Waktu Posting : 26-05-2014 11:53 | Dibaca : 2277x
Permasalahan kesehatan merupakan sebuah bahasan yang semakin menarik untuk diperhatikan. Banyak permasalahan yang timbul dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat modern saat ini. Terlebih ketika menyoalkan tentang gaya hidup. Seperti salah satu di antaranya adalah gaya hidup instan yang selalu menyisakan permasalahan yang semakin serius. Seperti yang paling sering dibicarakan adalah tentang penyakit diabetes. Nah karena hal tersebutlah maka pada ulasan berikut ini saya akan memberikan sedikit ulasan yang penting tentang penyakit diabetes. Sebagai berikut.
Diabetes merupakan sebuah penyakit yang sangat ditakuti oleh banyak orang di dunia. Setiap orang memiliki resiko yang tinggi untuk terkena penyakit ini. Terlebih dengan kehidupan masyarakat yang terjadi seperti sekarang ini di mana gaya hidup yang kurang sehat semakin akrab dengan kehidupan masyarakat, membuat resiko untuk terkena penyakit ini pun semakin besar. Beberapa di antaranya penyebab utama dari penyakit ini adalah jenis makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat kita.
Baca juga : Hati-hati Saat Sakit Kepala Belakang
Salah satu hal yang menyebabkan penyakit ini begitu ditakuti oleh banyak orang adalah ketika penderita mengalami luka. Maka untuk bisa sembuh akan sangat sulit. Bahkan banyak di atara kasus uka diabetes tersebut dengan berakhir pada amputasi pada bagian tubuh penderita diabetes yang mengalami luka. Hal ini jelas membuat kita perlu memperhatikan lebih jauh tentang penyebab dari luka diabetes tersebut sulit untuk disembuhkan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli menyebutkan bahwa salah satu peyebab luka diabetes sulit sembuh adalah tingginya kadar kortisol dalam tubuh penderita diabetes. Naiknya kadar kortisol ini bisa diakibatkan karena tingginya tingkat depresi yang dialami oleh penderita diabetes. Sehingga untuk melakukan penyembuhan luka diabetes ini , yang diperlukan pertama kali adalah kondisi rileks penderita diabetes tersebut agar kadar kortisol ini tidak naik. Dan, luka diabetes pun lebih mudah disembuhkan.
Ketika melakukan perawatan luka diabetes ini seringkali mengalami kegagalan karena penderita kurang sabar dalam melakukan perawatan. Banyak di antara mereka yang mengalami frustasi karena setelah sekian lama melakukan perawatan terhadap luka yang diderita, namun tak kunjung sembuh. Karena frustasi yang dialami tersebut, akhirnya kembali menaikkan kadar kortisol dan membuat luka menjadi lebih sulit untuk disembuhkan. Karena itulah sikap sabar ini diperlukan bagi para penderita diabetes. Dengan perawatan yang bertahap dan sabar maka luka diabetes yang diderita akan berangsur-angsur sembuh.
Baca juga : Tips Hidup Sehat
Selain karena kadar kortisol yang tinggi, gangguan peredaran darah, gangguan syaraf dan juga infeksi membuat luka yang dialami oleh penderita diabetes menjadi semakin parah. Biasanya pada penderita diabetes ini, luka yang terjadi berawal dari luka kecil. Luka kecil tersebut lama-kelamaan akan menjadi semakin parah karena si penderita yang kurang memahami dan memperhatikan tentang luka tersebut. Dan jika terjadi gangguan lain layaknya gangguan syaraf, peredaran darah dan terjadinya infeksi oleh virus maka hal tersebut dapat membuat luka semakin sulit untuk disembuhkan. Karenanya maka perlu dilakukan sosialisasi oleh berbagai pihak kepada para penderita diabetes lebih menyadari akan luka diabetes ini. Sehingga luka yang dialami menjadi lebih mudah untuk disembuhkan.
Pada penderita diabetes tertentu, juga mengalami penurunan kekebalan tubuh turut menjadi penyebab sulitnya penyembuhan luka diabetes ini. Jadi sangat penting untuk diperhatikan terkait dengan konsumsi makanan yang diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh bagi para penderita diabetes tersebut.
Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sampaikan tentang sulitnya penyembuhan luka pada penderita diabetes di atas. Semoga beberapa ulasan yang telah saya sampaikan tentangnya dapat memberikan banyak manfaat bagi anda sekalian.
03-06-2014 11:26
Orang tidak mati karena diabetes, tetapi meninggal karena komplikasi penyakit. Banyak komplikasi yang berawal dari diabetes. Kematian akibat diabetes, biasanya berupa komplikasi yang berakhir pada penyakit jantung koroner, stroke juga gagal ginjal, serta penyakit lainnya. Diabetes merupakan gerbang masuk penyakit. Sekali menderita diabetes, maka orang itu seumur hidup akan dikekang penyakit itu. Penyakit diabetes itu bukan untuk disembuhkan, tetapi dikendalikan agar kadar gula dalam darah tak terus meningkat. Indikasi lain yang terjadi akibat diabetes adalah kesemutan, pandangan mata kabur, juga luka yang tak kunjung sembuh. Diabetes yang dalam bahasa awam disebut kencing manis itu muncul karena hal yang tak terlalu kita sadari sebelumnya, yakni perubahan gaya hidup dan pola makan. Baca juga : Obat Alami Demam Berdarah Banyak orang masih menganggap diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang timbul karena faktor keturunan. Faktanya, setiap orang dapat mengidap diabetes, anak muda maupun orang tua. Kini banyak orang tak menyadari dirinya menderita diabetes karena minimnya informasi dan pengetahuan yang diketahui tentang penyakit ini. Atau, ada juga orang yang mengetahui gejalanya, tetapi enggan memeriksakan diri ke dokter. Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe dua atau yang disebabkan faktor keturunan. Namun, faktor keturunan tidak cukup untuk menyebabkan seseorang menderita diabetes karena kemungkinannya hanya 5%. Diabetes tipe dua ini juga kerap terjadi pada mereka yang obesitas atau kegemukan, serta gaya hidup tak sehat. Penumpukan lemak di sekitar pinggang dapat menimbulkan diabetes dan komplikasi penyakit lainnya seperti asam urat, kolesterol, dan diabetes tipe dua. Cobalah lakukan pengukuran pada lingkar pinggang Anda dengan meletakkan pita ukur di atas tulang pinggul. Untuk wanita, lingkar pinggang yang sehat tidak lebih dari 80 cm, dan laki-laki tak lebih dari 90 cm. Baca juga : Cara Sehat Bersepeda Motor Lingkar pinggang yang melebihi ukuran normal itu karena adanya penumpukan lemak di sekitar pinggang. Dengan kata lain, itu merupakan indikasi gaya hidup tak sehat dan pola makan yang tak teratur. Untuk pola hidup, dapat dikarenakan olah raga yang tak rutin atau perubahan pola aktivitas. Adanya timbunan lemak yang banyak pada bagian pinggang dapat menimbulkan penyakit seperti asam urat, kolesterol tinggi, diabetes tipe dua, bahkan hipertensi (tekanan darah tinggi). Berbagai penyakit itu kemudian dapat menumpuk di sepanjang pembuluh darah dan berisiko timbulnya penyakit jantung koroner (PJK). Untuk menghilangkan lemak atau mengecilkan lingkar pinggang menjadi normal, dapat dilakukan dengan berolah raga atau mengubah pola hidup. Dalam satu pekan, sisihkan lima hari untuk berolah raga. Setiap hari hanya selama 30 menit. Jangan terlena oleh kemakmuran atau fasilitas yang ada. Sebisa mungkin tetap lakukan aktivitas jalan kaki atau menyusuri tangga setiap hari. Kalau kita mau naik atau turun ke lantai tertentu, pilihlah tangga daripada lift. Pilihan itu lebih baik untuk kesehatan. Untuk pola makan, dianjurkan agar mengkonsumsi makanan bergizi. Mengurangi makanan tinggi karbohidrat seperti nasi, mi instan, pasta, atau makanan cepat saji adalah pilihan terbaik selain memperbanyak minum air putih. Tak ada salahnya juga mengkonsumsi suplemen kesehatan berupa jus herbal yang mengandung sari buah atau ekstrak buah naga, mengkudu, sirsak dan manggis seperti halnya Ultra Mangosteen, Ultra Noni, dan DragonNoni. Jadi, mulailah hidup sehat untuk menekan risiko terkena diabetes!
08-12-2017 06:53
Tips Merawat Jilbab Agar Awet Serta Tahan Lama - Kerudung atau jilbab saat ini sudah menjadi salah satu outfit bagi muslimah. Dan tentunya sangatlah penting untuk memperhatikan cara merawat kerudung atau jilbab agar koleksi jilbab anda terlihat seperti baru walaupun sudah sering digunakan dan agar daya pakainya lama. Merawat jilbab dengan benar merupakan salah satu investasi berharga. Terlebih lagi bila kamu membeli jilbab atau kerudung tersebut dengan harga yang tidak murah. Nah berikut ini tips merawat kerudung atau jilbab agar tidak gampang pudar warnanya serta tahan lama ya temans. Simak yuk di bawah ini : 1. Menghindari kerudung atau jilbab dicuci dengan menggunakan mesin cuci atau sikat Supaya kerudung atau jilbabmu awet, maka sebisa mungkin hindari untuk mencucinya dengan menggunakan mesin cuci atau sikat. Karena bila kerudung atau jilbab sebenarnya cukup dicuci dengan mencelupkan pada air detergen disertai dengan kucekan lembut. Jangan menggunakan sikat berbulu yang berbulu keras karena akan membuat jilbabmu kasar atau bahkan berpasir. Usahakan untuk tidak memeras jilbab dengan keras. Peraslah dengan lembut serta dikeringkan dengan cara diangin-anginkan saja. Hindari pemakaian mesin cuci pengering. 2. Menggunakan air hangat untuk membersihkan jilbab atau kerudung Bila kerudung atau jilbabmu terkena noda, gunakan air hangat untuk membersihkannya. Karena penggunaan air hangat pada saat mencuci diyakini dapat membuat noda lebih gampang hilang. 3.Ketika mencuci, pisahkan jilbab dengan pakaian Kemungkinan ada pakaian yang luntur pada saat memncuci dapat berpotensi menodai warna jilbab. Dan untuk menghindari jilbab atau kerudungmu dari kelunturan tersebut maka pisahkan jilbab menurut warna. 4.Menjemur jilbab atau kerudung di tempat yang teduh Setelah selesai dicuci, sebaiknya menjemur jilbab atau kerudung pada tempat yang teduh serta tidak terkena sinar matahari secara langsung. Ini bertujuan agar warna jilbab awet atau tidak bladus. 5.Menyimpan kerudung atau jilbab dalam plastik klip atau juga dengan cara menggulungnya Pada umumnya kaum wanita mengoleksi kerudung atau jilbab lebvih dari enam. Untuk iti simpanlah jilbab dalam plastik klip atau dengan menggulungnya sebelum disimpan dalam kotak atau box penyimpanan atau lemari khusus untuk jilbab. Dan untuk jilbab atau kerudung yang berhiaskan batu-batu tau payet sebaiknya lipat dan tumpuklah jilbab kemudian dibatasi dengan kertas tipis di antara jilbab payet tersebut agar tidak tersangkut dengan jilbab yang lainnya. Atau dapat juga dengan cara menggantungnya di lemari dan kelompokkan jilbab menurut warna dan jenisnya agar mudah pada saat mencari. 6.Menyetrika kerudung atau jilbab dengan suhu rendah Sebaiknya setelah selesai dicuci dan kering, usahakan untuk tidak langsung menyetrikanya. Kerudung atau jilbab disetrika pada saat akan dipakai saja. Gunakan setrika dalam suhu yang rendah agar tidak merusak kain, tekstur dan warna jilbab. Menyetrika dengan suhu rendah sangat berguna dalam merawat jilbab model paris seperti paris rainbow yang memiliki tekstur lembut atau bahkan juga pashmina ceruti. Hindari menekan lipatan kerudung saat menyetrika. Itulah beberapa tips dalam merawat kerudung atau jilbab agar awet dan tahan lama. InsyaAllah dengan perawatan yang tepat, kerudung atau jilbab yang kita miliki akan awet dan tetap cantik saat dipakai. Selamat mencoba ya....
01-07-2014 22:29
Hampir 6 bulan ini saya mengalami sejenis depresi,perasaan selalu tidak nyaman,ingin marah2 terus,selama ini saya minum xanak yg dosisnya 0.5mg 2 tablet setiap hari,sering juga saya mengalami sakit kepala,yang ingin saya tanyakan apa extra jus kulit manggis bisa digunakan sebagai anti depresi?saya juga sudah melakukan cek darah lengkap,tontegen torak,USG semua hasilnya normal