Deteksi Dini Keberadaan Kanker Kolon (Usus Besar)

Additional Image

Waktu Posting : 14-06-2014 19:22 | Dibaca : 2882x

Kecuali melakukan pola hidup lebih sehat, sesungguhnya kanker kolon dapat dihindari dengan skrining serta deteksi awal. Sejumlah 95 % masalah kanker usus besar bisa diatasi, bila ditemukan awal melalui tes serta kontrol rinci. Tetapi, pantas disayangkan, banyak orang-orang malas melakukan deteksi awal lantaran terasa tak yakin terkena kanker usus besar.

Serta yang terutama, sebelum saat Anda melakukan pemeriksaan-pemeriksaan itu, bacalah gejala-gejala yang didapatkan dari tubuh Anda. Dengarlah nada keluhan tubuh Anda. Bila ada yang lain dari pada lazimnya, mesti aware, janganlah didiamkan. Orang sakit perut itu umum. Namun bila telah tak hilang-hilang, mesti diwaspadai. ”

Walau tak nyaman, atau barangkali menjijikkan, tiada kelirunya Anda memerhatikan feses yang Anda mengeluarkan waktu BAB. Lantaran pergantian pada pola BAB – frekuensi ataupun konsistensinya – adalah tanda awal yang vital.
 
Baca juga : Migrain Lebih Suka Mengincar Perempuan

Bila Anda alami persoalan dengan saluran cerna, berkonsultasilah ke dokter. Janganlah sangsi untuk kembali ke dokter itu kalau penyembuhan yang didapatkan tidak kunjung memperlihatkan hasil, atau persoalan Anda selalu berjalan. Bila butuh, datangi dokter lain untuk meminta second opinion, supaya Anda meyakini dengan apa yang tengah berlangsung di saluran cerna Anda.

Dibawah ini ialah beberapa kontrol kanker kolon yang dapat Anda lakoni, demikian Anda mencurigai ada persoalan dengan usus besar Anda.

Kontrol colok dubur serta darah samar. Langkah yang paling simpel ialah dengan kontrol colok dubur, dimana dokter bakal memasukkan jarinya ke rektum. Kontrol bisa dikerjakan di klinik rawat jalan. Walau cuma mengonsumsi saat kurang dari lima menit, tetapi bisa mengakibatkan sedikit ketidaknyamanan untuk beberapa orang yang melakukan. Cara tersebut umumnya cuma bisa mendeteksi kanker yang terdapat pada 5-8cm paling akhir dari rektum. Kecuali itu, Anda dapat juga melakukan kontrol darah samar di laboratorium pada misal feses Anda untuk mendeteksi ada darah yang datang dari polip.
 
Baca juga : Cara Alami Redakan Sakit Gigi

Photo ronsen dengan bahan kontras serta kontrol biomolukuler. Memasukkan barium cair lewat pipa sempit ke dalam rektum untuk melapisi semua usus, lalu diidentifikasi dengan photo ronsen (cahaya X), juga bisa dikerjakan untuk mendeteksi kanker serta polip yang besarnya melebihi satu sentimeter. Serta akhir-akhir ini, dikenalkan kontrol biomolekuler untuk kanker usus besar pada misal tinja pasien, yakni tes tumor M2-PK (M2 pyruvates kinase), yang disebut pemberi tanda (biomarker) metabolik tumor. Gen pemberi tanda itu ditemukan E. Eigenbrodt dari Jerman pada1992, lalu di kembangkan Schebo Biotech. Dalam kontrol diukur kesibukan metabolisme tumor usus besar pada stadium awal untuk mendeteksi polip atau adenoma yang tak berdarah.

Kolonoskopi. Sedangkan untuk kanker yang terdapat lebih jauh didalam usus besar, Anda bisa melakukan kontrol kolonoskopi. Kontrol itu memakai teropok serat optik fleksibel yang dimasukkan lewat rektum ke dalam usus besar. Lewat teropong itu, bisa saja pengambilan potongan kecil dari jaringan tumbuh untuk pengujian. Prosedur itu bisa dikerjakan dengan bius minimum di klinik rawat jalan. Walau tak nyaman, prosedur berjalan kurang dari 30 menit.

Bila Anda dikira berisiko tinggi menderita kanker kolon, baiknya pikirkan untuk melakukan kolonoskopi tiap-tiap tiga thn sekali. Sedang bila Anda mempunyai riwayat polip di kolon, kerjakan kolonoskopi serta penghapusan polip tiap-tiap th. sampai tiada polip baru tumbuh. Di sebagian negara, kolonoskopi direferensikan untuk mereka yang berumur 50-70, semacam skrining teratur tiap-tiap tiga th. sekali.

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Teh Hijau, Obat Pelangsing Sehat dan Alami

29-03-2015 16:58

Memiliki tubuh ramping nan ideal adalah impian setiap orang. Namun sayangnya tidak semua orang terlahir dengan tubuh yang demikian. Sehingga banyak orang-orang yang berusaha keras agar tubuhnya bisa langsing dan cantik. Tak heran jika banyak sekali obat pelangsing berbahan kimia beredar di pasaran, obat pelangsing tersebut menawarkan banyak keunggulan termasuk dapat langsing dalam sekejap jika mengkonsumsi obat pelangsingtersebut. Padahal cara yang alami akan jauh lebih baik jika diterapkan secara rutin, meskipun cara yang alami ini membutuhkan waktu tapi setidaknya tidak akan memiliki efek samping seperti obat pelangsing berbahan kimia. Selain itu cara yang alami tidak menyebabkan ketergantungan juga. Cara paling alami untuk mendapatkan tubuh langsing dan ideal adalah dengan mengatur pola makan, olahraga dan juga minum teh hijau. Baca juga : Mencari Obat Herbal Untuk Kolesterol Tinggi yang Aman   Teh Hijau, Solusi Tepat Pelangsing Tubuh Anda pasti sudah sering mendengar mengenai teh hijau dan khasiatnya dalam melangsingkan tubuh. Mengkonsumsi teh hijau secara rutin dipercaya ampuh menurunkan berat badan Anda. Selain untuk menjaga penampilan tubuh yang langsing lebih sehat dibanding dengan tubuh yang gemuk karena berlebihnya lemak dalam tubuh. Sebab kegemukan itu dapat memicu datangnya berbagai macam penaykit seperti kolesterol, diabetes, asam urat, stroke dan bahkan penyakit jantung. Bagi negara China dan Jepang, konsumsi teh hijau sudah biasa dan merupakan minuman sehari-hari yang rajin dikonsumsi di negara-negara tersebut. Teh hijau ini aktif membakar lemak dalam tubuh karena mengandung feoftin dan katekin. Selain itu juga dapat mencegah penuaan dini. Terbukti mengkonsumsi zat katekin setiap hari mampu mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan menurunkan berat badan. Baca juga : Senyawa Obat-obat Kolesterol Secara Medis   Cara Membuat Minuman Teh Hijau Cara membuat minuman teh hiau sangat mudah seperti halnya saat kita menyeduh teh yang biasanya, cukup dengan menambahkan air panas dan tidak perlu gula, diminum sebelum makan, atau beberapa menit sebelum melakukan olahraga. Dalam beberapa minggu maka Anda akan merasakan manfaatnya dibarengi dengan olahraga dan pola makan yang sehat. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai bahaya kegemukan maka Anda bisa kunjungi website obatkolesterol.co.id, diabetes.id dan juskulitmanggis.co.id untuk informasi penyakit lainnya yang terkait dengan gaya hidup yang tidak sehat.

Featured Image
Mengenal Kesemutan Dan Faktor Penyebabnya

18-08-2014 01:25

Rasa kesemutan yang kerap berlangsung umumnya nampak jika seorang ada dalam satu posisi untuk saat yang lama. Sisi tubuh yang tak digerakkan dalam kurun waktu yang lama ditambah karenanya ada beban yang dirasakan oleh anggota tubuh spesifik itu bisa menyebabkan munculnya kesemutan.  Kesemutan pula adalah tandanya bahwasanya ada masalah pada saraf yang ada dibagian tubuh yang merasakannya, dapat lantaran ada desakan atau mungkin penjepitan pada saraf. Posisi tidur ataupun duduk yang menghimpit saraf anggota tubuh spesifik bisa menyebabkan kesemutan dari penjepitan yang berlangsung.    Baca juga : Simptom yang Tak Boleh Diabaikan   Kecuali keadaan sisi tubuh yang terhimpit kurun waktu yang lama, kesemutan pula bisa jadi tanda-tanda dari ada keadaan medis yang lebih serius. Penyakit-penyakit yang bisa menyerang sisi saraf pula bisa menyebabkan kesemutan yang berlangsung dengan cara terus-menerus. Pasien penyakit diabetes mellitus serta radang sendi (rheumatoid arthritis) condong pula menanggung derita masalah saraf pinggir pada tangan, jari, atau mungkin kaki.  Kecuali itu, masalah saraf pinggir bisa berlangsung disebabkan ada konsumsi alkohol yang terlalu berlebih dan ada kekurangan vitamin B12. Kecuali itu, keadaan spesifik seperti Carpal tunnel syndrome atau mungkin penjepitan saraf pinggir pada anggota tubuh khusus seperti di pergelangan tangan pula punya potensi menyebabkan kesemutan.  Untuk tahu apakah kesemutan yang dihadapi terkait dengan diabetes mellitus atau mungkin tak, butuh dikerjakan kontrol kandungan gula darah. Kandungan gula darah yang bakal di check ialah kandungan gula dalam darah waktu tengah berpuasa serta tak berpuasa. Dengan lakukan penelusuran ini, baru bisa diambil kesimpulan apakah tanda-tanda kesemutan yang dihadapi ialah disebabkan diabetes mellitus.    Baca juga : Mata Minus Bisa Dicegah Dengan 5 Cara Ini Penekanan saraf pinggir yang berlangsung pada orang tanpa ada penyakit spesifik pula bisa menyebabkan kesemutan. Keadaan medis ini di kenal dengan nama paresthesia serta bakal hilang dengan sendirinya sesudah berbagai lama.  Bila pasien kesemutan yang kerap berlangsung sudah berusia 40 tahun ke atas, pilihan yang paling aman ialah dengan lakukan kontrol kesehatan umum atau mungkin general check up yang teratur untuk mengecek adakah penyakit spesifik yang menyerang saraf. Yang terutama, di umur yang rawan terserang penyakit ini, hindarilah konsumsi alkohol. Meminum suplemen yang memiliki kandungan vitamin B, terlebih vitamin B12 amat dianjurkan untuk mendukung kesehatan sekalian melakukan perbaikan manfaat saraf pinggir.

Featured Image
Pemicu Maag

29-05-2014 09:50

Assalamualaikum :) Mba dr lely ,,, hihi maaf lagi pen nyobain konsul via web :p Mba memang nya kalau di bawah usia 6 bln ( yg seharusnya hanya mengkonsumsi asi ), trus diberikan asupan makanan selain asi dan bahkan makanan orang dewasa, apakah akan menyebabkan penyakit2 lambung dan semacamnya pada usia dewasa? Kok banyak yg bilang gt ya ... atau cuma mitos? hehe Jazakillah mba dr lely. Wassalamualaikum warahmatullah

...