Waktu Posting : 06-06-2014 18:23 | Dibaca : 2296x
21-06-2018 01:09
Semakin canggih teknologi maka akan semakin memeprmudah manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Komunikasipun akan sangat mudah dapat dengan memanfaatkan vitur video call yang tersedia di hp. Saat malas melanda maka dapat menggunakan aplikasi ojek online yang menyediakan layanan antar makanan dengan mudah. Namun, semakin canggih teknologi ternyata memiliki dampak pada kesehatan.. Apa saja dampaknya pada masalah kesehatan? Berikut ulasannya.. 1. Menyebabkan kecelakaan lalu lintas Banyak pengendara yang melalaikan keselamatan akibat asik bermain ponsel pintar saat sedang berkendara. Padahal seharusnya saat ingin menggunakan ponsel, pengendara menepi dan bukan menggunakannya saat menyetir. Hal ini lah yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas karena kurangnya konsentrasi saat berkendara. 2. Meningkatkan depresi Terus menerus bermain ponsel, mengecek media sosial dan mengirim pesan singkat selama 24 jam maka akan meningkatkan risiko cemas dan depresi. 3. Sakit leher Saat mengalami sakit leher maka bisa jadi penyebabnya yaitu karena terlalu sering melihat ponsel. Kebiasaan menunduk saat melihat ponsel dapat memberikan beban pada tulang leher sehingga meningkatkan risiko cedera tulang dan membuat leher menjadi sakit. 4. Kualitas tidur terganggu Kurangi kebiasaan bermain ponsel karena sinar biru yang dikeluarkan ponsel pintar dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh lelah pada siang hari. Mata juga akan mengalami mata lelah dan nyeri kepala. 5. Menurunkan tingkat kesuburan Jika Anda mendambakan keturunan sebaiknya jangan memangku laptop pada paha saat bekerja karena dapat menurunkan tingkat kesuburan. Radiasi dan panas yang dikeluarkan laptop dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada testis dan penurunan kualitas sperma yang dihasilkan.
03-10-2014 20:54
Dalam keadaan apa pun sudah pasti tiap-tiap orang menghendaki dirinya terus sehat. Penyakit apa pun itu sudah pasti tiada yang ingin merasakannya, terlebih asam urat. Penyakit yang kerap menyerang seorang diusia lanjut ini termasuk juga pula yang perlu dijauhi. Rasa nyeri yang menyerang seluruh persendian sudah pasti bakal menyusahkan di dalam menjalankan kegiatan. Terlebih apabila dihadapi oleh yang telah berumur lanjut. Mencegah lebih baik dari pada mengobati, mungkin saja hal tersebut yang bakal dikerjakan untuk yang belum terkeka asam urat. Namun untuk yang telah terserang penyakit asam urat, ada jalan untuk menurunkannya. Baca juga : Menyikat Gigi Sebelum Tidur, Pentingkah? Kandungan asam urat normal untuk lelaki ialah 3, 5-7 mg/dl, sedang pada wanita ialah 2, 5-6 mg/dl. Jika kandungan asam urat telah melebihi batas itu dikatakan hiperurisemia. Pada situasi ini seorang umumnya telah alami tanda-tanda enteng. Hal semacam ini mesti diantisipasi supaya tak jadi tambah kronis. Bila kandungan asam urat selalu naik serta jadi tambah kronis, jadi bakal makin susah perlakuannya. Kecuali itu kandungan asam urat yang tinggi pula bakal menimbulkan penyakit yang kompleks atau komplikasi. Di bawah ini ialah berbagai jalan yang dapat dikerjakan untuk turunkan asam urat : 1. Memperbanyak konsumsi air putih, anda dapat minum pada 2 hingga 3 liter /hari. Air putih mempunyai banyak manfaat untuk manusia, air putih bisa membuat lancar proses metabolisme pada badan. Kecuali itu pula amat bagus didalam menolong proses pencernaan, hal semacam ini bakal menolong ginjal untuk mengolah asam urat serta mengeluarkannya dari tubuh. 2. Konsumsi larutan baking soda, baking soda bisa menolong melarutkan kristal asam urat. Langkahnya dengan mencampurkan ½ sendok teh baking soda dengan 230 ml air, keudian minum optimal 8 gelas /hari. Kerjakan hingga tanda-tanda asam urat hilang. Namun jikaandamenderita tekanan darah tinggi disarankan tak konsumsi minuman ini. Baca juga : Cara Alami Mengatassi Mata Minus 3. Pergantian pola makan, buat anda yang suka pada tipe makanan seperti jeroan, seafood, daging merah serta makanan tinggi purin yang lain. Mulai saat ini mesti menghindarinya, seperti yang kita tau pemicu asam urat ialah zat purin. Konsumsi beberapa makanan itu bakal menaikkan kronis kandungan asam urat. Jadi beralihlah pada makanan yang rendah zat purinnya. Ketiga jalan di atas ialah jalan untuk turunkan asam urat anda. Janganlah lupa bahwa untuk kesembuhan memanglah dibutuhkan ketekunan. Semoga berguna!
15-06-2014 00:43
Jantung adalah satu diantara organ vital untuk manusia. Ketidakpahaman manusia perihal organ itu bikin banyak mitos beredar di orang-orang. Yang kritis, tak sedikit yang memercayai, walaupun lalu dapat dibuktikan salah. Serta bila salah, nyawa taruhannya. Mitos 1 : orang muda tak terkena serangan jantung Kata siapa? Mitos ini benar-benar lama beredar di orang-orang, juga barangkali ada banyak yang memercayai. Namun faktanya, sesudah masa 90-an pasien serangan jantung makin muda. Saat ini, terdaftar sejumlah 20 % masalah serangan jantung dibawah umur 40, sejumlah 40% diantara umur 40-45, serta 40% diatas umur 50. Itu penyebab tiap-tiap orang dianjurkan untuk lakukan penelusuran serta pencegahan dari awal, sesudah umur 25. Ada tiga aspek yang menambah resiko terkena penyakit jantung, yakni terlampau banyak konsumsi lemak serta gula, kemalasan fisik, serta dampak radikal bebas. Bila aspek resiko ini dirangkum jadi satu, ujungnya ialah pola hidup! Waspada! Baca juga : Waspadai, Kanker Usus Mengincar Anda Mitos 2 : jantung tak butuh beristirahat " Bila jantung beristirahat, mati, dong, orangnya! " Walau tak betul-betul berhenti berdenyut, jantung juga butuh beristirahat. Kapan? Di waktu kita tidur. Pada saat tidur, jantung berkontraksi minimum, yakni seputar 50-60 denyut per menit. Pekerjaan jantung sejatinya benar-benar berat. Setiap saat berdenyut, jantung memompa 70-80 cc darah. Serta dalam satu menit, jantung berdenyut 70-100 kali. Berarti, dalam satu menit jantung bakal memompa 500 cc cairan darah, serta ada 30. 000 cc atau seputar 5. 000-6. 000 liter darah dipompa tiap-tiap hari. Ini penyebab tidur benar-benar utama untuk kesehatan jantung. Mitos 3 : serangan jantung diwariskan? Pada dasarnya, penyakit jantung tak alami penurunan dengan cara genetik. Tetapi, bila keluarga Anda mempunyai kisah serangan jantung yang tinggi, maka itu mempertinggi resiko Anda terkena. Oleh karena itu Anda mesti dapat mengetahui diri serta lingkungan Anda, berhenti merokok, olahraga teratur, melindungi kolesterol, gula, serta berat tubuh, plus periksakan diri Anda dari awal. Baca juga : Tips Mendongkrak Stamina Orang Tua Mitos 4 : dada kiri nyeri = serangan jantung? Belum pasti iya, namun belum pasti juga tak. Bila rasa nyeri jadi lebih kuat saat aktif berkegiatan, serta gejalanya alami penurunan dengan pemberian obat nitrat dibawah lidah, maka itu mengindikasikan sakit jantung. Namun, apabila sakit di dada bisa ditunjuk dengan terang memakai jari -dan bila ditekan jadi nyeri, besar kemungkinan ini sakit otot dada. Di Indonesia, umumnya sinyal serangan jantung yang nampak ialah sakit di ulu hati, kembung serta seperti masuk angin. Tidak sama dengan di AS yang nyeri bermula dari dada, lalu menjalar ke lengan kiri serta leher. Yang menghebohkan, riset di Kampus Airlangga pada 1980-an tunjukkan, saat beberapa orang yang terasa masuk angin di check, sebenarnya 30 % diantara mereka terkena serang jantung koroner. Mitos 5 : dapat mendeteksi serangan jantung Salah besar. Ada argumen kuat kenapa serangan jantung bisa dimaksud 'the silent killer', tidak cuma di Indonesia, tetapi di semua dunia. Faktanya, sejumlah 30 % masalah serangan jantung tak mempunyai tanda-tanda serta selesai dengan kematian. Ini yang dimaksud sudden death. Pemberitahuan untuk pertama serta paling akhir kalinya. Memanglah, sebagian serangan jantung, terlebih bila dikarenakan bisul penyumbat pembuluh darah yang besar, menyebabkan tanda-tanda. Namun pecahnya bisul pembuluh darah yang kecil, yang ukurannya kurang dari 50 % penyumbatan, inilah yang mengakibatkan sudden death. Plak-plak kecil inilah yang jahat. Bagaimana tak, ia tak tampak dengan EKG, tak terdeteksi dengan tes treadmill. Ia baru bakal terlihat bila dikerjakan Multislice CT scan. Dari sinilah julukan silent killer berasal.