Mengenal 5 Mitos Seputar Jantung

Additional Image

Waktu Posting : 15-06-2014 00:43 | Dibaca : 2634x

Jantung adalah satu diantara organ vital untuk manusia. Ketidakpahaman manusia perihal organ itu bikin banyak mitos beredar di orang-orang. Yang kritis, tak sedikit yang memercayai, walaupun lalu dapat dibuktikan salah. Serta bila salah, nyawa taruhannya.

Mitos 1 : orang muda tak terkena serangan jantung
Kata siapa? Mitos ini benar-benar lama beredar di orang-orang, juga barangkali ada banyak yang memercayai. Namun faktanya, sesudah masa 90-an pasien serangan jantung makin muda. Saat ini, terdaftar sejumlah 20 % masalah serangan jantung dibawah umur 40, sejumlah 40% diantara umur 40-45, serta 40% diatas umur 50. Itu penyebab tiap-tiap orang dianjurkan untuk lakukan penelusuran serta pencegahan dari awal, sesudah umur 25. Ada tiga aspek yang menambah resiko terkena penyakit jantung, yakni terlampau banyak konsumsi lemak serta gula, kemalasan fisik, serta dampak radikal bebas. Bila aspek resiko ini dirangkum jadi satu, ujungnya ialah pola hidup! Waspada!
 
Baca juga : Waspadai, Kanker Usus Mengincar Anda

Mitos 2 : jantung tak butuh beristirahat
" Bila jantung beristirahat, mati, dong, orangnya! " Walau tak betul-betul berhenti berdenyut, jantung juga butuh beristirahat. Kapan? Di waktu kita tidur. Pada saat tidur, jantung berkontraksi minimum, yakni seputar 50-60 denyut per menit. Pekerjaan jantung sejatinya benar-benar berat. Setiap saat berdenyut, jantung memompa 70-80 cc darah. Serta dalam satu menit, jantung berdenyut 70-100 kali. Berarti, dalam satu menit jantung bakal memompa 500 cc cairan darah, serta ada 30. 000 cc atau seputar 5. 000-6. 000 liter darah dipompa tiap-tiap hari. Ini penyebab tidur benar-benar utama untuk kesehatan jantung.

Mitos 3 : serangan jantung diwariskan?
Pada dasarnya, penyakit jantung tak alami penurunan dengan cara genetik. Tetapi, bila keluarga Anda mempunyai kisah serangan jantung yang tinggi, maka itu mempertinggi resiko Anda terkena. Oleh karena itu Anda mesti dapat mengetahui diri serta lingkungan Anda, berhenti merokok, olahraga teratur, melindungi kolesterol, gula, serta berat tubuh, plus periksakan diri Anda dari awal.
 
Baca juga : Tips Mendongkrak Stamina Orang Tua

Mitos 4 : dada kiri nyeri = serangan jantung?
Belum pasti iya, namun belum pasti juga tak. Bila rasa nyeri jadi lebih kuat saat aktif berkegiatan, serta gejalanya alami penurunan dengan pemberian obat nitrat dibawah lidah, maka itu mengindikasikan sakit jantung. Namun, apabila sakit di dada bisa ditunjuk dengan terang memakai jari -dan bila ditekan jadi nyeri, besar kemungkinan ini sakit otot dada. Di Indonesia, umumnya sinyal serangan jantung yang nampak ialah sakit di ulu hati, kembung serta seperti masuk angin. Tidak sama dengan di AS yang nyeri bermula dari dada, lalu menjalar ke lengan kiri serta leher. Yang menghebohkan, riset di Kampus Airlangga pada 1980-an tunjukkan, saat beberapa orang yang terasa masuk angin di check, sebenarnya 30 % diantara mereka terkena serang jantung koroner.

Mitos 5 : dapat mendeteksi serangan jantung
Salah besar. Ada argumen kuat kenapa serangan jantung bisa dimaksud 'the silent killer', tidak cuma di Indonesia, tetapi di semua dunia. Faktanya, sejumlah 30 % masalah serangan jantung tak mempunyai tanda-tanda serta selesai dengan kematian. Ini yang dimaksud sudden death. Pemberitahuan untuk pertama serta paling akhir kalinya. Memanglah, sebagian serangan jantung, terlebih bila dikarenakan bisul penyumbat pembuluh darah yang besar, menyebabkan tanda-tanda. Namun pecahnya bisul pembuluh darah yang kecil, yang ukurannya kurang dari 50 % penyumbatan, inilah yang mengakibatkan sudden death. Plak-plak kecil inilah yang jahat. Bagaimana tak, ia tak tampak dengan EKG, tak terdeteksi dengan tes treadmill. Ia baru bakal terlihat bila dikerjakan Multislice CT scan. Dari sinilah julukan silent killer berasal.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Survey: Umur 40 Apakah Tidak Terlalu Tua Untuk Mulai Olahraga Rutin?

11-05-2014 19:35

Pria yang memulai olahraga daya tahan setelah usia 40 bisa mendapatkan manfaat jantung jangka panjang yang sama seperti orang-orang yang memulai olahraga sebelum usia 30 tahun, penelitian baru yang menemukan. Penelitian ini melibatkan 40 pria sehat, berusia antara 55 dan 70 , yang tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung. 10 dari orang-orang itu tidak pernah melakukan olahraga rutin selama lebih dari 2 jam seminggu . Sisanya 30 telah melaksanakan olahraga rutin setidaknya 7 jam seminggu selama lebih dari 5 tahun , baik awal sebelum usia 30 atau setelah usia 40. Olahraga rutin mereka terlibat baik bersepeda atau berjalan. Baca juga : Bawang Merah, Herbal Sehat dari Dapur  Pria yang mulai rutin olahraga berat, mereka sebelum usia 30 telah melakukannya selama rata-rata 39 tahun ( sejak usia 22 ), sementara mereka yang dimulai setelah usia 40 telah melakukannya selama rata-rata 18 tahun ( sejak umur 48 ). Istirahat denyut jantung adalah serupa antara laki-laki pada kedua kelompok olahraga (sekitar 57-58 denyut per menit ) , tetapi jauh lebih tinggi di antara pria yang tidak berolahraga ( hampir 70 denyut per menit ). Orang-orang dalam dua kelompok olahraga juga memiliki pengambilan oksigen maksimal yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang tidak berolahraga. Pria pada kedua kelompok olahraga rutin menunjukkan bukti yang sama dalam perbaikan olahraga terkait dalam struktur dan fungsi jantung. Baca juga : Sering Bertengkar dan Khawatir Bisa Meningkatkan Risiko Kematian  Jadi, meskipun ada perbedaan usia biologis, tapi dengan modifikasi olahraga pada mulai umur 40 tampaknya tidak mengganggu manfaat jantung.  Namun, olahraga daya tahan juga bermanfaat untuk kepadatan tulang , untuk massa otot, stres oksidatif. Dan manfaat ini diketahui lebih besar jika olahraga dimulai pada awal kehidupan. Dengan olahraga yang teratur dapat memperlambat struktur dan fungsi jantung yang makin menua. Tidak pernah terlalu terlambat untuk mengubah cara hidup Anda dan mendapatkan lebih aktif secara fisik. Ini akan selalu bermanfaat bagi jantung dan kesejahteraan. Dan tidak perlu untuk olahraga tingkat tinggi  selama berjam-jam seminggu. Menggunakan tangga daripada lift, atau berkebun secara teratur, dapat bermanfaat juga. (TTR)

Featured Image
Durasi Tidur yang Tepat Cegah Diabetes

05-07-2016 19:44

  Sebuah hasil survei mengungkap, jumlah orang yang setiap malam rutin tidur 8 jam semakin sedikit. Jadwal kerja yang sibuk, kemacetan di jalan, hingga godaan bermain gadget, membuat tidur menjadi prioritas nomer dua.   Dampak dari kurang tidur sebenarnya sudah banyak dibahas, mulai dari kelelahan, kurang konsentrasi, hingga obesitas.  Baca juga : Menghindari Jatuh di Kamar Mandi Dalam studi terbaru disebutkan, durasi tidur yang terlalu sedikit atau terlalu banyak, juga berpengaruh pada risiko seseorang menderita diabetes.   Tim peneliti menganalisis 800 orang sehat dari berbagai negara Eropa dan secara spesifik mencari tahu hubungan antara durasi tidur dan metabolisme glukosa.   "Pada pria, tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, terkait dengan respons yang rendah pada sel tubuh terhadap insulin, mengurangi penyerapan glukosa, dan dalam jangka panjang meningkatkan risiko diabetes . Pada wanita, kaitan itu tidak diketahui," kata Femke Rutters, yang melakukan penelitian.  Baca juga : Beberapa Makanan yang Mempercepat Datangnya Stroke Durasi tidur yang dianggap cukup dalam penelitian ini adalah 7 jam setiap malam.   Jika kita kurang tidur, kita cenderung lebih bernafsu pada makanan tidak sehat, emosi tidak stabil, dan mengalami penurunan daya ingat dan konsentrasi. Sementara, jika kita tidur terlalu banyak, kita berpotensi mengalami nyeri punggung, diabetes, dan penyakit jantung

Featured Image
Inilah Gejala Tukak Lambung Yang Harus Anda Waspadai

15-08-2014 03:37

Riset tentang efek puasa pada pasien mag pernah dikerjakan kalangan akar gastroenterologi di negara-negara Islam. Riset di Kashmir, Pakistan, mengatakan bahwasanya puasa Ramadan dapat membahayakan untuk pasien yang menderita tukak atau mungkin luka pada lambung (peptic ulcer disease) pada umumnya serta untuk pasien tukak lambung menahun aktif pada utamanya. Riset di Turki pula memperlihatkan bahwasanya keadaan lapar sepanjang puasa Ramadhan pula menambah resiko terserang komplikasi tukak duodenum (usus 12 jari), tak terkecuali perdarahan serta perforasi (luka berlubang) pada lambung. Berbagai riset pula mengatakan bahwasanya puasa Ramadhan dapat menambah resiko terjadinya perdarahan system pencernaan atas akut (AUGIB), terlebih disebabkan timbulnya tukak duodenum. Tukak lambung dapat dikarenakan oleh beberapa hal, salah satunya ialah bakteri, pemakaian obat anti-peradangan atau mungkin tumor pada sel yang menghasilkan asam dalam perut. Tukak lambung baiknya diwaspadai serta secepatnya dirawat sebelum kelak jadi makin kronis. Karenanya, amat perlu mengenal beberapa gejala tukak lambung di bawah ini, seperti :   Baca juga : Cara Menjaga Fungsi dan Kesehatan Ginjal 1. Sakit perut Satu diantara tanda-tanda paling utama serta tampak ialah terasa sakit di bagian perut. Tetapi rasa sakit yang terkait dengan tukak lambung umumnya berlangsung di daerah pada pusar dengan tulang dada. Umumnya rasa sakit disebabkan tukak lambung bakal makin kronis dalam situasi perut kosong pada malam hari. Rasa sakit ini pun dapat mereda bila seorang mengkonsumsi makanan khusus. Rasa sakit disebabkan tukak lambung pula tak berjalan terus-menerus tetapi umumnya dirasakan berhari-hari serta menghilang. Bila Anda terasa sakit perut sejenis ini serta kerap menderita tingkat rasa sakit yang tajam serta kronis, kemungkinan itu ialah tukak lambung. 2. Pergantian nafsu makan Tanda-tanda awal tukak lambung yang lain ialah berubahnya nafsu makan. Peralihan nafsu makan yang labil, umpamanya terasa cepat kenyang disuatu saat lalu terasa senantiasa lapar di lain waktu yang tidak jauh beda. Bila ini berlangsung, ada kemungkinan Anda mempunyai tukak lambung. 3. Penurunan berat tubuh Kecuali pergantian nafsu makan, satu diantara tanda-tanda tukak lambung ialah turunnya berat tubuh. hal semacam ini pasti amat terkait dengan berubahnya nafsu makan. Pergantian nafsu makan yang tetap penting dan rasa sakit perut yang kerap datang serta pergi dapat menyebabkan orang malas makan sampai pada akhirnya menjalani penurunan berat tubuh.   Baca juga : Cara Membersihkan Komedo Secara Alamiah 4. Mual serta muntah Mual serta muntah tidak cuma jadi ciri masuk angin atau mungkin gas lambung yang meningkat, tetapi pula dapat jadi satu diantara tanda-tanda tukak lambung. Hal semacam ini dikarenakan oleh cairan lambung yang tak seimbang. Kecuali itu, bila tukak lambung telah makin kronis, seseorang pun dapat menderita muntah darah. Bila ini yang berlangsung mesti secepatnya dilaksanakan aksi cepat sebab pertanda tukak lambung telah ada pada tingkat yang serius. 5. Warna kotoran berubah Seluruh persoalan yang terkait dengan pencernaan umumnya dapat dideteksi lewat kotoran, baik bentuk, bau, sampai warnanya. Sama halnya dengan tukak lambung. Tetapi umumnya, deteksi lewat kotoran baru dapat dikerjakan saat tukak lambung telah dalam tingkat serius. Tukak lambung dapat mengakibatkan warna kotoran beralih jadi lebih gelap. Kadang-kadang pula ada darah yang bercampur dengan kotoran. Demikianlah berbagai tanda-tanda tukak lambung. Berbagai gejala tersebut salah satunya ialah tanda-tanda awal yang pantas diwaspadai, sedangkan sebagian lagi memperlihatkan tanda-tanda tukak lambung yang telah dalam tingkat serius. Walau demikian, bila merasakan tanda-tanda diatas janganlah menunggu lama sampai tukak lambung jadi kronis. Secepatnya periksakan diri Anda ke dokter supaya persoalan kesehatan Anda secepatnya dapat ditangani dengan baik.    

...