Waktu Posting : 27-08-2014 06:29 | Dibaca : 2469x
02-07-2014 10:47
Bukan hanya pakaian saja lho yang bisa warna warni, rambut juga saat ini semakin bermacam warnanya. Pewarna rambut saat ini makin akrab serta jadi sisi dari tren fashion terbaru. Tetapi konon kabarnya pemakaian pewarna rambut bisa menyebabkan kanker . Apakah benar? Seluk Beluk Pewarna Rambut Tiap-tiap tahun, mode senantiasa berubah-ubah. Lebih tepaynya lagi berganti. Tidak cuma mode baju, style serta potongan rambut juga turut berganti. Juga bukan hanya potongan rambut saja yang utama, sekarang ini warna rambut juga sering dihubungkan dengan tren saat ini. Walau sebenarnya mulanya, pewarnaan rambut ditujukan untuk menutupi uban yang telah bermunculan di kepala. Dulu saat, pada tahun 1938, FDA (Food & Drug Administration, Badan POM-nya Amerika Serikat) sudah temukan bahwasanya pewarna rambut yang di produksi pada waktu itu, dengan bahan aktif utama coal-tar, dapat dibuktikan mengakibatkan reaksi alergi pada berbagai pemakainya. Tetapi FDA tak melakukan larangan, cuma mensyaratkan ada peringatan alergi pada label. Pada tahun 1978, FDA kembali mensyaratkan ada peringatan pada label pewarna rambut yang memiliki kandungan 4-methoxy-m-phenylenediamine (4MPPD) atau 4-methoxy-m-phenylenediamine sulfate (4MPPD sulfate), yakni dua bahan aktif pewarna rambut yang terhitung kelompok coal-tar. Kriteria peringatan ini semacam tindak lanjut temuan kaum peneliti di National Cancer Institute di Rumah Sakit Bethesda, MD., perihal munculnya kanker pada tikus percobaan yang pakannya digabung dengan ke-2 zat itu. Kaum peneliti itu memanglah berniat mempelajari dampak zat tersebut di pakan tikus serta bukan hanya menerapkannya di kulit, lantaran mereka hendak mempelajari efek zat aktif itu dalam badan (menurut riset, ada beberapa kecil zat aktif yang diterapkan pada rambut dapat terserap ke dalam darah lewat kulit kepala). Tetapi hasil riset ini diragukan oleh peneliti lain yang menyampaikan bahwasanya hasil uji ini tak dapat dengan cara akurat tunjukkan ada jalinan pada zat aktif pewarna rambut itu dengan kemungkinan kanker, lantaran jumlah yang dapat terabsorbsi melalui kulit kepala kecil kemungkinan sekali. Terlebih pada komponen pewarna rambut, tetap ada beragam zat kimia lain yang pula ditambahkan untuk memperoleh 'adonan' pewarna rambut yang di idamkan, serta bukan hanya terbagi dalam zat tunggal semata. Sesudah FDA menyebutkan peringatan pada 4MPPD serta 4MPPD sulfat, kaum produsen pewarna rambut menghentikan pemakaian zat-zat kimia itu dalam formula pewarna rambutnya. Semacam penambahan, industri pewarna rambut juga menghentikan pemakaian berbagai zat penambahan lain yang menurut riset menyebabkan kanker pada hewan percobaan. Tetapi berbagai peneliti terus terasa bahwasanya selama zat pengganti untuk zat penambahan itu mempunyai susunan kimia yang serupa, maka potensi pemicu kankernya bakal sama juga dengan zat yang digantikan. Baca juga : Cara Mudah Untuk Hidup Sehat dan Lebih Lama Apakah benar Timbul Kanker? Pada tahun 2004, peneliti dari Yale, Thongzhang Zheng, ScD temukan ada jalinan pada pewarna rambut permanen, terlebih yang berwarna gelap, dengan kanker kandung kemih serta non-Hodgkin's lymphoma. Riset itu menyimpulkan bahwasanya wanita yang memakai pewarna rambut dalam periode panjang sebelum saat tahun 1980 alami penambahan kemungkinan terkena non-Hodgkin's lymphoma dibanding yang tak memberi warna rambutnya atau yang memakai pewarna rambut semi permanen. Mereka yang memberi warna rambut dengan pewarna rambut permanen berwarna gelap lebih dari 25 tahun, juga resikonya meningkat 2 kali lipat. Riset Zheng ini dilaporkan dalam American Journal of Epidemiology edisi 15 Januari 2004. . Tetapi Cosmetic, Toiletry and Fragrance Association di Amerika Serikat mengacu 2000 hasil riset ilmiah perihal jalinan pewarna rambut serta kanker yang dikerjakan oleh kaum peniliti Johns Hopkins. Hasil-hasil riset itu tunjukkan bahwasanya susah untuk menyimpulkan ada jalinan yang pasti, serta perlu riset selanjutnya untuk dapat menunjukkan bahwasanya pewarna rambut dapat mengakibatkan kanker. Lantaran hasil riset yang amat bermacam, Direktur program Pewarna serta Kosmetik FDA, John Bailey, Ph. D menyampaikan bahwasanya FDA tak mempunyai basic yang kuat untuk menyebutkan bahwasanya apakah pewarna rambut memanglah menyebabkan kemungkinan kanker. Pemakai diinginkan mempunyai pertimbangan-pertimbangan yang masak dalam menentukan pewarna rambut, umpamanya dengan menerapkannya dengan cara benar serta sesuai sama panduan yang tercantum pada paket. Kurangi frekuensi pewarnaan (umpamanya, janganlah memberi warna rambut satu minggu sekali) dapat dikerjakan untuk hindari ada kemungkinan kanker disebabkan pewarnaan rambut. Baca juga : Kesemutan, Jangan Anda Anggap sepele Yang 'Alami' Belum Pasti Aman Bila pemakaian pewarna rambut memiliki bahan basic kimia menyajikan keragu-raguan dari segi keamanannya, mengapa tak coba memakai henna? Henna ialah pewarna rambut yang datang dari alam, Lawsonia inermis. Tetapi warna alami henna yang dipakai untuk pewarna rambut ialah merah-jingga, yang bila diterapkan ke rambut warnanya jadi lebih 'transaparan', cuma membuahkan warna rambut asli bersemu merah. Henna yang berwarna-warni seperti blonde, cokelat, mahogany, kemungkinan ada menambahkan garam logam atau juga barangkali ditambah pewarna rambut sintetis. Henna yang mengklaim dapat menyebabkan warna hitam (black henna) besar kemungkinan ialah pencampuran henna dengan para-phenylenediamine (PPD). Henna dengan menambahkan PPD sudah diklaim beresiko di beberapa negara, lantaran senyawa PPD dilaporkan menyebabkan beragam masalah dimulai dari hipersensitivitas hingga kanker. Henna asli tak sempat menyebabkan warna hitam, sedang henna hitam (black henna) yang kerap dipakai untuk rajah atau tato ialah Indigofera tinctoria yang menyebabkan warna indigo (biru tua), serta bukan hanya hitam. Yang Utama : Hati-hati Selanjutnya, apa pun pewarna rambut yang Anda pakai, yakinkan Anda senantiasa waspada dalam pemakaiannya. Selama Anda memakainya sesuai sama panduan, sejauh itu juga pewarna rambut cukup aman untuk Anda pakai. Yang perlu diingat waktu memakai pewarna rambut sintetik ialah : 1. Saat menerapkan pewarna rambut, janganlah membiarkannya ada di rambut anda lebih lama dari saat yang diputuskan dalam paket. 2. Bersihkan rambut hingga kulit kepala Anda dengan air hingga bersih. 3. Gunakan sarung tangan waktu menerapkan pewarna rambut. 4. Ikuti panduan penggunaan yang tercantum dalam paket dengan jeli. 5. Jangan sempat mencampuradukkan buatan pewarna rambut dengan merk atau tipe buatan yang tidak sama, lantaran dapat menambah kemungkinan terjadinya reaksi kimia yang tak di idamkan. 6. Usahakan tak terus-terusan ganti warna rambut, lantaran makin tidak sering Anda memberi warna rambut Anda, makin kecil juga kemungkinan kanker - atau masalah lain yang terkait dengan pewarnaan rambut - menghantui Anda. 7. Sangat dianjurkan, sebelum saat menerapkannya ke rambut Anda, coba untuk melakukan tes alergi terlebih dulu. Langkahnya dengan tempelkan sedikit saja adonan cat rambut ke daerah belakang telinga Anda, serta janganlah dicuci dahulu hingga 2 hari. Bila tiada rasa gatal, sensasi terbakar, kemerahan atau reaksi-reaksi alergi yang lain, barulah Anda dapat menerapkannya ke rambut Anda.
26-04-2022 04:28
Tidak sedikit orang yang tidak mau memiliki asuransi karena dianggap tidak ada manfaat dan membebani karena harus membayar premi setiap bulannya. Padahal, ada banyak manfaat asuransi, salah satunya adalah melindungi finansial dari biaya-biaya tak terduga seperti tagihan rumah sakit atau tagihan bengkel. Dengan memiliki asuransi keuangan jadi lebih tertata, aman, dan tidak mengganggu cash flow serta aset yang kamu miliki. Apalagi di masa pandemi seperti ini, di mana kondisi ekonomi tidak bisa diprediksi. Asuransi sendiri adalah perjanjian antara nasabah pemegang polis dan perusahaan asuransi di mana pihak perusahaan asuransi akan memberikan manfaat pertanggungan pada nasabah sesuai dengan polis yang dipilih dan besaran premi yang dibayarkan. Semakin besar premi, maka manfaat pertanggungan yang didapat akan lebih banyak. Kamu tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya-biaya lain misalnya untuk pengobatan, perbaikan gadget, hingga perbaikan kendaraan. Bagi kamu yang masih ragu untuk membeli asuransi, kamu wajib mengetahui manfaat asuransi untuk masa depan berikut ini. Manfaat asuransi sendiri terbagi menjadi manfaat secara umum dan manfaat berdasarkan jenis asuransinya. Berikut ini manfaat asuransi secara umum yaitu : 1. Memberikan rasa tenang Manfaat asuransi yang cukup terasa adalah memberikan rasa tenang karena kamu tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya-biaya lain misalnya biaya untuk rumah sakit, pengobatan, atau biaya perbaikan kendaraan. Asuransi juga akan melindungi kamu dari ketidakpastian yang terjadi di masa depan, apalagi saat pandemi seperti ini, di mana kemungkinan mengalami PHK cukup tinggi. Belum lagi apabila kamu sakit dengan biaya pengobatan yang mahal. Pihak asuransi nantinya akan mengganti kerugian yang kamu alami sesuai dengan polis yang diambil. 2. Keuangan jadi lebih tertata Manfaat asuransi lainnya yang bisa kamu rasakan adalah keuangan kamu jadi lebih tertata. Kamu bisa me-poskan keuangan kamu sesuai dengan rencana tanpa takut tabungan atau aset kamu terpaksa digunakan untuk biaya pengobatan atau perbaikan kendaraan. Kamu pun dengan leluasa melakukan pos-pos keuangan. Misalnya sebesar 50 persen untuk kehidupan sehari-hari. Sisanya bisa digunakan untuk investasi dan membayar asuransi. 3. Bisa digunakan untuk investasi Jangan salah, selain sebagai proteksi finansial, asuransi juga memiliki manfaat sebagai investasi. Salah satu contohnya adalah asuransi unit link yang terdapat layanan investasi dan keuntungannya bisa kamu ambil di akhir masa kontrak. Selain bisa memproteksi keuangan, asuransi juga bisa menambah pundi-pundi aset kamu yang bermanfaat untuk masa depan. Apabila di atas adalah manfaat asuransi secara umum, berikut ini fungsi asuransi sesuai dengan jenis-jenisnya. Manfaat asuransi kesehatan Sesuai namanya, asuransi kesehatan akan memberikan keuntungan berupa penggantian biaya terkait pengobatan, rumah sakit, hingga pembedahan. Asuransi kesehatan memiliki rider (asuransi tambahan) yang bisa kamu beli seperti asuransi gigi. Kamu bisa membeli rider tersebut apabila memang dibutuhkan. Beberapa produk asuransi kesehatan biasanya juga sudah ada yang sepaket dengan asuransi jiwa yang bisa memberikan perlindungan dari risiko-risiko yang tak terduga. Asuransi penyakit kritis Asuransi ini bisa untuk mengganti kerugian akibat biaya pengobatan yang termasuk ke dalam penyakit kritis, seperti jantung, stroke, hingga kanker. Apabila kamu atau keluarga memiliki riwayat atau keturunan penyakit kritis, kamu bisa membeli jenis asuransi ini sebagai persiapan apabila di kemudian hari risiko terkena penyakit tinggi. Untuk informasi selengkapnya mengenai berbagai produk asuransi tersebut di atas, kunjungi website PFI Mega Life. Menyediakan solusi investasi, tabungan, dan solusi proteksi asuransi yang paling baik kepada nasabah dan keluarga di tanah air, dengan menawarkan variasi produk dan layanan yang dirancang untuk memanfaatkan memenuhi kebutuhan keuangan para nasabah Indonesia yang beragam. PFI Mega Life Jl. TB. Simatupang Kav. 88, Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12520, Indonesia
09-02-2021 14:01
Sering tidur tanpa menggunakan bantal? Hati-hati ya, karena secara medis ada sejumlah bahaya bila tidur tanpa menggunakan bantal. Tidur tanpa bantal bisa mengancam kesehatan. Karena tidur dengan menggunakan bantal merupakan cara beristirahat yang ideal serta disarankan oleh para medis. Hal tersebut dikatakan oleh Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan dan Bedah Kepala Leher, dr.Arina Ikasari Muhtadi Sp. THT-KI yang dikutip dari laman kompas.com. Lebih lanjut lagi menurutnya bahwa menggunakan bantal ketika tidur merupakan suatu keharusan karena bantal bisa memberikan efek yang positif pada tubuh manusia ketika terlelap. Tidur tanpa menggunakan bantal bisa menyebabkan bahaya terutama pada seseorang dengan kondisi tertentu.  Beberapa bahaya bila tidur tanpa menggunakan bantal di antaranya adalah : Sakit leher dan punggung Dilansir darilaman Medical News Today bahwa beberapa orang yang tidur tanpa menggunakan bantal dengan posisi telentang maupun menyamping bisa menyebabkan sakit leher dan punggung. hal tersbeut karena ada tekanan pada leher bila tidur tanpa bantal. Selain itu juga bisa mengganggu kualitas tidur dan memicu sakit tidak hanya pada leher tetapi juga pada punggung. Risiko terkena penyakit refluks Bantal mempunyai berbagai fungsi serta manfaat bagi tubuh dan kesehatan tubuh. Dan salah satu fungsi yang terpenting dari bantal yaitu bisa membantu meninggikan kepala ketika tidur dengan posisi minimal 30 derajat atau seukuran satu bantal. Dr Arina menyebutkan bila orang-orang yang memiliki kebiasaan tidur tanpa bantal jauh lebih berisiko terkena penyakit refluks atau penyakit asam lambung. Ini karena posisi kepala sejajar atau tidak lebih tinggi dari bagian badan ketika tidur. Berbahaya bagi penderita sakit jantung Bantal dianjurkan bagi orang-orang yang menderita sakit jantung atau yang pernah mengalaminya. Dan bahkan sebaiknya orang-orang yang pernah memiliki riwayat jantung sebaiknya menggunakan dua bantal agar jantung lebih mudah bekerja. Oleh karena itu tidur tanpa bantal bisa berbahaya pada kesehatan para penderita penyakit jantung karena membuat jantung bekerja ekstra.  Itulah beberapa bahaya yang bisa terjadi bila tidur tanpa menggunakan bantal sehingga sebaiknya bila anda tidur menggunakan bantal.Â