Waktu Posting : 15-05-2015 21:19 | Dibaca : 2507x
Kadar kolesterol darah
Mendengarkan kata kolesterol, mungkin yang terbayang di benak Anda adalah sesuatu yang negatif. Bagaimana tidak, kebanyakan orang tentunya sudah tidak asing dengan istilah kolesterol tinggi bukan? Terlebih penyakit satu ini memang menjadi penyakit lumrah yang diderita oleh kaum urban dan masyarakat modern. Koleseterol sendiri sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun dinding sel serta memproduksi hormon.
Catatan penting, kolesterol yang dibutuhkan tentunya dalam batas normal. Jika sudah melewati ambang batas, tentunya membutuhkan obat herbal untuk penyakit kolesterol. Kolesterol itu sendiri adalah senyawa yang memiliki tekstur lembek dan terletak diantara lemak dan sel tubuh. Itulah mengapa kita sering mendengar istilah kandungan kolesterol di dalam aliran darah. Setidaknya, ada 2 jenis kolesterol dalam tubuh, yaitu LDL (low density lipoprotein) atau kolesterol jahat dan HDL (high density lipoprotein) atau kolesterol baik.
Baca juga :Â Resep untuk Merapatkan Vagina Â
Selain berperan aktif dalam produksi hormon, kolesterol pun adalah komponen pentin dalam pembentukan asam empedu. Tak hanya itu, kolesterol pun menjadi salah satu komponen dalam vitamin D dan produksi hormon steroid. Sayangnya, kadar kolesterol di dalam darah tetaplah tidak boleh terlalu kebanyakan. Hal tersebut akan memicu berbagai penyakit berbahaya, seperti serangan jantung, tekanan darah tinggi, batu empedu, stroke dan lain sebagainya.
Kadar trigliserida dan kolesterol
Selain kolesterol adapula trigliserida, yakni sejenis lemak di dalam aliran darah. Kadar trigliserida yang tinggi di dalam tubuh biasanya diikuti pula oleh kadar kolesterol yang tinggi. Kondisi ini berarti kadar LDL jauh lebih tinggi daripada kadar HDL di dalam aliran darah. Kolesterol seyogyanya berasal dari dalam maupun luar tubuh manusia, yaitu dari makanan yang Anda konsumsi. Biasanya makanan semacam ini berasal dari hewan, seperti telur dan daging.
Baca juga :Â Cara Membuat Jus Buah yang Enak dan Menyegarkan Â
26-07-2014 19:18
Saat ini obesitas/kegemukan menjadi masalah yang cukup serius di kalangan masyarakat. Obesitas/ kegemukan bisa menyerang kaum laki-laki dan kaum perempuan. Penyebab obesitas ini bisa beragam, misalnya seperti faktor genetik, faktor lingkungan dan faktor psikis. Orang yang memiliki obesitas beresiko mudah terkena penyakit, misalnya saja penyakit diabetes dan masih banyak penyakit lainnya. Oleh sebab itu, banyak orang berlomba-lomba untuk menjaga keseimbangan berat badan mereka dengan alasan penampilan dan tentunya untuk menjaga kesehatan. Ada cara cepat dan ada cara aman dan sehat yaitu dengan obat kurus alami. Baca juga : Cara Mencegah Serangan Stroke Sekarang ini ada banyak sekali obat alami untuk membuat tubuh menjadi lebih kurus / menurunkan berat badan secara efektif. Adapun beberapa ramuan obat kurus alami yang bisa dicoba adalah jamu kunyit asam, kunyit asam ini sudah terbukti dapat menurunkan berat badan karena sudah sejak dulu dipercaya. Selain itu bisa juga dengan menkonsumsi teh hijau secara rutin karena kandungan yang ada di dalamnya terdapat antioksidan yang dapat mengurangi berat badan. Kemudian bisa juga dengan membuat ramuan kayu manis yang dicampur dengan madu. Menkonsumsi teh tanpa gula juga bisa Anda manfaatkan karena tidak ada gula maka kadar gula juga bisa terjaga dengan baik, hal tersebut dilakukan karena gula dapat menambah berat badan. Dengan demikian nantinya tubuh akan lebih kurus dan berat badan akan terjaga dengan baik.
05-07-2016 05:07
Imunisasi merupakan salah satu cara mencegah penyakit berat pada anak. Infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi antara lain polio, campak, difteri, tuberkulosis, dan hepatitis B. Vaksin dibuat dengan melemahkan virus atau bakteri, namun dalam bentuk yang tidak membahayakan tubuh. Malah, bagian dari virus atau bakteri yang sudah dilemahkan itu akan membantu tubuh membentuk antibodi yang membuat anak menjadi kebal terhadap penyakit tertentu. Pada kasus peredaran vaksin palsu yang baru diungkap oleh kepolisian, diduga para tersangka pemalsuan vaksin mencampur cairan infus dengan antibiotik atau vaksin tetanus. Baca juga : Ingin Coba? Ternyata Ini Manfaat Pakai Kaos Kaki Isi Bawang Merah Menurut ahli vaksin, dr.Dirga Sakti Rambe Msc-VPCD, ada dua efek negatif pemberian vaksin palsu pada bayi. "Yang pertama dampak keamanan vaksin palsu itu dan yang kedua dampak proteksi atau kekebalan, yakni bayi yang diberi vaksin palsu tentu tidak memiliki proteksi atau kekebalan," kata Rambe seperti dikutip Antara. Ahli vaksin dari Universitas Siena, Italia itu, menambahkan, terkait dampak keamanan, kata dia, tergantung dari larutan yang dicampurkan pembuat vaksin palsu. Saat ini, kandungan yang terdapat dalam vaksin palsu masih diteliti lebih lanjut oleh Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian Indonesia dan Badan POM. "Yang jelas proses pembuatan vaksin palsu tentu tidak steril bisa tercemar virus, bakteri, dan lain sebagainya yang tidak baik bagi kesehatan," katanya. Dia menambahkan, kemungkinan jangka pendek yang dapat terjadi adalah timbulnya infeksi. "Infeksi bisa bersifat ringan bisa juga infeksi sistemik. Infeksi berat bisa berupa demam tinggi, laju nadi meningkat, laju pernafasan meningkat, leukosit meningkat, anak sulit makan minum hingga terjadinya penurunan kesadaran," katanya. Menurut Kementrian Kesehatan RI dalam twitnya melalui akun @KemenkesRI, karena vaksin palsu dibuat dengan cara yang tidak baik, maka kemungkinan timbulkan infeksi. Baca juga : Waspada, Ini 5 Penyakit yang Sering Salah Diagnosis! Gejala infeksi ini bisa dilihat tidak lama setelah diimunisasikan. Jadi kalau sudah sekian lama tidak mengalami gejala infeksi setelah imunisasi bisa dipastikan aman. Bisa jadi anak Anda bukan diimunisasi dengan vaksin palsu, tetapi memang dengan vaksin asli. Sementara itu, untuk dampak proteksi tujuan vaksinasi tidak tercapai, yaitu membentuk kekebalan tubuh sebelum seseorang jatuh sakit. Misalnya, seorang anak mendapat vaksinasi Hepatitis B sebanyak 3 kali. Setelah terpenuhi, anak ini kebal bila kelak terpapar oleh virus Hepatitis B. Ia sudah kebal tanpa harus jatuh sakit. Sementara anak yang tidak divaksinasi, harus sakit dulu baru dapat memiliki kekebalan. Bila ternyata anak ini mendapatkan vaksin yang palsu, tentu kekebalan itu tidak pernah ada.
30-08-2016 06:39
Mata adalah organ tubuh yang didalam tubuh tapi terlihat dari luar, sehingga harus dijaga kesehatannya lebih baik. Mata memiliki retina yang sangat mudah rusak jika terkena sinar matahari langsung, oleh karena itu, nelayan-nelayan yang sering melaut, banyak yang terkena penyakit katarak, karena pada saat melaut tidak memakai pelindung buat mata. Bagaimana menjaga mata agar pada saat umur 60an, tidak terkena katarak? Hindari dari sinar matahari langsung. Jika proses melihat sampai memicingkan mata, berarti mata menerima sinar terlalu banyak. Jika terlalu sering memicingka mata berarti makin cepat terkena katarak. Baca juga : Penyakit Pada Kulit Polisi yang bertugas di luar, di jalan raya, yang sehari-hari terkena matahari, harus hati-hati juga. Jangan sampai setelah pensiun kena katarak. Polisi yang memakai kacamata hitam, bukan cuma untuk gaya gayaan, tapi untuk kesehatan matanya, jadi sudah seharusnya jika ada biaya pembelian kacamata hitam untuk polisi yang bertugas di luar ruangan. Banyak yang tidak menyadari pentingnya menjaga mata sejak muda, pada saat masih sehat matanya. Untuk pengendara kendaraan roda 2 ataupun 4, di jalanan yang panas terik, sehingga pengendara memicingkan matanya, berarti sudah seharusnya menggunakan kacamata hitam. Ada beberapa pengendara yang menggunakan kacamata ada juga yang tidak. Setelah memperhatikan jalanan pada saat berkendaraan, jumlah pemakai kacamata hitam masih sedikit prosentasenya, kurang dari 50%. Baca juga : Khasiat Jus Kulit Manggis  Pengetahuan untuk menjaga kesehatan mata sangat penting, bagi orang yang sehari-harinya selalu terkena sinar matahari.