Waktu Posting : 03-06-2014 12:32 | Dibaca : 2881x
30-06-2014 12:04
Ada dua macam lipoprotein serta jumlah lipoprotein itu dalam darah adalah aspek terpenting dari resiko penyakit jantung yakni : Low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol “jahat” yakni adalah wujud dimana kolesterol dibawa ke dalam darah serta pemicu utama penumpukan lemak beresiko didalam arteri. Makin tinggi kandungan kolesterol LDL dalam darah, maka makin besar resiko penyakit jantung. High-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol “baik”. Kolesterol baik ini membawa kolesterol darah kembali ke hati, di kolesterol dapat di hilangkan. Kolesterol baik inipun menolong menghindarkan terjadinya penimbunan kolesterol pada pembuluh darah. Resiko penyakit jantung bertambah akibat rendahnya tingkat HDL atau kolesterol baik. Baca juga : Seks Baik Untuk Jantung Satu diantara pemicu utama terlalu tingginya kandungan atau kadar kolesterol LDL dalam darah ialah terlampau banyaknya asupan makanan yang memiliki kandungan : Lemak jenuh, yang umumnya ditemukan dalam buatan hewani. Kolesterol, yang cuma ditemukan dalam buatan hewani. Lemak jenuh menambah kandungan LDL lebih tinggi dari yang lain dalam pola makan tiap hari Anda. Berbagai aspek lain pula memengaruhi kandungan kolesterol darah, diantaranya : Keturunan. Kolesterol tinggi kerapkali terjadi penurunan didalam keluarga. Walau pemicu genetik spesifik sudah diidentifikasi cuma pada sebagian kecil masalah, tetapi genetik masih mempunyai peran dalam memengaruhi kandungan kolesterol darah. Berat Tubuh. berat tubuh berlebihan condong menambah kandungan kolesterol darah. Jadi mengurangi berat tubuh bisa menolong turunkan kandungan kolesterol darah. Olahraga. Kegiatan fisik yang teratur tak cuma bisa mengurangi kolesterol LDL, namun pula bisa menambah kandungan kolesterol HDL. Umur serta jenis kelamin. Sebelum saat menopause, wanita condong mempunyai kandungan kolesterol keseluruhan yang lebih rendah dibanding pria pada umur yang sama. Kandungan kolesterol pada wanita serta pria, dengan cara alami meningkat bersamaan pertambahan umur. Menopause kerap dihubungkan dengan penambahan kolesterol LDL pada wanita. Stres. Riset memanglah belum memperlihatkan bahwasanya stres mempunyai keterikatan seketika dengan kandungan kolesterol. Namun kaum pakar menyampaikan bahwasanya lantaran orang terkadang makan makanan berlemak untuk menghibur diri saat mereka tengah stres, maka hal semacam ini bisa mengakibatkan kolesterol darah tinggi. Baca juga : Merokok dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut Kandungan kolesterol keseluruhan serta LDL yang tinggi, dan kandungan kolesterol HDL rendah memanglah menambah resiko penyakit jantung. Tetapi kecuali ketiga aspek itu, tetap ada berbagai aspek resiko yang lain, yakni merokok, hipertensi, diabetes, obesitas, serta kurangnya kegiatan fisik. Bila ada aspek resiko lain, disamping kolesterol darah tinggi, maka resiko penyakit jantung jadi lebih tinggi. Berita baiknya ialah banyak aspek resiko itu bisa dikendalikan dengan pengubahan pola hidup, umpamanya : diet, turunkan berat tubuh, atau program olahraga, atau berhenti merokok. Obat-obatan barangkali pula dibutuhkan untuk sebagian orang. Juga, terkadang satu pergantian pola hidup bisa menolong mengatur berbagai aspek resiko. Selaku misal, turunkan berat tubuh bisa turunkan kandungan kolesterol darah, menolong mengatur diabetes, serta turunkan hipertensi. Namun ada beberapa faktor resiko yang tak bisa dikendalikan, diantaranya : Umur. Umur 45 tahun atau lebih untuk pria serta 55 tahun atau lebih untuk wanita. Kisah keluarga tentang penyakit jantung awal. Umpamanya, bapak atau saudara yang terkena penyakit jantung sebelum saat umur 55 tahun, ibu atau saudara wanita yang terkena penyakit jantung sebelum saat umur 65 tahun.
01-09-2014 00:39
Selama siang.. Vitiligo.. bercak putih padak kulit apa sudah ada obatnya..? jika sudah ada obatnya dimana saya bisa membelinya.. Sekian dan terima kasih..
03-11-2025 22:55
Sampah masih menjadi salah satu persoalan terbesar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di banyak daerah, termasuk di Kabupaten Jember. Volume sampah yang terus meningkat setiap hari menimbulkan tantangan besar, mulai dari penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pencemaran lingkungan, hingga dampak kesehatan bagi masyarakat. Menyadari hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember berkomitmen kuat untuk menuntaskan permasalahan tersebut melalui Gerakan Jember Bebas Sampah 2025, sebuah program besar yang menargetkan terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.Menuju Jember yang Bersih dan HijauGerakan Jember Bebas Sampah 2025 lahir sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan. Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan sampah, tetapi juga menekankan perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.Dinas Lingkungan Hidup Jember menyadari bahwa solusi jangka panjang untuk persoalan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pengumpulan dan pembuangan, tetapi harus dimulai dari pengurangan sampah dari sumbernya. Oleh karena itu, konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) menjadi dasar utama gerakan ini. Masyarakat diajak untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan kembali barang bekas, serta mendaur ulang sampah agar tidak berakhir di TPA.Kepala DLH Jember menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar kampanye, melainkan langkah strategis yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kami ingin membangun budaya baru, di mana setiap orang sadar bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, Jember bisa benar-benar bebas dari sampah pada tahun 2025, ujarnya dalam sebuah kegiatan sosialisasi program.Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis MasyarakatSebagai langkah konkret, DLH Jember memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satu program andalan adalah pembentukan bank sampah di setiap kecamatan dan desa. Melalui bank sampah, masyarakat dapat memilah sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam untuk dijual atau ditukar dengan kebutuhan pokok. Sistem ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.Selain itu, DLH juga mendorong masyarakat untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Dengan pelatihan dan pendampingan teknis, warga diajak memanfaatkan sisa makanan dan dedaunan menjadi pupuk alami yang dapat digunakan untuk pertanian dan penghijauan. Program ini terbukti efektif, terutama di wilayah pedesaan, karena mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPA.Untuk mendukung program ini, DLH Jember juga meluncurkan aplikasi digital pemantauan sampah, yang memudahkan koordinasi antara petugas kebersihan dan masyarakat. Melalui sistem ini, warga dapat melaporkan titik-titik penumpukan sampah, mengatur jadwal pengangkutan, serta memperoleh informasi terkait kegiatan lingkungan di daerah mereka.Kolaborasi dan Edukasi LingkunganKunci keberhasilan Gerakan Jember Bebas Sampah 2025 terletak pada kolaborasi lintas sektor. DLH menggandeng sekolah, komunitas pemuda, organisasi masyarakat, hingga pelaku usaha dalam berbagai program kebersihan dan edukasi lingkungan.Melalui kegiatan seperti Gerakan Jumat Bersih, Lomba Kampung Hijau, dan Edukasi Lingkungan di Sekolah, DLH terus menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam. Siswa dan pemuda didorong menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat peduli lingkungan di sekitarnya. Di sisi lain, sektor swasta juga dilibatkan dalam upaya pengelolaan limbah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terutama dalam penyediaan fasilitas kebersihan dan kegiatan penghijauan.Gerakan ini juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan. DLH rutin melakukan sosialisasi tentang cara memilah sampah, pengurangan plastik, serta dampak negatif pencemaran terhadap kesehatan dan ekosistem. Dengan pendekatan yang intensif dan partisipatif, masyarakat diharapkan tidak hanya sadar, tetapi juga terbiasa menjaga kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup.Harapan Menuju 2025Kini, hasil dari berbagai upaya tersebut mulai terlihat. Beberapa desa dan kelurahan di Jember berhasil menurunkan volume sampah hingga 30% setelah menerapkan sistem pengelolaan mandiri. Jumlah bank sampah meningkat pesat, dan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah semakin tinggi. Lingkungan yang dulunya kumuh mulai berubah menjadi bersih dan asri.Meski masih banyak tantangan yang harus dihadapi seperti keterbatasan fasilitas, perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya disiplin, serta perubahan iklim yang berdampak pada kebersihan lingkungan, DLH Jember tetap optimistis target Jember Bebas Sampah 2025 dapat tercapai.Dengan kerja keras, inovasi, dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, cita-cita untuk mewujudkan Jember yang hijau, bersih, dan sehat bukanlah mimpi. Gerakan ini bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama untuk menjaga bumi dari Jember demi masa depan yang lebih lestari dan generasi yang mencintai lingkungan.