukan?

23-02-2016 06:26

Saat ini masyarakat banyak dikejutkan dengan LGBT, banyak diantaranya yang belum tau dan mengerti dengan apa itu yang dimaksud oleh LGBT sendiri. Bahkan ada pula beberapa diantaranya yang bertanya apakah LGBT itu termasuk dalam jenis penyakit LGBT atau bukan? Untuk menjawab beberapa bentuk pertanyaan tersebut, sebaiknya Anda perhatikan terlebih dahulu uraian penjelasan di bagian bawah ini :   Apa itu LGBT? LGBT atau sering pula disebut sebagai GLBT adalah singkatan dari kata Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Istilah ini sebenarnya sudah digunakan sejak tahun 1990 lalu, namun untuk perkembangannya memang baru dikenal oleh masyarakat dalam beberapa waktu terakhir ini. Penggunaan istilah LGBT pada mualnya digunakan untuk mengganti frasa dari Komunitas Gay. Hal ini juga berkaitan dengan penggunaan kata yang lebih mewakili dari kelompok-kelompok orang yang sudah disebutkan pada bagian di atas itu tadi.   Baca juga : Waspadai Penyakit di Musim Hujan dengan Cara Pencegahannya   Selain itu penggunaan istilah ini juga digunakan untuk menekan bentuk keanekaragaman yang dilihat melalui kacamata seksualitas serta gender. Bahkan peggunaan istilah tersebut juga tidak hanya digunakan untuk menyebutkan pihak homoseksual atau pun biseksual saja. Karena tidak jarang mereka yang heteroseksual pun dimasukkan dalam istilah yang satu ini. Karena itulah penggunaan istilah LGBT sering pula ditambahkan dengan penggunaan huruf Q yang berarti mewakili kata Queer. Sehingga istilah tersebut pun berubah menjadi LGBTQ atau GLBTQ. Penggunaan istilah ini bahkan tercatat sejak tahun 1996 lalu.   Pada dasarnya tidak semua orang setuju dengan penggunaan istilah dari LGBT itu sendiri. Karena ada beberapa diantaranya pendapat yang menyatakan bahwa pergerakan transgender serta transeksual tidak sama dengan apa yang disebut sebagai Lesbian, Gay serta Biseksual. Hal ini berkaitan pula dengan gagasan dari penggunaan kata transgender serta transeksual yang memang berkaitan dengan identitas gender, namun justru terlepas dari bentuk orientasi seksual.     LGBT Bukanlah penyakit atau pun kelainan   Setelah membicarakan mengenai istilah LGBT yang pada dasarnya sudah dikenal sejak jaman dulu. Salah seorang pakar saraf yang bernama dr. Roslan Yusni Hasan, SpBS justru mengungkapkan pendapatnya terkait dengan LGBT tersebut. Menurut beliau LGBT bukanlah jenis penyakit atau bahkan kelainan. Karena itulah tidak diperlukan adanya sistem pengobatan atau bahkan penyembuhan yang perlu dilakukan.   Dokter yang akrab dengan panggilan Ryu itu bahkan menyebutkan bahwa LGBT sebagai variasi kehidupan saja. Mengepa demikian? Karena di dalam bagian biologi yang dimiliki oleh para kaum tersebut tidak terdapat hal yang tidak normal. Karena itulah hal ini dianggapnya sebagai bentuk variasi belaka.  Beliau bahkan menjelaskan bakat seseorang untuk menjadi seorang lesbian, kemudian gay, biseksual atau bahkan transgender itu sendiri pada dasarnya memang sudah terbentuk ketika dirinya menjadi janin dalam kandungan ibu.   Meskipun proses terbentuknya jenis kelamin, kemudian gender serta orientasi seksual adalah proses yang terjadi dengan cara terpisah, namun proses tersebut pada dasarnya memang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan ada beberapa orang yang memiliki jenis kelamin laki-laki, namun gendernya justru belum tentu maskulin. Hal ini juga turut memberikan pengaruh pada orientasi seksualnya yang juga belum tentu mengarah pada sosok perempuan.   Hal ini juga lebih dijelaskan oleh sosok Ryu melalui penjabarannya yang menyatakan bahwa seseorang yang memiliki kromosom XX belum tentu memiliki jenis kelamin sebagai perempuan, begitupun dengan kromosom XY yang juga belum tentu menjadi sosok laki-laki. fakta biologisnya, banyak sekali variasi genetik, yang pada akhirnya dapat membuat keadaan kromosom menjadi lebih banyak atau malah berkurang.   Selain hal tersebut Ryu juga menjelaskan jika kaum LGBT memiliki variasi struktur otak yang berbeda antara satu dengan lainnya, sehingga sulit untuk diubah. Hal ini terkait pula dengan jumlah dari kaum LGBT yang memang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Selain itu Ryu juga menambahkan bahwa seseorang yang termasuk homoseksual pada dasarnya tidak dapat menurunkan sifat asli yang dimilikinya. Hal ini jelas berbeda dengan mereka yang heteroseksual yang mampu memiliki keturunan.   Karena itulah pada akhirnya menurut Ryu semua itu kembali pada masing-masing pribadi yang memilikinya, dan bentuk kenyamanan yang dirasakan oleh seseorang. Dengan kata lain ketika seseorang menyukai permainan drum dan memiliki bakat dalam hal tersebut, kemudia ia memilih drum itu tadi dibandingkan dengan gitar, maka hal tersebut tentu saja diperbolehkan.   LGBT sebagai bentuk penyakit kejiwaan yang menular Berbeda halnya dengan bentuk pendapat yang disebutkan pada bagian di atas tadi. untuk pendapat yang akan dijelaskan pada bagian di bawah ini justru menyebutkan LGBT sebagai bentuk jenis penyakit. Selain itu penyakit LGBT ini juga dimasukkan dalam kategori penyakit menular. Isu mengenai masalah LGBT saat ini memang tengah menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia. Cukup banyak diantaranya orang yang berpendapat jika LGBT ini bertentangan dengan nilai serta ajaran agama. Namun tidak jarang pula orang yang beranggapan bahwa kaum LGBT berhak untuk menyuarakan keadaannya sehingga ia tidak dikucilkan dari masyarakat di lingkungan sekitarnya.   Beberapa orang yang menyatakan pendapatnya bahwa LGBT bukanlah jenis penyakit justru mulai dipatahkan oleh seorang psikiater bernama Dr. Fidiansyah. Menurut beliau mereka yang termasuk dalam kaum yang satu ini justru termasuk orang yang terkena gangguan jiwa. Karena termasuk dalam bentuk penyakit dari gangguan jiwa, maka bentuk penyakit yang satu ini pun dikategorikan sebagai penyakit yang mampu menular pada orang lainnya.   Hal tersebut bahkan diterangkan olehnya dalam sebuah buku yang berjudul PedomanPenggolongan Diagnosis dari Gangguan Jiwa. Dalam bukunya tersebut, Fidiansyah menyebutkan jika homoseksual serta biseksual termasuk dalam bentuk gangguan psikologis serta perilaku yang memang berhubungan dengan perkembangan dari orientasi seksual.   Dari pernyataannya tersebut Fidiansyah menyatakan bahwa apa yang sudah diungkapkan olehnya atau bahkan psikiater lain yang menyebutkan LGBT sebagai bentuk penyakit menular bukan ingin mendiskriminasi. Menurut beliau hal ini dilakukan justru untuk membantu para kaum tersebut. berkaitan dengan sebutan LGBT sebagai jenis penyakit gangguan jiwa yang menular tentu saja bentuk penularannya pun tidak dilakukan melalui kontak bakteri, virus, atau bahkan mikroba lainnya. Hal ini justru lebih mengarah pada bentuk penularan melalui perubahan sikap perilaku serta bentuk pembiasaan yang dilakukan olehnya.   Baca juga : Akibat yang Ditimbulkan dari Pemakaian Celana Ketat bagi Kesehatan     Karena itulah LGBT dikatakan dapat menular, yang dilakukan melalui penularan perilaku. Teori penularan yang satu ini diungkapkan melalui bentuk pembiasaan. Seperti halnya ketika seseorang mulai mengikuti satu pola  tertentu yang pada akhirnya akan membuat dirinya menjadi satu karekter tersebut. Sehingga pada akhirnya terbentuklah kepribadian, dengan bentuk pembiasaan yang sesuai dengan gangguan dari penyakit jiwa itu tadi.   Dari beberapa bentuk pendapat yang sudah dijelaskan pada bagian di atas tadi, Anda dapat melihat bahwa masih banyak pertentangan terkait dengan isu kontroversial dari LGBT itu sendiri. Apakah ia termasuk dalam jenis penyakit yang dikenal dengan sebutan Penyakit LGBT atau bukan? Namun jika hal ini sekiranya merugikan memang lebih baik untuk tidak menjadi bagian di dalamnya. 

...