Waktu Posting : 22-03-2016 19:10 | Dibaca : 2594x
05-01-2026 19:41
Kebutuhan masyarakat terhadap produk pangan yang aman, berkualitas, dan inovatif membuat jurusan teknologi pangan semakin relevan dari waktu ke waktu. Industri makanan dan minuman tidak pernah berhenti berkembang, sehingga peluang karier bagi lulusan bidang ini selalu terbuka. Bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di jurusan teknologi pangan di Bandung dengan biaya terjangkau dan pembelajaran yang aplikatif, Universitas Masoem menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.Universitas Masoem membuka prodi teknologi pangan dengan biaya pendidikan yang relatif ringan, yaitu hanya 5 juta rupiah per semester. Skema biaya ini dirancang agar pendidikan tinggi dapat diakses lebih luas tanpa mengurangi mutu pembelajaran. Dengan dukungan fasilitas, dosen berpengalaman, dan pendekatan praktik, jurusan ini mengusung slogan kuat sambil kuliah jadi pengusaha. Artinya, mahasiswa tidak hanya disiapkan untuk lulus, tetapi juga diarahkan untuk mandiri secara ekonomi.Kurikulum Jurusan Teknologi Pangan yang Praktis dan RelevanKurikulum jurusan teknologi pangan di Universitas Masoem disusun berdasarkan kebutuhan industri pangan saat ini. Mahasiswa mempelajari ilmu dasar pangan, teknologi pengolahan bahan pangan, sanitasi dan keamanan pangan, sistem jaminan mutu, hingga pengembangan produk dan kemasan. Semua materi dirancang agar mahasiswa mampu memahami proses dari bahan baku hingga produk siap konsumsi.Selain kompetensi teknis, mahasiswa prodi teknologi pangan juga dibekali wawasan kewirausahaan. Mereka belajar tentang perencanaan usaha, penghitungan biaya produksi, strategi pemasaran, dan pengelolaan bisnis pangan. Dengan pendekatan ini, jurusan teknologi pangan Universitas Masoem tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga calon pengusaha di bidang pangan.Keunggulan Kuliah Teknologi Pangan di BandungBandung dikenal sebagai kota pendidikan sekaligus pusat industri kreatif, termasuk sektor kuliner dan pangan. Lingkungan ini menjadi nilai tambah bagi mahasiswa jurusan teknologi pangan karena memberikan banyak peluang pembelajaran langsung di luar kelas. Mahasiswa teknologi pangan di Bandung dapat mengamati tren pasar, mengembangkan produk inovatif, dan mempelajari perilaku konsumen secara nyata.Universitas Masoem memanfaatkan keunggulan lokasi ini dengan membangun jejaring industri dan menghadirkan pembelajaran kontekstual. Dengan demikian, lulusan prodi teknologi pangan memiliki pengalaman dan wawasan yang lebih luas saat terjun ke dunia profesional.Kesempatan Magang di Perusahaan Masoem GroupSalah satu keunggulan utama jurusan teknologi pangan Universitas Masoem adalah adanya kesempatan magang di unit usaha Masoem Group. Mahasiswa dapat menjalani program magang di berbagai perusahaan, seperti Pabrik Air Al Masoem, BPRS Al Masoem, SPBU, SPBE, dan unit bisnis lainnya.Program magang ini memberikan pengalaman langsung mengenai proses produksi, pengendalian mutu, sistem operasional, hingga manajemen usaha. Bagi mahasiswa prodi teknologi pangan, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memahami dunia industri secara nyata dan meningkatkan kesiapan kerja setelah lulus.Prospek Kerja Lulusan Jurusan Teknologi PanganLulusan jurusan teknologi pangan memiliki prospek kerja yang luas dan fleksibel. Mereka dapat berkarier sebagai staf quality control, quality assurance, analis laboratorium pangan, supervisor produksi, hingga bagian riset dan pengembangan produk. Selain itu, peluang kerja juga terbuka di sektor distribusi, pemasaran, dan manajemen usaha yang berkaitan dengan industri pangan.Tidak hanya bekerja di perusahaan, lulusan prodi teknologi pangan Universitas Masoem juga didorong untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Sejalan dengan slogan sambil kuliah jadi pengusaha, lulusan dibekali kemampuan untuk membangun usaha makanan olahan, minuman kemasan, atau produk pangan inovatif berbasis potensi lokal.Pengalaman dan Testimoni LulusanBanyak alumni jurusan teknologi pangan Universitas Masoem yang merasakan manfaat dari sistem pembelajaran yang diterapkan. Salah satu lulusan menyampaikan bahwa pengalaman magang di Pabrik Air Al Masoem membuatnya memahami standar mutu dan alur produksi industri pangan secara langsung. Alumni lain mengungkapkan bahwa materi kewirausahaan selama kuliah membantunya memulai usaha makanan skala kecil yang kini terus berkembang.Testimoni tersebut menunjukkan bahwa prodi teknologi pangan Universitas Masoem tidak hanya fokus pada teori, tetapi benar-benar menyiapkan mahasiswa untuk dunia kerja dan dunia usaha.Investasi Pendidikan yang TepatDengan biaya kuliah hanya 5 juta rupiah per semester, dukungan magang di perusahaan Masoem Group, serta prospek kerja yang menjanjikan, jurusan teknologi pangan Universitas Masoem menjadi pilihan cerdas bagi calon mahasiswa. Bagi Anda yang mencari jurusan teknologi pangan di Bandung dengan pendekatan praktis, berorientasi industri, dan mendukung kewirausahaan, program studi ini layak dijadikan tujuan.
14-07-2014 08:26
Berbagai dekade paling akhir bila kita memperhatikan kembali persoalan kesehatan di Indonesia maka didapat pergeseran yang cukup penting dari pola penyakit infeksi jadi penyakit kronik seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes melitus, serta stroke. Pergeseran pola penyakit ini di pengaruhi oleh banyak aspek, satu diantaranya ialah gaya hidup orang-orang yang saat ini beralih. Gaya hidup yang disebut dapat dilihat dari sisi nutrisi, manajemen stres, serta kegiatan fisik. Spesial tentang kegiatan fisik, mari kita perhatikan kembali aktivitas yang kita kerjakan selama 24 jam ini, apakah kita telah memasukkan daftar olahraga di dalamnya? Baca juga : Kenalilah Gejala Batu Empedu Seberapa kerap saat kita olahraga dibanding saat untuk duduk? Resiko penyakit kronik Beberapa besar orang yang banyak menggunakan waktunya untuk duduk serta tidak sering melakukan kegiatan fisik mempunyai resiko penyakit kronik lebih tinggi di banding orang yang cukup melakukan kegiatan fisik setiap harinya. Kegiatan duduk kerap dikatakan pula sedentary behaviour ini terhitung ketika ditempat bekerja, transportasi, melihat tv, serta dirumah yang banyak dikerjakan oleh pekerja kantor serta mahasiswa. Suatu riset dari Kansas State University pada 63. 048 pria berumur 45 serta 65 tahun sempat dikerjakan untuk hal semacam ini. Kaum partisipan studi isi survey perihal keadaan kronik yang mereka punyai serta seberapa banyak mereka duduk. Pria yang duduk lebih dari 4 jam /hari mempunyai insidensi menanggung derita penyakit kronik seperti penyakit jantung, diabetes, kanker atau desakan darah tinggi semakin besar. Semakin lama saat yang di habiskan untuk duduk tiap-tiap hari, semakin tinggi resiko terserang penyakit kronik. Penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah meningkat Sedentary behaviour mempunyai pengeluaran daya yang amat rendah kira–kira 1, 5 metabolic equivalent units (METs), hingga metabolisme badan jadi lebih rendah juga. Pembakaran kalori jadi amat lambat lantaran otot–otot badan tak banyak konsumsi daya, serta berlangsung pembentukan trigliserida serta LDL (low density lipoprotein—dikenal pula semacam kolesterol jahat—adanya hal semacam ini bisa menyebabkan penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah) makin meningkat. Baca juga : Ingin Sehat, Kurangi Konsumsi Garam Pola metabolisme ini bakal mengakibatkan timbulnya beragam jenis penyakit kronik. Penyakit kronik tak berkenaan dengan indeks massa badan, hingga orang–orang yang mempunyai badan ideal maupun kurus terus berisiko terserang penyakit kronik. Sisipkan kegiatan fisik Ada berbagai jalan untuk menyisipkan kegiatan fisik di sela–sela aktivitas sedentary behaviour, yakni : Jauhi ada di depan computer bila tiada yang hal utama yang ditangani Upayakan melakukan relaksasi atau peregangan otot setiap satu jam dari duduk terus-menerus Berjalanlah waktu pergi ke tempat–tempat yang dekat dengan jarak tempuh 5-15 menit Tambah baik olahraga dengan rekan–teman diakhir minggu dibanding hang out makan atau nonton bersama Batasi saat melihat TV Berolahragalah minimum 30 menit tiap-tiap hari Memperbanyak minum air putih.
30-05-2014 23:33
Bedah atau operasi sering kali harus ditempuh sebagai solusi menyembuhkan tubuh dari penyakit. Tetapi, muncul banyak kekhawatiran terhadap kesulitan pascaoperasi seperti rasa sakit, opname berhari-hari, dan pemulihannya yang lama. Sebaiknya operasi atau jangan, ya? Kekhawatiran itu sering membuat kita menunda-nunda untuk melakukan operasi. Padahal dokter yang dijadikan tempat konsultasi menyatakan bahwa operasi harus dilakukan supaya segera bisa disembuhkan. Akan tetapi karena khawatir kondisi pascaoperasi yang membuat kita sulit untuk kembali beraktivitas, akhirnya kita terus menunda-nunda. Hasilnya, penyakit itu sudah semakin parah dan biasanya ditambah lagi muncul peradangan atau infeksi. Daripada kondisi itu harus kita hadapi, ada satu teknik bedah atau operasi yang saat ini memnimalkan dampak pascaoperasi itu. Namanya laparoskopi atau disebut keyhole surgery. Teknik itu disebut juga bedah invasif minimal atau bedah akses minimal. Bca juga : Cara Menjaga Kesehatan Tulang Selagi Muda Laparoskopi mampu memberikan keuntungan meminimalkan nyeri pascabedah bagi pasien secara signifikan, dan memiliki keunggulan tambahan kosmetik yang baik karena luka operasinya hanya berupa beberapa sayatan kecil sepanjang 0,5 – 2 cm. Teknik laparoskopi itu biasanya membuat minimal tiga lubang sayatan atau lazimnya disebut port. Melalui lubang-lubang itulah alat bedah akan dimasukkan dan operasi pun dilakukan. Saat ini teknik laparoskopi pun sudah semakin berkembang dengan munculnya teknik single port laparoscopic surgery. Tidak lagi ada tiga lubang atau lebih, proses operasi itu hanya akan menyayat satu lubang, yaitu di pusar. Proses bedahnya secara sederhana dimulai dengan pembiusan umum. Kemudian dokter bedah akan membuat satu sayatan di pusar 2-3 cm untuk memasukkan gas CO2 yang sangat aman untuk menciptakan lapang operasi. Setelah itu dimasukkanlah teleskop dan isntrumen pembedahan. Setelah pembedahan selesai, specimen jaringan akan dikeluarkan melalui lubang yang sama secara steril. Kemudian dikeluarkan juga gas CO2 dan instrumen bedah. Lukapun dijahit dan dirawat secara biasa. Tetapi harus diingat bahwa teknik laparoskopi bukan merupakan senjata pamungkas yang selalu berhasil dilakukan pada semua kondisi. Terkadang jika radang atau infeksi penyakit pasien sudah sangat hebat, maka terpaksa dibatalkan dan dilakukan konversi menjadi bedah konvensional dengan sayatan besar. Infeksi itu terjadi karena pasien sering menunda-nunda pelaksnaaan operasi yang sudah disarankan dokter. Akhirnya, muncullah radang dan perlengketan usus hebat yang tidak cocok lagi untuk ditangani dengan teknik laparoskopi. Baca juga : Betapa Pentingnya Merawat Organ Intim Wanita Oleh karena itu, jangan terlambat atau menunda-nunda pelaksanaan operasi. Selain itu ada pula kondisi yang membuat teknik laparoskopi tak bisa dilakukan, yaitu bila pasiennya sangat gemuk. Penyakit yang sama memang bisa ditangani berbeda pada tiap-tiap orang. Karenanya konsultasi ke dokter yang tepat memang harus dilakukan dengan intensif supaya bisa diketahui penanganannya yang tepat. Berikut ini kelebihan dan kekurangan teknik laparoskopi. Kelebihan laparoskopi 1. Nyeri pascabedah minimal 2. Trauma jaringan minimal 3. Perdarahan minimal 4. Kondisi rongga perut atau dda apat devaluisi dengan lebih jelas dan diperbesar (zoom) 5. Proses penyembuhan pasien lebih cepat 6. Lama rawat inap yang diperlukan lebih singkat 7. Risiko komplikai infeksi luka operasii , perdarahan, dan perlengketan usus lebih jarang terjadi. Kekurangan laparoskopi 1. Waktu operasi yang berpotensi lama 2. Biaya operasi lebih tinggi karena dibutuhkan alat dan keterampilan khusus. 3. Risiko operasi 4. Tidak bisa dilakukan bila sudah terjadi infeksi atau peradangan Bila operasi memang harus dilakukan, jangan khawatir dengan kondisi pascaopersi karena sudah ada teknik laparoskopi. Namun harus juga disiapkan biayanya yang memang lebih mahal. Jadi memang, lebih baik mencegah daripada mengobati. Selain itu, kalau memang masih merasa ragu dengan teknik penanganan medis yang masih berisiko dan menimbulkan efek samping, lebih baik coba menggunakan terapi herbal yang berbahan alami seperti jus herbal dan semacamnya.